You'll Always Be The One

You'll Always Be The One
Chapter 70



Kai akhirnya menyusul Natasya ke Yogyakarta dua hari setelah Lee Joon memberitahu kalau kekasih hatinya itu turun di sebuah stasiun di daerah Wates, Kulon Progo, Yogyakarta.


Memakai outfit berupa outer berwarna merah dan kaos berwarna hitam. Lengkap dengan kacamata hitamnya. Kai terlihat tampan seperti biasa. Kehadirannya sedikit menarik perhatian para penumpang di bandara itu.



Kredit Pinterest.com


Mengambil penerbangan malam. Kai nampak keluar dari New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA).





All kredit google.com


Bandara yang baru saja selesai dibangun. Dibangun berdekatan dengan Pantai Glagah.


Memakai taksi bandara. Kai meninggalkan bandara. Langsung menuju hotel yang tidak jauh dari bandara. Dia langsung bisa check in karena sudah memesan melalui aplikasai online sebelumnya.


"Haaaah" Kai menghembuskan nafasnya. Begitu ia masuk ke kamarnya. Kamar delux yang terlihat nyaman.




Kredit ticket.com


Kai langsung masuk ke kamar mandi. Selesai membersihkan diri dan mengganti baju. Kai langsung merebahkan diri di kasur besarnya.


Kai begitu lelah hari ini. Dia baru saja kembali dari Singapura beberapa hari yang lalu. Lalu disibukkan dengan proses akuisisi HD TV. Dimana dia hanya mau menjadi pemegang saham tanpa mau menjadi pemimpin.


Dan lagi dia secara mengejutkan menunjuk Lisa sebagai General Manajer yang baru menggantikan dirinya. Tentu saja Lisa terkejut setengah mati.


Lisa sempat menolak. Merasa tidak mampu memegang jabatan itu. Namun Kai meyakinkan Lisa bahwa dia mempunyai kemampuan untuk menghandle HD TV. Hingga pada akhirnya Kai harus membujuk kekasih Leo itu. Leo dan Lisa akhirnya memutuskan bersama. Walaupun keduanya kadang jarang bertemu. Karena Leo yang harus mengikuti Kai kemanapun pria itu pergi.


"Oh come on Lisa. I'm sure you can do it"


"Tapi Pak, saya benar-benar merasa tidak mampu" Tolak Lisa.


"Bantu saya Lisa. Saya harus segera menjemput mantan bosmu pulang" Bujuk Kai.


"Memang bapak sudah menemukan Bu Natasya?" Lisa antusias mendengar nama bosnya dulu.


"Iya. Dia ada di Jogya. Makanya bantu saya. Jika kamu mau menghandle stasiun tv ini. Nanti malam saya terbang ke sana" Ucap Kai.


"Beneran Bapak bisa bawa balik bu Natasya?" Tanya Lisa.


"Kamu meragukan saya?" Tanya Kai balik.


"Bu..bukan begitu pak"


"So...semua settle. Kamu bisa mulai pakai ruangan ini besok" Ucap Kai sambil berdiri dari tempat duduknya.


"Haaa? Pak tapi saya belum mengatakan kalau saya menerima jabatan ini. Pak...Pak Kaizo!" Lisa hampir berteriak.


"Saya tidak menerima penolakan" Kai berucap pada akhirnya.


"Astaga...Bu Natasya!" Kali ini Lisa benar-benar berteriak frustrasi.


"Terima saja sayang" Ucap Leo yang tiba-tiba saja muncul.


"Tapi aku tidak yakin bisa" Jawab Lisa ragu.


"Aku bisa mambantumu jika kamu memerlukan bantuan" Tawar Leo.


"Alah bohong. Orang kamu sama bosmu itu sama sibuknya" Cibir Lisa.


"Oo, dalam beberapa ke depan aku akan free. Pak Bos ke Jogja sendirian. Paling aku diminta untuk menghandle meeting yang penting. Tapi aku baru lihat schedule. Semua meeting masih bisa dihandle divisi masing-masing. Cuma sekarang aku harus mengantar Pak Bos ke bandara dulu. Jadi aku tinggal dulu. Bye Sayang" Ucap Leo sambil mencium pipi Lisa.


"Kamu...." Teriak Lisa namun detik berikutnya dia tersipu malu.


****


Kai terbangun pagi harinya. Dia langsung membersihkan diri dan memesan sarapan paginya. Hari ini dia berencana untuk berjalan-jalan dulu. Sambil mencari Natasya.



Kredit Pinterest.com


Kai terlihat fresh dengan kemeja hijau lembut yang dipadukan dengan celana jeans dan juga sneakers. Keluar dari kamarnya. Menuju meja resepsionis.


Dimana disana seorang petugas langsung memberinya sebuah kunci mobil. Kai telah menyewa sebuah mobil selama dia berada di kota ini. Yang untuk berapa lama dia sendiri tidak tahu.


Kai langsung masuk ke dalam mobilnya. Membawa mobil itu menuju sebuah tempat yang direkomendasikan staf hotel tersebut.


Seharian itu Kai benar-benar menghabiskan waktu berjalan-jalan di sekitar hotel tempatnya menginap. Hingga malam merayap naik. Dia akhirnya memutuskan kembali ke hotel tempatnya menginap. Lelah, dan juga kecewa.Dia belum berhasil menemukan Natasya.


Di belahan bumi lain,


"Profesor Huang, aku ingin membicarakan sesuatu denganmu" Ucap Luis pada seorang pria paruh baya.


"Ada masalah?" Tanya pria yang dipanggil profesor Huang oleh Luis Liu.


"Aku ingin melakukan prosedur yang aku inginkan" Sahut Luis cepat.


"Kau sudah mendapatkan kandidatnya" Tanya profesor Huang sambil mengerutkan alisnya.


Luis mengangguk.


"Siapa dia? Apa aku mengenalnya?"


"Tidak. Kau tidak mengenalnya"


"Lalu?"


"Aku ingin kau menyiapkan semuanya. Begitu aku bisa membawanya ke sini. Aku ingin melakukan prosedur itu secepatnya"


"Apa kau sudah memberitahu wanita itu kalau kau ingin dia menjadi ibu pengganti bagi janinmu dan Luna"


"Dia tidak tahu dan tidak perlu tahu" Jawab Luis cepat.


"Luis itu pemaksaan. Dia harus dengan sukarela mau mengandung anakmu dan Luna. Jika tidak itu namanya ilegal" Jelas profesor Huang.


"Aku tidak peduli Prof. Aku hanya ingin segera memiliki anak dari Luna" Luis bersikeras dengan keinginannya.


"Tapi Luis...."


"Persiapkan saja semuanya. Begitu dia datang aku ingin prosedurnya segera dimulai" Potong Luis.


"Datang? Memang dia berasal dari kota mana?" Tanya profesor Huang heran.


"Indonesia" Jawab Luis.


"Apa? Apa kau sudah gila Luis. Ibu pengganti anakmu berasal dari sana"


"Aku tidak gila Prof. Dalam beberapa hari dia akan datang. Saat ini anak buahku sedang melacak keberadaannya. Dan aku yakin sebentar lagi aku akan menemukannya" Ucap Luis lagi.


"Permainan gila apa lagi ini Luis?" Tanya Profesor Huang.


"Aku tidak gila Prof" Protes Luis.


Dan profesor Huang hanya terdiam mendengar protes Luis. Detik berikutnya pria itu melangkah keluar dari ruangan Profesor Huang. Meninggalkan profesor Huang dengan segala pertanyaan yang ada kepalanya.


Luis Liu meningalkan laboratorium Profesor Huang dengan perasaan yang tidak menentu. Dia sendiri tidak yakin dengan apa yang akan dilakukannya.


Di tempat lain,


Natasya sedang mendengarkan musik lewar air pods-nya.


So, I say a little prayer


and hope my dreams will take me there


where the skies are blue


to see you once again my love


Overseas from coast to coast


to find a place I love the most


when the fields are green


to see you once again my love


Lagu My Love dari Westlife mengalun lembut di telinga Natasya. Sesekali bibir mungilnya turut menyanyikan bait demi bait dari lagu tersebut.


Dia sekarang benar-benar rindu dengan rumahnya. Apa ini sudah waktunya pulang baginya.


Dia menarik nafasnya pelan. Dia masih asyik duduk di tepi pantai itu. Sedang nek Lastri sedang berada di warungnya dengan Agus yang tengah membantu membuka warungnya.


Tanpa ia sadari sebuah mobil toyota Rush masuk ke parkiran pantai itu.


Natasya masih asyik dengan air pods-nya, ketika tiba-tiba satu sosok mendorong tubuhnya. Hingga jatuh di pasir pantai itu. Dia meringis seketika.


Dan sedetik kemudian dia membulatkan matanya. Terkejut.


***


Up lagi readersku tercintah,


Up sedikit ya idenya lagi lari semua,


Thank's sudah mampir


Love you all 😘😘


***