
Zayn Keenan mengakhiri panggilan. ia memutar tubuh dengan senyum mengerikan yang tertoreh di wajahnya.
"Hahahaha...." Tawanya merasa bahagia.
Iya! bagaimanapun Violet memang tidak akan mudah melepaskan diri darinya. pria yang hidup dengan ambisi yang mampuh mengantarkanya berdiri di tempat tertinggi seolah dunia bahkan berada di tenggaman tanganya.
Zayn Keenan memiliki kekuasaan, ia bergelimang harta maka apa yang tidak mampuh ia beli? tentu ia bisa mendapatkan apapun yang ia inginkan, uang berbicara, ia pun berkuasa maka ia hanya perlu memerintah maka ia akan mendapatkanya meski harus menggunakan cara keji sekalipun.
Sepasang kaki jenjang pria itu kini memasuki kamar, ia menutup pintu balkon dan menguncinya, pria itu bahkan mengunci pintu kamarnya dengan password yang mana hanya dirinya yang tahu. maka apa yang bisa Violet lakukan? ia tidak bisa kemanapun, bahkan jika ia berhasil keluar dari dalam kamar pun ia tidak akan bisa melewati semua patung manusia yang berdiri di setiap sisi rumah mewah bagaikan istana kediaman Zayn Keenan.
Malam semakin larut, hujan tiba-tiba mengguyur seisi bumi, sangat deras dengan petir yang mencambuk langit, suara gemuruh bahkan terdengar mengerikan. alam mengamuk membasmi bintang dan rembulan.
Zayn Keenan kini sudah berdiri di dekat tempat tidur Violet, kamar gelap itu sesekali menjadi sangat terang dalam hitungan detik karena sinar dari petir yang menyertai malamnya. sepasang mata tajam bagaikan elang itu lurus menatap wanita muda yang sampai saat ini masih menolaknya.
"Sayang... jika aku mau, aku bisa menghabisimu saat ini juga. maka tidak ada alasan untuk kamu menolakku lagi." Ucapnya.
Zayn Keenan menoreh senyum mengerikan di wajahnya, ia kini menghampiri sofa di dalam kamar itu, ia duduk dengan kaki yang menumpang sambil meraih satu bungkus rokok yang ada di atas meja. pria itu mengeluarkan satu batang dari dalamnya, ia meraih korek api dan mulai membakar ujung dari sebatang rokok yang kini berada di mulut dan diantara jemrainya.
Zayn mengepulkan asap dari mulutnya di kegelapan, ia memandangi wanitanya yang masih tertidur lelap.
"Hanya tinggal 6 hari lagi, maka semua yang kamu milikki akan menjadi milikku. semuanya.. tidak terkecuali." Ucapnya, ia tersenyum lagi.
Malam itu Zayn di temani sebotol anggur dan rokok, ia menikmatinya dan mulai bangkit dari sofa untuk berbaring di ruang kosong di dekat Violet.
Zayn menyalakan lampu duduk yang ada di atas meja di dekat tempat tidur untuk memandangi wajah wanitanya agar lebih jelas, malam itu air hujan masih deras. Zayn tersenyum seraya ia membelai indah rambut wanitanya.
"Kamu sangat cantik, sungguh... aku sangat berterimakasih pada sahabatku Harry dan Clara, jika di lihat kamu memang sangat mirip dengan mamahmu, Clara sangat cantik sepertimu sayang." Ucap Zayn.
Pria itu berbaring di dekat Violet sambil ia menggunakan jemari tanganya untuk menyentuh setiap lekuk dari wajah cantik Violet Grizelle, sungguh wanita muda itu sangat menggoda. sejujurnya Zayn Keenan sangat ingin memakan gadis itu hingga habis tak bersisa saat itu juga.
Zayn mengelus lembut bibir manis wanitanya yang tertidur hingga wanita itu perlahan mengerutkan dahinya, Zayn pun tersenyum, ia sangat senang mengganggu tidur wanitanya yang manis. pria itu kini terdiam, ia memandangi Violet sangat detail hingga tanpa sadar ia semakin mendekatkan wajahnya pada wajah cantik wanitanya. semakin dekat hingga sepasang bibir mereka kembali saling bersentuhan.
Cup~ satu kecupan manis di bibir Violet mampuh membuat Violet merubah posisi tidurnya, wanita itu kini membelakanginya hingga Zayn kembali mendekat dan Cup~ satu lagi kecupan manis mendarat di pipi wanita itu, Zayn Keenan mencurinya dari belakang.
Zayn kini semakin mendekat, ia menaikan kakinya di atas sepasang kaki wanitanya, tubuh bagian depan pria itu bahkan kini menyatu dengan tubuh bagian belakang Violet, Zayn perlahan mengangkat kepala Violet untuk ia meletakanya di lengan kekarnya sebagai pengganti bantal untuk wanita itu, ia tersenyum dan mulai menggunakan satu lagi tanganya untuk mendekap erat tubuh wanitanya.
Violet pun membuka mata di tengah malam, ia sadar jika kini tubuhnya terkunci tidak bisa bergerak. Violet meraih telapak tangan Zayn Keenan untuk ia berusaha menyingkitkan tangan kekar itu dari tubuhnya. namun Zayn berbalik meraih perggelangan tangan wanita itu, ia menahan tangan lemah itu di atas kepala Violet seraya ia bangkit dan kini mengambil posisi tepat di atas tubuh wanitanya.
"Kamu mau menemani malamku sayang?" Tanya Zayn, ia tersenyum penuh minat.
"Mau aku gendong ke toilet?" Tanyanya penuh maksud.
"Aku... bisa jalan sendiri." Sahutnya.
"Mau aku temani?" Tanyanya, sungguh Violet tidak mengerti dengan semua pertanyaan-pertanyaan itu.
"Aku sudah tidak tahan tuan.." Sahutnya, demi apapun degup jantung Violet sangat cepat dan tidak beraturan. ia sangat takut, merinding setiap kali mendengar pria itu berbicara bahkan seolah jantung wanita itu ingin copot saat nafas pria itu berhasil menembus pori-porinya.
"Aku pun sudah tidak tahan sayang." Sahut Zayn hingga membuat Violet semakin merasa takut dan tidak nyaman dengan posisinya saat ini.
"Lepaskan tanganku tuan Zayn." Pintanya.
"Panggil aku sayang." Bisik Zayn Keenan di telinga Violet.
Deg!
Nafas dan aroma wangi tubuh pria itu kembali menguasai diri wanitanya, aroma harum tubuhnya bercampur anggur dan nikotin sungguh sangat kuat hingga membuat degup jantung Violet semakin tidak beraturan.
"Wajamu memerah." Bisiknya lagi hingga membuat wanitanya mematung tidak dapat bergerak.
"Sayang... kamu sangat seksi." Bisiknya hingga membuat telinga Violet semakin panas mendengar setiap kalimat yang terucap dari mulut pria itu.
Cup~ satu kecupan manis mendarat di leher Violet, Violet pun gemetar sekujur tubuhnya, entah kenapa ia menjadi lemas tidak bertenaga.
"Tuaaan~" Ucapnya gemetar saat pria itu mulai menciumi leher sampingnya hingga menggigit kecil telinganya.
Zayn tersenyum menatap Violet yang nampak tegang, ia sungguh sangat senang melihat wanita itu bahkan berdebar kuat hingga membuat dadanya mengencang.
"Kamu sangat manis." Ucapnya, Cup~ satu kecupan manis kembali mendarat di bibir wanita itu.
Zayn Keenan kini merebahkan tubuhnya di atas tubuh Violet, ia merebahkan kepalanya di dada wanita itu untuk ia ingin mendengar degup jantung wanitanya. sungguh.. apa yang di lakukan pria itu mampuh membuat Violet mulai bergairah.
Zayn kembali bangkit dengan posisi tubuh yang masih berada di atas tubuh wanitanya, ia meraih kedua sisi rahang wanita itu dan mulai mendekatkan wajahnya, semakin dekat hingga ia berhasil melu*mat habis bibir manis wanita itu sepanjang malam, selama ia masih menginginkanya, selama ia belum puas dan selama ia belum bosan, Zayn masih menikmatinya tanpa Violet bisa melawan. wanita lemah yang bahkan tubuhnya terkunci hingga membuat Zayn Keenan leluasa memperlakukanya.
Sepanjang waktu. Violet memusakan pria itu dengan bibir, leher, pundak, wajah hingga semua yang terlihat dari tubuhnya, Violet hanya bisa menangisi kenyataan akan hidup ini seperti kotoran.
🍁Stay With Me Violet🍁
Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE dan KOMEN sopan ya guys....