You'll Always Be The One

You'll Always Be The One
Chapter 74



Natasya dan Kai akhirnya mengobrol di teras rumah Nek Lastri setelah makan malam mereka. Sedang Ika masih belum mau pulang dan kini duduk di ruang tamu bersama Agus di ruang tamu.


Natasya sudah berganti baju memakai daster seperti kebiasaannya sejak tinggal di rumah nek Lastri. Kai jelas langsung terbahak-bahak melihat Natasya memakai baju kebesaran emak-emak zaman now.


"Astaga Anna. Perutku sakit" Ucap Kai tersengal di sela-sela tawanya. Menatap Natasya memakai daster. Sedang Natasya mencebik kesal. Melihat pria di depannya itu tak berhenti tertawa dari tadi.


"Ehh, tunggu sebentar. Aku ambil gambar dulu. Diposting di medsos bisa langsung viral ini. Pakai caption "Cucu pewaris Atmaja Group pakai daster" Tambah Kai masih terus tertawa.


"Iiih, Kakak nyebelin" Rengek gadis itu. Membuat Kai tertawa semakin keras. Dan alhasil Natasya semakin memanyunkan bibirnya.


"Hei, kondisikan bibirmu" Kai memberi peringatan.


"Kenapa memangnya? Kakak pulang sana. Dah jam delapan" Usir Natasya.


"Nanti aku cium lo. Memang kenapa kalau jam delapan" Jawab dan tanya Kai sekaligus.


"Nanti kamu digrebek sama pemuda sini. Kalau jam sembilan belum pulang" Sahut Natasya.


"Emang kenapa kalau digrebek?" Kepo Kai yang sudah memakai kembali jaket merahnya. Kata Natasya dia tidak mau abs Kai jadi pelototan orang lain. Jawaban Natasya membuat Kai tersenyum.


"Kita bisa dinikahkan kalau sampai kena grebek" Sahut Natasya tidak sabar.


Jawaban Natasya membuat Kai berbinar senang.


"Beneran dinikahkan?" Tanya Kai dengan wajah senangnya.


Natasya langsung mengangguk.


"Kalau begitu aku tidak usah pulang sekalian. Biar besok kita langsung dinikahkan" Jawab Kai girang.


"Kakak...." Gadis itu kembali merengek.


"Kenapa? Kan bagus. Jadi cuma kamu doang yang bisa mandangin abs aku" Kata Kai sambil memiringkan kepalanya menggoda Natasya.


"Iiiihh Kakak mesuuum" Bisik Natasya takut terdengar Ika dan Agus.


"Mesum dari mananya?" Tanya Kai sambil melipat kedua tangannya didepan dada.



Kredit Pinterest.com


Natasya kembali mencebik kesal.


Keduanya lantas terdiam. Memandangi langit malam yang bertabur bintang.



Kredit google.com


"Cantik sekali disini. Pantas kamu betah. Dan tidak ingat aku" Keluh Kai. Membuat Natasya memandang tajam pria dihadapannya.


"Kak.."


"Iya aku tahu. Kamu juga rindu padaku" Imbuh Kai. Membuat Natasya tersipu malu.


"Jadi besok mau pulang atau masih mau jalan-jalan?" Tanya Kai.


"Kakak masih mau nemenin aku disini?" Kepo Natasya antusias.


"Ya iyalah. Masak mau ditinggalin. Kamu di sini, ya aku di sini. Kamu pulang ya, aku pulang" Jawab Kai. Yang langsung membuat senyum terkembang sempurna di bibir Natasya.


"Jalan-jalan dulu yah. Mau lihat sunset di Ratu Boko" Pinta gadis itu antusias.


"Tidak masalah" Jawab Kai.


Natasya semakin tersenyum lebar mendengar ucapan Kai.


"Ya Leo. Ada masalah?" Sapa Kai ketika dia mengangkat panggilan dari Leo.


"...."


"Kamu bahas dulu dengan Thomas. Oh ya kamu handle dulu semua meeting-ku. Dia belum mau pulang" Tambah Kai.


"...."


"Tidak boleh"


"..."


"Oh kalau dari Lisa aku sampaikan"


Tuuut, bunyi panggilan diakhiri.


"Salam dari Lisa" Ucap Kai singkat.


"Kangen deh sama semua orang. Tapi masih pengen jalan-jalan"


"Semua sudah menjadwalkan pernikahan mereka. Lisa dan Leo juga" Kata Kai.


"Lisa dan Leo?" Tanya Natasya.


Kai mengangguk.


"Kita juga akan menikah nanti" Ucap Natasya. Membuat Kai tersenyum.


"Aku tunggu jawaban "iya" darimu" Kai berucap


Lantas bangkit dari duduknya. Mencium puncak kepala Natasya. Mengusapnya lembut.


"Aku balik dulu ke hotel. Sudah jam setengah sembilan" Pamit Kai melirik jam di pergelangan tangannya.


Natasya tersenyum.


Melihat pria itu masuk kedalam mobilnya. Dan mulai meninggalkan rumah nek Lastri. Setelah pamit pada Agus. Nek Lastri nampak sudah beristirahat di dalam kamarnya.


***


Pagi itu Natasya bangun agak siang. Karena dia akan jalan-jalan dengan Kai hari ini. Dia semalam sudah pamit pada Agus, kalau dia tidak akan ke warung hari ini.


Hampir jam sepuluh ketika Kai datang menjemput. Dan Natasya langsung masuk ke dalam mobil.


Melihat gadis itu langsung duduk di kursi penumpang.


"Nenek sudah pergi jualan ke pantai hari gini. Sama Agus juga" Jawab gadis itu.


Kai terdiam. Dia hanya menatap gadis dihadapannya itu dengan tatapan penuh cinta.


Natasya terlihat cantik. Meski hanya memakai kaos oblong putih. Celana jeans. Bahkan dia hanya memakai sandal biasa. Sebuah topi rajut berwarna merah bertengger manis di kepala gadis itu.



Kredit google.com


Sedang Kai nampak santai memakai kaos lengan panjang berwarna coklat muda. Celana jeans. Dan sepatu sneakers.



Kredit Pinterest.com


"So....mau ke mana kita hari ini Putri Kabur" Tanya Kai mulai menghidupkan mesin mobilnya.


Natasya mencebikkàn bibirnya mendengar panggilan dari Kai.


"Kenapa?"


"Putri Kabur?"


"Jocelyn yang memberimu nama itu. Jadi marahlah padanya"


Natasya mendengus kesal. Dia perlahan menyentuh maps di mobil itu. Menuliskan nama sebuah tempat. Agar GPS-nya memberikan panduan menuju ke tempat itu.


"Pantai Goa Cemara?" Gumam Kai.


Natasya mengangguk.


"Okay, let's go Baby" Kai langsung menjalankan mobilnya mengikuti panduan dari map.


Dalam perjalanan. Natasya mulai memainkan ponselnya.


"Suka?" Tanya Kai.


Natasya kembali mengangguk.


"Kamu tahu lagu terakhir yang membuatku bangun dari koma waktu itu. Selain suara kamu yang terus merengek menyuruh aku bangun" Tanya Natasya menatap Kai yang sedang fokus pada kemudinya.


"Iissshh, aku merengek?" Tanya Kai.


"Iya merengek, menangis. Seperti anak kecil ditinggal mak-nya" Ledek Natasya.


"Iya-iya. Aku merengek. Aku menangis kayak anak kecil ditinggal mak-nya" Aku Kai. Memang kenyataannya begitu mau bagaimana lagi.


Natasya terkekeh berhasil mengerjai Kai.


"Jadi lagu apa? Banyak sekali playlist-mu" Tanya Kai.


"Lagu ini...."


Perlahan sebuah lagu terdengar mengalun dari ponsel Natasya. Kesan pertama begitu lagu itu diputar adalah sedih.


"Ini lagu..."


"Dearest dari Ayumi Hamasaki. Lagu perpisahan antara Inuyasha dan Kikyo. Ketika aku dengar lagu ini aku ingat videonya. Dan aku nggak mau meninggalkan kamu seperti Kikyo yang pergi seperti itu" Kata Natasya sambil terisak.


Perlahan Kai mengusap air mata Natasya dengan satu tangannya.


"Jangan pernah lakukan hal itu. Jangan pernah tinggalkan aku. Jangan pernah pergi dariku karena aku...


"Tidak bisa hidup tanpamu" Potong Natasya cepat.


"Kamu ingat?"


Natasya mengangguk. Keduanya kembali terdiam. Kai fokus pada kemudinya. Sedang Natasya sesekali masih menghapus air mata yang keluar dari kedua bola matanya. Seiring lagu Dearest milik Ayumi Hamasaki itu memasuki bagian akhirnya.


Ah, itsuka eien no


nemuri ni tsuku hi made


douka sono egao ga


tamanaku aru yo ni


Ah, deatta anogoro wa


subete ga bukiyou de


toomawari shita kedo


kitsuzuke atta yo ne


tadori tsuitanda ne


Kai membiarkan Natasya asyik dengan ponselnya dan lagunya sendiri. Toh nanti juga akan berhenti sendiri.


Perlu waktu sekitar satu jam untuk sampai ke pantai Goa Cemara. Namun keduanya begitu menikmati perjalanan mereka kali ini.


****


Up lagi readersku tercintah,


Thank's sudah mampir,


Jangan lupa ritualnya


Like dan votenya


Kembang ma kopinya juga


Akhir sekali Love you all


*****