You'll Always Be The One

You'll Always Be The One
Chapter 36



Natasya hanya tersenyum saat Jocelyn membacakan hasil tesnya. Membuat dokter cantik itu malah heran. Dia sendiri mati-matian menahan air matanya agar tidak meluncur turun.


"Are you okay?" Tanya Jocelyn.


"Aku baik-baik saja. Jangan khawatir" Jawab Natasya tenang.


"Lalu kenapa kamu malah tersenyum mendengar hasil tesmu sendiri?"


Natasya kembali mengembangkan senyumnya.


"Bukankah aku jadi punya alasan yang kuat untuk benar-benar melepaskannya. Tidakkah kamu sadar jika inilah jawaban dari semua pertanyaan tentang hubungan kami. Kami jelas tidak bersama" Kali ini mata Natasya berkaca-kaca.


"Kamu akan sembuh. Aku akan melakukan apapun untuk menyembuhkanmu. Kamu hanya perlu ikut arahanku. Dan aku yakin kamu akan sembuh" Bujuk Jocelyn meyakinkan Natasya.


Natasya kembali tersenyum.


"Takdir Tuhan kita tidak tahu, Lyn" Ujar Natasya.


"Kenapa kamu jadi pesimis begini sih Sya. Kemana Tasya yang aku kenal. Yang selalu optimis. Yang selalu kuat, selalu bersemangat. Kemana semua itu Sya?" Tutur Jocelyn kini dia sudah ikut duduk di bed Natasya.


"Dia sudah mengambil semua itu dariku" Bisiknya lirih kali ini dia benar-benar menangis. Membuat Jocelyn pada akhirnya tidak bisa membendung air matanya lagi. Hingga keduanya kini menangis bersama.


"Baik, kalau begitu aku akan memintanya mengembalikan semuanya padamu" Ucap Jocelyn setelah mengusap air matanya. Lantas beranjak pergi. Namun tangannya dicekal oleh Natasya.


"Jangan Lyn. Aku mohon jangan beritahu dia. Aku mohon" Pinta Natasya.


"Laku kamu mau aku berbuat apa? Kalian saling mencintai tapi kenapa kamu tidak mau berjuang demi cintamu. Jangan hanya karena adik tirimu, kamu menyerahkan cintamu. Apa kamu tahu. Dia sama hancurnya denganmu. Sama menderitanya denganmu" Teriak Jocelyn.


"Aku tidak menyerahkan cintaku. Tapi aku menyimpannya di hatiku. Selamanya" Ucap Natasya sambil menggenggam jemari tangan kirinya.


Di mana akhirnya Jocelyn sadar jika ada sebentuk cincin cantik yang berada disana. Jocelyn tahu Natasya tidak pernah mengenakan cincin apapun di jarinya. Dan keberadaan cincin itu Jocelyn duga pastilah dari Kai.


Jocelyn menarik nafasnya dalam. Gadis didepannya ini begitu keras kepala. Dia tahu benar itu. Karena itu akan sangat sulit membujuknya.


"Baiklah, aku tidak akan memberitahu kak Kai soal keadaanmu. Tapi dengan syarat kamu harus ikuti semua prosedur perawatan kamu. Termasuk jika kamu harus dioperasi" Ucap Jocelyn. Dan Natasya mengangguk.


Sementara itu. Hari ini di depan gedung HD TV banyak fans dari Mandy yang tengah berkumpul. Hari ini mereka ingin memberikan dukungannya pada idola mereka menjelang konser Mandy yang akan digelar sebentar lagi.


Mereka berkumpul tepat di pintu lobby. Hingga sedikit menutupi akses keluar masuk ke kantor itu.


Dan saat itu Mandy melintas membuat mereka semakin heboh. Sedang Mandy sendiri, hanya sesekali melempar senyum ke arah fansnya. Alex juga tampak berbicara serius dengan Lisa di sofa lobby tersebut.


Saat itulah Angela melintas. Baru mau masuk untuk latihan koreo dan vokal seperti biasa.


"Lihat itukan penyanyi baru itu" Ucap seorang fans.


"Iya, karena penyanyi itulah Mandy sedih karena kak Alex tidak perhatian lagi kepada Mandy kita" Timpal yang lain.


Sehingga tiba-tiba suasana memanas. Banyak dari fans Mandy yang kemudian mulai memaki Angela.


"Hei, kamu berani-beraninya kamu mengambil kak Alex dari Mandy kami" Ucap seorang fans memojokkan Angela.


"Heh, kalau ngomong jangan sembarangan. Aku tidak pernah merebut apapun atau siapapun" Angela dengan berani membela diri.


"Berani kamu anak baru!" Teriak yang lain.


Keributan itu memancing perhatian Mandy. Yang ada di situ.


"Ini ada apa?" Tanya Mandy.


Namun suasana sudah terlanjur memanas. Terjadi aksi saling dorong antara Angela dan fans Mandy.


Hingga tanpa sengaja Mandy terdorong oleh salah satu fansnya sendiri. Tubuh Mandy terhuyung ke depan. Kepalanya membentur dinding cukup keras.


"Aaarrggghh" Mandy meringis sambil memegangi kepalanya.


"Kak, kakak tidak apa-apa?" tanya Angela panik. Hubungan Angela dan Mandy baik. Hanya saja di luaran sana. Fans kedua penyanyi itu sering tidak akur. Kedua fandom mereka sering saling serang dikolom komentar media sosial.


Mandy menggeleng. Rasa pusing mulai melanda.


"Apa yang terjadi?" Sebuah suara menyeruak di antara kerumunan fans Mandy.


Alex langsung panik melihat Mandy yang nampak pucat di pangkuan Angela.


"Apa yang terjadi?" Tanya Alex lagi.


"Kak Mandy, kepalanya terbentur dinding" Jelas Angela.


Mandy perlahan mulai bangun dibantu Angela.


"Aku tidak apa-apa. Ayo kita pergi" Ajak Mandy. Berlalu dari kerumunan fansnya sendiri. Namun baru beberapa langkah. Tubuh Mandy limbung dan hampir ambruk, jika saja Alex tidak segera meraih tubuh Mandy sebelum jatuh ke lantai.


"Mandy, Mandy kamu tidak apa-apa. Sadarlah" Alex menepuk-nepuk pelan pipi Mandy. Namun wanita itu tidak bergeming.


Dengan cepat Alex menggendong Mandy ala bridal style. Langsung menuju ke mobilnya. Menempatkan Mandy di kursi belakang. Dengan asisten Mandy yang segera menyusul masuk. Alex melajukan mobilnya keluar dari stasiun TV itu.


"Bagaimana keadaannya?" Tanya Alex.


"Benturannya sedikit keras. Tapi tidak menimbulkan luka yang serius. Dia hanya perlu istirahat sebentar" Jelas seorang dokter.


Alex langsung bernafas lega. Didekatinya bed Mandy. Dimana wanita itu tengah minum dibantu asistennya.


"Apa masih pusing?" Tanya Alex. Raut cemas masih terlihat di wajah tampannya.


Mandy menggeleng. Alex mendekat. Diusapnya lembut kepala Mandy.


"Istirahatlah dulu. Aku akan mengurus asministrasi dulu. Aku akan mengantarmu pulang jika kamu sudah merasa lebih baik" Ucap Alex berlalu dari hadapan Mandy.


Setelah Alex pergi. Mandy langsung menangis di hadapan asistennya.


"Aku harus bagaimana sekarang, Sis. Aku mati-matian melupakannya tapi dia dengan santainya kembali mengobrak-abrik hatiku. Dengan sok perhatian denganku" Curhat Mandy.


Sedang sang asisten yang bernama Siska hanya bisa menatap iba pada artisnya. Tahu betul bagaimana perasaan artisnya itu.


Alex sudah selesai mengurus administrasinya. Siska sang asisten Mandy, sudah menelepon jika Mandy ingin segera pulang. Alex bermaksud segera kembali ke kamar tempat di mana Mandy dirawat. Hingga ekor matanya menangkap satu sosok yang begitu ia cari akhir-akhir ini.


Natasya tengah berjalan dengan Jocelyn. Saat itu Natasya baru saja menjalani sesi pertama terapi radioaktifnya. Dia masih memakai baju pasien rumah sakit. Membuat Alex heran.


"Lisa mengatakan kalau bosnya itu sedang liburan. Tapi kenapa dia malah ada di sini. Dengan baju pasien lagi" Batin Alex.


Alex kemudian mengikuti keduanya. Alex hampir yakin kalau itu Natasya. Dia hampir menghentikan keduanya ketika ponselnya tiba-tiba berbunyi. Pesan dari Siska kembali menanyakan apakah semua sudah selesai atau belum.


Dan Alex mau tak mau harus menjawab pesan Siska terlebih dulu. Ketika Alex selesai membalas pesan Siska. Kedua orang itu sudah menghilang dari jangkauan Alex. Alex mencari ke sisi kiri dan kanannya. Tidak ada.


"Oh ****" umpat Alex.


Tanpa Alex tahu. Natasya dan Jocelyn masuk ke lift di sisi kiri Alex.


Alex terengah-engah sampai kekamar perawatan Mandy. Ketika sampai di sana wanita itu sudah bersiap untuk pulang.


"Kamu beneran sudah mau pulang? Tidak apa-apa?" Tanya Alex dengan nafas masih tersengal-sengal.


Bukannya menjawab. Mandy justru heran dengan keadaan Alex.


"Kamu kenapa?" Tanya Mandy.


"Aku baru saja melihat Natasya di rumah sakit ini" Ucap Alex cepat. Membuat Mandy dan Siska saling berpandangan.


"Kamu tidak salah orang kan. Bukannya kata Lisa dia lagi liburan" Balas Mandy heran.


"Itu dia. Kalau Lisa bilang dia liburan kenapa juga dia ada di rumah sakit ini. Pakai baju pasien lagi" Jelas Alex. Kini ketiganya sudah berada di mobil Alex. Bersiap untuk pulang mengantarkan Mandy ke apartemennya.


"Apa kamu berpikiran sama denganku. Natasya tengah menyembunyikan sesuatu" Ucap Mandy membuat Alex berpikir.


"Aku rasa juga begitu. Apalagi dia tadi bersama dengan dokter Jo. Yang aku tahu dia spesialis penyakit dalam" Tutur Alex.


"Apa Natasya sedang sakit? Apa kak Kai tahu ini?" Cecar Mandy.


Dan Alex hanya mengedikkan bahu tidak tahu. Dia fokus pada kemudinya.


"Akan aku cari tahu yang sebenarnya Kenapa kamu berbohong pada semua orang tentang liburanmu. Padahal kamu berada di rumah sakit" Batin Alex.


****


Up lagi readers tercinta,


Thank's sudah mampir,


Happy reading everyone,


Jangan lupa di like dan ritual lainnya ya readersku tercinta,


Love you all 😘😘😘


****