You'll Always Be The One

You'll Always Be The One
Chapter 34



Alex tengah termenung di dalam ruang kerjanya. Setelah dia menghajar Kai waktu itu, hubungan keduanya agak merenggang. Keduanya sebenarnya teman yang cukup dekat.



Kredit google.com


Alex cukup terkejut, ketika beredar rumor bahwa Kai dan Natasya menjalin hubungan. Awalnya dia tidak percaya. Namun setelah beberapa kali dia melihat bagaimana Kai memperlakukan Natasya. Alex mulai berubah pikiran.


Kai, bukan tipe pria yang akan bersikap manis pada setiap wanita yang berada didekatnya. Dia pria dengan hati dingin dan cenderung tidak berperasaan terhadap lawan jenisnya.


Namun semua itu berubah ketika Kai bersama Natasya. Kai terlihat begitu hangat dan sangat terlihat sekali, jika Kai mempunyai perasaan lebih pada Natasya.


Awalnya Alex mulai merelakan jika Kai bersama Natasya. Di mata Alex, Kai pria yang baik. Track recordnya jelas lebih baik, jika dibandingkan dengan dirinya. Yang terlanjur dicap sebagai playboy. Karena kedekatannya dengan banyak wanita.


Padahal realitanya tidak seorangpun dari banyak wanita itu bisa menakhlukkan hatinya. Terhitung hanya ada beberapa yang bisa singgah dihatinya. Ada masa lalu yang cukup kelam bagi Alex mengenai kisah cintanya.


Sang kekasih hati tercinta meninggal, sehari sebelum pernikahan mereka. Karena kecelakaan lalu lintas. Ya, Alex pernah hampir menikah. Dan karena kejadian itu dia sedikit menutup pintu hatinya untuk yang namanya wanita.


Satu nama yang benar-benar menggetarkan hatinya adalah Mandy. Namun dia terlalu takut untuk menunjukkan perasaannya pada Mandy. Takut kehilangan.


Dan Alex jelas marah ketika tahu Kai malah akan menikah Fanny. Alex sempat melihat bagaimana air mata Natasya yang turun kala itu.


Terlihat sekali jika gadis itu sakit hati dan kecewa. Membuat emosi Alex meledak dan langsung menghajar Kai waktu melihat pria itu di lobby kantor mereka.


Dan satu hal lagi yang membuat Alex heran. Natasya dikabarkan tidak datang ke kantor sejak hari itu. Lisa yang kini mengambil alih semua tugas Natasya mengatakan kalau atasannya itu tengah mengambil liburannya.


Ketika Alex bertanya sampai kapan Natasya mengambil liburan. Lisa menjawab kalau dia tidak tahu. Membuat Alex bertambah curiga.


Hingga satu waktu dia sengaja mengunjungi rumah Natasya. Memastikan kalau gadis itu benar-benar pergi berlibur. Namun hasilnya rumah itu kosong. Bahkan temannya yang ia tahu tinggal satu rumah dengan Natasya juga tidak kelihatan. Alex merasa ada yang aneh dengan kejadian ini.


***


Kai tengah memasuki lobi rumah sakit XXX tempat Jocelyn bekerja. Dia sengaja tidak memberitahu kedatangannya kepada gadis itu. Kai ingin meyakinkan hatinya kalau Jocelyn tidak ada hubungannya dengan "menghilangnya" Natasya belakangan ini.


"Selamat pagi Pak. Ada yang bisa kami bantu?" Tanya petugas di bagian informasi ramah pada Kai. Mereka jelas terpesona pada sosok tampan Kai.


"Saya ingin bertanya. Apa di sini ada pasien yang dirawat atas nama Natasya Arianna" Tanya Kai sopan.


Tidak peduli pada beberapa orang yang jelas-jelas menatap kagum padanya.


"Ada pria ganteng nyasar ke sini"


Satu bisikan terdengar tepat di belakang Kai. Membuat Kai terlihat kesal dibuatnya. Sedang dua petugas yang sedang bertugas langsung saling memandang penuh arti.


"Maaf Pak, tidak ada pasien dengan nama itu" Jawab petugas itu.


Membuat Kai heran.


"Mereka bahkan tidak mengeceknya terlebih dahulu. Ini aneh" Batin Kai.


"Kalau begitu bisakah saya bertemu dengan Dokter Jocelyn Kusuma" Pinta Kai lagi.


Dan Jocelyn langsung dibuat kalang kabut dengan permintaan Kai untuk bertemu dengannya. Membuatnya yang seharusnya melakukan tes sumsum tulang belakang pada Natasya sedikit kesal. Pasalnya dia harus melakukannya hari ini juga.


Jika dia harus meladeni Kai terlebih dahulu. Dia tidak tahu kapan pria itu akan melepaskan dirinya. Kai tipe pria yang jika sudah curiga akan satu hal. Akan terus mencari tahu sampai dia puas dengan hasil pencariaannya.


Jocelyn baru saja keluar dari kamar Natasya. Setelah beralasan ada yang darurat di UGD hingga harus menunda melakukan tesnya. Ketika Edgard juga akan masuk ke kamar Natasya.


"Alamak! Ed kamu mengagetkanku" Ucap Jocelyn reflek tanpa sadar.


"Ada apa?" Tanya Edgard.


Sejenak Jocelyn berpikir.


"Apa kamu sibuk?" Tanya Jocelyn.


"Tidak. Aku baru visit ke pasienku. Jadwalku masih satu jam lagi. Kenapa?" Tanya Edgard balik.


"Bisa kamu melakukan BMP pada Natasya. Ada yang harus aku urus" Pinta Jocelyn.


"Tapi...." Edgard ingin menolak.


"Tolonglah Ed, kamu pasti bisa. Kita harus mendapatkan sample-nya hari ini juga" Mohon Jocelyn.


"Memang kamu mau mengurus apa?" Tanya Edgard malahan.


Jocelyn menghela nafasnya.


"Pengacau itu ada dibawah. Aku takut jika dia sudah curiga denganku. Dia tipe yang susah diyakinkan jika sudah curiga dengan sesuatu"


"Maksudmu "dia"?" Edgard memastikan.


Dua nama yang di-black list bagi seluruh staf rumah sakit. Untuk tidak diberikan informasi apapun tentang keberadaan Natasya dirumah sakit itu.


Jika yang satu masih di Singapura. Dan satu lagi adalah Kaizo Aditya.


"Iya, dia Kai. Sudah aku pergi dulu. Lakukan itu untukku, oke?" Ucap Jocelyn sambil mengembangkan senyumnya.


Membuat Edgard tidak lagi bisa menolak.


"Jangan khawatir ada konsultan dari hematologi onkology yang akan mendampingi. Kamu tinggal mengeksekusinya" Ucap Jocelyn lagi.


"Kamu pikir aku mau membunuh pasien istimewamu apa?"


"Aku pergi dulu. Sebelum dia mengamuk. Kamu pasti bisa" Ujar Jocelyn sambil berlalu dari hadapan Edgard.


Dan Edgard hanya menarik nafasnya pelan. Lantas masuk ke kamar Natasya.


Dilihatnya gadis itu masih sibuk dengan novelnya. Walaupun ada beberapa perawat dan beberapa orang yang Edgard duga adalah konsultan hematologi onkology. Karena biasanya proses Bone Marrow Puncture (BMP) atau tes sumsum tulang belakang akan didampingi oleh konsultan hematologi onkology. Cabang ilmu kedokteran yang mempelajari tentang penyakit yang berkaitan dengan darah. Salah satunya leukemia.*


*Sumberhalodokter.com.


"Maaf, saya yang akan menggantikan dokter Jocelyn untuk melakukan prosedur BMP" Sapa Edgard kepada orang-orang itu. Yang langsung menempati posisi masing-masing.


Sedang Natasya langsung meletakkan novelnya. Sedikit terkejut dengan dokter yang akan melakukan BMP padanya.


"Jocelyn kemana?" Tanyanya. Dia mulai kenal dengan Edgard. Karena beberapa hari dia dirawat di sini. Edgard sering datang mengunjunginya bersama Jocelyn.


"Ada hal yang harus dia urus" Jawabnya sambil memakai sarung tangan steril.


"Miringkan tubuhmu" Pinta Edgard.


Seorang perawat membersihkan area tulang panggul Natasya. Di bagian atas bok***nya. Kemudian Edgard menerima suntikan dari seorang perawat.


"Aku akan membiusmu. Ini hanya bius lokal. Maaf" Ucap Edgard karena dia harus menyingkap pakaian pasien bagian belakang. Hingga menampakkan sedikit punggung mulus Natasya.


Dan satu suntikan langsung dilesakkan Edgard di bagian tulang panggul Natasya. Natasya menggigit bibir bawahnya. Menahan sedikit nyeri akibat jarum kecil itu.


"Kita akan menunggu sebentar sampai biusnya bekerja" Ucap Edgard. Tak lama Edgard mengecek kembali apakah biusnya sudah bekerja atau belum.


Setelah biusnya benar-benar bekerja. Dia kembali menerima sebuah jarum suntik kali ini lebih besar.


Setelah menentukan titik yang akan ia ambil sample-nya. Edgard mulai mengambil sample-nya.


"Ini akan sedikit sakit" Ucap Edgard.


Dan benar saja. Natasya langsung meringis ketika jarum itu melesak masuk menembus kulitnya. Langsung menembus tulang belakangnya. Dan mengambil isi sumsum tulang belakangnya.



Kredit halodokter.com


Natasya semakin meringis nyeri ketika Edgard sedikit menekan jarum suntiknya. Nyeri sekali hingga dia menggenggam erat jemari di mana cincin milik Kai masih tersemat manis di sana.


"Sudah" Ucap Edgard.


Dan seorang perawat langsung mengambil alih tugas Edgard. Menutup bekas jarum itu dengan perban steril.


"Kamu harus menjaganya agar tetap steril setidaknya untuk 48 jam kedepan. Setelah itu kita mengeceknya kembali" Jelas Edgard.


Natasya mengangguk.


"Antarkan sample-nya ke lab Profesor Herini" Perintah Edgard dan perawat itu mengangguk patuh. Dan setelah itu semua orang keluar dari kamar Natasya.


Natasya sedikit meringis ketika dia merubah posisi tidurnya jadi terlentang.


"Akan sedikit sakit" Ucap Edgard.


Natasya terdiam.


Sementara di lobi rumah sakit,


"Sorry, sorry agak lama. Ada yang harus aku urus" Ucap Jocelyn. Berusaha setenang mungkin. Kai hanya terdiam.


"Ada apa mencariku?" Tanya Jocelyn.


"Kamu tahu dia ada di mana?" Tanya Kai to the poin.


"Siapa?" tanya Jocelyn balik. Pura-pura tidak tahu.


"Natasya Arianna. Di mana dia?"


"Kenapa kau tanya padaku?" Tanya Jocelyn balik. Membuat Kai emosi.


"Jo, aku tahu mobil ayahmu yang menjemput Natasya terakhir kali dia pulang dari kantor" Tutur Kai.


"Itu aku tidak tahu. Yang aku tahu dia pergi liburan"


"Dia tidak kemana-mana Jo. Kemarin aku melihatnya. Dan Jason mengantarkannya ke sini. Jason mengatakan kalau Natasya akan bertemu denganmu. Bisa kau jelaskan itu padaku" Ucap Kai dengan sorot mata tajamnya.


Membuat Jocelyn mati kutu dibuatnya. Tidak tahu harus menjawab apa.


***


Up lagi readers tercinta,


Thank's sudah mampir,


Jangan lupa di like dan ritual lainnya 🤗🤗


Happy reading everyone,


Love you all 😘😘😘


*****