You'll Always Be The One

You'll Always Be The One
Chapter 73



"Kamu tahu aku seperti orang gila. Ketika aku tidak bisa menemukanmu dimana-mana?" Kata Kai yang kini sudah duduk di kursi di dekat bed Natasya.


"Kan aku sudah meninggalkan pesan" Kilah Natasya.


"Aiishh pesan apa itu. Kamu pikir itu cukup untuk mencegahku agar tidak mencarimu" Desis Kai.


"Kita pulang besok. Lusa kita menikah" Ucap Kai lagi.


"Eehhhh, apa maksudmu menikah lusa?" Tanya Natasya.


"Jadi kamu tidak mau menikah denganku?" Kai bertanya kesal.


"Eeehhmmm itu..." Natasya menggantung ucapannya.


"Astaga kamu masih belum mau menikah denganku?" Kai tidak percaya.


"Kak... jangan memaksaku aku mohon" Pinta Natasya menatap dalam mata Kai.


Hingga detik berikutnya. Bibir Natasya telah bertaut sempurna di bibir Kai. Membuat pria itu terkejut seketika. Namun tak urung diapun menikmati ciuman kekasih hatinya itu. Beberapa waktu berlalu. Perlahan Natasya melepaskan ciumannya.


"Kamu semakin berani ya" Kai berucap dengan senyum terkembang dibibirnya.


Sedang Natasya langsung tersenyum simpul mendengar ucapan Kai. Sejurus kemudian gadis itu sudah masuk dalam pelukan Kai. Memeluk erat tubuh pria yang begitu ia rindukan. Menempelkan wajahnya pada dada bidang sang kekasih. Membuat Kai perlahan membalas pelukan kekasihnya itu.


"Aku sangat merindukanmu Kak. Aku mencintaimu. Tapi jangan lusa jika kita mau menikah" Pinta Natasya manja.


Membuat Kai mengulum senyumnya. Tiga minggu tidak bertemu. Kenapa gadisnya ini jadi begitu manja.


"Lalu kapan kamu mau menikah denganku. Begini saja kamu sudah memancingnya. Membuatku tergoda" Bisik Kai.


Membuat Natasya langsung melepaskan pelukannya.


"Iiissshhh, begitu saja sudah tergoda" Cebik Natasya.


"Hei, aku pria normal" Bela Kai.


"Aku tahu Kakak normal. Tapi bukannya kalian para pria suka main-main dengan perempuan di luar sana" Sahut Natasya sebal.


"Hei, aku tidak bermain-main dengan wanita lain. Aku bahkan tidak punya kekasih selain kamu Anna" Jelas Kai.


"Bohong!" Balas Natasya cepat.


"Astaga, begini ini kalau sudah melawan perempuan yang lagi cemburu. The woman is always right" Gerutu Kai


"Aku tidak cemburu Kak" Tegas Natasya.


"Lalu itu tadi apa namanya?"


"Aku tidak percaya kalau Kakak belum pernah berkencan dengan wanita lain"


"Mau bukti?" Tanya Kai dengan satu alis terangkat.


"Tanyakan pada Leo apa aku pernah punya kekasih selain kamu"


"Alah dia kan anak buahmu. Pasti dia membelamu" Sahut Natasya tidak percaya.


Akhirnya Kai hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Anna kamu mau percaya atau tidak. Tapi aku berani bersumpah. Aku tidak pernah berkencan dengan wanita lain. Aku belum pernah bercin** dengan wanita manapun. Aku hanya pernah jatuh cinta padamu. Terdengar bodoh mungkin tapi aku dua kali jatuh cinta pada wanita yang sama. Dirimu. Baik sebagai Anna atau sebagai Natasya. Aku mencintaimu Anna" Jelas Kai panjang lebar.


Beberapa saat keduanya terdiam.


"Lalu sebenarnya yang kakak cintai siapa? Anna atau Natasya?" Tanya Natasya dengan wajah polosnya.


"Anna, kamu minta aku gigit sekarang ya!" Teriak Kai tidak peduli bahwa dia ada di rumah sakit.


Malam harinya Natasya akhirnya diizinkan pulang. Memutuskan untuk naik taksi online. Daripada menyuruh Agus menjemput mereka kembali.


Keduanya turun di depan rumah Nek Lastri. Ketika keduanya melihat Agus yang tengah berdebat dengan seorang perempuan. Siapa lagi kalau bukan Ika.


Perempuan itu masih saja menyalahkan Natasya karena dianggap telah merebut Agus darinya. Sedang Nek Lastri yang mendengar perdebatan Agus dan Ika dari dalam rumah hanya memutar matanya jengah.


Ketika Kai dan Natasya turun dari taksi. Sontak kedua orang itu langsung menghentikan perdebatan mereka. Sedang Nek Lastri langsung keluar rumah begitu mendengar suara mobil yang berhenti di depan rumahnya.


"Lah kok nggak minta dijemput to Mas" Ucap Agus yang langsung menyambut kedatangan Kai dan Natasya. Tidak peduli dengan tatapan tidak suka Ika.


"Nggak apa-apa. Nanti ndak malah cuma bolak-balik nggak karuan" Balas Natasya.


Gadis itu nampak berjalan dengan Kai yang berjalan disampingnya. Jaket merah Kai sudah berpindah ke tubuh Natasya. Menyisakan pria itu hanya mengenakan kaos putih yang membalut ketat tubuh atletisnya.


"Edan tenan. Gantenge ra jamak" Batin Ika.


(Gila. Tampan sekali)


Sedang Nek Lastri langsung senang melihat Natasya akhirnya pulang.


"Akhirnya kamu pulang Nduk. Nenek khawatir sekali. Nenek kira kamu kenapa-kenapa" Ucap Nek Lastri khawatir.


"Nggak apa-apa Nek. Cuma dapat jahitan lima kok" Jawab Natasya sambil nyengir.


"Tu kamu dengar. Gara-gara kamu Anna mendapat jahitan lima" Salak Agus.


"Bukan salah aku itu. Salah dia sendiri" Elak Ika dengan mata yang masih terus menatap Kai.


Sedang Kai seolah tidak peduli dengan hal itu.


"Kamu tinggal di sini?" Tanya Kai.


"He e. Ngirit" Jawab Natasya.


"Alah, bilang saja kamu nggak mau ditemukan. Padahal kamu bisa nginep di Ibis atau Melia Purosani berbulan-bulan jika kamu mau" Cibir Kai. Seolah tidak peduli dengan keberadaan orang lain di sekitar mereka.


Natasya hanya nyengir mendengar ucapan Kai.


"Nek sudah makan belum? Tadi kami mampir beli gudeg di jalan. Dia pengen makan gudeg" Ucap Natasya kepada Nek Lastri.


"Malam Nek. Kenalkan saya Kai. Tunangan Anna" Kai memperkenalkan dirinya pada Nek Lastri sambil mencium punggung tangan Nek Lastri.


Mendengar kata tunangan. Ika kembali membulatkan matanya.


"Haa wong ganteng iki tunangane?" Batin Ika kembali.


(Haaa, pria tampan ini tunangannya)


"Waahh ngganteng tenan tunanganmu nduk" Seloroh Nek Lastri.


( Waahhhh tampan sekali tunanganmu, Nak)


"Bicara apa sih?" Tanya Kai yang memang tidak tahu bahasa Jawa.


Detik berikutnya Kai tersenyum ketika Natasya membisikkan sesuatu di telinga Kai.


"Terima kasih Nek atas pujiannya" Balas Kai sambil tersenyum ke arah Nek Lastri.


"Ya sudah masuk dulu yuk. Dingin. Duduk-duduk dulu" Ajak Nek Lastri.


Kai memandang sekeliling rumah Nek Lastri. Sederhana tapi terasa nyaman. Pantas gadisnya betah dan tidak mau pulang.


"Asyik kan tempatnya?" Tanya Natasya melirik Kai.


"Lumayan" Balas Kai.


Lantas pria itu duduk di ruang tamu. Sedang Natasya ke belakang menyiapkan beberapa piring dan sendok di meja makan. Kai dengan santai memainkan ponselnya. Tanpa mempedulikan Ika yang menatapnya dengan tatapan kagum. Ataupun Agus yang ikut duduk di ruang tamu.


"Masnya keluar jam berapa?" Tanya Agus pada akhirnya.


"Sekitar dua jam lalu sih. Cuma dia ngajak muter-muter dulu. Katanya tidak pernah keluar jalan-jalan selama di sini" Jawab Kai sambil meletakkan ponselnya di atas meja. Ponsel yang sama persis dengan yang Natasya punya.


Karena sebenarnya ponsel mereka didesain couple alias sepasang.


"Anna tidak pernah kemana-mana. Cuma ikut Nenek ke pantai thok" Jelas Agus.


Kai ber-ooo ria.


"Kak makan dulu yuk. Agus sama Ika ayo sekalian" Ajak Natasya dari meja makan.


Kai langsung bangkit dari tempat duduknya menuju meja makan. Diikuti Agus dan Ika. Terlihat Nek Lastri juga sudah duduk di sana.


"Wow looks so delicious" Ucap Kai sambil tersenyum.


(Terlihat enak)


Dan acara makan malam itu berlangsung hening. Tanpa ada yang bicara sama sekali. Hanya Kai yang terlihat selalu saja tersenyum menatap Natasya. Pun Natasya yang juga terlihat sangat bahagia malam itu. Sedang Ika yang dengan tidak tahu malunya ikut nimbrung malam itu. Sesekali melirik Kai dengan tatapan memuja. Dia benar-benar terpesona pada sosok tampan Kai.


***