Stay With Me Violet Season 1

Stay With Me Violet Season 1
Maaf




Kedua telapak tangan Violet begitu kuat mencengkram sisi bathtub, ia tidak menahan tangan Zayn Keenan seolah apa yang di lakukan Zayn Keenan padanya saat ini adalah hal yang memang ia nantikan.


"Aku Zayn Keenan! tidak ada satu orang pun berani bicara lancang padaku!" Ucapnya seraya ia semakin dalam memasukan kepala Violet kedalam air.


Zayn Keenan menggertakan giginya, sepasang bola mata pria itu begitu tajam menatap wanita yang bahkan tidak melakukan perlawanan. Violet sendiri terus menerus menghirup air hingga masuk kedalam mulut dan hidungnya, ia membantu Zayn Keenan untuk segera menghabisi nyawanya sendiri.


Kini sepasang tangan Violet semakin kuat mencengkram sisi bathtub, Zayn tidak kunjung menariknya keluar dari dalam air, pria itu justru semakin dalam menekanya masuk kedalam air, wajah Zayn Keenan semakin memerah, urat-urat di wajah dan tangan kekarnya semakin nampak sangat jelas. ia telah kehilangan akal sehatnya.


Sepasang bola mata indah Violet semakin meredup, kedua kelopak matanya bahkan sudah tidak sabar untuk segera tertutup. ia tidak lagi mampuh bertahan, nafasnya telah habis.


Praaakkk!!!


Sepasang tangan wanita itu terkulai masuk kedalam air bersama dengan separuh tubuhnya yang tenggelam. Zayn yang masih di kuasai amarahnya, ia bahkan tidak melepaskan wanitanya yang sudah tidak bergeming di dalam air.


Kamar mandi itu berubah menjadi senyap, Violet tidak bergerak hingga perlahan sepasang bola mata Zayn Keenan berubah menjadi sangat merah dan berkaca. senyapnya suasana saat itu perlahan menyadarkanya akan sesuatu buruk telah ia lakukan pada Violet.


Zayn Keenan yang perlahan mulai sadar, dengan cepat ia menarik tanganya, ia bahkan terduduk menatap wanita yang sangat dia cintai tidak bergeming lagi. Zayn tergetar dan gemetar, ia lantas beranjak dan meraih kedua sisi lengan Violet.


"Sayang!" Panggilnya, ia mengangkat tubuh wanita itu keluar dari dalam air dan merebahkan kepala Violet di pangkuanya.


"Sayang!" Panggilnya lagi, kini Zayn merebahkan kepala wanita itu di lantai kamar mandi, ia bergegas memompa dada wanitanya untuk mengeluarkan air yang telah masuk kedalam tubuh Violet.


"Aku mohon bangun sayang!" Pintanya seraya ia terus menerus memompa dada hingga memberi wanitanya nafas buatan. Zayn lantas meraih pergelangan tangan Violet, ia terdiam saat ia kesulitan merasakan denyut nadi wanitanya.


"Tidak! Violet! bangun sayang!" Pinta Zayn Keenan, ia meneteska air matanya.


Sungguh Zayn saat ini merasa sangat ketakutan. bukan karena ia takut di penjara karena telah membunuh seseorang. ia telah sering menghabisi nyawa orang-orang yang melawanya, membunuh sudah menjadi hal yang biasa saja baginya. tapi kali ini lain! ia ketakutan karena ia takut jika wanita itu tidak pernah lagi membuka matanya.


"Violet!" Panggil Zayn Keenan.


"Aku tidak mengizinkanmu untuk mati! bangun sayang!" Ucapnya sambil terus menerus memompa dada wanita yang belum juga menunjukan tanda-tanda kehidupan.


Zayn Keenan tidak menyerah, ia melakukan apapun untuk memberi wanitanya pertolongan pertama, kini ia masih memompa dada wanita itu, terus menerus tanpa jeda. air mata pria itu bahkan terus menetes.


"Aku mohon!" Batin Zayn.


"Aku mohon!" Kalimat itu terus menerus terucap di dalam hatinya, air matanya semakin deras saat wanita itu sungguh tidak bergerak sedikitpun.


"Sayang!!!" Teriak Zayn dan "Uhukkk!!" Violet memuntahkan air dari dalam tubuhnya, air itu mengalir keluar dari sudut mulut wanita itu.


Zayn pun terkejut, ia lantas segera meraih kepala wanitanya dan mendekapnya di dalam pelukan sangat erat. "Syukurlah." Ucapnya, air mata pria itu terus mengalir membasahi pipi.


"Terimakasih sayang..." Ucapnya, kini air mata Zayn bukan lagi air mata takut kehilangan. kini air mata yang keluar dari kedua sudut mata pria itu adalah air mata bahagia. Zayn masih mendekapnya meski Violet tidak membuka matanya, setidaknya wanita itu telah memuntahkan air dari dalam tubuhnya, setidaknya wanita itu masih hidup untuknya.


Zayn pun meraih tangan Violet yang terkulai di lantai, ia menggenggam telapak tangan wanita itu dan menciumnya tidak henti.


"Maaf.. maafkan aku sayang. maafkan aku, maaf....." Ucapnya pada Violet yang kehilangan kesadaran.


Tidak dapat di pungkiri jika saat itu Zayn gemetar sekujur tubuhnya, ia hampir saja membunuh wanita yang sangat dia cintai. sungguh! jika wanita itu mati! mungkin Zayn Keenan akan gila karena penyesalanya. dengan gemetar pria itu mulai meraih ponsel dari dalam saku jasnya untuk memanggil seseorang.


"Halo tu...."


"Jeon! cepat panggil dokter Hans!" Perintah Zayn Keenan.


"Ba.. baik tuan!"


Zayn lantas menjatuhkan ponselnya, ia menggunakan sepasang tanganya untuk mendekap erat tubuh Violet yang terkulai mengikuti kemana arah tubuh dirinya bergerak.


"Bertahanlah sayang, dokter Hans akan segera datang!" Gumam Zayn Keenan.


Zayn Keenan lantas meraih sepasang kaki Violet, ia menggendong wanita itu menuju tempat tidur dan merebahkanya di sana. Zayn pun segera keluar dari dalam kamar dan terhenti di sisi pagar besi pembatas tangga, ia lalu menatap kelantai dasar.


"Pelayan!" Panggilnya sangat kuat.


Mendengar tuanya memanggil sangat kuat, para pelayan lantas segera beranjak dan berkumpul menghadap tuanya, dari lantai dua Zayn Keenan menatap kebawah.


Kedua pelayan wanita itu lantas segera berlari menaiki anak tangga dan terhenti di hadapan Zayn Keenan.


"Masuk dan ganti pakaian Violet! cepat!" Perintahnya sambil ia menggunakan telujuk untuk menunjuk ke arah kamarnya.


"Baik tuan." Sahut kedua pelayan itu, mereka dengan sigap melaksanakan perintah dari Zayn Keenan.


Zayn lantas menoleh kebawah lagi, "Kau! siapkan bubur untuk Violet! kau! bersihkan kamar mandi Violet! dan kau! buatkan teh jahe untuk Violet! cepat!" Perintahnya, tangan kanan pria itu sibuk menunjuk dan memerintah para pelayan di rumah mewahnya.


"Baik tuan." Sahut mereka sigap dan mulai berhamburan.


"Kalian semua kembali bekerja!" Perintahnya.


"Baik tuan." Sahut para pelayan serentak dan mereka pun mulai berhamburan.


Melihat semua pelayan itu pergi, Zayn pun terdiam di tempatnya berdiri. ia mulai memutar tubuhnya dan melangkah menuju kamar untuk menemui Violet, namun langkah kakinya terhenti, Zayn mulai mendongak dan menatap kehadiran putrinya yang sedang berdiri di dekat pintu kamarnya, rupanya Racel Zayn menyaksikan semuanya.


"Ada apa ayah?" Tanyanya dengan tatapan heran.


Zayn Keenan menatapnya, namun ia hanya diam saja dan tidak berniat menjawab pertanyaan Racel. Zayn pun mengalihkan pandanganya dan masuk kedalam kamar, ia menatap wanita yang saat ini pakaianya sedang di ganti oleh para pelayan.


"Kau!" Panggil Zayn pada salah satu pelayan yang saat ini sedang mengganti pakaian Violet.


Pelayan itu menoleh, keduanya terdiam saat Zayn Menatapnya sangat tajam.


"Pelan-pelan!" Perintahnya.


"Ba... baik tuan." Sahut pelayan itu, mereka mulai melanjutkan memakaikan pakaian di tubuh Violet.


Sungguh kedua pelayan itu gemetaran, mereka merasakan aurah tatapan mematikan tuan besar mereka Zayn Keenan.


"Jang.. jangan..membuat...kesalahan." Bisik salah satu pelayan.


"I.. iya.. kau..juga." Sahutnya.


Zayn masih berdiri menatap mereka, ia memperhatikan semua yang telah pelayan itu sentuh dari tubuh wanitanya. demi apapun! Zayn Keenan siap membunuh kedua pelayan itu jika ia melihat mereka memperlakukan tubuh wanitanya dengan tidak baik.


Setelah selesai mengganti pakaian Violet, kedua pelayan itu beranjak dari tempat tidur untuk menghadap Zayn Keenan.


"Sudah selesai tuan." Ucapnya serentak dengan kedua telapak tangan yang mengepal kuat di sisi perut bagian bawah mereka, sungguh para pelayan itu akan mati berdiri jika mereka semakin lama menghadap sosok Zayn Keenan yang sangat mengerikan.


Kedua pelayan itu lantas berlalu setelah Zayn hanya diam menatap Violet yang tebujur di atas ranjangnya.


"Siapa yang menyuruh kalian pergi!"


Deg!


Kedua pelayan itu semakin kaku, telapak tangan mereka bahkan sangat dingin karena takut. kini mereka terhenti dan memutar tubuh untuk segera menghadap lagi.


"Ganti sprainya!" Perintah Zayn.


"Ba.. baik tuan Zayn." Sahut mereka serentak dan mulai bergegas.


Zayn pun menghampiri Violet, ia menggendong tubuh wanita itu dan kedua pelayan mulai mengganti sprainya. Zayn lantas menghampiri sofa yang ada di dalam kamarnya, ia duduk di sofa itu memanggku tubuh Violet yang tidak bergeming. ia mendekap wanita itu sangat erat di dalam pelukanya.


"Aku sangat mencintamu sayang..." Ucap Zayn, ia mencium puncak kelapa Violet yang saat ini bersandar di dadanya yang kekar, Zayn Keenan medekapnya semakin erat.


🍁🍁🍁🍁🍁


Violet Grizelle



🍁Stay With Me Violet🍁


Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE dan KOMEN sopan ya guys....