You'll Always Be The One

You'll Always Be The One
Chapter 112



Natasya tampak tersenyum menatap salah satu foto prewedding mereka. Dia teringat begitu gugup kala mereka mengambil foto itu.



Kredit google.com


(Anggap aja itu Kai ma Natasya ya guys)


It's a long long journey


till I know where I'm suppose to be


it's a long long journey


and I don't know if I can believe


Natasya langsung menoleh ke arah panggung. Dimana Angela dan Mandy telah berada di sana. Mulai menyanyikan lagu yang pernah dia suka di masa lalu.


"Khusus untuk pengantin baru kita" ucap Angela.


Sedang Mandy ikut mengulum senyumnya. Karena Angela juga menujukan ucapan itu juga untuk dirinya.


When shadows fall and block my eyes


I'm lost and know that I must hide


it's a long long journey


till I find my way home to you


Many days I've spent


drifting on through empty shores


wondering what's my purpose


wondering how to make me strong


I know I will falter I know I will cry


I know you'll be standing by my side


it's a long long journey


and I need to be close to you


Natasya nampak berkaca-kaca. Lagu itu seolah mewakili semua yang pernah ia lalui dan rasakan. Perlahan Kai meraih tubuh sang istri ke dalam pelukannya. Membuatnya merasa nyaman seketika.


Sometimes it feels no one understand


I don't even know why


I do the things I do


when pride builds me up


till I can't see my soul


will you break down these wall


and pull me through


Cause it's a long long journey


till I fell that I am worth the price


you paid for me on calvary


beneath those stormy skies


When satan mocks and friend turn to foes


it feels like everything is out


to make me lose control


cause it'a long long journey


till I find my way home to yo...to you


Kredit LyricFind


Suara merdu Mandy dan Angela berpadu di akhir bait lagu milik Angela Zhang, A Long Journey.


Semua tamu bertepuk tangan mengiringi dua penyanyi itu membungkukkan badannya. Lantas mulai turun dari panggung disambut pasangan masing-masing.


****


Perlahan dia menggantung gaun berwarna hijau toska yang baru saja dilepasnya berdampingan dengan gaun pengantin pink-nya.



Kredit Instagram.com


Seulas senyum terbit di bibirnya ketika mengusap gaun berwarna pink itu. Gaun pernikahan impiannya.


Natasya memakai piyama tidur seperti biasanya. Enggan memakai lingerie yang entah siapa yang menyiapkannya. Tahu-tahu baju dinas kurang bahan itu sudah tertata rapi di walk in closet milik suaminya. Hanya saja dia saat ini tidak memakai bra seperti kebiasaannya kalau tidur. Yah sudah saatnya sang suami tahu kebiasaannya bukan.


Pun dengan kamar mereka. Yang kini sudah disulap menjadi sebuah kamar pengantin yang terlihat begitu cantik.



Kredit google.com


Perlahan Natasya mulai merebahkan dirinya di atas kasur Kai yang telah bertaburan dengan kelopak mawar. Terserah jika ulahnya akan merusak dekorasi kamar itu. Sejenak menikmati rasa lelah yang menghantam seluruh tubuhnya.


Sejak tadi Kai belum kembali ke kamar mereka setelah membantu Natasya melepas gaunnya. Tubuh Natasya lelah sekali belum lagi jika nanti Kai memaksa dirinya melalui malam pertama mereka.


Dia ingat perkataan Jocelyn yang mengatakan kalau biasanya para pria akan susah mengendalikan diri apalagi jika sudah menikah. Ah setidaknya Kai belum kembali ke kamar. Jadi dia bisa menggunakan waktunya untuk istirahat sebentar.


Kai kembali ke kamarnya ketika malam sudah sangat larut sekali. Dia sedikit ada urusan soal pernikahan Luis yang sekiranya akan digelar dalam waktu dekat ini. Karena ulah dirinya dan sang istri yang melamar Alena saat acara lempar bunga berlangsung.


Membuat wanita hamil itu langsung berkata iya. Setelah Natasya membisikkan sesuatu di telinga Alena. Membuat Kai dan yang lainnya kepo dengan hal itu.


"Untuk Han, Chen dan Thomas jika sudah punya pasangan bisa langsung melamar mereka. Tanpa harus dapat lemparan bunga dariku. Kali ini biar kita bantu pasangan yang masih malu-malu meong diujung sana" ucap Natasya melalui mic milik MC.


Ucapan Natasya itu langsung membuat Han, Chen dan Thomas yang tadinya antusias. Langsung berubah masam. Karena begitu bunganya langsung diberikan ke Alena.


Kai tersenyum mengingat ulah sang istri. Pria itu perlahan berjalan ke arah ranjang. Masih lengkap memakai setelan tuksedonya. Meski beberapa kancing sudah dia longgarkan.



Kredit google.com


Dia tersenyum melihat sang istri yang sudah terlelap. Sedikit heran melihat istrinya memakai piyamanya.Karena seingatnya dia mendengar teman perempuannya berencana mengganti semua piyama istrinya itu dengan lingerie.


Kai langsung masuk ke kamar mandinya. Membersihkan dirinya. Memakai celana piyamanya. Lalu ikut naik ke atas kasurnya. Diciumnya sekilas bibir sang istri. Lalu meraih tubuh Natasya. Memasukkan tubuh Natasya ke dalam pelukannya.


Kai terkejut ketika merasakan benda kenyal milik sang istri menempel di dadanya. Tanpa penghalang seperti biasanya.


"Kamu mau menggodaku hmmm?" bisik Kai lirih.


Namun Natasya tidak mendengar. Semakin mengeratkan pelukannya kala merasa ada benda hangat yang memeluk dirinya.


"Oh astaga kamu benar-benar...."


Ucap Kai frustrasi.


***


Natasya menggeliat pelan kala sesuatu yang kenyal dan lembut menyapu bibirnya. Diikuti dengan rasa basah yang terasa. Ingin sekali dia membuka matanya. Namun rasanya masih terlalu susah untuk dia lakukan.


Akhirnya dia membiarkan saja hal itu. Dia pikir itu hanya mimpinya. Sebentar lagi juga akan berakhir.


Namun nyatanya setelah beberapa waktu. Bukannya berhenti malah gerakan itu semakin liar dia rasakan. Apalagi ketika dia merasa benda kenyal miliknya diremas-remas dengan lembut.


"Eehh tunggu dulu..."


Mata Natasya langsung terbuka seketika. Kedua bola matanya langsung membulat. Melihat Kai sang suami tengah asyik mencumbu dirinya.


"Sudah bangun?" tanya Kai dengan suara serak.


"Kakak ngapain?" tanya Natasya dengan polosnya.


"Mau mengambil jatah malam pertama yang tertunda" jawab pria itu enteng. Sedang tangan pria itu kembali sibuk dengan kegiatannya. *******-***** aset kembarnya.


"Kak geli..." Natasya hampir tertawa merasa geli.


Namun Kai dengan cepat menautkan bibirnya ke bibir Natasya. Menciumnya untuk beberapa saat. Awalnya Natasya hanya terdiam. Namun semakin lama sang suami mampu membuat dirinya melayang. Hingga dengan perlahan dia pun mulai membalas ciuman Kai. Yang semakin lama semakin panas dan liar.


Kai melepaskan pagutannya ketika dirinya mulai kehilangan nafasnya. Namun justru has***nya melambung naik.


"Baby, bolehkah?" tanya Kai. Tubuh Kai mulai memanas. Gai***nya jelas sudah melesat naik. Minta untuk segera dituntaskan.


Sesaat Natasya terdiam. Namun kemudian dia mengangguk. Senyum langsung terkembang di bibir seksi Kai.


Seakan menang lotre. Mendapat jackpot. Menang tender. Atau entah apalah istilahnya. Yang penting dia bahagia bukan kepalang.


Dengan cepat dia mulai menautkan bibirnya kembali ke bibir sang istri. Perlahan mulai membawa Natasya ikut dalam permainannya. Yang mampu membuat keduanya hilang kendali. Tenggelam dalam kenikmatan yang membuat siapa saja menggila tanpa rasa ingin berhenti.


****