Stay With Me Violet Season 1

Stay With Me Violet Season 1
Aku mau mati, tolong bunuh aku..




Zayn yang malam itu mulai dikuasai nafsu birahinya, dia mulai membuka kancing jas dan melepaskanya, dia melemparkan jas bekas pakainya kesembarang tempat. tidak hanya merasa puas hanya dengan melepaskan jas, kini Zayn mulai melepaskan satu per satu kancing kemejanya dengan tatapan mata yang sangat mengerikan menatap Violet yang hanya bisa menangis.


Zayn mendekat lagi, dia berbisik di telinga Violet. "Jangan takut, tidak akan sakit." Ucapnya. namun Violet malah semakin terisak dengan suara tangisnya yang mulai bergetar hebat, tidak dapat di pungkiri Violet menjadi lemas mendengar bisikan mengerikan Zayn padanya.


Zayn Keenan yang kini hanya menggunakan kemeja berwarna putih dengan seluruh kancingnya yang terlepas, tubuh atletisnya pun terlihat nampak sangat jelas. Zayn melepaskan kemejanya, dia melemparkan kemeja bekas pakaianya kesembarang tempat lagi.


Kini pria itu sudah berada diatas tubuh Violet lagi, dia menatap mata Violet, membelai rambut panjangnya, bahkan Zayn pun mulai berani berniat untuk mencium bibir wanita muda itu.


"Tolong lepaskan aku tuan Zayn, aku mohoon." Pinta Violet lirih saat dia melihat Zayn mulai mendekatkan wajahnya lagi.


"Sebentar lagi kamu akan menjadi milikku seutuhnya, kamu akan menjadi istriku secepatnya." Saut Zayn.


Violet sadar jika Zayn menginginkan dirinya malam itu juga, dia sadar jika dia hanya diam maka dia akan benar-benar berakhir. Violet bergegas bangkit lagi, dia mendorong tubuh Zayn hingga Zayn pun terhempas, kaki kanan Violet sudah menyentuh lantai namun kaki wanita itu kembali mengatung saat Zayn meraihnya dan merebahkan kembali tubuh Violet di atas tempat tidur.


Violet masih tidak menyerah untuk menghindar, namun Zayn pun seolah tidak menyerah untuk mendapatkanya malam itu. Zyan langsung mencium bibir Violet dan mendorongnya untuk berbaring lagi. kedua bola mata Violet membelalak, dia mengepalkan kedua telapak tanganya yang saat ini berada dalam genggaman tangan Zayn Keenan.


Violet ingin berteriak, namun itu sangat mustahil baginya, Zayn menciumnya sangat kuat, dia bahkan menyesap bibir Violet penuh gairah. semakin Violet bergerak dan memberontak, Zayn justru semakin tidak bisa berhenti. lidah pria itu semakin dalam mencari kenikmatanya.


Perlahan Violet melemah, dia bahkan tidak memiliki tenaga lagi hanya untuk menopang kepala, kini Violet merebahkan kepalanya diatas tempat tidur dengan ciuman Zayn yang masih belum juga terlepas darinya. sepasang kaki Violet bahkan tidak bisa diam menahan ciuman kuat yang menghabiskan tenaganya, membuatnya kesulitan hanya untuk bernafas, perlahan sepasang bola mata Violet yang membelalak meredup, air tanda kesedihan bahkan belum juga terhenti mengalir dari kedua sudut matanya.


"Haaahhhh~" Engah  Violet dan Zayn Keenan.


Keduanya mencari udara untuknya bernafas lega, nafas mereka bahkan terpenggal-penggal, Violet menggunakan kedua siku untuk hendak bangkit dari tidurnya, dia merangkak di atas tempat tidur untuk menjauh dari Zayn, namun dengan sigap Zayn meraih kakinya dan menariknya mendekat ke tubuhnya lagi.


"Berikan semuanya padaku sayang." Pinta Zayn, dia mulai mencumbu wanitanya lagi.


Violet menangis tersedu-sedu merasakan setiap sentuhan bibir Zayn di pundak dan lehernya, namun meski Zayn mendengar tangisan pilu Violet, dia yang telah buta dan tuli oleh nafsu yang menguasainya, membuat Zayn bahkan tidak bisa menahan hasratnya.


"Aku ingin mati! bunuh saja aku tuan Zayn! bunuh saja aku dan anda bisa memiliki semua milikku, aku ingin matiiiii." Ucap Violet, dia menangis tersedu-sedu dengan sekujur tubuh yang lemas tidak mampuh dia gerakan lagi.


"Aku ingin matiiiiii.... aku ingin matiiii. bunuh aku tuan Zayn... bunuh aku dan miliki aku." Pintanya lagi.


Zayn tersadar setelah dia mendengar keinginan Violet, ia mendongak dan mendekat untuk menatap wajah Violet yang berbaring di bawah tubuhnya.


"Aku ingin matiiiii... bunuh aku dan anda bisa memilikiku." Ucap Violet.


Kata itu terucap berulang-ulang kali dari mulut Violet, sungguh... setiap kalimat buruk itu terucap dari mulut manisnya, membuat jantung dan hati Zayn bergetar hingga bulu kuduknya berdiri. Zayn menatap wanita yang telah lemas dihadapanya dia melihat air mata wanita itu belum juga berhenti sejak saat dia melihat kehadiranya lagi.


"Aku ingin matiiiii... aku mau matiiii... tolong bunuh aku, tolong habisi nyawaku... aku tidak mau hidup lagi." Ucap Violet.


"Apa yang kamu bicarakan sayang?" Tanya Zayn.


Violet masih seperti itu, belum berhenti hingga tangisnya mulai terpenggal-penggal karena dadanya yang sangat sesak, dia sungguh sangat putus asa dan tidak menginginkan kehidupanya lagi.


Zayn sadar jika Violet tidak akan berhenti menangis jika dirinya masih menampakan diri di depanya, perlahan Zayn menarik diri dengan fokus matanya yang masih menatap Violet sangat dalam.


"Berhentilah menangis, aku tidak akan melakukanya jika kamu tidak menginginkanya." Ucap Zayn, dia bangkit dari duduk dan melangkah menghampiri kemejanya, Zayn memakai kemejanya lagi dan mulai mengaitkan satu per satu kancingnya sambil dia menatap wanita yang tidak mampuh bergeming lagi di hadapanya.


Dengan hanya memakai kemeja yang belum ia rapihkan, Zayn mulai melangkahkan sepasang kakinya menuju pintu, dia membuka pintu dan menoleh pada Violet lagi. dengan tatapan mata penuh rasa kecewa akan Violet yang sungguh tidak menginginkan dirinya, Zayn tertunduk dan keluar dari dalam kamar.


"Kunci pintunya!" Perintah Zayn pada kedua patung hidup yang berdiri di dekat pintu kamar Violet.


Malam semakin larut, Axel hanya diam termenung di balkon kamarnya, dia bahkan tidak mengetahui apa yang terjadi di salah satu kamar di dalam rumah mewah bak istananya.


Sedangkan Joe Nathan. saat ini dia menggertakan gigi dengan kedua bola mata yang terfokus akan layar monitor yang menampilkan tiap detik waktu yang terjadi pada saat menghilangnya Violet di restoran.


"Zayan Keenan." Ucap Joe Nathan, dia mengepalkan kedua telapak tanganya.


Dengan wajah mengerikan, urat-urat yang mulai menonjol dan tatapan mata yang sangat tajam, Joe Nathan meninggalkan restoran untuk ia kembali kerumah.


Disepanjang perjalanan Joe Nathan termenung di dalam mobil, dia menggenggam erat kemudi mobilnya, dia telah gagal menepati amanat dari tuan Harry yang telah berpesan padanya untuk menjaga Violet, terlebih Joe Nathan pun sangat khawatir akan apa yang terjadi pada Violet saat ini, Violet yang kembali berada di dalam genggaman tangan Zayn Keenan.


"Violet sayang... kamu pasti sangat ketakutan, tunggu.. aku akan datang untuk menjemputmu." Ucap Joe Nathan.


Dikediaman keluarga Zayn, Violet mulai menggunakan sikunya untuk bangkit, dia duduk dan perlahan meringsek kebelakang, dia bersandar di sisi tempat tidur, meraih bantal dan memeluknya sangat erat. Violet merebahkan kepalanya di atas bantal yang kini berada di dalam pelukanya, kedua tanganya masih gemetar, tangisnya belum juga usai dan perlahan Violet mulai menenggelamkan wajahnya di atas bantal itu.


🌸Stay With Me Violet🌸


Jangan lupa dukung author:


Vote


Like


Love


Komen positif


🙏