
Luis nampak termenung di tengah hamparan kebun bunga lily. Bukan kebun lily biasa. Karena ditengah kebun lily tersebut terdapat makam sang kekasih hati. Luna. Semasa hidupnya Luna sangat menyukai bunga lily. Karena itulah ketika kekasihnya itu meninggal. Luis menempatkan makam Luna di tengah hamparan kebun lily.
All kredit google.com
Flashback on,
Tiga tahun lalu,
Luis tengah mengendarai mobilnya bersama Luna. Pria itu bermaksud mengantar Luna ke tempat kerjanya. Luna bekerja di sebuah butik yang cukup terkenal di Shanghai.
"Aku nanti langsung pergi ya. Ada meeting pagi" ucap Luis sambil menggenggam tangn Luis. Pria itu tersenyum menatap Luna.
"Aku bisa pulang sendiri nanti. Jika kamu sibuk" jawab Luna.
"No. Aku akan menjemputmu nanti sore. Dan aku tidak menerima penolakan dan bantahan" ucap Luis.
Kali ini tangan Luis membelai rambut Luna. Luna tersenyum mendengar ucapan Luis. Dia tahu jika Luis tipe yang tidak suka dibantah. Jadi dia memilih untuk mengikuti kemauan Luis.
"Oke, kita sampai" ucap Luis ketika mobil mereka berhenti di depan sebuah butik.
"Aku pergi dulu" ujar Luna seraya membuka pintu mobil.
Tapi Luis dengan cepat menahan tangan Luna.
"Aku mencintaimu" ucap Luis.
Senyum terkembang dibibir Luna.
"Aku juga mencintaimu, Luisku" balas Luna.
Kini berganti Luis yang tersenyum mendengar jawaban Luna. Pria itu melambaikan tangannya ketika Luna sudah berdiri di luar mobilnya. Lantas perlahan melajukan mobilnya meninggalkan butik Luna.
Belum terlalu jauh mobil Luis melaju. Tiba-tiba terdengar bunyi tabrakan yang cukup memekakkan telinga.
Braaaakkkkk,
Disusul sebuah mobil yang melaju mendahului mobil Luis yang berhenti. Melihat dari kaca spionnya.Seketika Luis langsung melesat keluar dari mobilnya. Seiring jantungnya yang berdebar kencang.
Luis berlari mendekat ke arah sesosok tubuh yang sudah terbaring di tepi jalan. Kali ini jantungnya seakan berhenti berdetak.
"Luna......" panggil Luis.
Dengan cepat pria itu meraih tubuh Luna yang sudah bersimbah darah. Dengan luka yang terus mengeluarkan darah. Diletakkannya kepala Luna dalam pangkuannya.
"Luna...Luna..." kembali Luis memanggil nama kekasihnya.
Wajah Luna sudah mulai memucat.
"Luna ....bertahanlah. Sebentar lagi ambulan datang" pinta Luis.
Perlahan Luna membuka matanya. Dia tersenyum melihat wajah Luis. Perlahan tangannya terulur. Membelai lembut pipi Luis. Lantas menghapus air mata yang turun di pipi pria itu.
"Luna... bertahanlah oke? Aku mohon"
Luna tampak menggelengkan kepalanya lemah. Seolah berkata aku tidak bisa.
"Aku mencintaimu, Luisku" bisik Luna lirih.
"Jangan katakan apapun dulu. Bantuan sebentar lagi datang"
Kembali Luna menggeleng. Dan perlahan mata gadis itu tertutup sempurna. Seiring tangan Luna yang terkulai lemah disamping tubuhnya.
"Tidaakkk! Jangan pergi! Jangan tinggalkan aku! Luna.....!"
Flashback off
Luis membuka matanya perlahan. Bayangan kecelakaan itu kembali terlintas di pikirannya.
"Dia sedang mengandung dua bulan" kata seorang dokter yang menangani kecelakaan Luna.
"Bekukan sel telurnya. Suatu saat aku akan menemukan ibu pengganti untuk mengandung anakku dan Luna" perintah Luis pada profesor Huang.
"Aku sudah menemukan ibu pengganti untuk anakku dan Luna"
"Kau gila? Hanya karena wajahnya mirip dengan Luna. Kau berniat menjadikannya ibu pengganti"
"Kau benar-benar menjijikkan! Mengerikan! Ingin meniduriku? Jangan mimpi!"
"Kau disini tuan gila?" tanya sebuah suara dari belakang Luis.
Tidak perlu melihat itu siapa. Luis sudah tahu. Siapa lagi yang akan memanggilnya dengan sebutan tuan gila selain dia. Si gadis keras kepala.
Luis membalikkan tubuhnya perlahan. Seketika tubuhnya membeku. Seperti dejavu. Dia seperti melihat Luna tengah berdiri di hadapannya. Hingga detik berikutnya tanpa ragu. Luis melangkah mendekat ke arah Natasya. Lantas memeluk erat tubuh gadis itu.
Membuat sang empunya tubuh jelas terkejut. Natasya menggoyang-goyangkan tubuhnya agar Luis melepaskan pelukannya.
Membuat Natasya akhirnya diam. Membiarkan Luis memeluk tubuhnya. Tanpa ada keinginan ingin membalas pelukan Luis.
(Part ini disponsori oleh lagu dari Jaejoong JYJ yang berjudul I'll Protect You dari OST Protect The Boss)
"Sudah lima menit"
Sebentar lagi"
"Cukup Luis"
"Pelit sekali"
"Nanti aku rugi"
"Akan ku ganti kerugianmu"
"Kau tidak akan sanggup membayarmu"
"Kau meremehkanku"
Pada akhirnya Luis melepaskan pelukannya pada Natasya.
"Iissshhh menyebalkan" gerutu Natasya sambil berjalan menuju ke makam Luna. Luis hanya diam memperhatikan tingkah Natasya.
"Hai, kenalkan aku Natasya. Aku bawa bunga lily untukmu. Tidak tahunya kamu sudah dikelilingi bunga lily. Mungkin karena salah satu arti dari bunga lily adalah persahabatan jadi aku membawanya untukmu" ucap Natasya sambil meletakkan buket bunga lily dimakam Luna.
"Ciih. Ada yang ingin bersahabat dengan orang mati" Luis berdecih di belakang Natasya.
"Alah lalu kau bagaimana? Kekasihmu sudah lama meninggal tapi kau masih belum bisa merelakannya. Move on dong!" kesal Natasya.
"Kau..."
"Apa? Kenapa sih kalian para pria terkadang tidak bisa melihat kalau ada yang tulus suka dengan kalian. Tidak Alex. Tidak Agus. Tidak juga kamu"
"Maksudmu apa?"
"Alena menyukaimu. Takkan kau tidak tahu. Kau payah" ucap Natasya sambil menyilangkan tangannya di depan dadanya.
Luis terdiam. Membuat Natasya kesal.
"Ah Luna bisakah kau bicara pada pacarmu ini. Aku rasa kau tidak akan marah kalau pacarmu ini jatuh cinta lagi. Benar tidak?" oceh Natasya sambil berlalu meninggalkan Luis.
Berjalan menuju pintu keluar. Meninggalkan Luis yang kembali hanya bisa terdiam. Berusaha mencerna kata-kata Natasya.
***
Natasya tiba di rumah Kai ketika waktu makan siang hampir tiba. Sedikit merasa lega. Setidaknya dia bisa ikut membantu menyiapkan makan siang.
Walau pada akhirnya dia hanya diizinkan untuk ikut membantu menata makan siang. Kepala pelayan melarang Natasya untuk ikut membantu koki memasak di dapur. Cukup tahu siapa Natasya. Calon Nyonya Muda mereka.
Makanan selesai dihidangkan di meja makan. Bersamaan dengan tibanya Kai dan beberapa orang yang sudah cukup berumur. Dan juga Steven.
"Siapa mereka?" tanya Natasya pada seorang pelayan.
"Ooo mereka paman pertama dan paman kedua Tuan Muda. Ayah tuan Steven dan tuan Luis" jawab pelayan itu.
Natasya ber-ooo ria. Lantas ingin berlalu dari ruang makan itu. Ketika dengan perlahan Kai menahan tangan Natasya.
"Ikutlah denganku" bisik pria itu.
Keduanya menghampiri kedua paman Kai. Natasya menganggukkan kepala lantas memberi salam.
"Paman perkenalkan ini Natasya. Calon istriku" ucap Kai.
Sontak kedua paman Kai langsung menatap tajam pada Natasya. Tatapan penuh selidik. Memindai penampilan gadis muda yang berdiri di samping Kai. Membuat Natasya menelan ludahnya seketika.
"Oo jadi begini rasanya bertemu calon mertua. Serem juga ternyata" batin Natasya sambil terkekeh sendiri.
Cukup lama kedua paman Kai itu menatap Natasya. Membuat Natasya berpikir kalau kedua paman Kai itu tidak menyukainya. Lalu terbayanglah kalau Kai akan dipaksa untuk meninggalkannya. Seperti di drama dan novel online yang sering dia tonton dan baca.
"Jadi siapa namamu Nak?" tanya ayah Luis.
"Natasya Arianna Atmaja" jawab Natasya sedikit terbata.
Kedua paman Kai saling pandang.
"Dia sangat cantik. Menawan juga mempesona. Tak heran kalau Luis juga menginginkan gadis ini" batin ayah Steven.
Suasan hening sejenak. Kai sejenak menatap Natasya yang tampak begitu gugup. Seolah mengatakan kalau semua akan baik-baik saja. Pria itu juga menggenggam erat jemari Natasya di bawah sana.
"Jadi ini cucu tuan Atmaja" ucap ayah Luis.
Membuat Natasya langsung menatap ayah Luis. Tidak paham dengan apa yang dibicarakan oleh paman kedua Kai itu.
***