
Hari berikutnya Alex masih terngiang ucapan Kai tentang siapa Natasya. Membuat Alex geram seketika. Dia hampir saja lepas kendali ingin menyerang bu Sarah. Ketika tadi pagi mereka tidak sengaja bertemu.
"Jangan berbuat yang aneh-aneh. Karena bisa saja mereka akan mencelakai Natasya. Meski dia diback up keluarga Kusuma tapi tetap saja kita harus waspada"
Ucapan Kai terngiang di telinga Kai.
"Aku heran kenapa kamu bisa bertahan dengan mereka bertahun-tahun" Guman Alex.
"Kak...." Sebuah suara memanggil Alex.
Mandy berjalan mendekat.
"Ya, ada masalah?" Tanya Alex.
Mandy sebenarnya ingin menanyakan kejelasan hubungan mereka. Setelah kejadian hari itu di mana Alex menolong Mandy saat pingsan. Hubungan keduanya membaik. Bahkan boleh dibilang jika Alex seolah memberi tanda kalau dia mulai membuka hati untuknya.
Tapi beberapa hari ini. Sikap Alex berubah. Dia kembali cuek dan terkesan menghindar darinya. Entah hanya perasaannya atau itu benar adanya.
Jadi hari ini dia ingin mendengar dari Alex bagaimana sebenarnya perasaan Alex pada dirinya.
"Aku ingin bertanya kenapa Kakak akhir-akhir ini sulit dihubungi dan seolah menghindar dariku?" Tanya Mandy to the poin.
"Itu aku sedang sibuk. Ada hal yang sedang aku urus" Jelas Alex.
Dia tidak mungkin memberitahukan keadaan Natasya kepada Mandy. Walaupun keduanya teman dekat.
"Apa ini ada hubungannya dengan dia?" Tanya Mandy.
"Aaahhh, itu aku tidak bisa memberitahumu sekarang. Belum waktunya" Jelas Alex.
"Kamu bahkan tidak mau jujur kepadaku" Batin Mandy.
"Baiklah kalau begitu aku pergi dulu" Pamit Mandy.
Kembali dia harus menerima kenyataan jika Alex masih belum mau membuka hatinya untuknya.
"Mandy, bisakah kamu melakukan satu hal untukku?" Ucap Alex tiba-tiba.
"Ya?"
"Aku mohon percayalah padaku. Tunggulah aku sebentar lagi. Jika masalah ini sudah selesai aku janji aku akan memberikan diriku kesempatan untuk dirimu. Aku mohon" Ucap Alex sambil menatap dalam dua bola mata Mandy. Berusaha meraih kepercayaan dari gadis itu.
"Aku akan berusaha" Jawab Mandy. Setelah terdiam beberapa saat.
"Hanya sebentar Mandy, sebentar saja. Aku yakin tidak akan lebih dari minggu ini"
Sesaat kemudian Alex memeluk gadis itu. Mengusap pelan punggung gadis itu.
"Sebentar saja. Setelah itu kamu bebas menentukan sikapmu" Ucap Alex lagi.
Sedang Mandy, hatinya bergetar hebat dipeluk oleh Alex seperti itu. Ingin rasanya dia marah, tapi tidak bisa. Marah karena merasa hanya dijadikan pelarian oleh pria yang tengah memeluknya itu.
***
Kai begitu bersemangat ketika tuan Marcellino Kusuma mengirimkan pesan kalau Natasya bersedia bertemu dengannya. Dia melajukan mobilnya menuju taman yang tidak jauh dari rumah sakit xxx.
Dia langsung masuk ke taman itu begitu dia sampai. Dan hatinya melompat saking senangnya melihat Natasya. Gadis yang sudah membuat gila dirinya akhir-akhir ini.
Gadis itu nampak duduk sambil memainkan ponselnya. Nampak tengah menunggu seseorang.
"Anna.." Sapa Kai lirih.
Membuat Natasya langsung mendongakkan kepalanya. Anna, hanya satu orang yang akan memanggil dirinya dengan nama itu.
Dan dia begitu terkejut melihat Kai telah berdiri di hadapannya. Membawa boneka teddy pink miliknya.
"Kak Adit..." Guman Natasya lirih.
"Maaf aku tidak mengenalimu dari awal. Maaf" Ucap Kai. Sambil berjongkok di hadapan Natasya.
Natasya tidak menjawab. Namun air matanya mengalir deras.
"Kakak bohong padaku. Kakak bohong!" Teriak Natasya dengan emosi yang langsung melesat naik.
"Maafkan kakak. Maafkan aku" Mohon Kai langsung memeluk tubuh Natasya. Membuat tangis Natasya semakin kencang.
Ketika Kai memeluknya ada bahagia tidak terkira yang Natasya rasakan. Tapi dengan cepat rasa itu ditepisnya.
"Sebentar, sebentar saja. Biarkan ini seperti ini. Sebentar saja" Batin Natasya.
Mereka berpelukan agak lama. Melepas rindu yang ada di dalam hati masing-masing.
"Apa kamu percaya bahwa kakak kembali untuk memjemputmu waktu itu" Tanya Kai, ketika keduanya sudah melerai pelukan mereka.
Natasya menggeleng.
"Lalu kakak tidak kembali lagi?" Tanya Natasya.
"Kakak, setelah tidak menemukanmu. Kakak memilih sekolah di Singapura. Mengambil sekolah asrama di sana. Dan baru kembali setelah lulus kuliah. Sekitar 5 tahun yang lalu kakak baru kembali. Kemudian kakak menetap di Surabaya. Setelah orang-orang yang kakak suruh untuk mencarimu tidak menemukanmu" Cerita Kai sambil menatap dalam Natasya.
"Itu karena keluarga Kusuma menutup semua identitasku" Batin Natasya.
"Maafkan kakak. Kakak tidak ada waktu kalian kesusahan. Maafkan kakak" Ujar Kai berulangkali. Dia begitu menyesal meninggalkan gadis itu sendirian. Membiarkannya menghadapi semua kesulitan sendirian.
Natasya kembali menangis.
"Apa kakak tahu apa yang aku alami. Aku dan Nadya pernah tidur di emper toko. Kami pernah seharian tidak makan. Bahkan aku nyaris kehilangan Nadya ketika dia demam tinggi. Aku...." Cerita Natasya terpotong karena Kai sudah kembali memeluk tubuh Natasya.
"Maafkan kakak. Maafkan kakak. Sekarang katakan, apa yang harus kakak lakukan agar kamu memaafkan kakak" Ucap Kai tidak sanggup mendengarkan cerita Natasya lagi.
Natasya terdiam cukup lama. Masih menikmati pelukan Kai. Hingga kemudian dia mengatakan sesuatu yang membuat Kai langsung melepaskan pelukannya.
"Menikahlah dengan Fanny" Pinta Natasya lirih tepat di telinga Kai.
"Apa kamu tidak salah? Menyuruhku menikah dengan gadis lain?" Tanya Kai tidak percaya. Prediksi tuan Kusuma tidak salah.
Natasya menggeleng.
"Anna, kamu tahu kan kalau aku sangat mencintaimu. Aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersamamu" Bujuk Kai.
Ucapan Kai membuat hati Natasya melambung ke angkasa. Dia bahagia Kai memiliki perasaan yang sama dengannya. Tapi kemudian dia sadar. Jika kebersamaan mereka bisa menyakiti hati seseorang, Fanny, adiknya.
"Tarik kata-katamu. Dan aku bisa melawan kakek. Kita bisa pergi dari sini. Kita bisa tinggal di Singapura. Kakak punya rumah di sana. Atau tinggal di manapun yang kamu mau" Bujuk Kai. Namun Natasya menggeleng.
"Aku mohon lakukan untukku" Pinta Natasya.
Sejenak Kai terdiam.
"Apa kamu tidak mencintai kakak?" Tanya Kai menatap kedua bola mata Natasya.
Nafas Natasya tercekat. Dia seolah tidak mampu menjawab pertanyaan Kai. Matanya menatap balik mata Kai. Sejenak keduanya saling mengunci tatapan mereka. Hingga detik berikutnya Natasya memutus kontak mata mereka.
"Tidak. Aku tidak mencintai kakak" Jawab Natasya lirih tanpa berani menatap Kai. Dan airmata kembali meluncur turun dari mata cantik Natasya.
Realitanya, begitu sakit mengatakan tidak mencintai didepan orang yang begitu dia cintai.
"Sudah aku duga" Batin Kai.
Kai hanya menatap Natasya yang menangis terisak di hadapannya. Pikirannya tiba-tiba kosong. Dia tahu Natasya mempunyai perasaan yang sama dengannya. Tapi hanya demi Fanny. Dia memilih mengabaikan perasaannya sendiri
"Yakin tidak ingin mengubah keputusan?" Tanya Kai lagi.
Natasya terdiam. Namun detik berikutnya dia mengangguk. Dengan lelehan air mata yang tak kunjung berhenti.
Kai menarik nafasnya dalam. Lantas kemudian menarik gadis itu dalam pelukannya.
"Kamu tahu Anna. Aku akan melakukan apapun untukmu. Aku akan menuruti semua kemauanmu" Ucap Kai membuat tangis Natasya semakin kencang.
"Bahkan jika aku harus membunuh diriku sendiri" Tambah Kai lagi.
"Aku tidak meminta nyawamu, Kak" Ujar Natasya di tengah isak tangisnya. Dadanya terasa begitu sesak.
"Kamu memintaku menikah dengannya, apa itu tidak sama saja dengan membunuhku perlahan-lahan" Balas Kai lagi.
Dan Natasya semakin membenamkan wajahnya dalam pelukan Kai.
Tiba-tiba saja hujan perlahan turun membasahi bumi. Membuat Alex yang sejak tadi melihat adegan melow mereka ingin keluar dari tempat persembunyian mereka. Namun Hera menahannya.
Keduanya diutus untuk mengawal Natasya. Kai tidak mungkin melukai Natasya tapi keadaan gadis itu tidak stabil dalam beberapa hari ini. Membuat Jocelyn begitu khawatir. Anemia mulai menyerang tubuh Natasya. Membuat tensi darah Natasya terus menurun. Dan ini sangat membahayakan.
Hingga satu keputusan keluar dari tim dokter yang khusus menangani Natasya. Paling lambat akhir minggu ini Natasya harus menjalani stem cell.
"Maafkan aku Kak. Maafkan aku. Aku tidak ingin kakak ikut hancur melihat keadaanku" Batin Natasya.
**
Up lagi readersku tercinta,
Ikutan mewek nggak? Kalau author dah ikutan mewek dari tadi, tahu deh kalian 😢ðŸ˜ðŸ˜
Anyway thank's sudah mampir ke karya author,
Jangan lupa di like ya readersku tercinta,
Happy reading everyone,
Love you all 😘😘😘
****