
Hari pernikahan tiba. Sejak pagi rumah utama keluarga Liu sudah ramai dengan berbagai persiapan.
Natasya tampak enggan menatap gaun pernikahan adat Cinanya.
"Ini gaun paling simple yang bisa kakak dapatkan untukmu. Kakak tahu kamu tidak suka ribet. Kelihatannya tebal. Tapi ini hanya satu lapis saja. Tidak seperti yang Bei Wei Wei pakai di pernikahannya di drama Love 020. Gaun Bei Wei Wei berlapis-lapis. Karena Xiao Nai sendiri yang memilihnya. Dan dia adalah penggemar berat adat Cina klasik" penjelasan panjang kali lebar dari kakak iparnya Lin Qian.
Sehari sebelum hari pernikahannya. Natasya menghela nafasnya dalam. Mau bagaimana lagi. Mau tidak mau dia harus memakainya. Demi menyenangkan para tetua keluarga Liu yaitu kedua paman Kai.
Sejenak gadis itu hanya terdiam ketika para MUA mulai meriasnya. Meski tebal ternyata gaunnya cukup nyaman untuk dipakai. Kai jelas terpesona dengan kecantikan Natasya dalam balutan gaun tradisional Cina. Sesekali dia melirik ke arah Natasya.
Rangkaian acara pun dimulai. Mulai dari pemberkatan. Yang langsung mengubah status keduanya menjadi menikah. Menjadi sepasang suami istri. Kai memang tidak memberikan cincin pernikahan baru untuk Natasya. Dia hanya memindahkan "The One" dari jari kanan Natasya ke jari manis kiri istrinya.
Sorak sorai langsung membahana ketika Kai mencium mesra sang istri setelah keduanya sah dinyatakan sebagai sepasang suami istri.
Alex dan Luis hanya diam menatap pemandangan romantis di depan mata mereka. Mereka jelas perlu menata hati. Untuk bisa merelakan wanita yang pernah singgah di hati mereka. Menjadi milik pria lain. Pria yang benar-benar dicintai dan mencintai wanita itu. Semua jelas perlu waktu.
Acara selanjutnya adalah memberi penghormatan pada leluhur dan nenek moyang. Dimulai dengan saling memberi hormat antara suami dan istri. Lalu memberi penghormatan pada langit dan bumi. Lalu memberi penghormatan pada leluhur dan nenek moyang. Terakhir memberi hormat pada yang dituakan. Dalam hal ini kedua paman Kai dan kedua kakek Natasya. Adat Indonesia menyebutnya sungkeman.
Semua orang begitu terharu melihat acara itu. Terlebih kedua kakek Natasya. Betapa mereka begitu bersalah telah membiarkan Natasya melewati begitu banyak penderitaan sendirian di masa lalu.
***
Natasya langsung menghempaskan tubuhnya di kasur besar milik Kai sang suami. Kai langsung memintanya pindah ke kamarnya setelah keduanya resmi menikah.
Perlahan Natasya mulai memejamkan matanya. Bersamaan dengan pintu kamar yang terbuka perlahan. Kai tersenyum melihat sang istri berbaring terlentang di kasurnya.
"Apa kau sengaja memancingku" tanya Kai begitu dia ikut naik ke atas kasur miliknya.
"Terserah. Aku capek sekali Kak" jawab Natasya tanpa membuka matanya. Dia pasrah kalau memang Kai mau meng-unboxing dirinya sekarang.
Namun rupanya Kai hanya mengulum senyumnya. Seolah paham dengan yang istrinya rasakan. Perlahan pria itu melepas hiasan yang ada di kepala istrinya. Mengurai sanggul kecil milik sang istri. Lantas melepaskan dua kancing teratas gaun istrinya. Karena itu terlihat sesak dan bisa membuat tidur Natasya tidak nyaman.
"Tidurlah" ucap Kai lantas mencium lembut kening Natasya.
Sedang dirinya langsung masuk ke kamar mandi. Membersihkan dirinya.
**
Hari beranjak petang. Guncangan di bahu Natasya membuatnya terpaksa membuka matanya.
"Sebentar lagi Kak" gumannya pelan.
"Aku bukan suamimu. Cepatlah bangun" jawab suara itu.
"Ha kamu ngapain disini Nad?" tanya Natasya mulai memaksa dirinya bangun.
"Kamu seharusnya sudah dimake up dari setengah jam yang lalu. Tapi kak Kai lebih memilih membiarkanmu tidur. Cepat bangun" perintah Nadya.
Membuat Natasya perlahan mulai masuk ke kamar mandi. Lima belas menit kemudian Natasya sudah keluar dari kamar mandi. Memakai bathrope. Dia langsung disambut MUA yang langsung mulai merias dirinya.
Setengah jam kemudian dirinya sudah selesai dirias. MUA yang meriasnya sama dengan yang merias dirinya tadi pagi. Hingga dia sudah mengenal karakter wajah dan kulit Natasya. Membuatnya tidak sulit merias Natasya.
"Dia kemana?" tanya Natasya yang mulai ditata rambutnya.
"Dia sudah selesai dimake up dari tadi. Sekarang sedang menemui koleganya di ruang kerjanya" jawab Nadya.
Para pelayan sedang memakaikan sepatu pada Nyonya Mudanya ketika pintu kamar terbuka dengan Lisa dan Angela langsung menghambur masuk memeluk Natasya. Membuat gadis itu hampir terjengkang karenanya.
"Astaga kalian" pekik Natasya.
Keduanya hanya nyengir memamerkan gigi mereka. Terus memeluk tubuh Natasya. Tanpa ingin melepasnya.
"Selamat ya kak. Akhirnya bisa nikah dengan bos Kai. Meski harus sampai ke sini. Tak nggak apa-apa. Kita yang untung. Bisa lihat Shanghai gretong lagi" ucap Angela.
Detik berikutnya mereka tertawa bersama.
"Eh kenapa kalian jadi pakai kebaya?" ucap Natasya baru menyadari kalau semua memakai kebaya yang ia belikan waktu di Jogya.
"He, he ini dresscode untuk bridemaidsnya kakak" jawab Angela.
Natasya mencebikkan bibirnya.Namun detik berikutnya mereka saling berpelukan seiring doa Jocelyn.
"Semoga kebahagiaan selalu bersama kita" doa Jocelyn.
Dan yang lain kompak menjawab "semoga" lantas kembali tertawa.
"Nyonya Muda, Tuan Muda sudah menunggu" ucap seorang pelayan.
Natasya perlahan bersiap setelah sang MUA kembali men-touch up make up dan hair do-nya yang agak berantakan akibat aksi pelukan ala teletubbies mereka barusan.
Hera dan Jocelyn menjadi pendamping untuk Natasya. Diikuti Nadya, Angela dan Mandy di belakangnya. Hampir semua mata memandang takjub dan kagum. Baik melihat pengantin maupun bridemaids-nya. Ya iyalah di Shanghai jadi pengiring pengantin memakai kebaya. Siapa yang tidak heran.
Sepanjang jalan menuju ballroom pesta pernikahan sebuah lagu lawas milik Kelly Clarkson yang di masa kini dinyanyikan ulang oleh Leona Lewiss terdengar mengalun lembut. Lagu dengan judul A Moment Like This.
Jantung Natasya berdebar kencang ketika tiba di pintu ballroom. Sebenarnya bukan pintu ballroom. Tapi pintu menuju taman di tengah rumah keluarga Liu yang sudah diubah menjadi tempat pesta pernikahan Kai dan Natasya.
Perlahan pintu terbuka menampilkan seorang pria tampan dengan setelan jas berwarna putih nampak menatap takjub pada Natasya. Sesaat kemudian senyum terkembang sempurna di bibir Kai.
Dirinya jelas terpesona pada sosok sang istri yang terlihat begitu cantik memakai gaun pengantin simple berwarna pink seperti impian sang istri.
Kredit google.com
Perlahan Jocelyn dan Hera membawa Natasya mendekat ke arah Kai yang terus saja tersenyum. Seiring lagu Kelly Clarkson memasuki reff-nya. Jocelyn perlahan menyerahkan tangan Natasya ke dalam genggaman tangan Kai sang suami.
Yang langsung disambut oleh Kai. Dan balik menggenggamnya erat. Perlahan membawanya ke tempat pesta pernikahan. Jocelyn dan Hera masuk ke pelukan suami masing-masing dengan air mata mulai mengalir. Begitu terharu melihat Kai akhirnya bisa menikahi Natasya. Membuat senyum Natasya kembali terukir di wajah cantiknya.
Sayup-sayup lagu A Moment Like This masih terdengar,
A moment like this
some people wait in a lifetime
for a moment like this
some people search forever
for that one spesial kiss
oh I can't believe its happening to me
some people wait in a lifetime
for a moment like this
***
Sorry agak lambat upnya. Eike lagi galau segalau-galaunya. Mau kasih ending gimana buat cerita ini.
Pusing lagipula eike ada kesibukan di dunia nyata jadi maafkanlah 🙏🙏🙏
****