
Zayn lantas menarik diri, ia meraih kedua sisi lengan Violet untuk memutar tubuhnya. kini wanita itu telah berhadapan denganya namun ia hanya tertunduk, tertunduk semakin dalam.
"Sayang.." Panggil Zayn Keenan, ia meraih dagu Violet untuk menatap wajahnya.
Violet lantas mendongak dan Zayn pun terdiam, ia melihat kesedihan begitu pekat terpancar dari kedua bola mata wanita itu. Zayn lantas meraihnya untuk ia mendekapnya di dalam pelukan.
Keduanya hanya diam, satu sisi Zayn tidak bisa melihatnya terus bersedih namun di sisi lain ia sangat mencintainya. demi apapun Zayn Keenan sangat mencintainya. tak terkira, ia sangat-sangat mencintai Violet.
"Katakan apa yang kamu inginkan selain keinginanmu membatalkan pernikahan kita?" Tanya Zayn Keenan.
"Tidak ada keinginan lain selain aku tidak mau menikah dengan anda tuan Zayn." Sahutnya lirih.
"Sayang..."
"Tuan Zayn, aku ingin bertanya sekali lagi pada anda, apa mungkin anda bisa melepaskan aku?" Tanya Violet.
"Tidak mungkin. aku tidak akan melepaskanmu. hari ini kita akan menikah maka itulah yang akan terjadi." Sahutnya.
"Jadi... aku sungguh tidak bisa lepas dari anda tuan?" Tanyanya lagi.
"Iya, kamu tidak akan bisa lepas dariku sayang." Sahutnya.
"Kenapa kamu bertanya seperti ini?" Tanya Zayn Keenan.
"Aku hanya meyakinkan diriku." Sahut Violet.
"Bersiaplah sayang, sebentar lagi acara akan di mulai." Pinta Zayn Keenan.
Violet hanya diam, Zayn Keenan lantas menarik diri dan hendak pergi, namun langkah kakinya terhenti saat Violet memegangi jasnya. Zayn pun terdiam dan perlahan menoleh, ia melihat Violet tersenyum sendu padanya dengan air mata yang terjatuh dari kedua sudut matanya.
Sungguh.. Zayn tidak mampuh berkata-kata, ia melihat Violet tersenyum padanya. hal yang sangat ia nantikan setelah sekian lama. akhirnya hari itu Violet menoreh senyum untuknya.
"Kamu tersenyum untukku sayang?" Tanya Zayn Keenan.
Mendengar prianya bertanya, Violet hanya diam tidak menjawabnya. pasangan itu sungguh hanya diam saling memandang sangat dalam.
Zayn Keenan lantas menoleh dan melanjutkan langkahnya hingga tangan Violet terlepas dari jasnya. jemari Violet tergetar masih ingin meraih jas pria itu. namun Zayn telah pergi meninggalkanya sendirian.
Violet perlahan menundukan kepala, semakin dalam ia menundukan kepala dan memutar rubuhnya lagi. ia memandang diri dari dalam cermin lagi dan tersenyum sendu untuk dirinya sendiri.
Kini wanita itu tertunduk lagi sambil memainkan kuku dari sepasang jemari tanganya, ia menghampiri sofa dan duduk di atasnya. terdiam.
"Ayah..." Batin Violet.
Wanita itu bahkan tidak mampuh melanjutkan ucapanya meski di dalam hati. ia tidak mampuh melakukan apapun, tidak ada cara untuknya bisa pergi.
"Aku akan menikah denganya sebentar lagi ayah.. apa yang harus aku lakukan sekarang? aku tidak mencintainya."
Violet lantas bangkit dari duduk, ia menghampiri laci yang ada di dekat tempat tidur dan membukanya. ia meraih sebuah botol dari dalamnya dan menatapnya sangat dalam.
Tok... tok...
Seseorang mengetuk pintu dan masuk, Violet lantas menyembunyikan botol kecil itu di dalam genggaman tanganya, ia menutup laci segera saat melihat penata rias kembali masuk untuk menemuinya.
"Nona Violet, acara sudah akan di mulai." Ucap penata rias.
"Iya." Sahutnya lirih.
"Ayo." Ajak penata rias.
"Aku ingin ke toilet sebentar." Sahut Violet.
"Aku akan membantu anda."
"Tidak perlu, aku bisa melakukanya sendiri."
Violet tersenyum pada penata rias dan ia memutar tubuhnya menuju toiet, ia masuk dan mengunci pintunya dari dalam.
Violet pun berdiri di depan cermin seraya ia membuka genggaman tanganya, ia manatap botol itu dan tersenyum sendu.
"Aku tahu anda sangat mencintaiku tuan Zayn, cinta anda sangat tulus padaku... tapi, aku tidak bisa." Ucapnya.
Violet kembali menatap cermin, ia tersenyum lagi untuk dirinya sendiri dan menundukan kepala menatap botol yang ada di genggaman tanganya, ia membuka tutup botol itu dan mengucap...
"Hari ini aku akan menikah dengan anda tuan Zayn, aku akan mengabulkan keinginan anda. tapi... maaf, anda hanya bisa memiliki ragaku setelah aku menjadi mayat." Ucapnya.
Violet lantas memejamkan mata dan mendongak, ia mulai mengayunkan tanganya untuk menuangkan semua isi cairan dari dalam botol itu.
Braaakkk!!!
Zayn Keenan mendobrak pintu toilet dengan menggunakan kakinya, ia lantas menggenggam pergelangan tangan Violet saat Violet menoleh ke arahnya, ia merampas botol itu dari genggaman tangan wanitanya dan menuang semua isi cairan terkutuk itu kedalam closet.
Craaaannngggg!!!
Zayn Keenan melempar botol kosong itu ke lantai hingga membuatnya hancur berkeping-keping.
"Sungguh! kau sangat keras kepala!" Teriaknya marah, ia membentak wanitanya dengan sepasang bola mata yang kembali membelalak saat menatap wanita itu.
"Berapa puluh kali lagi kamu akan mencobanya?!" Tanya Zayn Keenan seraya ia mencengkram kuat rahang Violet yang membisu.
"Katakan padaku berapa kali lagi kau akan mencoba mengakhiri hidupmu!! kau sungguh berpikir aku akan lengah dan membiarkanmu mati begitu saja?! wanita bodoh!!" Ucapnya seraya ia menghempaskan tubuh Violet hingga ia terhuyung dan tertahan dinding.
Violet yang saat ini hanya diam di sisi dinding, ia pun menoreh senyum di wajahnya saat ia melihat wajah Zayn Keenan yang sangat mengkhawatirkanya.
Zayn hanya diam, ia menatap wanita yang tersenyum di hadapanya namun ia menjatuhkan air mata dari kedua sudut matanya. kini keduanya terdiam saling menatap sangat dalam, tidak dapat di pungkiri jika pria itu sungguh sangat frustasi menghadapi Violet yang begitu menginginkan kematian.
Zayn lantas melangkah cepat untuk menghampirinya dan ia meraih leher bagian belakang Violet, pria itu menariknya untuk mendekat hingga sepasang hidung mancung keduanya saling beradu, Violet memejamkan mata seraya ia melihat tatapan mata Zayn Keenan yang sangat mengerikan.
"Dengarkan aku Violet! kau tau apa yang bisa aku lakukan? ayahmu.... aku bisa saja menggali dan mengeluarkan jasadnya dari dalam liang lahat! aku bisa saja membakarnya atau membuangnya ketengah lautan! agar Harry ayahmu benar-benar lenyap tak berbekas!" Ancamnya.
Mendengarnya, Violet lantas membuka kedua kelopak mata sangat cepat. kini wanita itu menatap kosong merasakan sakit yang semakin menusuk.
Zayn Keenan lantas meraih pingganya dan menariknya untuk menyatu dengan tubuhnya. ia menggertakan gigi dengan tatapan mematikan menatap wanitanya.
"Jika kamu tidak mau aku melakukanya... kau hanya perlu patuh padaku! kau mengerti?" Tanyanya bagikan psikopat gila, ia bahkan selalu mengancamnya.
"Ayo!" Ajak Zayn Keenan, ia mencengram kuat lengan Violet dan menariknya keluar dari dalam toilet, pasangan itu terus melangkah di ikuti penata rias di belakangnya.
Langkah cepat yang mengantarkan keduanya menuju keramaian. kini mereka terhenti dan menatap ke bawah, tepatnya di lantai dasar acara pernikahan mereka di laksanakan di rumah mewah bak istana milik Zayn Keenan.
Zayn pun menoleh dan menatap sendu wajah wanitanya yang saat ini mulai menatap matanya.
"Ingat ucapanku! kamu... harus tersenyum di hari besar kita sayang." Ucap Zayn Keenan pada Violet yang bahkan tidak mengucap sepatah kata pun.
Violet pun tersenyum sendu seraya ia melihat prianya menuruni satu per satu anak tangga yang menyisakan pandangan punggung kekarnya. Violet mendongak menahan air mata agar tidak terjatuh lagi, ia pun menggunakan sepasang telapak tanganya untuk menghapus air mata yang terlanjur membasahi pipi.
"Violet." Panggil seseorang, ia seorang wanita yang memiliki suara sama persis dengan suara ibundanya Clara.
Violet lantas menoleh berharap yang memanggilnya adalah Clara ibundanya. namun ia terdiam saat ia melihat wanita itu bukanlah Clara melainkan suara dari istri tuan Sean yang bernama nyonya Syerin.
Pasangan itu tersenyum hangat pada Violet, nyonya Syerin meraih tangan kanan Violet dan tuan Sean meraih tangan kirinya, mereka tersenyum lagi dan mulai mengayunkan sepasang kaki jenjang mereka membawa Violet menuruni anak tangga untuk menemui pria yang saat ini tengah berdiri di atas karpet merah menunggunya.
Entah kenapa, setiap langkah Violet merasa mengambang, tempat itu sangat ramai oleh para petinggi One Zayn Group dan perusahaan besar terkait lainya. mereka semua orang besar yang hadir dari jauh hanya untuk menghadiri pernikahanya bersama Zayn Keenan. meski sangat ramai oleh tepuk tangan saat mereka melihat kehadiran Violet Grizelle yang sangat-sangat cantik. nyatanya Violet merasa tuli saat ia melihat mereka tersenyum dengan tepuk tangan. semua berdengung... itu yang saat ini Violet rasakan.
Langkah demi langkah ia menapaki karpet merah di dampingi tuan Sean dan nyonya Syerin, ia yang saat ini bagaikan Queen di hari besarnya bahkan merasa semua ini seperti mimpi namun nyata.
Ia semakin dekat dengan kegelapanya, kegelapan yang tersamarkan oleh wajah tampan dan senyum menawan seorang Zayn Keenan. ia bahkan merasa setiap kelopak bunga mawar merah yang bertaburan bagaikan bunga khas kematian yang menghiasi gundukan tanah saat seseorang telah habis usia. ia bahkan menatap indah dan mewah acara pernikahanya yang di gelar besar-besaran itu bagaikan peti mati yang tidak memberinya cahaya dan udara untuknya agar bisa bernafas lega.
Kini langkah kaki Violet terhenti di hadapan Zayn Keenan yang tersenyum padanya sambil mengulurkan tangan. nyonya Syerin lantas memberikan tangan kanan Violet pada Zayn Keenan dan Zayn pun menariknya sangat lembut untuk membuat wanitanya mendekat.
Tuan Sean dan nyonya Syerin lantas tersenyum dan mereka kini berdiri di sisi karpet merah bersama dengan tamu VVIP lainya yang saat ini berdiri menyaksikan pasangan itu mulai mengucap janji suci pernikahan.
Hari itu tidak ada Racel Zayn ataupun Axel Zayn, namun bukan berarti Zayn Keenan akan menunda acara pernikahanya bersama Violet.
Janji suci kini telah terucap dari mulut Zayn Keenan yang menatap sangat dalam wanitanya, sungguh... Violet tidak mampuh mengucap sepatah katapun saat ia di tanya bersedia atau tidak mengarungi kehidupan susah atau pun senang bersama dengan Zayn Keenan.
Ingin menangis sekuat tenaga, itu yang saat ini ia rasakan saat semua mata menanti dirinya menjawab...
"Iya, aku bersedia."
Pada akhirnya kalimat itu terucap hingga membuat Zayn Keenan merasa sangat bahagia, ia adalah pria paling bahagia di muka bumi ini saat ia telah resmi menjadi suami dari Violet Grizelle meski ia tau wanita itu mau mengucap kalimat itu krena ancaman darinya.
Namun ia tidak lagi perduli akan apa alasan di balik itu semua, yang ia tahu hanyalah Violet telah benar-benar menjadi miliknya, milik Zayn Keenan seutuhnya.
Cincin berlian bermata putih lantas di sematkan di jari manis Violet seraya semua tamu memberi keduanya tepuk tangan dengan senyum bahagia mereka.
Zayn pun meraih kedua sisi pinggang wanitanya dan ia mendekatkan wajahnya, pria itu pun memberikan ciuman manisnya untuk pengantin wanita yang paling cantik di muka bumi ini.
"Violet!" Panggil seorang pria muda, ia menerobos para bodyguard dan meronta saat para bodyguard berhasil menahanya.
"Violet!" Panggilnya lagi, pria itu menjatuhkan air mata saat ia menyaksikan ayahnya mencium manis bibir wanita yang sangat ia cintai.
"Violet!" Panggilnya lagi seraya ia terus meronta berharap para bodyguard itu melepaskanya dan membiarkanya membawa pergi wanita itu dari sisi ayahnya.
"Violet!" Panggilnya terus menerus, ia sungguh menangis tak tertahankan.
Violet mendengarnya, Axel Zayn yang terus memanggil namanya hingga membuatnya semakin deras menjatuhkan air mata dari kedua sudut matanya.
"Sakit." Batin Violet.
"Sungguh sangat sakit!" Batin Axel.
Sadar akan istrinya ingin menarik diri dan melepaskan ciuman darinya. Zayn lantas semakin erat memeluknya dan ia tidak melepaskan ciumanya meski ia pun mendengar putra sulungnya terus memanggil nama istrinya, istri yang sangat ia cintai.
"Violet!!" Panggil Axel Zayn. sungguh ia tidak berdaya dengan kedua tangan yang terkunci oleh bodyguard yang menahanya untuk tidak merusak acara, Axel Zayn kini telah lemas.. ia berlutut dan tertunduk menyaksikan wanita itu masih menerima ciuman manis dari ayahnya.
"Violeeet... seharusnya aku tidak terlambat dan membawamu pergi lebih cepat." Ucap Axel Zayn, air mata pria itu begitu deras mengalir membasahi pipinya.
"Aku bahagia, bukan karena aku telah menikah... aku bahagia, karena setidaknya aku tau jika kamu masih hidup tuan Axel Zayn. aku mencintaimu maka biar aku simpan di dalam hatiku saja dan mari kita lalui kehidupan kita masing-masing sejak saat ini." Batin Violet.
Zayn Keenan pun menarik diri, ia tersenyum pada wanitanya yang terus menangis dan ia mengucapkan...
"I Love You Violet Grizelle."
Mendengar pernyataan cinta dari suaminya, Violet malah semakin deras menjatuhkan air mata. meski tau jika wanita itu tidak akan menjawab pernyataan cinta darinya.
"Tak apa." Batin Zayn Keenan.
Zayn Keenan pun mendekap sangat erat tubuh istrinya di hadapan semua orang, ia bahkan mencium keningnya sangat lembut.
Violet kini berada di dalam dekapan Zayn Keenan suaminya, ia lantas bisa menatap Axel Zayn yang terus meronta berusaha untuk bisa masuk kedalam untuk menghancurkan acara sakral ayahnya.
"Sungguh... aku sangat bahagia bisa melihatmu lagi tuan Axel Zayn. biar ragaku menjadi milik ayahmu, namun jiwa dan cintaku adalah milikmu. I Love You." Batin Violet.
Violet tersenyum sendu seraya ia menjatuhkan air mata terakhirnya, di dalam hatinya ia juga berkata..
"I Love You Joe Nathan."
"Saat aku terlahir ke dunia ini, tumbuh dan semakin tumbuh besar menjadi seorang gadis. aku selalu mengkhayal dan berharap jika suatu hari nanti aku di jemput oleh pangeran berkuda putih yang sangat tampan, pangeran itu sangat mencintaiku dan menyematkan cincin di jari manisku di hari pernikahan kita, ia memberiku ciuman manis dan memeluk tubuhku, aku pun tersenyum bahagia bersamanya. aku selalu berkhayal jika harapan itu akan terkabul suatu hari nanti, aku menikah dengan pria yang aku cintai, hidup bahagia mengarungi suka dan duka, susah maupun senang, sehat dan sakit kita bersama dengan senyum yang tertoreh di wajah. kita menua bersama dengan cinta dan kasih sayang, selalu mengucap I Love You dengan bangga dan tersenyum saat mendapat jawaban cinta yang menyejukan hatiku. kini semua harapan itu telah pupus sudah. aku akan tertahan bersama denganya sampai maut memisahkan kami atau mungkin... sampai ia tidak mencintaiku lagi. hidup yang semula sangat menyenangkan di tengah kesederhanaan meski terkadang menahan rasa lapar dalam kemiskinan, aku sungguh sangat bahagia ketika aku melihat senyum ayahku, rasa lapar seketika lenyap begitu saja. aku bersyukur meski kami hidup serba kekurangan setidaknya aku bisa tertawa bersama ayah. namun... semua telah sirnah begitu saja, aku bahkan sempat berfikir jika hidup ini bagaikan kotoran dan seketika itu pula aku tersadar jika semua yang terjadi adalah garis tuhan, bukankah aku harus tetap bersyukur? iya... mungkin aku harus lebih giat untuk mensyukuri semuanya, menerimanya meski sulit dan sakit. satu yang telah pasti... Kisahku baru di mulai..." Batin Violet.
šT A M A Tš
Stay With Me Violet
a Novel by Santi Nurdianti
Story : I don't love you Mr. Zayn Keenan
Main character:
Violet Grizelle
Zayn Keenan
Companion character:
Axel Zayn
Joe Nathan
Ben Giorgino
Harry
Racel Zayn
Nadine Veronica
Mikka Fredella
Thanks for readers.
Season 2 akan hadir jika banyak yang minta š¤
See you again, Bye.......š