You'll Always Be The One

You'll Always Be The One
Chapter 21



Natasya benar-benar mengabaikan pesan Lisa untuk segera menghubungi Jocelyn. Jocelyn jelas emosi sekali.


"Apa aku harus menemuinya sendiri" Guman Jocelyn. Dia pikir situasinya akan semakin buruk jika Natasya tidak segera melakukan pemeriksaan dan perawatan.


Sedang di sisi lain, Natasya benar-benar sibuk hingga tidak mempunyai waktu untuk menemui Jocelyn. Dia pikir ini pastilah soal general check up-nya yang hasilnya sudah keluar. Dan hasilnya seperti biasa.Dia bersih seperti hasil Nadya beberapa waktu lalu.


Dia saat ini dia benar-benar sibuk dengan persiapan konser perayaan10 tahun debut Mandy dan juga konser debut untuk Angela. Bakat baru yang dia temukan.


Dia baru saja berdiri dari duduknya ketika meeting ia nyatakan selesai. Ketika tiba-tiba rasa pusing menghantam kepalanya. Membuat dia terduduk kembali.


"Bu, Ibu tidak apa-apa" Tanya Lisa sedikit panik melihat wajah pucat bosnya itu.


"Tidak Lisa, aku tidak apa-apa. Mungkin aku terlalu lelah" Jawab Natasya.


"Apa Ibu sudah menghubungi dokter Jocelyn" Tanya Lisa.


Natasya menggeleng.


"Ibu sebaiknya cepat menghubungi dokter Jocelyn. Saya lihat Ibu sering pusing dan wajah Ibu terlihat pucat" Balas Lisa khawatir.


Natasya pikir ucapan Lisa ada benarnya. Dia merasa sering pusing akhir-akhir ini. Dan juga ada beberapa memar di tubuhnya yang tak kunjung hilang.


"Aku akan mengunjunginya minggu depan" Sahutnya kemudian.


Dia baru saja akan melangkah keluar ketika Alex malah masuk ke dalam ruang meeting itu.


"Bisa tinggalkan kami sebentar" Pinta Alex pada Lisa. Lisa keluar setelah mendapat kode dari Natasya.


"Apa lagi?" Tanya Natasya. Dia masih emosi mengingat terakhir kali Alex mencium paksa dirinya.


"Aku minta maaf soal waktu itu. Aku benar-benar cemburu padanya" Jelas Alex.


"Cemburumu tidak berdasar Alex. Aku bukan siapa-siapamu. Kita tidak punya hubungan yang bisa menimbulkan rasa cemburu di antara kita" Potong Natasya jengah.


"Tasya tapi aku benar-benar mencintaimu" Ucap Alex.


"Tapi aku tidak" Timpal Natasya tanpa ragu.


"Apa karena dia? Kamu jatuh cinta padanya?" Tanya Alex menahan emosi. Mengingat bagaimana Kai mencium Natasya waktu itu. Tanpa ada penolakan sedikitpun dari Natasya.


"Iya, aku jatuh cinta padanya. Apa alasan itu cukup untuk membuatmu menjauhiku. Oh Alex, ayolah tidak bisakah kamu melihat ada wanita lain yang mencintaimu dengan tulus" Ucap Natasya setengah memohon.


Alex terdiam.


"See, dengarkan aku. Tutuplah matamu dan rasakan, kamu sudah melakukan hal yang sia-sia dengan mengejarku selama ini. Hingga kamu tidak menyadari. Dia bisa melakukan apapun untukmu. Tanpa syarat karena dia benar-benar tulus mencintaimu. Dia sudah menanti lama. Tidak bisakah kamu berbalik dan melihatnya walau sebentar saja" Pinta Natasya membuat Alex terdiam.


Alex sedang memandang keluar jendela ruang kerjanya. Ruang kerjanya menghadap ke sebuah hall besar. Dimana semua latihan dari Music Developing Centre berpusat di sana. Vokal, tari, koreo, live band semua ada di sana. Mereka berlatih dalam ruang kaca dengan sekat memisahkan antara satu dengan yang lainnya. Dan semua kedap suara.


Dari tempatnya berdiri. Alex bisa melihat seorang wanita cantik bertubuh tinggi langsing bak model. Tengah berlatih serius dengan Mr Antonio. Pelatih vokal khusus yang ia datangkan langsung dari Amerika. Wanita itu adalah Mandy.


Dia ingin Mandy mendapatkan pelatihan dari guru vokal berstandar internasional untuk meningkatkan performa vokal dan mempersiapkan Mandy agar bisa debut di kancah internasional.


Alex sebenarnya mengakui kemampuan Kai yang ternyata lebih pintar dari dugaannya. Kai mengalokasikan dana yang cukup besar ke divisinya hingga dia bisa melakukan banyak hal yang selama ini tidak bisa ia lakukan karena kendala dana.


Alex sejenak menatap Mandy yang tengah berlatih serius dengan Mr Antonio.


"Berbaliklah dan lihatlah dia sebentar saja. Kamu akan melihatnya yang dengan tulus mencintaimu. Melakukan apapun untukmu tanpa syarat"


Ucapan Natasya kembali terngiang di telinganya.


"Memberikan apapun tanpa syarat. Termasuk memberikan kehormatanmu padaku. Hanya karena menuruti emosi gilaku" Guman Alex.


Ingatan Alex kembali pada malam panas antara dirinya dan Mandy. Di mana waktu itu, dia dengan gila memaksa Mandy bercin** dengan dirinya. Hanya karena dia kesal dan butuh pelampiasan.


"Oh God, aku pasti sudah gila waktu itu" umpatnya pada dirinya sendiri.


Sedang Angela yang tengah berlatih koreo tanpa sengaja melihat Alex yang tengah menatap Mandy dengan intens. Dia teringat bagaimana kedua insan itu berciuman panas waktu itu.


Di umurnya yang 20 tahun, dia cukup paham apa yang akan terjadi kemudian. Dia menghela nafasnya panjang.


"Are you okay?" Tanya Jason dari arah sampingnya.


"I'm fine" Jawab Angela singkat. Lantas melanjutkan latihan koreo-nya diiringi canda tawa. Yang tak lepas dari pandangan tidak suka Alex. Yang mengalihkan pandangannya dari Mandy kepada Angela.


Angela baru saja keluar dari ruang ganti. Setelah ritual mandi seusai latihan koreo-nya.


"Bisakah kamu serius saat sedang latihan?" Tanya suara baritone Alex disertai nada intimidasi.


Angela berbalik, menatap jengah pada Alex. Lantas melangkah pergi meninggalkan Alex tanpa ingin meladeni pria itu.


"Angela aku sedang bicara padamu!" Alex hampir berteriak.


"So what! Aku sedang tidak ingin bicara denganmu!" Angela kali ini yang berteriak.


Alex dengan cepat meraih tangan Angela ketika gadis itu akan beranjak pergi.


"Apa?!" Tantang Angela.


"Apa kamu lupa peraturanku. Tidak ada perasaan saat kita sedang latihan itu hanya..."


"Akan membuat emosi kita tidak stabil.Aku ingat sekali peraturanmu tuan Alex" Balas Angela tegas menatap langsung dua bola mata Alex.


Yang kini berubah menjadi bingung. Dia pikir sejak kapan Angela begitu berani padanya. Biasanya gadis itu akan menuruti semua perkataannya tanpa bantahan. Tapi sekarang Angela bahkan dengan berani menatap langsung matanya. Hal yang sama sekali tidak pernah Angela lakukan selama ini.


"Aku hanya bercanda tuan Alex, tidak berciuman ataupun yang lainnya. Jadi mana mungkin bercanda bisa mengacaukan emosi" Ucap Angela sambil berlalu meninggalkan Alex yang terpaku.


"Tunggu.. berciuman..mungkinkah Angela melihat ketika dia dan Mandy sedang...aaahhhhhh!!!" Alex berteriak frustrasi.


"Ooohh ****!!! Kenapa semua tidak berjalan sesuai dengan keinginannya akhir-akhir ini" Umpat Alex dalam hati.


Sedang di luar. Angela langsung disambut Jason yang sudah siap dengan motornya.


"Perlu tumpangan?" Tanya Jason.


"Aku perlu tumpangan dan juga pelampiasan" Jawab Angela. Sambil menerima helm pemberian Jason lantas memakainya. Detik berikutnya dia sudah naik ke atas motor Ducatti Panigale milik Jason. Memeluk erat pinggang pria itu. Menempelkan tubuhnya pada punggung kekar pria itu. Yang tertutup jaket kulit. Membuat Jason tersenyum. Motor sport berwarna putih itupun lantas meluncur keluar dari parkiran HD TV



Kredit google.com


Jason menbawa Angela ke sebuah private pantai. Karena tidak ada seorangpun di sana ketika keduanya sampai.


"Lakukan apapun yang kamu suka" Ucap Jason setelah dia selesai memarkirkan motor sportnya.


"Bisa aku bertanya sesuatu?" Tanya Angela menatap pria yang tengah berjalan di sampingnya itu.


"Apapun. Silahkan" Jawab Jason santai.


"Siapa kau?" Satu pertanyaan yang membuat Jason langsung menghentikan langkahnya.


"Aku pikir kamu bukan tipe orang yang akan memilih-milih teman" Jawab Jason.


"Memang iya. Aku hanya butuh penjelasan atau lebih tepatnya alasan kenapa kamu menyembunyikan siapa dirimu" Ucap Angela.


"Aku lari dari rumah ayahku. Karena aku tidak ingin dia mengekangku soal keinginanku menjadi seorang dancer. Ataupun melakukan hal yang berhubungan dengan seni" Jawab Jason lesu.


"Boleh aku tebak. Dia ingin kamu meneruskan bisnis keluarga atau semacamnya" Tebak Angela.


"Yeah" Jason mengiyakan.


"Tidak heran. Keluargamu pasti kaya. Lihat saja motormu" Ucap Angela.


"Kamu memandangku dari segi harta" Timpal Jason tidak percaya.


"Kenapa? Harta itu penting. Aku tanya apa kamu menginginkan sesuatu atau ingin melakukan sesuatu?" Tanya Angela.


"Tentu saja aku menginginkan sesuatu" Jawab Jason.


"Menginginkanmu lebih tepatnya" Batin Jason.


"Kalau begitu kamu beruntung memiliki harta. Karena memiliki harta berarti memiliki kekuasaan. Memiliki kekuasaan sama saja kamu bisa mendapatkan apa yang kamu mau" Ucap Angela.


Jason cukup tercengang mendengar sudut pandang Angela soal harta. Tapi kemudian dia pikir ada benarnya juga sudut pandang Angela itu.


"Kamu tahu bagi kami yang terlahir miskin, kami harus bersusah payah untuk mendapatkan kesempatan untuk memiliki apa yang kami mau. Tapi kamu malah menyia-nyiakannya. Sungguh ironis sekali" Ucap Angela dengan pandangannya yang menerawang jauh.


"Aku cukup beruntung ditemukan oleh Kak Natasya. Bisa mempunyai kesempatan bisa merasakan panggung pertunjukkan. Sedikit demi sedikit punya penghasilan untuk membantu pengobatan ibuku yang sedang sakit. Jika tidak aku mungkin masih terjebak menjadi pelayan restoran kumuh di tepi pantai bersama ibuku. Dan juga mungkin aku tidak bisa mengobati penyakit ibuku" Lanjut Angela.


Membuat Jason terdiam. Dia pikir berapa banyak penderitaan yang telah gadis ini alami.


"Jadi saranku turuti saja perintah ayahmu. Soal keinginanmu menjadi dancer kamu bisa melakukannya di sela waktu luangmu. Atau setelah kamu merasa punya kekuasaan lebih. Kamu tidak berpikir menari untuk menghasilkan uang kan?" Tanya Angela. Dan Jason mengangguk.


"Aku hanya hobi melakukannya. Uang? Aku tidak butuh uang. Aku hanya ingin diberi kesempatan untuk melakukan hal yang kuinginkan" Sahut Jason pada akhirnya.


"Kalau begitu drama kabur-kaburanmu selesai. Pulang sana. Ayah ibumu pasti menunggumu" Usir Angela.


"Ya aku akan pulang. Lagipula mereka pasti sudah melapor kepada orang tuaku soal di mana aku" Ucap Jason sambil melirik sebuah mobil hitam yang tengah berhenti di luar area parkir pantai itu.


"Oh astaga, orang kaya mah beda" Canda Angela. Membuat Jason tersenyum.


"Kamu berbeda. Sama sekali tidak melihat hartaku. Kamu bahkan tidak bertanya siapa aku" Batin Jason.


"Pulang sana. Aku masih ingin sendiri" usir Angela.


"Enak saja mengusirku. Ini kawasan private keluargaku ya" Ucap Jason.


"Uuppsss, kalau begitu aku numpang nongkrong sebentar" Balas Angela.


Membuat Jason tertawa.


"As long as you want, baby"


Membuat Angela tertegun mendengar ucapan Jason.


**


Up lagi readers,


Thank's sudah mampir,


Happy reading everyone,


Love you all 😘😘😘


*****