Stay With Me Violet Season 1

Stay With Me Violet Season 1
Sakit




Dipagi hari mulai terdengar cuitan burung yang beterbangan dijendela kamar Violet, burung-burung itu membangunkan gadis cantik yang masih terbaring ditempat tidurnya, perlahan gadis itupun membuka kedua matanya, ia berganti posisi dan menatap kearah jendela yang sudah mulai terang, seketika iapun kaget dan langsung bangkit dari tidurnya, dia duduk diatas tempat tidur yang sangat besar itu sambil memegangi kepalanya yang merasa pusing.


"Sudah pagi, kenapa alarm diponselku tidak berbunyi? Apa mungkin aku terlalu lelah hingga tidak terdengar?"Tanya Violet dalam hati.


Dengan mata sayup dia melangkah menuju kamar mandi dan mandi dengan cepat, diapun berlari kecil menuju halte dan naik bus yang akan mengantarkanya kekantor.


Violet duduk ditempat biasa, dia menyandarkan tubuhnya dikursi.


"Badanku terasa tidak enak, sakit semua. Apa mungkin karena aku berendam malam-malam dengan waktu yang cukup lama?"Tanyanya dalam hati.


Bus pun sampai dihalte dekat One Zayn Group, diapun turun dan sesekali menutup wajahnya dengan tangan entah kenapa ia agak sedikit mual mencium bau Bus yang biasa digunakanya.


Violet dengan cepat menuju kemeja kerjanya, hari itu Violet nampak lesu dan pucat. Violet menatap meja Pak Han yang sekarang digantikan oleh Joe Nathan mantan kekasihnya dulu. Joe Nathan nampak sedang sibuk dengan petinggi lainya dimeja bundar tempat biasa para boss berbincang.


"Sepertinya hari ini akan sedikit sulit."Ucap Violet sambil memegang kepalanya yang merasa pusing.


Mikka datang menghampiri Violet, seperti biasa Mikka selalu mengatakan hal-hal yang tidak penting padanya, namun saat itu Violet tidak memahami ucapan Mikka karena dia sudah cukup sakit kepala.


Mikka yang merasa dirinya diabaikanpun, dia bangkit dari duduknya.


"Ingat perkataanku jauhi Axel."Ucap Mikka yang Violet dapat sadari.


Mikka pergi dan masuk keruang kerjanya, Axel pun datang dengan wajah dinginya.


"Datang keruanganku sekarang bawa hasil design minggu ini."Ucap Axel yang berbicara tanpa melihat lawan bicaranya.


Axel pergi begitu saja keruanganya, Violet dengan cepat menyiapkan hasil design yang sudah dibuatnya dan rekan-rekan kerja lainya yang sudah dikumpulkan sebelumnya untuk diserahkan kepada Axel sebagai proses seleksi.


Violet berdiri dengan dokumen tebal yang ada ditanganya, dia menuju ruangan Axel dan masuk kedalamnya. Violet menundukan tubuhnya untuk memberi salam dan melangkahkan kedua kakinya untuk menyerahkan dokumen yang ada ditanganya.


"Ini tuan."Ucap Violet sopan, diapun menaruh dokumen itu diatas meja didekat Axel.


Axel langsung menyambar dokumen itu dan memeriksa setiap isi dari lembaranya. Kali ini Axel yang sedang marah pada Violet dia bersikap dingin sama seperti saat Violet baru masuk bekerja di One Zayn Group.


Violet menoleh kearah meja Ben, meja Ben saat itu kosong karena Ben harus dinas luar kota lagi mengikuti semua perintah Axel. Violet pun menoleh kearah Axel dan tidak sengaja menatapnya, diapun kaget karena Axel juga sedang menatapnya, Violet perlahan menundukan kepala.


"Setelah memperhatikan Joe Nathan kau mencari Ben?"Tanya Axel yang berjalan menuju sofa dengan dokumen yang ada digenggamanya.


Violet membiarkan Bossnya berfikir buruk tentangnya.


Violet melangkah membuntuti Axel dan diapun berdiri didekatnya untuk menunggu pendapat Axel tentang design yang dibuat dirinya dan rekan kerjanya.


Violet yang seolah tidak ingin memperkeruh suasana diapun duduk disofa didepan Axel. Axel membuka dokumen itu lagi dengan waktu yang cukup lama.


"Kenapa lama sekali, sepertinya aku harus keklinik, aku sudah tidak tahan."Ucap Violet dalam hati.


Brraaakk...!! Axel menaruh tumpukan dokumen itu diatas meja, dia marah karena kurang puas dengan hasilnya.


"Apa saja yang kalian kerjakan? membuat design saja tidak becus! aku sangat bosan melihat design-design ini."Ucap Axel sambil mengambil dokumen itu dan melemparkanya ketempat sampah.


"Buat ulang! Kalian semua jangan ada yang pulang sebelum bisa menyerahkan hasil design kalian yang baru sore ini juga!"Perintah Axel marah.


Violet cukup paham atas permintaan Bossnya, diapun pamit dan keluar dari ruangan itu, rekan-rekan Violet nampak sedang melihat kearah Violet yang keluar dari ruangan Axel karena mereka mendengar tuannya berteriak pada Violet.


Violet melangkah menghampiri rekan-rekanya.


"Boss mau kita semua membuat design ulang, dia bilang design kita tadi sangat membosankan dia tidak mengizinkan kita pulang sebelum menyerahkan hasil design kita yang terbaru padanya sore ini."Ucap Violet menjelaskan pada rekan kerjanya.


Mereka mulai ramai, ada yang langsung mengerjakan agar tidak lembur dan ada juga yang sedikit keberatan. Respon mereka berbeda-beda, tapi mereka tau apapun perkataan Axel harus dipatuhi. Violet pun langsung duduk dikursinya dan membuat design yang baru, dia menunda niatnya untuk pergi keklinik. Namun hari itu bukan hari yang tepat untuknya membuat design yang baru, dia nampak mengerjakan tugasnya dengan kondisi tubuh yang kurang baik, waktu berjalan dengan sangat cepat hari itu, Violet melupakan makan siangnya dan sibuk menyelesaikan designnya, semua orangpun sangat sibuk.


Rekan-rekan Violet satu persatu menyerahkan hasil designnya pada Violet dan merekapun satu persatu pulang kerumah. Violet menoleh kemeja Joe Nathan namun karena Joe Nathan yang sangat sibuk dia pergi berkunjung ke suatu perusahaan dikota A.


Mentari mulai redup, tersisa Violet sendiri didalam ruangan itu, Violet menoleh kearah jam dinding yang ada disisi tembok.


"Mampuslah aku, kepalaku sakit hingga tidak bisa bekerja dengan becus."Ucap Violet yang merebahkan kepalanya diatas meja.


Violet tau kali ini dia harus lembur, padahal biasanya dialah yang paling cepat untuk sekedar membuat design. Waktu sudah menunjukan pukul 19:15 Violet sudah tidak bisa untuk meneruskanya. Tubuhnya tidak sekuat sebelumnya, diapun menaruh kedua tanganya diatas meja dan menggunakannya untuk alas kepalanya, wajahnya pucat, dia sudah tidak dapat melihat dengan jelas.


Axel memperhatikan semua gerak-gerik dari Violet, diapun mulai menyadari jika Violet hari ini sangat lain. hingga..


"Brraaakk...!! Mata Axel seketika membelalak dia melihat Violet yang terjatuh dari kursinya. Axel dengan cepat berlari kearah Violet yang terbaring dilantai dan mengangkat kepalanya. Axel melihat Violet berwajah pucat seperti mayat dengan tubuh yang tidak bergeming dan darah yang keluar dari hidungnya membuat Axel sangat panik.


"Tubuhnya panas sekali."Ucap Axel diapun dengan cepat membawa Violet kerumah sakit.


***


Halo Readers..


Kalau suka sama karya aku ini, mohon untuk Like, Komen, tekan tombol Favorit dan Vote yaa..๐Ÿ˜€


mohon untuk menggunakan bahasa yang sopan supaya author semangat nulisnya๐Ÿ˜˜๐Ÿ™