Stay With Me Violet Season 1

Stay With Me Violet Season 1
Putus Asa




Violet merasa, ia tau jika dia seolah mempermainkan perasaan kedua pria di hadapanya. Violet pun terdiam.


"Aku sendiri tidak mengerti semuanya, dan aku sendiri suka di dekat keduanya. apakah aku sungguh serakah?"ucap Violet di dalam hati.


Axel dan Nathan yang menyadari Violet terdiam merekapun menatap wajah Violet yang tertunduk.


Kopi yang di pesan datang, pelayan cafepun menyajikan kopi itu di atas meja. Violet pun menatap lagi kedua wajah pria di hadapanya, keduanya nampak melihat kopi mereka masing-masing.


Mereka hanya terdiam, tidak ada yang berbicara dan hanya saling menatap satu sama lain, sungguh sangat canggung.


"Aku mau ke toilet."ucap Violet.


Violet pun pergi ketoilet, dia hanya terdiam berdiri di depan cermin.


"Aku tidak pandai mencairkan suasana. mereka hanya saling menatap seperti orang pacaran, aku seperti kambing yang duduk di kursi dan menatap mereka berdua." ucap Violet.


"Kenapa kau datang? bukankah tidak sopan mengganggu orang lain?"ucap Axel pada Nathan.


"Aku hanya takut kau membuatnya menangis lagi, sama seperti kau membuatnya menangis saat kau mengajaknya makan siang beberapa hari yang lalu."saut Nathan.


"Kau hanya mantan pacarnya, apa perlu sampai seperti ini?"tanya Axel datar.


"Dia memang mantan pacarku, tapi aku tau kita masih saling menyukai."saut Nathan.


"Cih..."Axel tersenyum masam.


"Dan aku akan mendapatkanya kembali."ucap Nathan.


"Apa kau merasa bisa melawanku?"tanya Axel.


"Aku tidak takut padamu."saut Nathan.


"Kau tidak tulus padanya, lebih baik menyerah dan kembali ke Amerika."ucap Axel.


"Aku sangat tulus padanya, tidak seperti yang kau fikirkan."saut Nathan.


"Menurutmu dia akan memilih bersamamu?"tanya Axel.


"Tentu saja."saut Nathan.


Axel pun menatap Nathan tidak senang dan Violet pun datang.


"Setelah ini mau kemana?"tanya Axel pada Violet.


"Eng~ pulang."saut Violet.


"Mau pulang bersamaku?"tanya Axel.


"Eng~ ? aku akan pulang bersama Nathan, karena aku datang bersamanya."ucap Violet.


Merekapun diam lagi, membuat Violet harus berfikir keras untuk mencairkan suasana, Violet nampak bicara pada Axel lalu bicara pada Nathan.


Waktu terus berputar tidak terasa mereka di sana sudah 1 jam, Violet yang tidak bisa membuat kedua pria itu mengobrol akhirnya menyerah dan memutuskan ingin pulang.


Merekapun bersiap untuk pulang, saat itu Axel yang mentraktir Violet dan Nathan, meski hari itu tidak sesuai dengan harapan Axel namun dia sudah cukup bahagia hanya dengan melihat Violet di hadapanya.


Mereka keluar dari Cafe menuju tempat parkir, Axel melihat tangan Nathan yang ada di pundak Violet, Nathan berjalan sambil merangkul Violet, mereka nampak mengobrol dan tertawa bersama, Violet seperti nyaman bersama Nathan. Axel yang melihat dari belakang akhirnya berjalan cepat menyusul Violet.


Setelah mereka sampai di parkiran mobil, rupanya mobil mereka saling berdekatang, Violet pun melepskan tangan Axel dari tanganya dan masuk kedalam mobil bersama Nathan.


Violet nampak menatap Axel yang ada di dalam mobilnya di posisi kursi kemudi, sedangkan Violet sendiri di dalam mobil bersama Nathan. Vio dan Axel mereka saling bertatapan di balik kaca pintu mobil yang tertutup rapat hingga Nathan pun melajukan mobilnya.


Violet masih menatap kearah Axel yang masih diam di dalam mobil dan perlahan Violet menundukan kepalanya.


Axel masih diam di dalam mobilnya, dia bersandar dan mengibas ranbutnya kebelakang dan menghela nafas panjang.


"Kenapa aku putus asa melihatnya yang sangat dekat dengan Nathan."ucap Axel dalam hati.


Axel pun melajukan mobilnya dan pulang kerumah, dia berjalan cepat menuju kamar mewahnya dan duduk di atas tempat tidur, Axel membuka laci di samping tempat tidurnya dan mengambil kotak berisi Cincin yang sudah di belinya untuk melamar Violet.


Axel menatap Cincin yang indah itu, Cincin berlian yang sudah lama ia ingin pakaikan di jari manis Violet. Axel menatapnya dengan tatapan kosong, ia terlihat menundukan kepalanya dan mendesah.


"Jadilah milikku, hiduplah bersamaku, tersenyumlah untuku, mendekatlah ke arahku, lihatlah aku dan bahagialah bersamaku Violet."ucap Axel sepenuh hatinya.


"Kaaa...."ucap Racel yang berdiri di pintu kamar Axel. Axel pun menoleh ke arahnya.


Racel nampak melihat kakaknya yang putus asa dengan cincin yang ada di genggamanya, cincin yang di belinya bersama saat itu masih berada di tangan kakaknya. Racel pun menghampiri Axel dan duduk di sampingnya, Racel memeluk kakaknya dan menyandarkan kepalanya di pundak kakak tersayangnya.


"Jangan di pikirkan, suatu saat dia akan memakai cincin itu di jari manisnya."ucap Racel menenangkan Axel.


"Bagaimana jika dia memilih cincin yang di berikan pria lain?"tanya Axel.


Racel pun terdiam dia menatap wajah kakaknya yang putus asa. Racel sungguh sangat penasaran dengan wanita yang sangat di cintai oleh kakaknya. wanita itu sungguh luar biasa karena bisa menakhlukan hati kakaknya yang dingin hingga membuatnya putus asa. ini kali pertama Racel melihat kakaknya yang sangat menggilai seorang wanita.


"Aku ingin bertanya, apa aku bisa mengetahui nama wanita itu?"tanya Racel pada kakaknya.


"Violet.. namanya Violet Grizelle."saut Axel.


"Violet Grizelle? lulusan UNI? wanita cantik dan pintar itu? kau menyukai dia? dia yang ingin kamu lamar? kakak?"tanya Racel dengan cepat.


"Apa kau mengenalnya?"tanya Axel.


"Tentu saja, aku satu angkatan denganya kita ospek bareng hanya saja beda jurusan."saut Racel.


"Ceritakan tentangnya padaku. aku ingin tau."ucap Axel.


"Dia dari keluarga biasa saja, saat ospek karena dia yang paling cantik jadi dia lah yang sering di kerjai kakak senior, selain cantik dia juga cerdas, dia selalu menempati urutan pertama di jurusanya. yang aku tau dia juga tidak sombong dan sangat sopan, karena dia cerdas dosen-dosen sering menyuruhnya untuk mengajar menggantikan dosen yang tidak dapat hadir, dan dia juga sering di andalkan dosen untuk mengajari teman-temanya yang lambat. saat itu aku pun kalah pamor darinya, pria-pria juga banyak yang mendekatinya tapi yang aku tau dia pacaran sama Joe Nathan. Joe sangat menyayangi Violet. Joe pernah menggantikan Violet tertabrak mobil hingga membuatnya koma selama seminggu, saat Joe sudah sembuh total orang tuanya merasa pendidikan yang di terima putranya masih belum cukup di UNI jadi orang tua Joe memindahkanya ke Amerika dan aku dengar Violet yang mengakhiri hubungan mereka. kakak kau menyukai wanita yang tepat."ucap Racel.


"Violet yang mengakhiri hubungan bersama Joe Nathan? pantas saja Nathan terlihat masih sangat menyukai Violet."ucap Axel dalam hati.


"Kakak semangat dong, barang bagus harus di perjuangkan."ucap Racel.


"Kau sebut dia barang? aku putus asa karena sekarang Joe Nathan kembali."ucap Axel dengan tatapan kosong.


Racel pun menatapnya dan memeluknya lagi.


"Dia akan memilihmu, kau lebih dari Joe Nathan."ucap Racel.


***


Halo Readers..


Kalau suka sama karya aku ini, mohon untuk Like, Komen, tekan tombol Favorit dan Vote yaa..๐Ÿ˜€


mohon untuk menggunakan bahasa yang sopan supaya author semangat nulisnya๐Ÿ˜˜๐Ÿ™