
Dimalam hari Violet berdandan sangat cantik, dia akan pergi makan malam bersama calon suaminya Joe Nathan. meski memang sangat takut untuk menampakan diri di keramaian, namun Violet memang merasa bosan selalu berada di dalam rumah.
Violet memutar tubuh di depan cermin, dia tersenyum sempurna saat menatap gambaran seorang wanita cantik bergaun hitam dengan bagian punggung dan lengan yang terbuka. gambaran seorang wanita itu adalah dirinya sendiri.
"Kamu sangat cantik." Ucap Joe Nathan, dia muncul di dalam pantulan cermin dan memeluk Violet dari belakang.
"Benarkah?" Saut Violet, dia tersenyum manis saat Joe Nathan mencium lembut sisi pipi bagian kananya dari belakang.
"Sudah siap?" Tanya Joe Nathan pada sosok cantik yang ada di dalam cermin di hadapanya.
"Eemm~"
"Ayo kita pergi." Ajaknya lembut.
Violet melepaskan lingkar tangan Joe Nathan dari tubuhnya, dia berbalik badan dan menatap mata Joe Nathan. Violet terdiam, begitu pula Joe Nathan, mereka hanya saling diam dan menatap sangat dalam. Violet melangkahkan kaki kananya dan cup~ dia mencium pipi Joe Nathan.
Joe Nathan meraih Violet saat Violet hendak menarik diri, Joe Nathan mencium lembut bibir wanita yang bersikap sangat manis padanya. keduanya menikmati setiap momen romantis menjelang pernikahan mereka hingga akhirnya Violet berakhir di dalam dekapan prianya malam itu.
"Aku sudah lapar sayang." Ucap Violet, kepalanya mendarat bersandar di dada bidang Joe Nathan.
"Ayo kita pergi." Saut Joe Nathan, dia menarik diri dan mengelus pipi Violet sangat lembut.
Violet pun meraih tasnya dan pasangan itu keluar dari dalam kamar, menuruni satu per satu anak tangga untuk menemui tuan Harry di ruang utama. dari jauh Violet melihat ayahnya sedang duduk termenung diatas sofa.
"Ayah." Panggil Violet dan tuan Harry pun menoleh padanya.
"Kamu sudah mau pergi nak?" Tanya tuan Harry, dia bangkit dari duduknya.
"Iya, ayah yakin tidak mau ikut bersamaku dan Joe Nathan?" Tanya Violet.
"Jika ayah berubah fikiran aku dan Violet akan menunggu ayah bersiap." Sambung Joe Nathan, dia sangat sopan berbicara kepada tuan Harry.
"Tidak, ayah di rumah saja. kalian nikmati saja malam ini hanya berdua." Saut tuan Harry, dia tersenyum pada keduanya.
"Kalau begitu aku dan Joe pegi ya." Ucap Violet.
"Iya." Saut tuan Harry.
Joe Nathan meraih lengan Violet, mereka memutar tubuh untuk hendak pergi meninggalkan tuan Harry. namun langkah mereka terhenti saat tuan Harry meraih perggelangan tangan putrinya. Violet dan Joe Nathan pun menoleh kembali.
"Joe Nathan, tolong jaga Violet." Pinta tuan Harry, dia menatap mata Joe Nathan penuh harap.
"Tentu saja ayah, aku akan menjaganya. ayah jangan khawatir." Saut Joe Nathan menenangkan.
"Baiklah, kalian pergilah sudah malam." Ucap tuan Harry.
Violet melangkah maju dan Cup~ dia juga memberi ciuman manis di pipi ayahnya, Violet tersenyum begitupun dengan tuan Harry.
"Daaah ayah.." Ucap Violet melambai kecil.
"Hati-hati di jalan." Saut tuan Harry.
"Iyaaa.." Saut Violet melangkah semakin jauh.
Tuan Harry membuntuti putrinya sampai ke pintu. dia menatap kedua kesayanganya mulai memasuki mobil dan pergi.
"Semoga kamu bahagia nak." Batin tuan Harry.
Mobil yang di kemudikan Joe Nathan melesat memecah jalanan ibu kota. pasangan itu sangat bahagia dan mengisi perjalanan mereka dengan sendau gurau hingga mereka telah sampai setelah beberapa menit dalam perjalanan. Violet keluar dari dalam mobil setelah Joe Nathan membukakan pintu mobil untuknya. Violet mematung menatap begitu megahnya restoran yang akan dia singgahi malam ini.
"Sayang." Panggil Violet, dia tercengang.
"Iya." Saut Joe Nathan, dia meraih pinggang Violet dan mereka mulai melangkah bersama.
"Kamu yakin kita akan makan di Resotan bintang lima ini? ini... apa tidak terlalu berlebihan?" Tanya Violet.
Violet menoleh, dia memberikan senyum manisnya pada Joe Nathan sebagai tanda jika dirinya tidak menolak akan keinginan calon suaminya itu. mereka masuk kedalam restoran di sambut baik oleh pelayan dan keduanya menuju meja makan yang sudah di pesan oleh Joe Nathan.
Violet kembali terdiam saat dia melihat meja makan berhias bunga dan lilin-lilin, meja makan spesial di tempat yang terpisah di dekat danau dengan lampu-lampu yang menggantung bergoyang terhempas angin malam.
"Sayang.. kamu menyiapkan ini semua?" Tanya Violet.
"Iya, ini malam spesial kita sayang." Saut Joe Nathan, dia menaik kursi dan menanti Violet untuk duduk.
"Terimakasih sayang." Ucap Violet, dia pun bergegas untuk duduk.
Joe Nathan tersenyum dan menyusul, dia duduk di hadapan Violet. mereka saling memandang terpisahkan meja makan yang sudah terdapat menu spesial hidangan terbaik restoran itu.
"Makanlah yang banyak." Pinta Joe Nathan.
"Iya." Saut Violet.
Joe Nathan dan Violet berbincang kecil sambil keduanya melahap makanan mereka, kebahagiaan terpancar jelas di wajah Violet saat dia bersama dengan Joe Nathan. mereka melahap makananya sampai habis dan melanjutkan berbincang, bercerita apa saja yang membuat mereka saling merespon dan tertawa.
Deeeerrttt..... Ponsel Joe Nathan yang ada di dalam saku jasnya bergetar, dia meraih ponselnya dan menatap layar ponsel yang menyala.
"Siapa?" Tanya Violet.
"Sekertaris Andrew." Saut Joe Nathan.
"Terima saja, tidak apa-apa." Ucap Violet.
"Kalau begitu tunggu sebentar ya sayang, kamu di sini saja aku janji tidak akan lama."
"Iya, kamu santai saja."
Joe Nathan tersenyum lagi dan bangkit dari duduk sambil dia mnerima panggilan, Violet terdiam menatapnya yang semakin pergi menjauh. Violet pun menoleh ke sisi kiri, dia melihat pria-pria berjas dengan logo bintang dengan mata elang, dia mengenal logo itu, logo yang melekat di jas bagian dada kiri mereka.
"One Zayn Group? tidak.. itu logo orang-orang Zayn Keenan. apa yang harus aku lakukan? kenapa mereka semua bisa sampai di sini?" Batin Violet.
Violet mengalihkan pandangan sambil dia tertunduk menutup wajah dengan rambut panjangnya, Violet melirik ke arah pria-pria berjas hitam itu, pria-pria bertubuh kekar dengan wajah-wajah mereka yang mengerikan.
"Mereka menatap satu-persatu para tamu di restoran ini, apa mereka mencariku?" Batin Violet.
Violet menoleh ke arah Joe Nathan, dia melihat Joe Nathan masih menerima panggilan. Violet pun mengalihkan pandanganya lagi ke arah para pengawal Zayn Keenan yang melangkah semakin dekat ke arahnya.
Violet memejamkan mata dengan nafas yang terpengal-pengal, dia sungguh sangat ketakutan, tubuhnya mulai gemetar, dia mengepalkan kedua telapak tangan dan bingung harus berbuat apa.
"Joe Nathan akan dalam bahaya jika mereka mengetahui aku bersamanya, Zayn tidak akan mengampuninya. aku harus segera pergi dari sini meninggalkan Joe Nathan." Batin Violet.
Violet meraih tasnya dan bangkit, dia melangkah cepat meninggalkan restoran dengan kepala yang terus tertunduk.
Seorang pengawal yang mendekat ke arahnya merasa curiga akan wanita yang langsung pergi saat dia menghampirinya. pengawal itu mengeluarkan ponsel dari dalam saku jasnya, dia menatap kepergian Violet sangat tajam.
"Seorang wanita bergaun hitam menuju pintu keluar, cek sekarang juga!" Perintahnya.
"Baik."
🌸Stay With Me Violet🌸
Jangan lupa dukung author:
Vote
Like
Love
Komen positif
🙏