
Di Amerika, Zayn nampak sedang menelpon sesorang, ia menelpon para pengawalnya.
"Bagaimana? apa kalian sudah menemukan Hari?"tanya Zayn pada pengawalnya.
"Belum tuan, kami belum mendapat petunjuk."saut pengawal itu.
"Cari terus sampai dapat!"ucap Zayn tegas.
"Baik tuan."ucap pengawal.
Zayn mematikan ponselnya, ia berjalan cepat dengan wajah yang mengerikan.
"Aku pasti akan menangkapmu lagi Hari."ucap Zayn dengan senyum mengerikan di wajahnya.
Violet yang semakin membaikpun pergi dari rumah sakit saat Axel sedang ke toilet. ia takut Axel akan mengantarnya pulang. Axel yang mengetahui Violet kabur, dia langsung menyelesaikan administrasi dan pergi mencarinya.
Violet yang mengenal jelas mobil Axel dia bersembunyi saat melihat mobil Axel melintas. ia mengeluarkan ponselnya dan menelpon Axel.
Deerrrtt...! Ponsel Axel bergetar, Setelah mengetahui panggilan itu dari Violet Axel pun menepi dan mengangkat panggilan Violet.
"Kamu di mana?!"tanya Axel.
"Jangan mencariku. aku baik-baik saja. dan jangan pernah datang lagi kerumahku."ucap Violet di dalam sambungan telpon.
"Vio..." Tut..tut..Violet mengakhiri panggilanya.
Axel pun melempar ponselnya di kursi yang ada di sebelahnya, ia nampak menghela nafas panjang dan bersandar di kursi kemudi.
"Violeett!!"ucapnya kesal.
Axel pun berhenti mencari, dia pulang kerumah.
Di tempat lain Violet nampak menuju halte terdekat dengan menggunakan setelan pakaian pasien rumah sakit tanpa menggunakan alas kaki. ia naik ke Bus untuk pulang ke kediamanya saat ini.
Sesampainya di rumah Violet masuk dan dia di sambut hangat para pelayan, mereka semua melayani nyonya muda itu.
Violet yang baru sembuh dari sakitnya ia masih sedikit merasa lemas. ia pun masuk ke kamarnya dan duduk di sofa besar di dalam kamar mewahnya hingga tertidur lelap.
Dia tidur sangat lama dan bangun saat tengah malam, dia beranjak mendekati jendela di kamarnya dan berdiri menatap bintang-bintang dan rembulan yang saling melengkapi di langit yang gelap, Violet berdiri di belakang jendela yang terbuka lebar dengan hempasan-hempasan tirai yang terhembus angin malam. Violet memejamkan matanya dan merasakan tiap hembusan angin yang menyentuh kulitnya.
Malam itu Violet tidak bisa tidur lagi, dia terjaga sampai rembulan mulai menghilang.
Pagi pun datang, Violet beranjak untuk pergi bekerja seperti biasanya. pagi itu dia datang pagi-pagi buta untuk menyelesaikan designnya yang belum selesai, dan design hasil dari rekan-rekanya masih nampak di atas meja Violet.
Pagi itu Axel datang ke kantor, ia merasa tenang saat melihat Violet yang sudah melakukan aktivitasnya seperti sedia kala. Axel pun menghampirinya.
"Bagaimana keadaanmu?"tanya Axel tersenyum.
"Sudah baikan."saut Violet.
"Baguslah, nanti siang makan siang bersamaku."ucap Axel.
"Baiklah."saut Violet.
Axel pun pergi ke ruang kerjanya, tidak lama kemudian Ben datang.
"Pagi Violet."sapa Ben.
"Pagi tuan Ben."saut Violet tersenyum.
Ben masuk ke ruangan Axel. dan dari jauh Violet melihat Joe Nathan yang berjalan menuju ke arahnya.
"Pagi...Violet."sapa Joe Nathan.
"Pagi."saut Violet tersenyum.
Joe Nathan berjalan menuju meja kerjanya, Violet pun menoleh kearahnya dan Joe Nathan pun tersenyum pada Violet. saat itu Violet seperti anak ABG yang sedang jatuh cinta lagi dengan orang yang sama.
Tring..! ponsel Violet berbunyi, ia melihat isinya.
"Kamu cantik pagi ini. dan selalu cantik setiap hari."isi Chat dari Joe Nathan.
Violet menoleh ke arah meja Nathan lagi, Nathan pun tersenyum padanya. Violet memalingkan pandanganya ke ponselnya lagi.
"Nanti siang makan siang bersamaku."isi Chat dari Nathan lagi.
"Aku sudah ada janji bersama Axel."saut Violet membalas chat dari Nathan.
"Kalau begitu aku yang mengantarmu pulang."balas Nathan.
"Baik, sampai ketemu nanti sore."balas Violet.
Nathan mengirimnya stiker Love yang lucu, Violet yang melihatnya jadi senyum-senyum sendiri.
Mereka bergegas ke ruang Meeting bersama semua rekan design. kali ini mereka sedang merencanakan membuat design pakaian. mereka serius di dalam ruang Meeting yang di pimpin oleh Nathan, dengan kecerdasan Nathan membuat rekan lainya jadi lebih mudah berinteraksi dalam berdiskusi, sebuah team yang semakin lengkap dengan kehadiran Joe Nathan.
Violet selalu memperhatikan Nathan yang sedang presentasi di depan yang membahas tentang ide design yang akan di buat oleh rekan design lainya, Violet menatapnya lama. dan sesekali Nathan pun menatap Violet.
Saat Meeting selesai, rekan lainya satu per satu keluar dari ruang meeting. hingga tersisa Violet dan Nathan saja di dalam. Nathan menghampiri Violet yang masih duduk.
"Sudah puas menatapku?"tanya Nathan.
"Ia, ayo kita keluar."ucap Violet.
Sikap Nathan dan Violet yang sangat dekat nampaknya di sadari oleh rekan-rekan Violet.
"Vio."ucap Nadine yang menarik kursi dan duduk di samping Violet yang sedang mendesign.
"Apa?"tanya Violet.
"Sepertinya sikap kamu sama Nathan nunjukin banget kalau kalian lagi dekat."ucap Nadine.
"Masa sih?"tanya Violet yang sibuk dengan designnya.
"Ia, anak-anak sepertinya mulai menggosip."ucap Nadine.
"Biarkan saja. toh memang aku dekat dengan Nathan memang apa salahnya?"
"Kamu tidak keberatan?"tanya Nadine.
"Apa yang di beratin? ngopi yuk mataku nih yang sudah mulai berat."ucap Violet.
Violet menarik tangan Nadine untuk membuat kopi bersamanya.
"Kamu masih suka sama Nathan?"tanya Nadine.
"Aku tidak pernah bilang sudah tidak menyukainya lagi kan?"ucap Violet.
"Ia sih, tapi apa kamu tidak merasa kalau tuan Axel Zayn juga sepertinya suka sama kamu? anak-anak sudah mengira kamu pacaran sama Boss Axel."ucap Nadine.
"Nadine, aku sama Axel itu tidak akan mungkin."saut Violet.
"Kenapa nggak mungkin? dia kelewat ganteng, pewaris One Zayn Group dan badannya itu loh bagus bangat."ucap Nadine.
"Ada alasan yang aku tidak bisa beritau ke orang lain. lagipula Badan Nathan juga bagus, wajah Nathan juga tampan dan Nathan juga tajir. lalu apa bedanya? bedanya cuma nyaman saja kan? aku nyaman sama Nathan atau sama Axel."ucap Violet.
"Kamu lebih nyaman sama Nathan?"tanya Nadine.
"Nathan selalu bersikap hangat dan dewasa."saut Violet.
"Iiiih Violet aku iri deh sama kamu, kamu di sukai Nathan dan Axel dua Cowok itu padahal susah di deketin cewek."ucap Nadine.
"Kamu kenapa jadi berlebihan begitu sih? BTW giman kabar Dion pacarmu?"tanya Violet.
"Baik kok, dia bilang dia lagi nabung untuk melamarku. aku seneng banget."ucap Nadine.
"Bagus dong, cowok seperti Dion gitu harusnya kamu banggakan."ucap Violet.
"Ia, aku bangga kok sama Dion."ucap Nadine.
Axel yang mendengar percakapan Nadine dan Violet, dia membatu dan melangkah pergi dari tempat itu.
***
Halo Readers..
Kalau suka sama karya aku ini, mohon untuk Like, Komen, tekan tombol Favorit dan Vote yaa..๐
mohon untuk menggunakan bahasa yang sopan supaya author semangat nulisnya๐๐