You'll Always Be The One

You'll Always Be The One
Chapter 66



Kai memandang pemandangan malam kota Singapura dari penthouse miliknya. Dia sudah kembali dari kantornya beberapa saat yang lalu.





All kredit google.com


Sebuah kotak cincin berada diatas meja kerjanya. Dan cincin Natasya berada di dalamnya.


Beberapa saat sebelum terbang ke Singapura. Jocelyn meminta untuk bertemu. Dan ternyata Jocelyn ingin mengembalikan cincin Natasya yang ditemukan oleh petugas kebersihan ketika sedang membersihkan kamar Natasya.


Kai menarik nafasnya nafas. Ada banyak pertanyaan dalam kepalanya. Natasya mengatakan mencintainya dirinya. Tapi melepaskan cincin pemberiannya. Kenapa?


Belum lagi laporan anak buahnya kalau Fanny yang pergi ke Surabaya. Yang pada awalnya dia kira untuk liburan. Ternyata sudah memiliki usaha butik di sana. Dan tinggal di salah satu apartemen di kota Surabaya. Apa yang sedang dilakukannya?


Ditambah beberapaa saat yang lalu. Pertemuan antara dirinya dengan Justin dan juga Steven Liu. Seolah mulai menjawab teka-teki soal siapa dirinya.


Beberapa jam yang lalu,


"Ada kemungkinan kamu adalah bagian dari keluarga kami. Keluarga Liu" Steven memulai pembicaraannya.


Kai menarik sudut bibirnya.


"Anda bercanda kan?" Tanya Kai jelas tidak percaya.


"Karena itu tes DNA sedang kami lakukan. Dan hasilnya akan keluar paling cepat dalam dua minggu ke depan" Balas Steven.


"Tapi aku tidak merasa pernah memberikan sample apapun untuk tes DNA" Sahut Kai. Namun detik berikutnya pandangan matanya mengarah kepada Justin. Membuat kekasih Nadya itu hanya bisa nyengir kuda.


"Kapan kau melakukannya?" Tanya Kai.


"Saat kakak terluka waktu itu" Jawab Justin.


"Itu ilegal Justin. Aku bisa menuntutmu" Kai berucap dingin.


"Sorry" Jawab Justin. Ia tahu Kai hanya bercanda.


"Darimana tuan Steven menyimpulkan kemungkinan itu" Tanya Kai.


"Entahlah. Pada awalnya hanya feeling saja. Tapi setelah mendengar cerita Justin tentang asal usulmu. Aku mulai curiga. Dan ingin mencari tahu. Dan satu lagi. Ada benda dari dirimu yang terus memberikan tanda yang hanya keturunan Liu yang memiliki" Jelas Steven.


"Maksudmu gelangku ini?" Kai menunjukkan gelang dalam kotak beludru.


Steven mengangguk.


"Jika kamu tidak keberatan bisa kamu pinjamkan itu kepadaku. Aku akan menyelidikinya" Pinta Steven.


Merasa tidak ingin berharap terlalu banyak pada asal usulnya. Pada akhirnya Kai mengizinkan Steven meminjam gelangnya.


"Jangan hilangkan, okey? Karena gelang itu aku menemukan cintaku" Ucap Kai.


"Kamu memiliki kekasih?" Tanya Steven.


"Calon istri sebenarnya, Tuan" Jelas Justin.


Raut wajah Steven mendadak berubah. Khawatir. Namun dengan cepat dia mengubahnya menjadi mode datar dan dingin.


"Baiklah kalau begitu. Kami permisi dulu" Pamit Steven.


***


Sementara di tempat yang berbeda. Masih di negara Singa itu.


"Dokter Su ini adalah gelang milik Kaizo Aditya. Aku rasa gelang inilah yang menimbulkan signal itu. Karena menurut Kai gelang itu berada di lehernya saat dia ditinggalkan di panti asuhan" Ucap Steven.


"Tapi Stev, signal itu menghilang sejak semalam? Ini aneh" Jawab seorang pria yang dia panggil dokter Su.


Keduanya terdiam.Hingga kemudian tiba-tiba terlintas di kepala dokter Su.


"Kecuali itu bekerja menggunakan DNA sistem" Dokter Su berucap cepat.


Membuat Steven heran. Dia tidak paham.


"Aku akan menyelidikinya dulu. Aku akan memberitahumu jika hasil penyelidikanku sudah keluar. Yang perlu kau lakukan saat ini adalah mulai melindunginya. Karena ada kemungkinan Luis Liu, sepupumu juga tengah mengincarnya. Itu bisa berbahaya" Info dokter Su.


"Kaizo bisa menjaga dirinya. Yang aku khawatirkan Luis akan menggunakan orang terdekatnya untuk menekan Kaizo" Steven menjawab.


"Apa dia mempunyai seseorang yang seperti itu?" Tanya dokter Su.


"Kai punya seorang calon istri?" Jawab Stevan.


"Calon istri? Lalu bagaimana dengan perjodohan yang sudah diatur sejak mereka kecil?" Dokter Su bertanya.


"Kita pikirkan itu nanti. Lagipula aku tidak terlalu setuju dengan perjodohan itu. Aku tidak menyukai gadis itu" Steven menjawab


"Lalu bagaimana dengan calon istri Kai atau bisa aku mulai memanggilnya dengan nama aslinya. Eric Liu" Tanya dokter Su.


"Semua belum pasti. Calon istri Kai, menurut Justin dia memang spesial. Cantik, pintar dan dia berasal dari salah satu keluarga terkaya di negeri itu" Info Steven.


"Kalau begitu mulailah untuk melindungi gadis itu. Karena aku rasa Kai tidak tahu bahaya yang sedang mengincar calon istrinya itu" Saran dokter Su.


"Masalahnya gadis itu baru saja menghilang" Jawab Steven.


"Apa maksudmu dengan menghilang? Diculik?"


"Kai mengatakan kalau gadisnya itu sedang dalam libuaran rahasianya. Yang dia sendiripun tidak tahu di mana"


"Tapi bukankah semua belum pasti, Dok. Kita saja masih menunggu hasil tes DNA Kai untuk mengetahui siapa dia sebenarnya"


"Tapi Stev jika mereka bisa menangkap signal dari gelang ini. Itu sudah cukup untuk membuktikan kalau pemilik gelang ini adalah bagian dari keluarga Liu. Yang sudah kita cari bertahun-tahun ini"


"Aku heran ada apa dengan gelang ini. Kenapa signalnya baru muncul sekarang. Padahal Kai bilang gelang itu ada di lehernya ketika dia diantar ke panti asuhan 20 tahun yang lalu"


"Karena itu biarkan aku menelitinya dulu. Jika dugaanku benar. Aku akan memberitahukannya padamu"


"Baiklah, Dok. Kau teruskan saja pekerjaanmu. Kabari aku jika sudah menemukan sesuatu" Steven lantas keluar dari lab Dokter Su.


Tanpa mereka sadari seseorang merekam pembicaraan mereka.


Dan seseorang di ujung sana. Di belahan bumi yang lain tersenyum mendengar pembicaraan dokter Su dan Steven Liu.


"Cari informasi mengenai kekasih dari pria yang bernama Kaizo ini" Perintah pria itu yang tak lain adalah Luis Liu.


Tak berapa lama sebuah gambar nampak terpampang di layar monitor di hadapan Luis. Membuat Luis terkejut luar biasa.


"Kalian tidak salah mencari kan?" Tanya Luis tidak percaya.


"Tidak, tuan. Tuan Kaizo memang pernah hampir menikah tapi dia melarikan diri di hari pernikahannya dan lebih memilih gadis ini" Jelas seorang stafnya.


Luis memandangi layar monitornya. Dimana foto Natasya terpampang di sana. Luis terkejut, bukan hanya karena foto itu adalah kekasih Kaizo Adytia. Tapi karena foto itu menunjukkan wajah yang sama persis dengan wajah kekasihnya yang sudah meninggal.


Dan juga karena dia sendiri pernah bertemu dengan gadis ini sebelumnya. Ingatannya melayang ke dua tahun silam. Di mana, waktu itu Luis Liu yang tengah berada di Jakarta untuk keperluan bisnisnya. Terpaksa harus mencari taksi karena mobil yang ia gunakan tiba-tiba mogok di jalan.


Luis yang awam dengan keadaan Jakarta tentu saja panik. Mobil cadangan yang dikirimkan untuknya mungkin akan datang sedikit terlambat karena macet yang memang sudah menjadi hal biasa di Jakarta. Apalagi saat jam sibuk.


Hingga satu suara yang lembut terdengar menyapanya. Membuat Luis terkejut. Lebih terkejut lagi ketika melihat pemilik suara itu.


"Luna..." bisik Luis lirih.


"Can I help you sir? You look so confused" Tanya gadis itu.


(Ada yang bisa saya bantu Tuan. Anda terlihat bingung)


Namun Luis yang tengah terkejut tidak segera menjawab pertanyaan gadis itu. Hingga asisten yang bertugas mendampingi Luis yang menjawab. Kebetulan dia orang Indonesia.


"Ah begini Mbak. Mobil kami mogok. Dan kami sedang terburu-buru. Nyari taksi dari tadi tidak ada yang lewat" Terang asisten itu. Sementara Luis hanya terdiam menatap gadis yang tengah berbicara dengan asistennya itu.


"Ini tidak mungkin kamu kan Luna. Jelas-jelas aku sendiri yang memakamkan jasadmu. Ini pasti tidak benar" Batin Luis.


"Oh, terima kasih mbak kalau begitu" Ucapan asistennya membuat lamunan Kai buyar.


"Tuan kita bisa memakai taksi online Mbaknya ini. Katanya sebentar lagi sampai" Ucap asistennya dalam bahasa Cina.


Dan benar saja sebuah taksi online datang. Setelah menjelaskan situasinya akhirnya supir taksi online itu mau mengantarkan Luis dan asistennya ke tempat tujuan mereka.


Sang asisten mengucapkan terima kasih. Dan berlalu menggunakan taksi online milik gadis itu. Sedang Luis terus saja memandang gadis itu dari spion taksi online itu. Hingga wajah gadis itu tidak terlihat lagi.


Saat itu Luis langsung mencari tahu siapa gadis itu. Namun dia tidak bisa menemukan data gadis itu yang tak lain adalah Natasya. Sebab waktu itu keluarga Kusuma menutup semua informasi mengenai Natasya. Menutupi identitasnya agar tidak terluka oleh ulah bu Sarah.


Kembali ke masa sekarang,


Luis masih memandang foto Natasya yang disandingkan dengan foto Kai di layar monitor di depannya.


"Bukankah ini sebuah kebetulan yang manis" Ucap Luis sambil menyeringai.


"Cari di mana gadis itu berada" Perintah Luis.


"Dia menghilang tuan" Jawab stafnya cepat.


"Apa maksudmu?" Luis bertanya heran.


"Kami tidak bisa menemukannya di manapun" Jawab stafnya lagi.


Seketika Luis menggebrak mejanya. Dia tidak ingin kehilangan gadis itu lagi kali ini. Terlebih setelah stafnya melapor kalau signal dari chip yang berasal dari keluarga Liu juga turut menghilang.


"Cari sampai dapat" Perintah Luis mutlak.


"Tuan.." Seorang staf ingin melapor padanya.


"Tuan Kaizo Aditya dilaporkan bertemu dengan tuan Steven tadi sore di Singapura" Lapor staf itu setelah Luis memberinya kode untuk bicara.


"Aaaaah kau juga mulai bergerak, Stev" Luis kembali menyeringai.


****


Bonus visual readersku tercintah,


Jin Han sebagai Steven Liu



Jonny Zhang sebagai Luis Liu



Mereka pernah beneran jadi rival bisnis di drama Cina "Our Glamorous Time"


So enjoy the visual


Love you all, 😘😘😘


****