You'll Always Be The One

You'll Always Be The One
Chapter 81



Natasya terus mengulum senyumnya. Ketika Kai keluar dari kamar mandi hampir setengah jam kemudian. Gadis itu tampak sibuk dengan ponselnya. Cukup tahu apa yang pria itu lakukan didalam sana.


Kai melirik kesal pada Natasya. Langsung melompat naik ke kasur.


"Kak..pakai kaosnya dulu" Pinta Natasya. Bisa-bisa dia yang gantian panas dingin kalau harus disuguhi dada bidang dan perut sixpack semalaman.


"Ogah. Aku biasa tidur nggak pake baju" Jawab pria masih kesal mode on.


"Alamat aku yang nggak bisa tidur kalau begini" Batin Natasya.


Gadis itu menarik nafasnya pelan. Melihat Kai mulai mencari posisi yang nyaman untuknya tidur.


"Alamak. Tubuh pria itu benar-benar menggoda" Batin Natasya kembali. Sambil menggigit bibir bawahnya.


"Sini..." Panggil Kai.


"Mau ngapain?" Tanya Natasya tidak fokus. Dia masih fokus pada tubuh sek** Kai.


"Tidurlah. Mau ngapain lagi. Atau....kamu mau mencicil malam pertama kita" Kaata Kai tanpa filter setengah menggoda.


"Iissshh mesum" Gerutu Natasya.


"Siapa juga yang mesum. Ayo tidur" Ajak Kai.


Dan perlahan gadis itu mendekat. Merebahkan tubuhnya di samping Kai. Kai langsung merengkuh gadis itu dalam pelukannya.


"Eeehhhh.."


"Diamlah atau aku akan memakanmu sekarang" Ancam Kai.


Membuat Natasya kicep seketika. Perlahan Natasya memeluk tubuh Kai. Membuat Kai yang mulai memejamkan matanya tersenyum.


Natasya mendongak. Dan dilihatnya Kai yang sudah memejamkan matanya.


"Kak...."


"Hmmm"


Entah kenapa Natasya tergoda untuk memainkan jari-jarinya di dada bidang Kai. Beberapa waktu berlalu. Kai tidak merespon. Hingga Natasya semakin berani memainkan jarinya.


"Kamu menggodaku hmmm?" Tanya Kai.


"Uupppss"


Natasya hanya bisa nyengir.


"Diamlah dan tidur. Kalau kamu terus menggodaku. Jangan salahkan aku jika aku menghabisimu malam ini. Tidak peduli kamu memohon atau menjerit" Ancam Kai yang langsung membuat Natasya menelan ludahnya berat.


"Ya...ya...aku tidur" Sahut gadis itu gelagapan.


"Bisa berabe nanti urusannya" Batin Natasya.


Natasya mulai memejamkan matanya. Diikuti Kai yang juga ikut memejamkan mata.


"Aahhh nyaman, hangat dan wangi. Sepertinya aku mulai kecanduan sama tubuh pria ini" Batin Natasya.


Perlahan keduanya mulai masuk ke alam mimpi.


****


Pagi menyapa. Kedua insan itu masih belum ada tanda-tanda ingin bangun dari tidur mereka. Masih dengan posisi yang sama saat mereka tidur semalam.



Kredit google.com


(Anggap saja posisi tidur mereka seperti ini ya mak guys)


Natasya menggeliat pelan. Membuat Kai melonggarkan pelukannya.


"Kak...sudah pagi" Bisik Natasya dengan suara serak khas orang bangun tidur.


Yang justru terdengar seksi di telinga Kai.


"Hmmm" Pria itu hanya ber-hmmm ria. Tanpa ada keinginan untuk membuka mata.


Natasya mulai memperhatikan wajah Kai. Rahang tegas, hidung mancung. Alis tebal. Dan...bibir tipis yang selalu menggoda untuk dicium.


"Sempurna"


Natasya mulai melepaskan diri dari belitan tangan Kai. Sudah pukul delapan. Dan dia harus ke kamar mandi.


"Kak...." Panggil Natasya.


"Hmmm" Kai hanya kembali ber-hmmm ria.


"Kak.... lepasin. Aku mau ke kamar mandi" Ucap Natasya.


"Nanti saja" Jawab pria itu yang kini malah balik menindih tubuh Natasya.


"Eehh...ehhh Kak...Kak" Natasya jelas gelagapan dengan ulah Kai.


"Sssttt sebentar saja" Bisik Kai yang malah kembali masuk ke ceruk leher Natasya. Menciumnya sekilas.


Sekilas namun mampu membuat tubuh Natasya meremang.


"Kak...berat iiihhh. Minggir aku kebelet" Ucap Natasya terpaksa. Tapi memang kenyataannya begitu. Dia sudah menahannya dari tadi tapi pria di hadapannya ini malah berulah.


Mendengar kata "kebelet" Kai mulai menjauhkan tubuhnya dari Natasya. Membuat Natasya tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Gadis itu langsung melesat masuk ke kamar mandi.


Natasya keluar dari kamar mandi. Memakai bathrope yang disediakam oleh hotel itu. Sedikit melirik Kai yang sepertinya masih tidur. Gadis itu mengambil baju ganti. Lalu masuk kembali ke kamar mandi. Memakainya.


"Kak...bangun. Aku lapar" Rengek Natasya.


Kai menggeliat. Perlahan membuka matanya. Matanya membulat melihat Natasya. Gadis itu memakai dres merah dengan model sabrina hingga bahu mulus gadis itu terekspose sempurna.



Kredit pinterest.com


Kai dengan cepat bangun dan menggigit bahu Natasya. Meninggalkan bekas gigitan dan memerah di sana.


"Kakak apa-apaan sih" Protes Natasya melihat ulah Kai. Mengusap-usap bekas merah di bahunya.


"Siapa suruh memakai baju seperti itu" Kesal Kai.


"Aku pakai blazer Kak" Balas Natasya.


Kai masih terdiam. Memandang wajah Natasya yang sudah segar dan wangi tentunya.


Detik berikutnya pria itu menarik tubuh Natasya. Dan mencium bibir gadis itu. Agak lama hingga gadis itu langsung mendorong dada Kai. Kesal.


"Kakak...." Teriak Natasya.


"Morning kiss" Ucap pria itu santai sambil bangun dari tidurnya. Menuju kamar mandi hanya memakai boksernya.


"Astaga kapan dia melepas celananya" Gumam Natasya. Geleng-geleng melihat tingkah Kai.


"Jangan keluar kamar dengan baju seperti itu" Kai memperingatkan sebelum masuk ke kamar mandi.


Natasya mendengus kesal. Mulai memunguti kaos dan celana yang Kai buang sembarangan. Lalu memasukkannya ke papaerbag khusus berisi baju kotor mereka. Sebelum dimasukkan koper.


Dia pikir akan menghadapi kebiasaan Kai yang seenaknya sendiri seumur hidupnya.


Mereka menghabiskan sarapan mereka di balkon kamar. Kai benar-benar tidak mengizinkan Natasya keluar kamar. Apa salahnya coba dengan model bajunya.


Kai menatap tajam gadis yang tengah menghabiskan sarapannya dengan wajah ditekuk. Kai benar-benar tidak rela. Bahu mulus Natasya menjadi tontonan pria mesum di luar sana.


Sebagai pria dia tahu, melihat bahu mulus saja terkadang sudah bisa membuat seorang pria berfantasi liar.


"Punya berapa baju model begitu?" Tanya Kai.


"Ya?"


"Buang semua" Potong Kai lagi.


"Ha?"


"Aku tidak suka orang lain. Apalagi pria di luaran sana melihat bahu mulusmu atau yang lain. Semua itu milikku. Hanya aku yang boleh melihat dan menyentuhnya" Ucap Kai penuh penekanan.


Natasya melongo. Baru tahu jika pria didepannya ini begitu posesif. Untung baju model begini dia hanya punya ini. Itupun dia beli kemarin dengan Kai.


Natasya heran. Kemarin beli tidak protes.


"Ini kan kemarin belinya sama Kakak. Kemarin tidak protes. Kenapa sekarang protes?" Protes Natasya.


"Aku tidak tahu jika dipakai akan jadi seperti itu" Balas Kai.


Membuat Natasya menepuk pelan dahinya. Haduh masak soal baju saja dipermasalahkan. Bisa habis diinspeksi semua, baju satu lemariku. Pikir Natasya sambil menarik kasar nafasnya.


Sarapan itu berakhir dengan aksi saling diam. Hingga ponsel Kai berbunyi. Menunjukkan nomor yang tidak dikenal menghubunginya. Dia sebenarnya malas mengangkatnya. Tapi dia mengingat sempat meminta Agus menemuinya jika masih ada hal yang ingin di bicarakan.


"Ya halo" Sapa Kai dingin.


"Turunlah. Aku ada di lobbi hotel tempatmu menginap" Suara pria diujung sana.


"Dengan siapa ini?"


Kai langsung melesat keluar dari kamarnya.


"Jangan keluar dengan pakaian seperti itu" Ucap Kai dengan nada penuh ancaman.


"Iya-iya" Jawab Natasya malas.


Gadis itu mulai sibuk memainkan ponselnya. Kali ini menonton drama yang sudah lama masuk daftar waiting list-nya.


Kai turun dari kamarnya di lantai sepuluh. Bersamaan dengan dua buah mobil van hitam yang masuk ke hotel itu melalui parkiran belakang.


"Ada apa jauh-jauh mengejarku sampai kesini" Tanya Kai begitu sampai di lobbi hotel. Duduk di depan pria yang tadi menghubungi dirinya.


"Ini soal siapa dirimu. Bisa kita bicara ditempat yang lebih private. Disini terlalu terbuka" Pinta pria itu yang tak lain adalah Steven Liu.


"Kita bisa bicara di kamarku diatas di lantai sepuluh. Hanya ada tunanganku di sana. Dan dia tentu saja bisa dipercaya" Sahut Kai.


"Tunanganmu ada di sini?" Tanya Steven.


"Ya, ada masalah?" Tanya Kai balik. Heran.


Bersamaan dengan itu, ponsel asisten Steven berbunyi.


"Ya..."


Seketika wajah pria itu menegang, terlihat panik.


"Tuan ini gawat" Kata asisten Stev yang bernama Han.


Mendengar itu Steven pun ikut panik seketika.


****