You'll Always Be The One

You'll Always Be The One
Chapter 52



Lagu Mandy Moore yang berjudul I wanna be with you, masih mengalun lembut di telinga Natasya. Ketika dia merasakan sesuatu yang hangat menggenggam erat tangan kanannya. Juga sayup-sayup orang yang berbicara. Telinga Natasya waktu itu hanya fokus mendengarkan lagu yang tengah diputar.


I wanna be with you If only for a night


to be the one who's in your arms to hold you tight


I wanna be with you


there's nothing more to say


there's nothing else I want more than to fell this way


I wanna be with you


Sesaat kemudian dia teringat ucapan seseorang yang begitu ia rindukan.


"Bangunlah Anna. Aku membutuhkan dirimu. Aku tidak bisa hidup tanpamu"


Perlahan air mata menetes di sudut matanya yang masih tertutup.


"Aku mencintaimu Natasya Ariana Atmaja"


Dan kalimat terakhir itu membuat Natasya mencoba untuk membuka matanya. Silau... hal pertama yang ia rasa. Hingga kemudian dia perlahan menggerakkan kepalanya ke sisi kanannya.


Rasa bahagia jelas membuncah di dadanya. Dia yang selalu ada di hatinya. Dia yang selalu ada dipikiranmu. Kini ada disampingnya. Tertidur menggenggam erat tangannya.


"Kak..." Ucap Natasya lirih berusaha mengeluarkan suaranya. Suaranya begitu susah ia keluarkan terhalang ventilator yang terpasang di tubuhnya.


Hingga kemudian satu suara lain yang begitu ia kenali berteriak bahagia.


"Oh my God, kamu sadar, Sya?" Jocelyn hampir berteriak.


Membuat Kai yang masih tertidur langsung terbangun. Pun dengan Edgard yang langsung mendekat ke arah Natasya.


"Kamu bangun, Anna?" Ucap Kai sambil menangkup kedua pipi Natasya. Natasya berusaha tersenyum. Mengiyakan pertanyaan Kai. Sementara itu Kai langsung mencium kening Natasya dengan mata berkaca-kaca.


"Terima kasih Tuhan, kau berikan aku kesempatan untuk bersamanya dan menebus semua kesalahanku" Ujar Kai menatap Natasya.


Sedang Jocelyn dan Edgard mulai bergerak untuk melepas ventilator Natasya dan menggantinya dengan masker oksigen biasa.


"Tahan, ini mungkin akan sedikit sakit" Kali ini Edgard yang berbicara.


Dan benar saja. Rasanya seperti duri yang ditarik keluar. Meninggalkan rasa perih dan panas.


"Aarrggghhh" Ringis Natasya pelan.


Begitu alat itu dilepas. Natasya merasakan kelegaan yang luar biasa di dadanya. Saat alat itu dipasang ditubuhnya. Rasanya seperti ada yang mengganjal di saluran pernafasannya.


"Sudah lebih baik?" Tanya Jocelyn.


Natasya mengangguk.


"Oke kami akan mengecek semua kondisimu. Dan mendiskusikannya dengan tim dokter. Jika semua memenuhi syarat kemungkinan siang nanti kamu akan masuk ruang operasi" Jelas Jocelyn.


Mendengar kata operasi Natasya langsung mengeratkan genggaman tangannya yang berada di tangan Kai.


"Jangan khawatir semua akan baik-baik saja. Kamu sudah berjuang dengan baik dua hari ini. Jadi bertahanlah sebentar lagi. Yakinlah semua akan baik-baik saja" Bisik Kai menenangkan.


Natasya mengangguk paham.


"Dia akan terus berada disisimu" Sahut Jocelyn.


"Aku tidak akan pernah meninggalkanmu lagi. Aku janji" Kai berucap sambil menatap dalam dua mata Natasya yang detik berikutnya langsung berembun dan siap menumpahkan isinya.


"Jangan menangis lagi" Kai mengusap pelan air mata Natasya.


Membuat Edgard dan Jocelyn saling memandang penuh arti.


***


Berita mengenai Natasya yang sudah sadar menyebar dengan cepat. Tak lebih dari satu jam. Kamar VIP Natasya sudah penuh dengan orang-orang yang menantikan kabar itu. Bahkan Lisa dan Leo juga ada di sana.


Lisa tak berhenti menangis. Dia merasa begitu bersalah. Tidak mengetahui sama sekali tentang keadaan bosnya itu. Dia tahu semuanya dari Leo setelah Kai mengacaukan pernikahannya. Dan Kai menceritakan semuanya kepada Leo.


Leo sama shocknya seperti Lisa pada awalnya. Lisa hanya bisa menangis di pelukan Leo. Membuat semua orang memandang keduanya.


"Aku rasa akan ada banyak undangan pernikahan setelah ini" Celetuk Alex yang memang selalu sesukanya kalau bicara.


"Aku rasa begitu" Sahut Evan.


"Bagaimana kalau kita nikah massal aja. Bisa patungan tu biayanya" Usul Alex lagi.


"Kamu pikir kami kekurangan biaya pernikahan apa?" Kali Jason menimpali.


"Kalian semua sultan. La aku?" Evan menyela.


"Kamu tinggal suruh Hera minta sponsor ke Natasya. Pasti dia kasih. Secara dia cucu sultan sekarang" Seloroh Alex.


"Angela belum mau diajak nikah. Kontraknya masih dua tahun lagi" Keluh Jason.


"Ha, ha, ha, selamat bro" Kekeh Alex.


Membuat semua tergelak.


"Kamu kalah telak, Bro" Ejek Alex.


"Aku harus bagaimana coba? Secara aku yang ngejar dia. Masak aku yang nyerah duluan. Nggak lucu. Dah begitu, dia satu-satunya cewek yang langsung dapat lampu hijau dari bokap. Dia lolos screening" Info Jason.


"Kamu pikir bagasi. Lolos screening" Timpal Evan.


"Memang pinaltinya gedhe ya. Kalau dia melanggar kontrak" Tanya Jason pada Alex.


"Kalaupun gedhe kalian pasti bisa membayarnya. Tapi masalahnya dia akan dianggap tidak profesional karena melanggar kontrak. Apalagi karena isu pernikahan. Dia kan artis baru jadi lagi banyak disorot. Coba saja kalau media tahu hubungan kalian. Bisa viral ini" Jelas Alex.


"Susahnya punya pacar artis" Keluh Jason.


"Siapa suruh kamu jatuh cintanya sama artis" Ucap Leo baru berani ikut komen.


"Masalah hati mau bagaimana lagi" Balas Jason sendu.


Yang lain mengiyakan.


"Alah, jangankan dengan artis. La wong bosmu. Tingkatan bos itu, bisa kelimpungan ngadepin cobaan cintanya" Tambah Evan.


"Iya juga ya" Leo membenarkan. Mengingat bagaimana bosnya hampir gila memikirkan soal cintanya.


Dan perdebatan mereka terhenti ketika pintu dibuka kasar. Dan muncullah Nadya dengan nafas tersengal-sengal. Seperti habis lari maraton berkilo-kilo.


"Ada apa?" Tanya Alex.


"Sembunyikan aku. Sembunyikan aku" Ucapnya lantas melesat masuk ke kamar mandi.


Semua saling mengedikkan bahu tidak paham dengan ucapan Nadya. Hingga pintu kembali terbuka. Dan nampaklah seorang pria dengan aksen oriental diwajahnya.


Dia sejenak menatap berkeliling.


"Maaf, siapa ya?" Tanya Evan.


"Saya Justin. Apa kalian melihat Nadya masuk ke sini. Maksudku seorang wanita dengan rambut panjang memakai baju berwarna biru" pria itu mulai berbicara.


Semua orang saling pandang. Seolah berkata "oh ini maksudnya".


"Tidak ada, kami tidak melihat siapapun masuk kemari" Alex menjawab sambil menatap Justin tajam.


Justin sendiri merasa terintimidasi ketika masuk ke ruangan itu. Secara isinya pria matang semua dan hanya Lisa seorang yang perempuan. Justin sebenarnya sedikit ragu dengan jawaban Alex. Tapi dia punya pilihan apa selain mempercayai ucapan Alex.


"Baik kalau begitu. Saya permisi. Maaf sudah mengganggu waktu kalian" Pamit Justin lantas keluar dari kamar itu.


Setelah Justin pergi. Alex melangkah menuju kamar mandi.


"Dia sudah pergi, Nad" Alex mengetuk pintu kamar mandi.


Tidak ada jawaban. Karena Nadya sedang membekap mulutnya sendiri. Dia sedang menangis didalam sana. Alex bergeming. Hingga Jocelyn tiba-tiba menerobos masuk.


"Dimana dia?" Tanya Jocelyn.


Seolah tahu ke mana arah pertanyaan Jocelyn. Semua orang menatap ke arah kamar mandi. Dimana Alex masih berdiri di depan pintu kamar mandi.


"Nad, Nadya ini kakak. Buka pintunya. Dia sudah pergi" Ucap Jocelyn sambil mengetuk pintu.


Tak lama pintu terbuka. Dan nampaklah Nadya yang dari raut wajahnya jelas kalau gadis itu sedang menangis.


"Kak...." Nadya lantas masuk ke dalam pelukan Jocelyn.


"Sudah, sudah jangan menangis. Kita harus bersiap untuk operasi kakakmu dulu. Masalahmu kita pikirkan nanti oke? Kak Kai sudah menyuruh Thomas untuk menyelidiki hal ini. Jangan khawatir kita akan tahu yang sebenarnya sebentar lagi" Hibur Jocelyn.


"Tapi aku mau nungguin kak Tasya operasi. Tapi nggak mau ketemu dia" Rengek Nadya.


"Iya, iya nanti suruh bodyguardnya kak Kai jaga di depan" Jocelyn berucap lagi.


"Jangan suruh dia masuk" Pinta Nadya lagi.


"Iya, iya nanti diatur" Jocelyn mengiyakan saja ucapan Nadya.


Kepala Jocelyn hampir mau pecah ini. Dia harusnya fokus pada operasi Natasya sebentar lagi. Tapi rupanya Nadya dan Justin memiliki masalah yang tidak kalah rumitnya.


***


Up lagi readersku tercintah,


Jangan lupa like like like


Vote vote votenya juga


Kembang ma kopinya juga jangan lupa ya,


Happy reading semua,


Love you all 😘😘😘


****