Stay With Me Violet Season 1

Stay With Me Violet Season 1
Kehancuran Axel




Waktu terus berputar dengan kesibukan Violet ia tidak menyadari ruangan mulai kosong, Violet menoleh ke arah meja Nathan.


"Nathan pasti sudah pergi ke kota A lagi. lebih baik aku cepat pergi sebelum Axel datang dan ingin mengantarku pulang."ucap Violet.


Violet pun bangkit dari kursinya dan berjalan cepat menuju halte di dekat One Zayn Group. diapun masuk kedalam Taxi yang sudah dipesanya dan pergi.


Axel yang berada didalam mobil memperhatikanya dari jauh dan mengikutinya, Axel sangat penasaran alasan Violet selalu menolak untuk pulang bersamanya.


"Ini bukan jalan ke rumahnya, sebenarnya dia mau kemana?"tanya Axel penasaran.


Taxi itu mengantar Violet sampai kedepan gerbang rumah.


"Rumah siapa ini? kenapa dia berhenti di rumah mewah ini?"tanya Axel dalam hati.


Axel masih memperhatikanya dari jauh Violet keluar dari Taxi dan sontak mata Axel membelalak saat ia melihat sebuah mobil mewah datang dan menghampiri Violet, Axel melihat seorang pria kluar dari dalam mobil itu yang ternyata pria itu adalah ayahnya.


"Ayah?"ucap Axel terkejut.


dadanya semakin sesak saat melihat ayahnya mencium kening Violet di depan gerbang rumah mewah itu.


Saat itu Axel tidak dapat berkata-kata, banyak sekali pertanyaan yang ingin ia tanyakan kepada Violet dan ayahnya. Axel pun mengeluarkan ponselnya dengan tangan yang gemetar.


"Halo.. Ayah aku dengar kau sudah kembali, bisakah kau pulang kerumah? aku ingin kau mengenalkan calon istri yang pernah ayah bicarakan padaku dan Racel. kenalkan kami dengan wanita itu."ucap Axel sambil menatap Violet dan ayahnya yang sedang mengangkat telpon darinya.


"Ayah akan mengenalkanya padamu, kalian bersiaplah."ucap tuan Zayn pada putra sulungnya.


Zayn pun menarik Violet masuk kerumah. Axel nampak tidak sabar ingin mengetahui siapa calon istri ayahnya, dia ingin memastikan apakah itu Violet atau wanita lain. dengan perasaan gelisah Axel pulang kerumah untuk menyambut ayah dan calon istrinya.


"Violet pakailah gaun yang aku belikan untukmu, ini sudah saatnya."ucap tuan Zayn pada Violet yang terdiam.


Violet tidak mengerti apa maksud dari ucapan Zayn. diapun langsung menurut dan berdandan cantik di bantu para pelayan, ia menggunakan gaun indah yang simpel. gaun yang di pilih Zayn dia memang memiliki selera yang tinggi. Violet sudah sangat cantik dengan semua kemewahan yang diberikan Zayn padanya.


Merekapun bergegas menuju mobil, di dalam mobil Violet hanya diam saja. dia tidak pernah mau berbicara dengan Zayn kecuali Zayn bertanya maka dia akan menjawabnya.


Violet nampak memandangi jari manisnya yang di hiasi cincin berlian dari Zayn, cincin tanda ikatanya bersama pria itu. diapun menatap keluar jendela lagi, Zayn hanya menatap Violet dan tidak berbicara seolah Zayn sudah terbiasa dengan sikap Violet yang dingin padanya.


"Kita sampai."ucap Zayn pada Violet.


Para pengawalpun membuka pintu mobil untuk mempersilahkan Zayn dan Violet keluar dari dalam mobil. Zayn nampak mendekat ke arah Violet yang tercengang dengan rumah mewah besar bak istana yang ada di hadapanya itu.


"Rumah siapa?"tanya Violet.


"Rumahku dan kedua anakku."saut Zayn.


Sontak jawaban Zayn membuatnya lemas dan ingin pingsan, Violet mulai gemetar dan merasa takut.


"Itu artinya rumah Axel? sungguh nafasku sesak dan mau mati saat ini saja."ucap Violet di dalam hatinya.


"Aku sudah bilang hubungan kita hanya kita saja yang mengetahuinya. kenapa kau membawaku kemari?"ucap Violet pada Zayn.


"Tapi mereka anakku, mereka harus tau."saut Zayn.


"Aku mau pulang. aku tidak ingin bertemu anakmu."ucap Vioket yang melangkah ke arah mobil.


"Ayahmu ada di tanganku. kuharap kau ingat posisimu."ucap Zayn dengan tatapan mengerikan.


"Ayah? dimana ayah?"ucap Violet dengan tatapan kosong.


"Ayahmu sungguh berani kabur dariku. tapi sayangnya aku menangkapnya lagi."ucap Zayn dengan senyum mengerikan di wajahnya.


"Bagaimana ini? ayah...apa kau baik-baik saja? Axel akan mengetahui semuanya sekarang. dia pasti akan membenciku jika mengetahui semua ini.tapi.. cepat atau lambat diapun pasti akan segera mengetahuinya. lalu apa bedanya sekarang atau nanti? aku hanya perlu diam dan bersiap di koyak olehnya.


Zayn menggenggam tangan Violet dan menariknya masuk, para pelayan sudah berjajar mereka membuka pintu besar nan mewah itu. Zayn membawanya menemui kedua anaknya.


Axel dan Racel yang sudah menunggu di ruang utama, mereka menoleh ke arah pintu yang terbuka. sontak kehadiran Violet membuat Racel kaget dan langsung berdiri. sedangkan Axel yang duduk di sofa ia nampak tidak bisa berkata-kata karena dugaanya ternyata benar adanya.


Zayn menggandeng Violet untuk mendekati kedua anaknya.


"Apa ini ayah?"tanya Racel tidak mengerti.


"Racel kenalkan ini Violet Grizelle calon istri ayah."ucap Zayn pada putrinya.


Racel pun langsung menghampiri Violet dan mendorongnya dengan kasar.


"Perempuan macam apa kau!"ucap Racel pada Violet yang terjatuh di lantai.


Axel nampak diam saja dan hanya mendengarkan, dia sungguh sangat kecewa pada Violet.


"Racel jaga sikapmu!"Zayn membentak putrinya.


"Ayah! kau tidak pernah berteriak padaku dan sekatang Kau berteriak padaku hanya karena wanita ini?!"tanya Racel marah dan menunjuk Violet.


Zayn pun membantu Violet berdiri, Violet nampak berlindung di belakang Zayn ia meneteskan air mata.


"Sudah ku duga siapapun yang mengetahui hubunganku bersama Zayn pasti akan bersikap sama seperti Racel."ucap Violet dalam hati.


"Hah~ ayah aku sungguh tidak bisa berfikir kali ini!"ucap Racel kecewa pada ayahnya.


"Racel kau harus menghormati keputusan ayah!"ucap Zayn marah.


"Ayah bisakah kau melihat? dia bahkan terlihat seperti aku putrimu! dan kau wanita murahan! kau berani sekali menggoda ayahku! apa semua karena hartanya?! kau mau uang hah??!"ucap Racel yang menyerang Violet.


"Racel jaga sikapmu dia calon ibumu!"ucap Zayn.


"Hah~ ha..ha.. aku tidak sudi punya ibu seperti dia! wanita sepertimu lebih baik enyah dari muka bumi!"ucap Racel yang menyiramkan air ketubuh Violet.


Plaaakkk......!! Zayn menapar putrinya sendiri.


"Pergi ke kamarmu sekarang!"ucap Zayn pada Racel.


Racel yang kaget karena di tampar ayahnya, dia pun langsung berlari ke kamar dan mengunci pintu. Racel menagis dia sangat kecewa.


"Axel."panggil Zayn pada putranya yang masih duduk di sofa tanpa berbicara.


Axel pun bangkit dan menghampiri ayahnya yang berdiri di samping wanita yang dicintainya. Axel melangkah kearah Violet yang terdiam dengan pakaian basahnya. Axel menatap Violet yang hanya meneteskan airmata.


"Selamat datang nona."ucap Axel mengulurkan tangan untuk berjabat.


Violet yang menangis diapun berjabat tangan dengan Axel.


"Namaku Axel kau pasti sudah mengenalku karena kau bekerja untukku di One Zayn Group."ucap Axel dengan tatapan kecewa.


"Aku Violet."ucap Violet terbatah. dia tidak bisa melihat mata Axel dan hanya menunduk.


Zayn pun membawa Violet masuk ke kamar tamu untuk Violet membersihkan diri dan mengganti pakaian.


Axel masih berdiri menatap wanita yang di cintainya berdiri di samping ayahnya dengan cincin yang sudah melingkar di jari manisnya. Axel pun langsung masuk ke kamar dan melamun.


"Kakak..."ucap Racel yang berdiri di pintu kamar Axel.


Racel tau kakaknya pasti sangat hancur, dia menghampiri kakaknya yang sedang menatap cincin yang ingin ia gunakan untuk melamar Violet.


"Kau membuatku gila!"ucap Axel sambil melempar cincinya di sudut ruangan.


"Kakak tenanglah..."ucap Racel yang juga sangat kecewa pada ayahnya.


"Aku mencintainya Racel, dan sekarang dia memakai cincin yang di berikan ayah! dan.. dia akan menjadi ibuku??? aku akan benar-benar gila!"ucap Axel yang frustasi.


Racel sangat sedih melihat kakaknya yang frustasi, Racel baru pertama kali melihat kakaknya menangis hingga terlihat sangat sesak. Racel sangat mengerti kehancuran kakaknya saat ini.


"Jangan menangis kakak. kau orang yang tegar dan dia tidak pantas kau tangisi."ucap Racel lirih.


"Tuan..Nona, Tuan besar menunggu di meja makan."ucap pelayan memanggil dari balik pintu kamar Axel.


***


Halo Readers..


Kalau suka sama karya aku ini, mohon untuk Like, Komen, tekan tombol Favorit dan Vote yaa..๐Ÿ˜€


mohon untuk menggunakan bahasa yang sopan supaya author semangat nulisnya๐Ÿ˜˜๐Ÿ™