
Meskipun ternyata prosedur stem cell hanyalah dengan menyuntikkan sel punca pada area tulang panggul. Namun nyatanya kami yang awam tetap menyebutnya operasi.
Karena Natasya tetap mendapatkan bius total. Tentu saja untuk mengurangi rasa sakit akibat tusukan jarum. Karena kemungkinan bukan hanya sekali tusukan jarum itu akan diberikan. Bisa berkali-kali untuk mendapatkan ruang yang lebih banyak. Agar ruang untuk sel punca juga ada banyak.
Semua orang menunggu dengan cemas di depan ruang operasi. Kai lebih cemas lagi. Sama halnya dengan Nadya. Akhirnya setelah hampir dua jam. Operasi itu selesai dilakukan.
Jocelyn dan Edgard yang keluar dari ruang operasi itu terlihat sangat senang.
"Prosedurnya sukses" Jocelyn menginfokan.
"Kita harus mengobservasinya dalam beberapa hari ke depan" Edgard menjelaskan.
Semua orang mengangguk paham.
Sementara itu,
"Mbak, mbak Fanny. Ini gawat ada polisi di bawah. Kabarnya ingin menangkap Mama Mbak" Ucap Vera cepat.
Mendengar hal itu. Fanny langsung melesat keluar dari ruang kerjanya. Sampai di bawah dia membulatkan matanya. Melihat mamanya setengah diseret oleh dua orang polisi.
"Ini ada apa, Ma?" Tanya Fanny.
"Fanny tolong mama. Mereka mau membawa mama ke kantor polisi" Bu Sarah memohon.
"Ini ada apa ya pak? Saya putrinya" Tanya Fanny.
"Maaf Mbak. Saya hanya menjalankan tugas untuk membawa Ibu Anda ke kantor polisi" Jawab polisi itu.
"Masalahnya?"
"Ibu Anda dituduh telah sengaja menabrak dan meninggalkan Nyonya Celina Wulandari Atmaja. Hingga beliau meninggal. Dan juga 3 kali percobaan pembunuhan terhadap Saudari Natasya Arianna Atmaja" Jawab polisi itu.
Membuat baik bu Sarah maupun Fanny terkejut.
"Atmaja? Sejak kapan perempuan itu memiliki nama Atmaja dibelakangnya. Ini bisa gawat" Batin Bu Sarah.
Fanny jelas terkejut dengan hal itu.
"Tabrak lari, percobaan pembunuhan? Apalagi ini"
Pertanyaan demi pertanyaan muncul dikepala Fanny.
"Tunggu, Bapak jangan asal nuduh ya. Tidak ada buktinya kok" Elak bu Sarah.
"Kami memiliki bukti dan saksi yang kuat Bu. Jadi mohon kerjasamanya. Jika ada yang ingin disampaikan silakan nanti saat sampai dikantor. Silahkan hubungi pengacara Anda. Karena pengacara penggugat sudah siap" Jelas polisi itu.
"Siapa penggugatnya kalau saya boleh tahu pak?" Tanya Fanny.
"Penggugatnya pengacara Siregar yang mewakili tuan Surya Atmaja" Jawab polisi itu.
Jedeerrrr,
Jawaban polisi itu membuat bu Sarah kaget bukan kepalang.
"Surya Atmaja pemilik Atmaja Group. Ada hubungan apa wanita dan gadis tidak tahu diri itu dengan Surya Atmaja" Batin Bu Sarah.
Bu Sarah sama sekali tidak bisa melawan ketika dirinya digiring masuk ke mobil polisi yang menunggunya.
Fanny hanya bisa menangis melihat sang Mama dibawa pergi menggunakan mobil polisi. Fanny langsung melesat masuk ke mobilnya. Setelah meninggalkan pesan pada Vera.
Fanny pikir dia harus meminta bantuan kakeknya dalam hal ini.
Sedang di sisi lain. Setelah prosedur stem cell Natasya berhasil dilakukan. Dan gadis itu dipindahkan ke ruang ICU untuk observasi awal dalam waktu 1x24 jam.
Kai sudah duduk di kafe di salah satu sudut rumah sakit itu. Dia tidak sendiri. Di depannya duduk juga Justin. Pria yang saat ini tengah menjalin kasih dengan Nadya.
"Jadi ceritakan padaku apa yang terjadi?" Ucap Kai setelah menyesap kopinya. Melepaskan sedikit ketegangan yang sempat melanda.
Justin jelas senang. Sebab selama ini Nadya tidak pernah mau mendengarkan cerita dan penjelasannya.
"Aku dijebak. Dia memberiku obat yang dicampur ke dalam minumanku. Membuatku mabuk dan hampir hilang kendali. Tapi aku bersumpah aku belum sempat bercin** dengannya. Ja**** itu baru memulai aksinya melucuti pakaianku, ketika Nadya masuk ke apartemenku dan memergoki kami" Jelas Justin singkat.
"Dan menganggapmu berselingkuh di belakangmu" Tanya Kai. Dan Justin mengangguk.
Kai menghela nafasnya.
"Kak, aku sungguh mencintai Nadya. Aku ingin menikahinya. Bukan hanya ingin tubuhnya saja. Aku cukup marah ketika Nadya mengatakan kalau semua pria sama saja. Hanya menginginkan tubuh wanita sebagai pelampiasan hasrat s*** saja" Marah Justin.
"Kamu harus sadar. Semua wanita akan berpikir seperti itu, jika melihatmu dalam kondisi seperti itu. Nadya pasti kecewa" Ucapan Kai membuat Justin terdiam.
Yeah, dia sempat melihat betapa terlukanya Nadya saat melihat Sandra yang sudah na*** saat itu berusaha menyentuh miliknya.
"Dia sangat mencintaimu sehingga kenyataan ini begitu menyakitkan untuknya. Tanpa melihat yang sebenarnya. Dia hanya mempercayai apa yang di lihatnya. Karena takut jika kebenarannya akan semakin membuatnya terluka" Jelas Kai.
"Jadi aku harus bagaimana Kak?" Justin jelas frustrasi.
"Bersabarlah. Thomas sedang menyelidiki hal ini. Mungkin besok sudah ada hasilnya" Hibur Kai menenangkan.
Namun tak berapa lama ponsel Kai berbunyi.
"Thomas?" Guman Kai.
"Ya?"
"..."
"Lalu"
"..."
"Terserah tapi bermainlah dengan aman. Aku tidak mau terjadi kekacauan lagi. Mintalah bantuan Steven jika kamu kesulitan" Pinta Kai lantas menutup teleponnya.
"Bagaimana?" Tanya Justin.
"Thomas sudah punya rencana untuk menjebak siapa itulah namanya. Tapi rupanya perempuan itu punya hubungan dengan Tuan Su. Jadi mungkin ini agak sedikit berat. Jika sampai perempuan itu minta dicover sama tuan Su. Jadi aku suruh Justin minta bantuan pada Steven jika perlu" Jelas Kai.
"Kakak kenal Steven Liu?"
"Aku juga mengenalnya. Dia sedang mencari saudara sepupunya yang hilang. Anak dari Paman tertuanya" Cerita Justin.
"Ooo, hilang di mana?" Tanya Kai sekedarnya.
"Katanya mereka kehilangan jejak di Jakarta. Karena itu dia meminta bantuanku untuk mencari sepupunya itu jika suatu saat kembali ke Jakarta" Jawab Justin.
"Dia tidak pernah bercerita soal itu kepadaku. Lalu bagaimana dia mencari sepupunya itu? Apa dia punya petunjuk"
"Katanya anak itu memiliki chip yang bisa menunjukkan di mana anak itu berada. Dan kemarin dia menemuiku kalau chip itu sedang aktif dan lokasi terakhirnya ada di sini" Tutur Justin.
"Jakarta maksudmu?" Tanya Kai.
Justin mengangguk.
Keduanya terdiam.
Tiiing, sebuah pesan masuk. Membuat Kai langsung berdiri.
"Dia sadar. Aku masuk dulu. Bersabarlah sebentar lagi. Semua akan baik-baik saja" Ucap Kai menepuk pelan bahu Justin. Lantas melesat masuk ke rumah sakit.
Meninggalkan Justin seorang diri.
"Halo bisa kau selidiki seseorang untukku. Aku akan mengirimkan datanya sebentar lagi" Ucap Justin melalui ponselnya.
***
Kai langsung masuk ke ruang ICU di mana Natasya dirawat. Dia bertemu Jocelyn di depan ruangan itu.
"Bagaimana keadaannya?" Kai yang sudah siap dengan pakaian sterilnya.
"Sejauh ini bagus. Tubuhnya tidak menunjukkan reaksi penolakan pada sel punca yang kita berikan" Jelas Jocelyn.
"Baguslah kalau begitu" Ucap Kai ikut lega.
Kai langsung masuk dan mendapati Nadya yang juga berada di sana. Natasya langsung mengembangkan senyumnya melihat Kai.
"Masih sakit?" Tanya Kai langsung mencium kening Natasya.
"Ada jomblo, Kak" Protes Nadya.
"Sedikit" Jawab Natasya.
"Siapa yang jomblo?" Tanya Kai.
"Akulah siapa lagi" Jawab Nadya.
"La kamu putus sama pacar kamu?" Natasya bertanya kali ini.
"Iya, aku putusin dia" Jawab Nadya bersungut-sungut.
"Belum kok. Orang Justin belum mau diputusin. Mereka lagi main kucing-kucingan. Seperti Tom and Jerry jaman now" Jelas Kai.
"Ada masalah diselesaikan jangan ditinggal kabur" Ucap Natasya.
Membuat Nadya langsung menundukkan kepalanya. Ya, selama ini dia memang selalu menghindar dari Justin. Menolak mengetahui kebenarannya. Takut jika kebenaran itu justru semakin melukainya.
"Tidak semua yang kamu lihat sama dengan realitanya" Ucap Kai. Membuat Nadya berpikir. Apa benar Justin tidak seperti yang dia tuduhkan selama ini.
"Hadapi saja. Jangan lari dari masalah" Saran Kai lagi.
Ucapan Kai, membuat Nadya menelan salivanya sendiri.
"Bertemu Justin. Sepertinya aku belum siap" batin Nadya.
***
Up lagi readersku tercintah,
Bonus visual Nadya ya,e
Kredit google.com
Zhao Lusi as Nadya
Sama Justin,
Kredit google.com
Riley Wang as Justin
Aku pasangin mereka soalnya mereka pernah main di satu drama dan mereka so sweet banget 😍😍😍
Kredit google.com
Tak kasih bonus biar ilang ngantuknya,
Bonusnya sudah jangan lupa like like like
Vote vote vote
Kembang ma kopinya jangan lupa biar mas Kai betah begadang nememin neng Anna yang baru melek dari operasinya,
Happy reading semuanya,
Love you all 😘😘😘😘
****