Stay With Me Violet Season 1

Stay With Me Violet Season 1
Pencarian Zayn Keenan



Racel yang baru kembali dari kantor, dia mematung saat melihat ayahnya yang sedang memarahi semua anak buahnya.


Racel pun naik ke lantai dua untuk menemui Axel kakaknya. Racel nampak melihat kakak kesayanganya hanya melamun di sofa di dalam kamarnya dengan cicin berlian di tanganya.


"Kakak.."ucap Racel masuk kedalam kamar kakaknya.


"Ada apa dengan kau dan ayah?"tanya Racel duduk di dekat Axel.


"Ayah sedang memarahi semua pengawalnya. dia terlihat sangat marah."ucap Racel lagi kepada kakaknya yang hanya membisu.


"Violet, dia menghilang."saut Axel yang menundukan kepala dengan cicin yang masih di genggemanya.


"Apa maksudmu?"tanya Racel memperjelas.


"Violet tidak tau sekarang dimana, ayah sengar marah karena para pengawal tidak menemukan jejaknya."saut Axel.


"Dia pergi?"ucap Racel dengan tatapan kosong.


"Dia tidak akan pergi lama, dia butuh uang."saut Racel.


Axel nampak diam saja, Racel merasa sedih melihat kakaknya yang terpuruk.


"Sudah lama aku tidak melihatmu tersenyum kakak."ucap Racel.


"Racel aku ingin istirahat."ucap Axel pada adaiknya.


Racel yang memahami kakaknya ingin sendiri, dia pun keluar dari kamar kakaknya dan masuk kekamarnya.


"Wanita itu, selalu membuat kekacawan di dalam keluargaku."ucap Racel merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Sedangkan Violet yang menghilang, dia nampak memandangi wajah ayahnya yang ketiduran di sofa.


"Aku sangat bahagia bisa bersamamu lagi ayah, kau adalah alasanku untuk tetap hidup. aku tidak memiliki apapun dan siapapun lagi selain dirimu."ucap Violet memandang wajah ayahnya yang sudah tidak muda lagi.


Ponsel Violet bergetar, Violet pun langsung mengetagui jika itu pasti dari Joe Nathan, karena di dalam ponsel itu hanya ada nomor ponsel Joe Nathan.


"Kau sudah samapai?"tanya Nathan melalui Chat.


"Ia, bagaimana keadaanmu di sana?"tanya Violet membalas.


"Aku baik-baik saja. jangan pergi kemanapun, karena Zayn dan Axel sedang mencari keberadaanmu."ucap Joe Nathan.


"Ia, aku akan menjaga diri dan ayah dengan baik. jaga dirimu baik-baik disana. aku takut Zayn akan curiga padamu dan melukaimu."


"Ia, sayang."saut Nathan.


"Apa yang kamu katakan?"tanya Violet.


"Sayang, boleh kah aku memanggilmu sayang?"tanya Nathan.


"Kau bukan ABG lagi. apa tidak terlalu memalukan?"tanya Violet.


"Tidak, aku suka memanggilmu sayang."saut Nathan.


"Terserah padamu saja."saut Violet dengan sticker senyum.


Joe Nathan pun tersenyum dan bangkit dari kursinya untuk pergi Meeting.


Semua rekan Violet nampak menggosip di ruang Meeting, mereka bertanya-tanya apa alasan Violet tidak datang bekerja tanpa izin secara tiba-tiba.


Violet melangkah masuk kedalam kamar uang sudah dipersiapkan untuknya.


Violet melangkah perlahan mendekati jendela besar yang ada di kamarnya.


"Dia pun tau aku suka melihat pemandangan diluar dari jendela kamar. jendela ini sungguh besar dan ada balkon dengan pemandangan air laut. Nathan mungkin aku tidak salah memilihmu."ucap Violet dalam hati.


"Rumah ini dikelilingi tembok beton yang menjulang tinggi, berlapis pepohonan rimbun jika di lihat dari jalan maka rumah ini jelas tidak terlihat. tidak ada tetangga di sini, hanya ada beberapa rumah saja. aku tidak tau tempat ini dimana dan apa namanya, yang aku tau tempat ini indah dan sejuk dengan pantai yang indah, ini pulau apa aku tidak perduli."ucap Violet.


"Nyonya, apa makanlah kami sudah menyiapkan makanan untukmu."ucap Para pelayan.


"Dirumah ini ada berapa pelayan?"tanya Violet pada para pelayan.


"Ada 11 nyonya, tugas kami berbeda-beda. karena tuan Joe Nathan ingin semua kebutuhan nyonya di sini terpenuhi dengan baik.


"Diluar aku melihat ada penjaga."ucap Violet.


"Ia, mereka disini untuk melindungi Nyonya Violet."saut kepala pelayan itu.


"Baiklah aku mau makan."ucap Violet melangkah ke arah meja makan dengan para pelayan yang membuntutinya.


Violet pun makan dengan di layani oleh para pelayan, Violet mengambil ponselnya.


"Kau membayar terlalu banyak pelayan, aku bisa mengurus diriku dan ayah di sini cukup dengan 2 pelayan saja."ucap Violet melalui Chat.


"Aku tidak akan membiarkanmu melakukan aktivitas rumah."saut Nathan.


"Aku akan gemuk seperti **** jika hanya makan dan diam."saut Violet.


"Tak masalah kau seperti ****, aku tetap menyukaimu."saut Nathan denga stiker **** yang gemuk.


"Stickermu sangat menyebalkan."saut Violet dengan sticker marah.


"Jangan nakal di sana sayang."ucap Nathan membalas.


"Disini hanya ada pelayan dan pengawal, aku akan nakal pada siapa? keculai kau ada disini maka aku akan nakal padamu."saut Violet.


"Jika begitu aku akan segera datang padamu."saut Nathan.


"Ia, aku akan menunggumu."saut Violet.


Violet pun meletakan ponselnya di atas tempat tidur dan berdiri melangkah ke jendela yang ada di dalam kamarnya.


"Axel mencariku? apa dia khawatir? hal yang telihat mudah setelah di jelani ternyata sangat sulit."ucap Violet dalam hati.


"Bagi mana hasilnya?"tanya Zayn pada anak buahnya.


"tidak ada gerak gerik nyonya Violet yang terlihat di CCTV tuan."saut pengawal.


"Bodoh! gunakan anjing pelacak!"perintah Zayn.


"Sudah tuan, tapi Anjing pelacak tidak bisa melacak keberadaan nyonya."saut pengawal itu lagi.


Zayn pun merebahkan tubuhnya di atas sofa dengan wajah merah dan tatapan tajamnya, urat-urat Zayn nampak menonjol dan ia menggertakan giginya.


"pergi! cari terus sampai dapat! kalu tidak aku akan menghabisi kalian semua!"ucap Zayn dengan nada berat.


"Baik tuan."saut para pengawal yang mulai berhamburan.


"Aku sudah curiga dengan semua masalah yang terjadi di One Zayn Group Amerika seolah ada yang merencanakanya. Hari dan Violet menghilang. sudah dapat di pastikan ada orang yang membantu mereka. brengsek! akan kuhabisi siapapun yang membantumu Violet! aku Zayn Keenan sampai matipun tidak akan melepaskanmu."ucap Zayn tersenyum mengerikan di wajahnya.