Stay With Me Violet Season 1

Stay With Me Violet Season 1
Kehancuran Violet




Saat itu Zayn Keenan bangkit dari duduk, ia telah mengurus semua dengan rapih hingga jenazah tuan Harry pun sudah ia jemput dari rumah sakit dan telah ia makamkan di salah satu tempat pemakaman elit di kota itu.


Zayn Keenan menuju kamar mandi setelah ia memastikan jika pintu kamar telah terkunci. Zayn melepaskan seluruh pakaian yang di kenakanya dan ia mulai membasahi sekujur tubuh dengan menggunakan shower. ia keluar dari dalam kamar mandi dan menuju ruang ganti untuk bersiap.


Zayn sudah kembali segar, ia keluar dari dalam kamar ganti dan menoleh ke sisi kanan, langit telah kembali gelap. pria itu pun menoleh pada seorang wanita muda yang masih berbaring di atas ranjangnya. wanita yang sangat digilainya.


Zayn kembali mendekati wanita itu lagi, ia duduk di atas tempat tidur memandangi wajah cantik seorang Violet Grizelle yang telah memutih, wanita itu terlihat sangat pucat. Zayn mengelus kening hingga ke hidung lalu turun dan menghentikan jemarinya di bibir manis wanita itu, ingin sekali ia menciumnya dan Zayn saat ini memang hendak melakukan itu. ia membungkukan badan hingga wajahnya dan wajah Violet hanya berjarak beberapa cm saja.


Kedua bibir mereka saling bersentuhan lagi, Zayn telah mencium wanita itu saat ia telah tidak sadarkan diri. malam semakin larut, Violet tidak kunjung bangun dari tidurnya, wanita itu sangat terpukul akan kenyataan yang telah terjadi padanya, semua karena ia telah mengenal Zayn Keenan, pria itu adalah penyebab kehancuran kehidupnya yang sederhan dan bahagia.


Zayn Keenan yang lelah dan malam indah yang sejuk semakin larut, pria itu merebahkan tubuhnya di dekat Violet, ia merebahkan tubuh menyamping dan mulai memeluk wanita itu sangat erat. Zayn Keenan kini telah ikut terlelap bersamanya.


Ditengah malam Violet membuka mata, sayup-sayup ia kembali melihat lampu gantung mewah yang berada di dalam kamar itu lagi, Violet yang lemah dan lemas, ia kembali menutup kedua kelopak matanya sejenak dan membukanya lagi, satu telah ia sadari, ia merasakan nafas seseorang begitu dekat dengan lehernya, ia juga baru menyadari akan sepasang tangan kekar telah melingkat di perut rampingnya, Violet pun menoleh dan seketiak raut wajahnya berubah, ia terkejut hingga terperanjak dengan kedua bola mata yang membulat sempurna.


Sadar akan pelukanya terlepas, Zayn Keenan membuka mata, ia melihat Violet bangkit dan duduk menatap dirinya dengan kedua bola mata yang membulat sempurna.


"Sayang, kamu sudah bangun." Sapa Zayn Keenan.


Bagai merasakan trauma yang mendalam, Violet menjadi semakin rapuh saat ia berhadapan dengan pria itu, kini Violet tidak dapat mengendalikan dirinya, ia gemetar hebat sekujur tubuhnya, ia lemas dan sangat ingin berhenti bernafas, rasa tidak sudi muncul sangat pekat untuk ia tidak mau melihat wajah pria itu lagi meski ia sadar jika harapanya itu tidak akan pernah terjadi.


Kini Violet menarik tubuh kebelakang, ia berusaha menjauh dari Zayn, suara tangisnya terdengar lagi, ia bahkan samkin terlihat pucat dan kebingungan, Violet memegangi kepala dengan menggunakan kedua tanganya, ia melihat sekeliling dan menjerit lagi.


"Aaaaaahhhh!!!" Teriaknya sambil ia bagkit dan terjatuh ke lantai karena tergesa-gesa.


"Sayang.." Panggil Zayn, ia langsung menyambar wanitanya yang telah terjatuh dari atas tempat tidur.


Violet kembali bangkit dan segera menyeret tubuhnya mundur hingga ia tertahan di sisi dinding didekat tempat tidur, ia terlihat sangat ketakutan dan benar-benar bingung, kedua telapak tangan wanita itu kini telah berada di antara mulutnya, ia gemetar hebat dan menggigiti jemari tanganya sendiri, wanita itu menangis dengan air matanya yang begitu deras tak tertahankan, ia telah hancur!


Zayn Keenan membeku di tempatnya, ia menatap begitu buruk kondisi Violet saat ini, Violet yang menjadi semakin takut padanya, ia hanya bisa menangis dan menangis di hadapanya malam itu.


Violet yang telah berantakan, rambut panjangnya bahkan terurai menutup separuh wajahnya, riasan wajah yang telah berantakan, ia telah lupa diri bahkan wanita itu lupa kapan terakhir kali ia makan, sungguh Violet tidak merasakan lapar sedikitpun.


"Violet." Panggil Zayn, ia mendekat.


"Heehh!" Violet menggelengkan kepala, ia memeluk lutut dan mulai menenggelamkan wajahnya di atas lutut, Zayn pun mematung lagi, ia tidak tau bagaimana cara menenangkan Violet, ia tidak bisa membuat wanita itu tenang karena Violet sangat takut padanya, ia tidak mau di sentuh olehnya.


Entah apa yang terjadi padanya, kini sepasang mata wanita itu mulai menjajah seisi kamar, ia bangkit dan berdiri setelah Zayn sadar jika Violet melihat sesuatu dan sesuatu itu adalah pisau buah yang ada di atas meja. Violet mengacungkan pisau itu pada Zayn Keenan, ia menggenggam pisau itu dengan kedua telapak tanganya yang gemetar hebat, sepasang kaki jenjang wanita itu tidak henti bergerak, ia sangat kacau dan tidak tenang.


"Ku bunuh kau Zayn! kau pembunuh! kau membunuh ayahku dan Joe Nathan! sekarang kau harus mati di tanganku!!!" Ucap Violet, kini ia melangkahkan kakinya medekati Zayn Keenan yang mulai mundur dan mengangkat tangan.


"Kau pembunuh.. kau harus mati di tanganku Zayn Keenan!!" Ucapnya dengan suara yang gemetar.


"Violet, lemparkan benda itu.. jangan main-main sayang." Ucap Zayn.


"Hahahaha.... main-main katamu? kau telah membunuh ayahku! kau membunuh calon suaminku! aku sangat membencimu Zayn!" Ucap Violet, ia tertawa di barengi air mata yang keluar dari kedua sudut matanya.


"Hahahaha... mereka telah mati, aku sendirian, hahaha...." Ucapnya.


"Violet.." Panggil Zayn, kini ia mulai mendekati Violet lagi.


Sadar akan Zayn Keenan kembali mendekat, Violet kembali menggunakan kedua tanganya untuk menggenggam pisau yang ia acungkan pada Zayn Keenan, kini Violet melangkah mundur dan terus mundur melihat Zayn yang semakin mendekat ke arahnya dengan tatapan mata penuh waspada.


"Diam disitu!! jangan mendekat!!" Perintah Violet, namun Zayn tidak menghentikan langkahnya.


Violet yang sadar akan Zayn tidak merasa takut dengan pisaunya, kini ia mengubah arah pisau itu.


"Diam disitu atau aku akan mati!!" Tegas Violet, ia menekan pisau itu ke perggelangan tanganya sendiri.


"Violet! jangan main-main dengan benda itu!" Ucap Zayn Keenan saat ia melihat begitu kuat Violet menekan pisau itu di perggelangan tanganya hingga darah segar mulai mengalir dan menetes ke lantai.


Dengan gerak cepat Zayn menghampirinya dan berusaha merampas piasau itu dari genggaman tangan wanita yang sangat di cintainya, ia tidak akan sanggup jika wanita itu sampai meninggalkanya lagi.


Zayn berhasil merampas pisau itu dari tangan Violet dan... "Plentang!!" pria itu melemparkan pisaunya kesudut kamar, ia lantas segera mendekap tubuh wanita muda itu untuk memintanya tenang, namun apa yang Zayn lakukan hanya semakin membuat Violet semakin marah.


"Jangan menyentuhku bajing*an! pergi kau pembunuh! lepaskan aku! ku bunuh kau Zayn! kau pria gila! psikopat sialan! breng*sek kau Zayn! kau harus membusuk di penjara! lepas!" Ucapnya berteriak dan memberontak hingga Zayn kualahan.


"Tenanglah sayang... Violet tenanglah..." Pinta Zayn, ia berhasil mendekap kuat wanita itu di dalam pelukanya, wanita yang terus menangis hingga suaranya perlahan telah habis, Zayn mencium puncak kepala Violet sambil memejamkan mata, kini Violet tidak bisa meronta lagi, kini ia hanya bisa menangis di pelukan pria yang telah membunuh ayah dan calon suaminya.


Violet mulai tertunduk, ia tidak lagi berteriak, suara tangisnya perlahan memudar hingga Zayn memeluknya semakin erat saat wanita itu telah ambruk untuk yang ke tiga kalinya.


"Violet..." Panggil Zayn.


Violet tidak bergeming di pelukanya, sepasang tangan wanita itu bahkan terkulai tidak berdaya, ia memejamkan matanya lagi dengan wajah cantik yang semakin memutih bagaikan mayat.


🍁Stay With Me Violet🍁


Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE DAN KOMEN sopan ya guys....