Stay With Me Violet Season 1

Stay With Me Violet Season 1
S.A.Y.A.N.G




Violet segera bangkit dari tempat tidur, sungguh ia tidak dapat menemukan jeda kedamaian di rumah itu. ia selalu merasa ketakutan dan waspada sepanjang hari. tentu itu sungguh menyiksa dirinya.


Melihat Violet segera bangkit, Zayn meraih kedua lengan wanita itu dan menghempaskan lagi tubuh wanitanya ke atas tempat tidur. Violet menoleh, ia melihat pria itu semakin dekat denganya, pria itu membuka kancing jasnya dan kini berada di atas tubuhnya, mencengkram kuat kedua sisi pipi Violet dengan menggunakan satu tanganya.


"Panggil aku sayang." Pintanya lagi.


Violet hanya diam, ia sungguh tidak mau kenapa Zayn Keenan bahkan tidak menyerah dan terus memaksanya. mengancam wanitanya dengan sesuatu yang sangat ia takuti.


Zayn meraih dress yang saat ini Violet kenakan dan Sraaaakkk!!! pria gila itu merobeknya hingga setinggi paha teratasnya.


"Jangan!" Teriak Violet, ia sungguh terkejut akan apa yang di lakukan Zayn Keenan padanya.


"Patuh atau aku akan bertindak labih jauh." Sahut Zayn, kini hidung pria itu sudah berada di leher wanitanya lagi hingga membuat Violet mendongak tidak ingin lehernya tersentuh oleh hidung mancung calon suaminya. ia memejamkan mata seraya Zayn Keenan menghembuskan nafasnya menyusuri tiap lekuk dari leher dan pundak wanitanya.


"Jangan! Sayang..." Ucap Violet saat tangan pria itu mendarat di pinggangnya dan hendak menjelajah tiap lekuk tubuhnya.


Zayn Keenan tersenyum, ia mendongak dan meraih dagu Violet untuk menatap matanya.


"Katakan sekali lagi." Pintanya.


"Sayang.." Sahutnya dengan suara yang kecil dan gemetar.


"Panggil namaku dan akhiri dengan sayang di belakangnya." Pinta Zayn.


Violet terdiam, ia menelan ludah dengan degup jantung yang berdetak sangat cepat. ia sungguh jijik jika haru memanggil manja pria nya seperti itu. namun sekali lagi, Violet adalah milik Zayn, maka ia harus patuh padanya jika ia ingin dirinya tetap baik-baik saja.


"Zayn.. sayang..." Ucap Violet terbatah dengan suara gemetar.


"Aku mau mendengarnya lagi." Sahut Zayn.


"Zayn sayang."


"Hahahaha.. kamu memang sangat manis sayang, mulai hari ini panggil aku sayang, mengerti?"


"I.. iya.."


"Bagus." Ucap Zayn, ia langsung mencium bibir wanitanya tanpa ampun.


Violet meremas kemeja Zayn saat pria itu tidak juga melepaskanya dan terus menciumnya, ia bahkan semakin mendekat hingga Violet memejamkan mata. tangan kiri Zayn kini kembali melepaskan ikatan yang membelenggu sepasang tangan Violet hingga membuat Violet terkejut dan membuka matanya lagi.


Satu ciuman manis di pagi hari mampuh membuat Violet kehilangan selera untuk melanjutkan sisa harinya. Zayn kini melepaskanya, Ia memandang wajah Violet yang saat ini berada di bawah tubuhnya, ia melihat wanita itu membisu bagaikan patung hidup, hanya diam.


Tangan kiri Zayn mendarat di bibir wanitanya yang basah dan memerah, ia menatap bibir manis itu sangat dalam, mengelusnya sangat lembut penuh perasaan.


"Sayang.." Panggil Zayn, dan Violet hanya diam.


"Aku berjanji akan memperlakukanmu dengan baik asalkan kamu mau menerimaku, menikahlah denganku Violet. percayalah.. aku akan memberikan semua yang kamu inginkan, semuanya termasuk semua hartaku." Ucapnya.


"Aku tidak menginginkan apapun darimu, aku hanya ingin kamu membebaskanku." Sahut Violet.


Zayn bangkit dan meraih kedua lengan Violet untuk menariknya bangkit bersamanya, kini mereka duduk di atas tempat tidur. Zayn Keenan meraihnya dan mendekap tubuhnya, ia sangat menyayangi wanita itu, tak henti Zayn menciumi puncak kepala wanitanya, ia juga tak henti membelai indah rambut panjang seorang Violet Grizelle yang sangat cantik.


Violet kini hanya diam di pelukan calon suaminya, melawan Zayn sama dengan ia memperpanjang waktu untuk terus berada di dekat pria itu. maka ia lebih baik diam dan mengikuti semua proses meski itu sangat menyiksa di tiap detiknya.


Violet memejamkan mata, sungguh jawaban itu baginya adalah jawaban pamungkas yang tidak dapat di ganggu gugat. itu artinya selama Violet hidup ia harus selalu berada di dekat Zayn Keenan suaminya kelak.


"Aku akan berakhir." Batin Violet.


"Hari ini Racel pergi bekerja, aku harus ke One Zayn. kamu bersiaplah ikut denganku." Ucap Zayn.


Violet terkejut, ia segera melepaskan pelukan Zayn.


"Ada apa?" Tanya Zayn pada Violet yang tertunduk di hadapanya.


"Anda tau aku pernah bekerja di One Zayn sebagai staff desain." Ucap Violet.


"Iya, lalu apa masalahnya?"


"Sebagian karyawan anda mengenalku."


"Itu hal yang bagus, kamu tidak akan merasa asing di perusahaan yang sebentar lagi menjadi milikmu juga."


"Mungkin anda lupa, jika hubungan kita hanya kita saja yang mengetahuinya."


"Tapi kita sudah akan menikah, undangan bahkan hari ini di bagikan, bukankan cepat atau lambat semua orang akan mengetahuinya?"


"Aku tidak mau pergi."


"Tapi kamu harus selalu di dekatku."


"Aku tidak siap." Sahut Violet, ia semakin dalam menundukan kepalanya.


"Kamu takut mereka akan menggunjingmu karena memiliki hubungan denganku?"


Violet hanya diam, ia tidak menyangkal. ia memang takut akan pandangan banyak orang terhadapnya jika mereka semua sampai tahu dirinya memiliki hubungan tidak biasa dengan seorang CEO Perusahaan terkemuka One Zayn Group yang usianya terpaut jauh darinya.


Sungguh semua orang akan menghakiminya dengan dugaan-dugaan dan pemikiran liar negatif lainya. ia tau jika dirinya tidak akan merasakan nyaman lagi berada di manapun setelah semua orang mengetahui hubungan spesial dirinya bersama Zayn Keenan. lalu... apa artinya ia hidup bergelimang harta jika ia bahkan di pandang hina dan sebelah mata?


Pemikiran akan pandangan orang terhadapnya sungguh sangat menyiksa Violet, bagaimana tidak? ia ingat bagaimana Racel Zayn memperlakukanya. ia berpikir, Racel saja sampai seperti itu lalu bagiaman dengan mereka?


"Aku tidak mau ikut." Ucap Violet.


"Tapi kamu harus ikut. cepat bersiap aku menunggumu di ruang utama." Sahut Zayn.


Violet memejamkan mata seraya ia tidak dapat mengangkat kepalanya, jemari wanita itu kembali tidak bisa diam memainkan kuku dari kedua tanganya, ia bahkan menghela nafas panjang merasakan berat hatinya.


"Kenapa aku harus seperti ini? kenapa aku bahkan tidak berhak atas tubuh dan nafasku sendiri? aku masih belum siap jika harus kehilangan kebebasanku di usia yang masih sangat muda. apa yang harus aku lakukan sekarang? aku ingin menangis tapi air mataku mungkin telah habis. aku sungguh tidak mau menikah denganya, terlalu banyak hal yang menjadi jurang pemisah hubungan kita. Joe Natahan... Axel Zayn... kalian dimana???" Batin Violet.


Kini Violet bangkit dari duduk, ia membersihkan diri dan bersiap, sungguh Violet sangat cantik meski ia dalam keadaan bersedih dan tertekan. hari ini ia terpaksa harus ikut dengan Zayn Keenan ke perusahaan tempat dulu ia bekerja, setiap langkah wanita cantik itu penuh beban dan kegelisahan. bagaimana bisa ia tidak menginginkan akhir dari hidupnya?


Tentu ia selalu ingin cepat berakhir setiap waktu, baik itu keadaan yang kini ia jalani maupun nyawanya seniri. Violet ingin segara mengakhiri semuanya, SEMUANYA.


🍁Stay With Me Violet🍁


Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE DAN KOMEN sopan ya guys....