Stay With Me Violet Season 1

Stay With Me Violet Season 1
Makan malam




Didalam kamar Zayn Keenan tertidur sambil memeluk wanitanya yang hanya diam dengan pandangan kosong. kamar mewah itu sangat sepi hanya terdengar suara hembusan angin yang masuk dan terus menerus mengibas tirai panjang melalui jendela.


Perut wanita itu mulai berbunyi namun Violet seolah tidak merasakan apapun. Violet lantas meraih pergelangan tangan kekar Zayn dan ia menyingkirkan tangan pria itu dari perutnya.


Violet bangkit dan duduk di sisi tempat tidur di dekat Zayn, ia bersandar sambil memeluk lutut seraya menenggelamkan wajah semakin dalam.


"Pusing." Batin Violet.


Wanita itu terus tertunduk saat ia merasa sangat mual dan pandanganya mulai memudar, semua nampak berputar baginya hingga ia tidak berdaya hanya untuk mengangkat kepala.


"Huuueekk."


Violet lantas menutup mulut dengan kedua telapak tanganya, ia masih diam menundukan kepala dengan wajah yang semakin lama semakin pucat. Zayn mendengar suara aneh itu hingga ia mulai membuka mata. Zayn bangkit dari tidurnya dan ia mendapati wanitanya sedang duduk tertunduk dengan wajah yang tertutup oleh rambutnya yang panjang.


"Sayang." Panggil Zayn, ia mendekat dan meraih dagu Violet, pria itu membuat wanitanya mendongak hingga ia terkejut saat melihat kedua lubang hidung wanita itu mengeluarkan darah segar. Violet pun menatap mata Zayn dengan sepasang matanya yang sayup.


Saat itu Zayn terdiam, ia menatap mata sayup itu sangat dalam dan mencoba terus menopang kepala Violet yang sangat lemas bersandar di tanganya. Zayn tidak menghapus darah segar yang keluar dari hidung wanita itu. ia hanya memandanginya hingga semakin lama kepala wanita yang saat ini ada di tanganya mulai terkulai mengikuti kemana arah tangan Zayn bergerak.


"Sayang." Batin Zayn Keenan.


Zayn lantas memeluknya sangat erat. sungguh ia tidak bisa menghadapi wanita itu. wanita yang terus menerus ambruk di pelukanya. Zayn pun terus mematung sepeti itu, sangat-sangat lama ia hanya terdiam memeluknya, sepasang mata pria itu memerah dan berkaca, namun kali ini ia tidak mau meneteskan air matanya lagi. pria itu mencoba kuat dan tidak menyerah menghadapi Violet yang keras kepala sama seperti dirinya.


Langit cerah di siang hari semakin lama semakin meredup hingga mega merah mulai muncul menghiasi langit yang mulai menyambut rembulanya. Zayn Keenan masih duduk memeluk Violet di atas tempat tidurnya, ia masih diam dengan wajahnya yang sendu dan menyandarkan kepala di puncak kepala Violet. pandangan pria itu kosong, ia bahkan tidak berniat untuk merebahkan tubuh wanitanya di atas tempat tidur meski ia mulai merasa kebas.


Perlahan Violet membuka kedua kelopak matanya, ia terdiam merasakan tubuhnya sangat lemas dan mengambang hingga ia mulai mencium aroma harum tubuh Zayn Keenan, Violet lantas mendongak perlahan dan terdiam saat sepasang mata mereka saling bertemu.


"Selamat malam sayang." Sapa Zayn.


Violet hanya diam, ia mulai mengalihkan pandangan kedepan dan mulai bangkit dari pelukan prianya.


"Ayo kita makan malam, kamu tidak makan apapun hari ini. kamu pasti sangat lemas dan lapar."


Zayn meraih pergelangan tangan Violet, ia bangkit dari duduk hingga Violet terperanjak dan ikut turun dari atas tempat tidur, kini sepasang kaki wanita itu mengikuti langkah kaki calon suaminya keluar dari dalam kamar hingga menuruni anak tangga menuju meja makan.


Melihat tuanya menuju meja makan, para pelayan lantas berlari kecil menghampirinya, mereka menarik kursi untuk tuan dan nyonyanya makan malam bersama dan para pelayan itu setia berdiri di sisi mereka untuk melayani semua kebutuhan tuanya. Kepala pelayan mulai meraih piring untuk Violet, ia meletakan piring itu di hadapanya.


"Biar aku yang melayaninya, aku mau makan berdua denganya kalian semua pergilah." Perintah Zayn Keenan.


"Baik tuan."


Para pelayan itu merunduk sopan dengan sepasang telapak tangan yang menyatu di bawah perutnya, mereka semua pergi untuk melanjutkan pekerjaan yang lain.


Zayn meraih sendok nasi dan ia mulai melayani wanitanya, ia menyiapkan nasi dan lauk pauk di piring Violet yang hanya diam.


"Makanlah yang banyak, dokter bilang kamu kekurangan gizi." Ucap Zayn, entah kenapa akhir-akhir ini ia sangat lembut pada Violet.


Violet mulai menggerakan tangan, ia meraih sendok dan mulai menyuap makanan kedalam mulutnya. ia mengunyah perlahan dan menoleh pada Zayn yang saat ini sedang makan di sampingnya.


"Enak?" Tanya Zayn.


Violet mengalihkan pandanganya lagi dan menghentikan kunyahanya seraya ia mengangguk perlahan. melihat wanita itu menganggukan kepala, Zayn pun lantas tersenyum, ia sangat bahagia.


Violet menelan makanan di dalam mulutnya dan ia menoleh lagi menatap Zayn Keenan yang sangat lembut padanya.


Mendengarnya, Violet lantas mengalihkan pandanganya lagi, wanita itu bagai bisu tidak mengucap sepatah katapun.


Saat itu Racel baru saja pulang dari kantor, ia masuk kedalam kamar dan mengganti pakaian, "Lapar." Ucap Racel seraya ia memegangi perut dengan telapak tanganya.


Racel lantas meninggalkan kamar dan ia menapaki anak tangga menuju ruang makan, wanita itu masuk dan terhenti seketika saat ia melihat ayah dan calon istrinya sedang makan berdua.


"Cih!" Racel tersenyum kecut, ia memutar tubuh hendak kembali ke kamarnya.


"Racel!" Panggil Zayn Keenan, ia mendongak dan menatap ke arah pintu, pria itu menyadari akan kehadiran Racel hingga Violet pun menoleh pada wanita yang seusia denganya itu.


"Apa?" Sahut Racel, ia nampak malas menoleh ke arah ayah dan calon ibunya.


"Duduk!" Perintah Zayn Keenan.


"Aku sudah tidak lapar." Sahut Racel, ia kembali melanjutkan langkahnya.


"Racel Zayn! Ayah bilang duduk!" Perintah Zayn Keenan hingga racel terhenti seketika, wanita itu menoleh sambil menggertakan giginya.


"Cepat duduk dan makan!" Perintah Zayn Keenan, ia sangat tegas hingga Racel tidak bisa melawanya dan hanya bisa mematuhi perintahnya.


Racel lantas menghampiri kursi, ia menoleh menatap Violet yang kembali tertunduk di kursinya. wanita itu meraih piring dan mulai mengambil makanya.


"Makan yang banyak Racel." Perintah Zayn, ia memperhatikan sebarapa banyak makanan yang di ambil oleh putrinya.


"Aku kenyang." Sahut Racel, ia hanya mengambil sedikit makanan.


Racel menoleh lagi pada Violet saat ia menyuap makanan kemulutnya, sungguh.. Racel sangat membenci wanita itu.


"Mamah! aku mau brokoli, tolong ambilkan!" Perintah Racel pada Violet, ia menggunakan garpu di genggamanya untuk menunjuk sepiring brokoli yang ada di dekat Violet.


Violet yang saat itu sedang menyuapkan makanan kemulut, ia lantas terdiam tertunduk semakin dalam dan mulai meletakan sendoknya di atas piring, ia menoleh ke arah brokoli dan meraihnya.


"Ini?" Tanyanya.


"Ya iya lah! memangnya ada menu brokoli yang lain?" Tanya Racel.


Violet pun terdiam lagi dan ia mulai meletakan brokoli itu di dekat Racel, Racel langsung menyendoknya tanpa ia mengucap terimakasih pada Violet.


"Ambilkan aku minum! mamah!" Ucapnya lagi seraya ia meletakan gelas kosong di hadapan Violet, gadis itu sungguh sangat ketus padanya.


Violet pun mendongak lagi dan ia mulai menuang air minum di gelas Racel, Racel langsung meminumnya dan "Isi lagi!" Perintahnya.


Zayn memperhatikanya, ia bahkan melihat wanitanya sangat patuh pada putrinya. Zayn pun dengan sigap meraih gelas kosong milik Racel saat Violet hendak mengisinya lagi.


Craaannngg!!!


Suara itu nyaring terdengar saat Zayn Keenan membanting gelas putrinya di lantai. ia menatap sepasang mata Racel sangat mengerikan hingga Racel tertunduk mulai merasa sangat takut.


"Sekali lagi kamu bersikap kurang ajar pada Violet! ayah tidak akan segan untuk memberimu pelajaran!" Ucap Zayn Keenan, ia sangat marah.


🍁Stay With Me Violet🍁


Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE dan KOMEN sopan ya guys....