
Luis nampak termenung di taman yang biasa Natasya kunjungi. Semalam dia menemani Alena sampai larut malam. Wanita itu harus diinfus karena dia memuntahkan makanannya setiap kali berusaha untuk makan. Setelah Luis mengundang seorang dokter kandungan ke apartemennya.
"Ngapain kamu di sini? Ini kan tempat aku" sarkas Natasya.
"Galak amat sih"
"Biarin!"
Natasya tampak memperhatikan wajah Luis yang nampak galau.
"Ada masalah?"
"Apa wanita kalau menikah harus karena cinta?"
Natasya sedikit memiringkan wajahnya. Menatap wajah Luis yang benar-benar tampak kusut.
"Bagi sebagian perempuan iya. Tapi sebagian juga karena sebab lain. Kenapa?"
"Alena menolak menikah denganku karena tahu aku tidak mencintainya. Aku hanya ingin bertanggungjawab karena dia tengah mengandung anakku dan Luna"
Natasya terdiam.
"Seharusnya kau beruntung bertemu wanita seperti Alena. Dia hanya ingin dicintai olehmu. Bukan karena hal lain yang menyebabkan kalian menikah"
Luis menatap Natasya sejenak. Bersamaan dengan serombongan orang yang masuk ke ruangan Kai.
"Siapa mereka?"
"Kali ini tunanganmu tengah berjuang untuk mempertahankan hubungan kalian"
Natasya mengalihkan pandangannya ke taman.
"Kau tidak ingin tahu apa yang terjadi di dalam?" tanya Luis. Melihat Natasya tampak begitu tenang.
"Dia pasti bisa mengatasinya. Bukankah seorang pria yang dipegang adalah janjinya. Dia sudah berjanji padaku"
Luis terdiam.
"Mau dengar saranku?"
Luis masih diam.
"Belajarlah mencintai Alena. Aku jamin tidak akan sulit mencintai Alena. Karena kau sudah nyaman dengannya. Tinggal kamu tingkatkan levelnya dan itu akan menjadi cinta. Dia hanya ingin kau cintai. Dia tidak ingin hartamu. Bahkan dia rela mengandung anakmu. Ingat anakmu dengan Luna. Bukan anaknya sendiri. Dia hebat sekali.Kalau aku .....ogah" Natasya menatap sengit pada Luis.
Luis balas menatap galak pada Natasya.
Namun kemudian dia terdiam.
"Susah mencari wanita seperti Alena. Aku saja tidak sebaik dirinya" tambah Natasya.
Sementara di dalam ruangan Kai,
Kai sudah dikelilingi oleh orang-orang dari klan Tan dan Wang. Dengan Wu Yi Tian memimpin mereka.
"Jadi ini caramu untuk memaksaku agar menikahi putrimu?" ucap Kai tersenyum mengejek.
"Kau tidak ada pilihan selain menerima perjodohan ini Tuan Muda. Kalau tidak aku bisa menghancurkan klan Liu-mu sekali tebas" ancam Wu Yi Tian.
Ingin sekali rasanya Kai terbawa terbahak-bahak. Kai menatap orang-orang yang mewakili klan Tan dan Wang. Mereka adalah orang-orang yang biasa dikirim untuk bekerjasama dengan perusahaannya atau untuk sekedar membahas kerjasamanya.
Kai tahu karena setiap ada pertemuan. Thomas selalu melakukannya secara live meski para kliennya tidak tahu. Jadi Kai tahu dengan siapa saja dirinya bekerja sama.
"Selamat siang tuan Song dan tuan Li. Akhirnya saya bisa bertemu secara langsung dengan Anda" sapa Kai membuat dua pria yang Kai sebutkan namanya terkejut.
"Anda mengenal kami?" tanya mereka bingung.
Kai tersenyum. Kemudian Kai menekan bluetooth headset-nya.
"Masuklah"
Pintu sebelah kiri Kai terbuka. Thomas masuk melalui pintu itu.
"Tuan Lim..." sapa kedua orang itu.
Thomas lalu mengambil posisi seperti biasa. Disamping Kai. Membuat tuan Song dan tuan Li bingung.
"Jadi tuan Song dan tuan Li mewakili klan Tan dan Wang akan tetap mendukung tuan Wu Yi Tian?" tanya Kai.
Kedua orang itu mengangguk mantap. Membuat Wu Yi Tian tersenyum penuh kemenangan.
"Anda lihat Tuan Muda. Anda tidak punya pilihan selain menerima perjodohan ini" ucap Wu Yi Tian penuh kemenangan.
Kai kembali tersenyum. Namun senyumnya nampak mengerikan. Senyum seorang Kai yang terkenal dingin dalam menghadapi rival bisnisnya.
"Tuan Song dan tuan Li apa Anda tidak takut akan mengalami kerugian karena mendukung tuan Wu" tanya Kai.
"Rugi bagaimana?"
"Karena jika kalian memutuskan untuk mendukung tuan Wu aku akan memutuskan kerjasama dengan Tan Enterpraise dan Wang Corporation secara sepihak karena alasan teknis. Dengan alasan ini kami tidak perlu membayar denda"
"Memangnya siapa kau?" tanya tuan Song.
"Dia tuan Kaizo Aditya. Pemilik dari A&A Hitech Company yang sebenarnya. Dialah atasan saya" kali ini Thomas yang menjawab.
Membuat kedua orang itu membulatkan matanya. Sedang Kai menatap tajam pada dua orang itu.
"Anda tuan Kaizo?" tanya tuan Lim.
"Dialah tuan Kaizo" Thomas menegaskan.
Kedua orang itu langsung bingung seketika. Sungguh mereka tidak tahu siapa yang tengah mereka hadapi. Pemimpin perusahaan yang membuat perusahaan mereka bisa meraih untung berlipat-lipat.
"Jadi bagaimana? Masih mau mendukung Wu Yi Tian dan Anda akan disalahkan oleh klan Tan dan Wang karena dengan begitu Anda telah menyebabkan kerugian besar pada klan Anda. Atau pergilah dari ruangan ini. Dan kerjasama kita aman" tawar Thomas.
Kedua orang itu saling pandang. Sedang tuan Wu mulai cemas. Sungguh dia tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa. Dia mulai takut kehilangan dukungan. Sesungguhnya karena dukungan inilah dia beranj bersikap sombong. Merasa yakin akan menang melawan Kai.Tapi rupanya dia salah besar. Tidak menyelidiki dulu siapa Kai. Dia pikir Kai hanyalah tuan muda dari keluarga Liu tanpa memiliki apapun selain aset keluarga Liu.
Mendengar ucapan Thomas, tuan Song dan tuan Li jelas tahu mana pilihannya. Gila saja mau disalahkan atas kerugian klan Tan dan Wang. Bisa-bisa mereka tidak akan hidup besok.
"Maaf tuan muda Liu. Kami sungguh tidak tahu jika adalah tuan Kaizo. Kami tidak menyelidiki Anda terlebih dahulu" ucap tuan Song takut-takut.
"Kami akan undur diri. Dan tidak akan mencampuri urusan Anda dan tuan Wu" tuan Li menambahkan.
"Kalian ini bagaimana? Kenapa sekarang malah mau meninggalkanku? Bukankah kalian berjanji akan membantuku?" kesal tuan Wu.
"Maaf Wu YI Tian. Kali ini kami tidak bisa membantu. Kau salah memilih lawan kali ini. Kami tidak mau disalahkan perusahaan kalau tuan Kaizo sampai memutuskan kerjasama kami. Kami bisa dibunuh jika hal itu terjadi" bisik tuan Song.
"Memangnya sehebat apa dirinya?" jawab tuan Wu.
"Kau bisa melihatnya setelah keluar dari sini" tukas tuan Lim.
"Jadi bagaimana tuan Wu? Masih ingin bersikeras memintaku menerima perjodohan dengan putrimu. Karena Anda sekarang tidak mempunyai apapun sebagai dukungan" ucap Kai dingin penuh ancaman.
Tuan Wu menelan ludahnya kasar. Dia benar-benar kalah kali ini. Tanpa dukungan klan Tan dan Wang. Dia bukan apa-apa di depan Kai.
Melihat tuan Wu hanya diam. Kai menyeringai.
"Baik. Kalau Anda masih tetap diam. Saya yang akan mengambil keputusan. Kalau perjodohan ini dibatalkan. Karena saya menolak perjodohan ini" ucap Kai tegas.
"Tapi tuan muda Liu....
"Masih ingin membantah?" teriak Kai.
Membuat semua orang bergidik ngeri melihat kemarahan Kai. Tapi Thomas menyeringai penuh kemenangan. Dia suka tuannya yang menunjukkan sisi devilnya. Keren sekali menurut Thomas.
"Apa yang Anda punya untuk melawanku. Anda tahu? Saya bahkan bisa membuat bangkrut peruasahaan Anda dalam hitungan detik" ancam Kai.
Membuat tuan Song dan tuan Lim langsung memperingatkan untuk tidak bermain-main dengan Kai.
"Dia bisa membuatmu menjadi gembel dalam hitungan detik. Percayalah. Mengaku kalah saja. Atau kau akan benar-benar bangkrut dan kehilangan semuanya" tuan Lim memperingatkan.
Sedang Kai dan Thomas nampak saling melempar pandangan. Begitu menikmati raut wajah frustrasi tuan Wu.
"Bagaimana tuan Wu sudah memiliki keputusan?" tanya Kai.
****