
Kai memutar matanya malas. Begitu Natasya masuk ke butik dia langsung heboh melihat jajaran baju yang ada didalam butik itu.
Mulai dari daster, kebaya batik, blus, kemeja. Membuat mata Natasya berbinar senang. Sedang Kai langsung mengambil tempat duduk yang disediakan pemilik butik.
"Alamak, bisa khilaf aku kalau begini caranya" Gumamnya.
Sedang Kai memilih memainkan ponselnya. Membiarkan Natasya kesana kemari melihat baju-baju yang ada di butik itu.
"Kak...." Panggil Natasya.
"Ambil semua yang kamu mau" Ucap Kai santai.
Kai pikir Natasya bukan tipe yang gila belanja. Ternyata dia salah.
"Semua perempuan sama. Ijo kalau lihat baju" Gumam Kai.
"Aku dengar itu Kak" Kata Natasya yang ternyata berada di belakang Kai.
Kai hanya diam. Masih memainkan ponselnya. Hingga tiba-tiba satu ciuman mendarat di pipi Kai membuat pria itu terkejut. Sedang sang pelaku langsung pergi sambil tersenyum. Natasya tahu hati Kai kesal.
Kai menyentuh pipinya di mana Natasya baru saja menciumnya. Senyum tipis terukir di wajah tampannya.
"Kamu menyogokku ya?" Tanya Kai lantas menyimpan ponselnya. Dan menyusul gadis itu yang tengah berdiri di depan sebuah manekin. Manekin itu memakai kebaya berwarna pink lembut yang sangat cantik.
Kredit Pinterest.com
"Tidakkah ini sangat cantik?" Tanya Natasya.
"Kamu mau memakainya saat kita menikah?"
"Tidak. Memakai ini ribet" Jawab Natasya.
"Lalu?" Tanya Kai yang kini memeluk gadis itu dari belakang.
Sontak aksi Kai membuat beberapa orang yang berada di dalam butik itu baper melihat keuwuan pasangan itu. Terlebih melihat wajah cantik Natasya dan wajah tampan Kai.
"Jadi boleh aku membelinya? Walau tidak tahu akan memakainya kapan. Mumpung di Jogja kalau di Jakarta pasti harganya sangat mahal" Pinta Natasya.
Hingga pada akhirnya Kai mengangguk. Yang membuat Natasya langsung mencium pipi Kai lagi. Dan pria itu kembali menarik sudut bibirnya.
"Belikan juga untuk yang lain. Anggap saja oleh-oleh dari acara kabur-kaburanmu" Ucap Kai sambil mendekat ke arah Natasya yang tengah berbicara pada pelayan yang bekerja di butik itu.
"Aku tidak kabur Kak" Gerutu Natasya.
"Oke, melarikan diri kalau begitu" Goda Kai lagi.
"Itu sama saja Kak" Natasya semakin kesal saja.
Kai mengulum senyumnya. Senang sekali menggoda Natasya.
"Jadi boleh nih mengambil untuk yang lain" Tanya Natasya. Kai mengangguk.
Hingga akhirnya terkumpullah tujuh kebaya. Masing-masing untuk dirinya, Nadya, Hera, Jocelyn, Angela, Lisa dan Mandy.
Tak lupa beberapa daster, dua helai kemeja untuk kedua kakeknya. Satu pasang baju batik sarimbit untuk dirinya dan Kai.
"Sarimbit itu apa?" Tanya Kai.
"Baju couple batik" Jawab Natasya.
Keduanya kini sedang memilih kemeja untuk para pria.
"Pasti akan lucu melihat kalian pria bule Korea, Cina pakai kemeja batik" Kekeh Natasya.
"Kamu mengerjai kami ya" Protes Kai.
"Tidak juga. Hanya ingin melihat kalian berganti suasana.Gak melulu jas dan tuksedo kalau pergi pesta" Natasya memberi alasan.
Pada akhirnya pelayan di butik itu melongo melihat banyaknya baju dan kebaya yang dibeli kedua orang itu.
"Mbak bisa dikirim ke alamat ini" Tanya Natasya setelah mendapatkan alamat rumah kakeknya dari Kai.
"Oh bisa Mbak" Jawab pelayan itu.
Melihat banyaknya baju yang dibeli. Akhirnya Natasya meraih dompetnya sendiri. Bermaksud membayar sendiri barang belanjaannya. Black card-nya sudah berada di tangan pelayan itu. Ketika Kai mengambilnya.
"Pakai punyaku saja" Ucap Kai. Sambil menyerahkan black card-nya dan mengembalikan milik Natasya.
"Tapi Kak ini akan banyak sekali habisnya" Tolak Natasya.
"Tidak masalah" Sahut Kai.
"Tapi Kak...."
"Ssstttt....tidak menerima penolakan" Tegas Kai.
Membuat Natasya mencebikkan bibirnya.
"Selalu seenaknya sendiri" Protes Natasya.
"Oh ya, bisa tambah dua lagi kebaya yang didepan itu" Pinta Kai.
"Oh bisa sekali Pak" Sahut pelayan butik itu.
"Kak sudah cukup. Ini sudah banyak sekali" Protes Natasya.
Akhirnya Natasya tidak bisa protes lagi ketika Kai menambahkan dua lagi kebaya berwarna biru dan dusty pink.
All kredit Pinterest.com
Mereka keluar dari butik itu ketika sudah selesai melakukan pembayaran. Sekaligus ongkos kirim ke Jakarta.
Keduanya saling bergandengan tangan dan tersenyum.
"Senang?" Tanya Kai melihat binar bahagia jelas terlihat di wajah Natasya.
"Jelas dong. Habis merampok Kakak banyak masak tidak senang" Gurau Natasya.
Kai terkekeh mendengar ucapan Natasya.
"Ya, ya rampoklah aku sebanyak yang kamu bisa" Ucap Kai ambigu.
"Iihhh pasrah sekali" Cebik Natasya.
Kai kembali tersenyum.
Keduanya mulai berjalan keluar dari kawasan Malioboro. Sudah hampir jam tiga sore. Mereka harus segera ke Ratu Boko. Kalau tidak mereka akan terlewat untuk menyaksikan sunset di sana.
Mereka baru saja membeli beberapa camilan dan oleh-oleh khas Jogja untuk Agus dan Nek Lastri. Ketika Natasya melihat penjual aksesoris di salah satu sudut.
Kredit google.com
"Kak sebentar deh" Ucap Natasya.
Sambil mendekat dan memilih beberapa aksesoris yang terlihat cantik.
"Anna cepat sedikit" Pinta Kai.
"Sebentar Kak" Balas Natasya.
Selesai melakukan pembayaran. Natasya menghampiri Kai. Meraih tangan kiri pria itu. Dan memasangkan sebuah gelang cantik di sana.
"Apa ini?" Tanya Kai menatap gelang cantik di pergelangan tangannya.
"Cantikkan? Couple denganku" Jawab Natasya sambil menunjukkan tangan kirinya. Di mana sebuah gelang yang sama juga ada di sana.
Kai hanya menggelengkan kepalanya melihat ulah kekasihnya itu.
"Ayo cepat. Nanti macet lo" Kata Natasya membuat Kai dengan cepat berlalu dari sana.
***
Perlu beberapa waktu untuk sampai ke Candi Ratu Boko. Mengingat ada sedikit kemacetan ketika mereka keluar dari kawasan Malioboro.
Namun mereka akhirnya bisa sampai tepat waktu di tempat tujuan mereka. Mereka masuk ke kawasan Candi Ratu Boko setelah membayar tiket masuk dan juga parkir.
Mengambil paket untuk menyaksikan sunset. Mereka mendapat sebuah tikar serta beberapa camilan dan minuman untuk menemani mereka menunggu sunset tiba.
Kai sedikit berbicara agak lama dengan beberapa orang petugas yang ada di sana. Tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Sedang Natasya tampak cuek dengan hal itu. Dia sudah duduk di tikar yang sudah disediakan sambil sesekali mengambil gambar dengan ponselnya.
All kredit google.com
Beberapa gambar yang Natasya ambil. Kai langsung duduk di belakang gadis itu. Begitu ia selesai berbicara dengan petugas itu. Natasya langsung menyandarkan tubuhnya di dada bidang Kai. Ketika pria itu sudah duduk di belakangnya.
Sedang sunset yang mereka nantikan sudah mulai tiba.
All kredit google.com
"Cantiknya" Gumam Natasya.
Bukankah rasa ini terlalu indah untuk diungkapkan dengan kata-kata. Bisa melihat pemandangan matahari terbenam dengan orang yang benar-benar ia cintai.
"Indah sekali" Lagi-lagi gadis itu berguman sambil menikmati pelukan dari Kai.
"Akan lebih indah lagi jika kamu mau menerima ini" Tanya Kai sambil menyerahkan sebuket bunga dan sebuah kotak beludru berwarna merah.
Natasya sontak berbalik menghadap Kai. Tidak paham dengan maksud dari pria yang kini tengah menatapnya lembut penuh cinta.
Sementara dari belakang sana sebuah lagu dari Yovie dan Nuno mulai mengalun.
Lagu yang Natasya tidak tahu judulnya tapi cukup tahu maksud dari lagu itu.
"Ini maksudnya apa ya?" Tanya Natasya masih dalam mode bingung.
****