
"Dia lagi gandrung nonton drama Cina akhir-akhir ini. Ashes of Love katanya yang paling berkesan. Katanya so sweet banget sih, Xu Feng. Bikin baper" Info Hera.
"Ini ponselnya" Tambah Hera.
Hera pikir tidak ada yang lebih berhak memegang ponsel Natasya selain Kai. Kai menerimanya. Lantas membukanya. Ada sandinya. Kai menatap Hera.
"Kami tidak tahu sandinya" Jawab Evan.
"Sudah dua kali mencoba tapi gagal. Takut keblokir" Tambah Hera.
"Kalian coba sandi apa?" Tanya Kai.
"Ulangtahunnya dan ulangtahun Nadya. Tapi bukan itu" Jocelyn ikut menjawab.
Kai menyeringai, lantas mengetik password di ponsel Natasya.
" Let see" Ucapnya pelan.
Dan tiiing, bunyi khas ponsel yang bisa dibuka aksesnya.
"Apa memang sandinya?" Tanya Mandy kepo.
"Rahasia" Jawab Kai mengulum senyumnya.
"Ternyata kamu menggunakan tanggal lahirku sebagai sandi di ponselmu" Batin Kai.
"Ah, kakak mah nggak asik" Protes Angela seperti anak kecil.
Kai tersenyum melihat ekspresi Angela.
"Penasaran?" Tanya Kai.
Dan semua orang mengangguk.
"Sandinya tanggal lahirku" Jawabnya santai, sambil mulai mengutak atik ponsel Natasya.
"Dasar bucin" Teriak Alex.
"Kenapa? Merasa kalah?" Ejek Kai.
"Iya-iya aku kalah" Aku Alex.
Kai tersenyum.
"Jadi kapan kalian menikah" Tanya Kai.
"Siapa yang kau tanya?" Tanya Evan balik.
"Kalian semualah? Siapa lagi? Kalian semua kan couple" Jawab Kai santai.
Membuat para perempuan tersipu malu.
"Selesaikan masalahmu dulu. Baru kami akan menikah" Jawab Evan yakin mewakili yang lain.
"Tidak usah menungguku" Balas Kai lagi.
"Issh pede sekali dia" Celetuk Jocelyn.
"Kamu juga. Papamu sudah pusing, kapan kamu mau nikah. Jonathan sudah menikah, Risma tinggal tunggu lahiran. Mau sampai kapan kamu gantung Edgard?" Ucap Kai tanpa filter. Membuat Jocelyn langsung meninju lengan Kai.
"Sakit Jo" Kai protes.
"Makanya jangan buka rahasia orang"
"Papamu sendiri yang cerita. Astaga kenapa anak ini jadi pecinta drama Cina. Lihat list drama yang sudah dia tonton. Love 020, Sweet Dreams, Put you head on my shoulder,The Negotiator, I can hear your voice, Our glamorous time, Master Devil don't kiss me aiisshh judulnya..." Gerutu Kai sudah seperti gerbong kereta api tanpa henti.
"Itu semua?" Tanya Angela.
"Itu baru sebagian. Yang ini masuk waiting list You are my glory sama Love Scenery. Fix, aku akan bawa dia liburan ke Cina setelah dia sembuh nanti" Ujar Kai.
"Sekalian honeymoon saja. Nggak asik liburan berdua tanpa..." Ucap Alex sambil menaikturunkan alisnya. Membuat Mandy langsung mengeplak lengan Alex.
"Alex masih ada anak kecil" Mandy memperingatkan.
"Aku dah gedhe Kak. Otw 21" Jawab Angela.
"Boleh juga tu idenya" Balas Kai santai.
Membuat yang lain mendelik.
"Kenapa? Aku pria normal kok" Ucap Kai lagi.
Membuat yang lain menepuk dahinya pelan.
Mereka mulai menikmati makan siang yang Alex dan Mandy bawa. Hingga ponsel Jocelyn berbunyi.
"Ya, Justin ada masalah?" Tanya Jocelyn.
"...."
"Yang benar?"
"..."
"Oke-oke" Ucap Jocelyn mengakhiri panggilan teleponnya.
"Ada apa?" Tanya Alex.
"Big trouble" Jawab Jocelyn panik.
Baru dia mau bercerita. Ponsel Hera berbunyi.
"Oh my God, Nadya" Pekiknya panik.
"Ya halo, Nad" Hera menjawab ponselnya.
"...."
"Apa?"
"..."
"Oke-oke"
Jocelyn dan Hera saling memandang.
"Another big trouble coming" Ucap mereka bersamaan.
(Masalah besar lainnya datang)
"Apa?" Tanya Alex.
"Nadya on the way kemari" Jawab Jocelyn panik.
"Ini dia sudah masuk pesawat. Lihat ini" Tambah Hera.
All kredit google.com
Sambil memperlihatkan beberapa foto yang dikirim Nadya.
"Dia mengambil flight ketiga menggunakan Singapore Airline" Tambah Kai.
Sebagai orang yang sering wara-wiri ke Singapura dia tentu hafal jadwal penerbangan dari dan ke sana.
"Bagaimana ini?" Tanya Hera.
"Apalagi, ya kita harus memberitahunya. Lagipula dia adiknya" Evan yang menjawab.
"Aku yang akan menjemputnya" Ucap Kai kemudian.
"Kakak kenal dia?" Tanya Jason.
"Aku sering menjadi tutornya ketika aku berkunjung kesana" Jawab Kai.
Yang lain hanya ber-oooo ria.
"Aku pergi dulu. Takut macet" Pamit Kai lantas berdiri dari duduknya.
"Jelaskan padanya pelan-pelan. Oh iya Justin akan menyusul dengan flight berikutnya" Tambah Jocelyn.
"Suruh dia ambil maskapai penerbangan lain kalau ingin cepat" Saran Kai.
"Oke. Aku akan memberitahunya"
"Tapi aku tidak akan menunggunya. Aku hanya fokus pada Nadya" Ucap Kai lagi. Kemudian keluar dari kamar VIP Natasya.
"Semoga semua baik-baik saja"
***
"Asisten Sam, tolong siapkan kamar satu lagi. Katakan pada kakek Atmaja. Cucu keduanya pulang hari ini. Aku sedang menjemputnya" Ucap Kai melalui headset bluetooth-nya.
"..."
"Kalau tidak salah biru muda"
"..."
Kai memutus sambungan teleponnya. Bisa Kai bayangkan betapa hebohnya rumah keluarga Atmaja. Kedua cucu mereka akhirnya akan pulang.
Satu setengah jam kemudian,
Kai sudah duduk manis di ruang tunggu terminal 3, kedatangan internasional.
All kredit google.com
Kai melirik jam di pergelangan tangannya. Lantas melihat board information. Dimana pesawat Nadya baru saja landing.
Kai sudah mengirim pesan pada Nadya kalau dirinyalah yang akan menjempunya.
Tak lama seorang gadis manis tampak melambaikan tangannya, ketika melihat Kai duduk di deretan kursi tunggu.
"Sudah lama Kak?" Tanya gadis itu yang tak lain adalah Nadya.
"Belum, malah kamu yang kecepetan landingnya. Gak macet ya dijalan?" Jawab Kai.
"Issh, kakak pikir pergi ke Bandung lewat Puncak" Gadis itu menjawab sambil memanyunkan bibirnya.
Kai terkekeh.
"Kenapa pulang? Kata kakakmu masih mau bulan depan pulangnya" Kata Kai sambil membawa koper kecil milik Nadya. Keduanya berjalan menuju pintu keluar.
"Rantai kalungku putus kemarin dan perasaanku tidak enak. Aku pikir kakak kenapa-kenapa. Betul tidak? Oh ya kenapa kakak yang menjemputku? Mana kak Tasya?" Cecar Nadya.
"Kakakmu sedang sibuk jadi aku yang menggantikannya menjemputmu" Jawab Kai. Sedikit berbohong.
Keduanya sudah masuk ke mobil Kai.
"Sudah makan?" Tanya Kai.
"Belum sih. Aku hunting ticket semalaman. Ini pun aku dapat tiket karena ada yang batalin ticket. Jadi aku bisa pulang"
"Ya sudah kita makan dulu. Ada yang ingin Kakak bicarakan" Ucap Kai. Memasang seatbelt-nya lantas melajukan mobilnya keluar dari bandara Soetta.
Keduanya kini sudah duduk di restoran tempat Hera bekerja. Nadya senang sekali.
"Kakak tahu tempat ini. Ini tempat Kak Hera bekerja. Tapi kayaknya dia libur deh. Kalau nggak dia pasti sudah keliatan"
"Mungkin"
Konsep restoran tempat Hera bekerja adalah open kitchen. Jadi dinding dapurnya terbuat dari kaca sehingga pengunjung restoran bisa melihat dapur secara langsung. Bagaimana pesanan mereka disiapkan oleh para chef dan koki di restoran itu.
Tak lama makanan mereka datang. Kai langsung memakan dessert tiramisu yang dia pesan karena dia memang sudah makan siang. Sedang Nadya langsung memakan mushroom risotto yang dia pesan.
Kredit google.com
Tiramisunya Kai.
Kredit google.com
Mushroom risottonya Nadya.
Tak berapa lama Nadya sudah menghabiskan makanannya.
"Lapar, kelaparan apa doyan?" Ledek Kai.
"Semua Kak. Kenyang banget aku" Keluh Nadya.
Kai kembali terkekeh. Dia dari awal menyukai Nadya karena gadis itu apa adanya. Sama seperti Natasya. Hening beberapa saat. Kai benar-benar menunggu Nadya menyelesaikan acara makan siang tertundanya.
"Sudah siap mendengarkan cerita Kakak?" Tanya Kai menatap wajah Nadya.
Ucapan Kai membuat Nadya curiga.
"Sebenarnya ini ada apa sih? Aku merasa kakak menyembunyikan sesuatu dariku" Tanya Nadya balik.
Kai menarik nafasnya pelan. Dan mulailah dia bercerita.
***
Up lagi readersku tercintah,
Jangan lupa like like like
Vote vote vote
Kopi kopi kembang kembang author nggak bakalan nolak, ðŸ¤ðŸ¤ (moduse author)
Happy reading semua,
Love you all 😘😘😘
***