
Nadya yang mendengar cerita Kai langsung berderai air mata. Terbukti benar, firasat tidak enaknya beberapa hari ini terbukti.
Wajah cantik Nadya langsung berubah sedih.
Kredit instagram@zhaolusi_official
Visuale Nadya ya guys (Zhao Lusi)
Melihat Nadya menangis. Membuat Kai menjadi merasa bersalah. Pria itu lantas meraih tangan Nadya.
"Maafkan kakak. Kakak tidak bisa menjaganya dengan baik" Ucap Kai.
Nadya lantas menatap pria tampan didepannya itu. Tampan, namun Nadya bisa melihat kesedihan dan penyesalan di wajah pria yang mengenakan jas berwarna navy sebagai outernya dan kaos hitam sebagai inner. Dipadukan dengan celana berwarna hitam.
Kredit instagram@linyi 80
Antarkan aku padanya" Pinta Nadya tiba-tiba. Kai tentu saja tidak bisa menolak permintaan Nadya.
Keduanya keluar dari restoran setelah Kai membayar bill makanannya. Sepanjang perjalanan Nadya hanya diam. Sama sekali tidak berbicara.
Begitu sampai dirumah sakit. Nadya langsung menuju ke ruang ICU. Dimana dia langsung menangis begitu melihat Hera disana.
"Kak...." Panggil Nadya langsung masuk ke pelukan Hera. Dia menangis tersedu-sedu di sana. Membuat yang lain ikut merasa bersalah tidak mampu menjaga Natasya. Terlebih Jocelyn.
"Ah Tante, biarkan aku membalas budimu. Biarkan aku menyembuhkan putri tante" Batin Jocelyn menepuk-nepuk punggung Nadya.
Tangis Nadya semakin kencang ketika dia masuk ke ruang ICU di mana kakaknya dirawat.
"Kak, ini aku Nadya Kak. Aku pulang" Ucap Nadya berderai airmata sambil memeluk tubuh sang kakak.
Kai yang menemani Nadya masuk ikut berkaca-kaca.
"Dia akan bangun. Besok dia akan menjalani operasi. Dia pasti bangun. Percayalah pada Kakak" Ucap Kai.
"Bawa dia kembali, Kak" Mohon Nadya.
"Kakak akan membawanya kembali. Jangan khawatir" Ucap Kai sungguh-sungguh.
Cukup lama mereka berada didalam. Nadya sempat bercerita bagaimana galaknya Kai, kala menjadi tutornya. Membuat pria itu mati-matian mengelak.
Hingga malam mulai merayap.
"Apa semua sudah siap, asisten Sam?" Tanya Kai melalui ponselnya.
"..."
"Saya akan mengantarnya pulang sekarang" Ucap Kai lagi.
Membuat Nadya yang tengah bercanda dengan Alex melirik Kai.
"Pulang? Siapa yang mau pulang?" Tanya Nadya.
"Alex, jangan meleng!" Ucap Kai memperingatkan.
"Oh come on Kai. Aku hanya tidak percaya, kalau adiknya secantik ini" Elak Alex.
Padahal dia benar-benar terpesona pada kecantikan Nadya.
"Kau pikir, aku tidak tahu yang ada di kepalamu itu. Dasar playboy!" Maki Kai.
"Haissshh, kau ini tidak bisa lihat orang senang sedikit saja" Alex protes.
Kai mengedikkan bahu.
"Ayo aku antar pulang ke rumahmu" Ajak Kai.
"Gak mau ah. Di rumah nggak ada orang" Tolak Nadya.
"Ada orang kok dirumahmu. Banyak" Ucap Kai lagi.
"Ini rumah yang mana ya. Kan kak Hera sama kak Evan ada disini?" Tanya Nadya.
"Makanya, ayo aku antar pulang. Nanti aku ceritakan dijalan" Ucap Kai meraih tangan Nadya lantas membawanya keluar.
"Serius itu tadi adiknya Natasya?" Tanya Alex tidak percaya.
Hera dan Evan menganggukkan kepalanya.
"Sial! Kenapa aku tidak tahu adiknya juga cantik" Batin Alex.
"Dia sudah punya pacar" Ucap Hera.
Alex terdiam.
Sementara di dalam mobil. Setelah beberapa saat berlalu.
"Loh Kak, ini bukan ke arah rumahku. Kakak tahu rumahku tidak?"
"Tahu. Kita akan pulang ke rumahmu yang sebenarnya. Dimana keluargamu menunggu" Ucap Kai.
"Kak, jangan membuatku bingung lagi. Aku masih pusing soal kak Natasya" Rengek Nadya.
Kai terkekeh. Dia kembali bercerita.
"Yang benar? Kakak nggak bohong kan? Aku masih punya seorang kakek? Bukan kakek yang itukan?" Cecar Nadya.
Nadya kembali menangis. Tidak percaya jika dia masih punya keluarga lain selain kakaknya.
Mobil Kai mulai masuk ke sebuah halaman rumah mewah yang luas.
"Ini rumah siapa Kak?" Tanya Nadya.
"Coba dari semua orang dinegeri ini. Pilihlah satu nama, yang kamu ingin sekali dia menjadi keluargamu" Kai sedikit bercanda.
Nadya berpikir.
"Eemm, kalau boleh milih. Jadi bagian Atmaja Group enak kali ya. Rangkaian bank-nya dimana-mana. Pasti enak hidupnya" Ucap Nadya membayangkan duit yang begitu banyak.
Kai terkekeh. Saat ini keduanya sudah berada di depan pintu besar rumah itu. Dan tak lama pintu besar itu terbuka. Nadya melongo melihat beberapa pelayan berbaris menyambutnya.
"And then, your dream will come true. Welcome home, miss Nadya Arina Atmaja" Ucap Kai membuat Nadya terpaku.
(Lalu mimpimu akan menjadi nyata. Selamat datang di rumah nona Nadya Arina Atmaja)
"Ini apa? Atmaja? Siapa yang Atmaja?" Tanya Nadya masih tidak paham.
"Masuk saja dulu. Aku capek. Tanya sendiri pada kakekmu sana" Ucap Kai mendorong tubuh Nadya masuk.
"Selamat datang Nona Muda kedua" Sapa pelayan itu sambil membungkukkan badan.
"Ini apa sih?" Guman Nadya.
Sedang diujung sana seorang pria yang sudah terlihat tua. Nampak tersenyum memandang Nadya yang tengah berjalan ke arahnya.
"Selamat datang, cucuku" Ucap pria tua itu. Senyum jelas terkembang sempurna dibibir rentanya.
"Dia siapa, Kak?" Tanya Nadya.
"Dia Surya Atmaja. Kakekmu" Jelas Kai.
Nadya melongo. Dia jelas tidak percaya dengan hal itu. Tuan Atmaja seolah tahu, jika Nadya tidak percaya padanya. Hingga kemudian dia menggeser tubuhnya.
"Apa kamu mengenal mereka?" Tanya tuan Atmaja. Menunjuk sebuah bingkai foto besar dibelakangnya. Yang memperlihatkan sebuah foto pernikahan yang sederhana. Namun langsung membuat Nadya menangis.
"Ayah, Ibu" Ucap Nadya lirih. Air mata mulai turun diwajahnya.
"Ibumu Celina Wulandari Atmaja adalah putriku" Ucap tuan Atmaja. Membuat Nadya langsung menoleh, menatap pria tua itu.
"Jadi kamu ..."
"Kakekmu nak, maaf kakek baru bisa menemukanmu dan kakakmu sekarang. Maaf" Ucap tuan Atmaja dengan mata berkaca-kaca.
Tak ayal lagi, Nadya langsung menghambur masuk ke dalam pelukan sang kakek. Menumpahkan semua kesedihan sekaligus kegembiraannya disana.
"Nadya pikir, Nadya hanya punya kak Tasya seorang. Tapi ternyata Nadya masih punya seorang kakek hiks, hiks, hiks...." Tangis Nadya.
"Maafkan kakek Nak, maafkan Kakek. Kakek baru punya keberanian untuk bertemu kalian. Maaf kakek membuat hidup kalian menderita di luar sana" Ucap tuan Atmaja. Menepuk-nepuk punggung cucunya.
Sedang Kai hanya memandang kejadian itu sambil memainkan ponselnya. Para pelayan ikut terharu melihat pertemuan itu. Akhirnya rumah mereka tidak akan sepi lagi. Karena ternyata tuan mereka masih mempunyai dua orang cucu.
Kai bosan memainkan ponselnya lantas beralih memainkan ponsel Natasya.
"Haissh, kenapa isinya drama semua
sama aktornya lagi. Wah, wah ini perselingkuhan namanya" Batin Kai.
"Kak makan yuk, lapar. Habis itu kita ke rumah sakit" Ucap Nadya.
"Kamu dirumah saja. Besok saja ke rumah sakitnya. Sudah malam. Kakek juga baru sembuh. Tidak boleh terlalu capek" Jawab Kai panjang lebar.
"Lah, kenapa dia lebih cerewet daripada emak-emak komplek" Protes Nadya.
"Emak-emak komplek katamu?" Kai balik protes.
"Emang iya. Cerewet" Sahut Nadya.
"Aduh Kek. Cucumu yang satu ini pedas betul omongannya. Aku nggak yakin Justin betah sama kamu" Cibir Kai.
Kini ketiganya sudah ada di meja makan. Mendengar nama Justin. Wajah Nadya langsung sendu.
"Kenapa? Ada masalah dengan hubungan kalian?" Tanya Kai yang melihat perubahan wajah Nadya saat mendengar nama Justin.
"Tidak ada. Kami hanya sedang ada masalah" Jawab Nadya.
Tuan Atmaja hanya memperhatikan interaksi kedua cucunya tersebut. Seulas senyum terbit dibibirnya.
***
Up lagi readersku tercintah,
Like nya mana. Like nya mana
Vote vote vote ayo dipersilahkan
Kopi ma kembangnya jangan sampai ketinggalan
Happy reading semuanya,
Akhir sekali author love you all 😘😘😘
***