
Sesampainya dirumah mereka masuk dan Racel langsung membawa setumpuk belanjaanya masuk ke kamar.
"Aku akan ganti baju dulu."ucap Violet pada Axel yang berjalan di sampingnya.
Axel pun membuntutinya, Violet masuk kedalam kamarnya namun AXel berdiri di pintu kamarnya.
"Aku akan keluar setelah ganti baju, runggu saja di dular."ucap Violet.
Axel malah masuk dan memegang kedua pipi Violet dan mencium keningnya. perlahan ia mengangkat dagu Violet dan menatap matanya.
"Aku mencintaimu."ucap Axel berulang kali. dia pun mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Violet.
Setelah beberapa lama Axel nampak keluar dari kamar Violet dan Violet mengganti pakaian. setelah mengganti pakaian Violet turun untuk kedapur.
Kepala pelayan nampak belum tidur dan menghampirinya.
"Nyonya apa anda menginginkan sesuatu?"tanya kepala pelayan keluarga Zayn.
"Bibi tidurlah ini sudah sangat malam, aku hanya akan membuat Sushi."ucap Violet.
"Biar saya buatkan nyonya."ucap pelayan itu mulai membuka kulkas.
"Tidak bisar aku yang melakukanya."ucap Violet mendorong kepala pelayan itu keluar dari dapur.
"Istirahatlah."ucap Violet tersenyum.
Kepala pelayan pun mematuhi perintahnya dan pergi kekamar untuk beristirahat. Violet pun mulai menyiapkan segala perlengkapan untuk membuat Sushi.
"Apa kau tidak lelah?"tanya Axel yang berdiri di pintu.
Axel pun menghampiri Violet dan duduk di kursi di dalam dapur megah itu. dia nampak memandangi Wanita yang dikaguminya.
"Biar aku bantu memotongnya."ucap Axel melangkah mendekat.
Axel membantu Violet memotong salmon untuk toping sushi yang akan di buat Vilet, sedangkan Violet mulai menggulung nasinya.
"Biar dia yang melakukanya ka. kemarilah."ucap Racel masuk ke dapur dan duduk di kursi.
"Aku ingin belajar membuat Sushi."saut Axel.
Racel nampak duduk dan memandangi Violet yang sedangkan membuatkan Sushi untuknya, Sushi salmon sesuai keinginanya. tak lama Violet mulai menaruh topingnya dan memberi sedikit hiasan di piring itu.
"Ini sudah selesai."ucap Violet membawa Sushi buatanya mendekat ke Racel yang sedang duduk.
Racel pun mengulurkan tanganya dan pergi kemaja makan untuk makan karena sudah lapar, Racel menatap Sushi buatan Violet yang di letakanya di atas meja.
"Terlihat sangat enak."ucap Racel dalam hati.
Violet dan Axelpun keluar dari dapur dengan membawa Sushi dengan toping lainya. mereka duduk di meja makan dan Racel mulai mencicipi Sushi buatan Violet. Racel pun mematung.
"Ini sangat enak, lebih enak dari Sushi yang di jual di restoran."ucap Racel dalam hati.
"Jangan berwajah bodoh begitu. membuat kesal saja melihatnya."ucap Axel.
"Apa rasanya enak?"tanya Violet pada Racel.
"Ia."saut Racel singkat dia malu untuk mengakuinya.
Merekapun makan di meja makan bersama. dan pergi ke kamar setelah selesai makan untuk beristirahat. Violet mengunci pintu kamarnya dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. ia mengeluarkan ponselnya dan melihat potret tuan Hari ayahnya.
"Ayah akau merindukanmu. apa kau makan dengan baik disana?"ucap Violet yang mulai memejamkan matanya.
Axel yang berbaring di atas tempat tidur di kamarnya nampak tersenyum-senyum mengingat Violet dan diapun mulai memejamkan matanya.
Dipagi hari Rumah mewah itu nampak mulai terlihat Aktivitas dari para pelayan yang menyiapkan sarapan.
"Ini bagikan kepada pelayan yang lain."ucap Axel memberi kepala pelayan segepok uang pecahan Rp.100.000.
"Tuan terimakasih banyak saya akan bagikan pada yang lain dengan adil."ucap kepala pelayan.
Violet pun melihat apa yang di lakukan Axel dan tersenyum menatap Axel.
"Kamu memberi mereka hadiah?"tanya Violet.
"Ia, seperti yang kamu katakan kemarin aku mulai berfikir."ucap Axel.
"Baguslah jika kamu mau melakukanya."ucap Violet memakan sarapanya.
"Mikka akan mengadakan pesat ulang tahun, semua karyawan di undang kau akan datang bersamaku."ucap Axel.
"Pesta?"tanya Violet.
"Ia pesta dansa."ucap Axel.
"Aku akan pergi bersama Joe Nathan."saut Violet.
"Cih..."senyum Racel meledek.
"Kamu tunanganya Mikka, jadi dampingi saja Mikka."ucap Violet.
"Lebih baik bersama Mikka daripada bersama orang miskin pasti akan membuat malu."saut Racel menyambar.
"Sudahlah tidak usah di bahas lagi."ucap Axel melanjutkan sarapan.
Mereka pun melanjutkan sarapan dan mulai pergi meninggalkan rumah itu. sesampainya di kantor mereka pun sibuk dengan aktivitasnya masing-masing.
"Temukan tuan Hari sesegera mungkin, aku akan beri hadiah pada kalian jika lebih cepat bergerak."ucap Joe Nathan di perjalanan ke Kota A.
"Bersabarlah Violet, aku akan sembunyikan ayahmu dulu."ucap Nathan dalam hati.
"Nathan kamu kemana?"tanya Violet melalui pesan Chat.
"Apa kau merindukanku?"tanya Nathan membalas Chat Violet.
"Mikka mengadakan pesta ulang tahun apa kamu akan datang?"tanya Violet.
"Aku akan datang jika pergi bersamamu."saut Nathan.
"Mari kita pergi bersama."balas Violet.
Joe Nathan pun tersenyum, ia sangat senang. mereka melakukan aktivitas sambil Chatingan dan senyum-senyum sendiri. waktu terus berputar Violet nampak lelah dengan aktivitas kerja hari itu.
"Violet."sapa Nadine.
"Kamu kelihatan cape kita ngopi yuk."sajak Nadine.
"Ayo."saut Violet.
Mereka pun membuat kopi dan duduk untuk beristirahat sejenak.
"Nona Violet ada paket untuk anda."ucap security yang datang menghampiri Violet.
"Waahh.. dari siapa?"tanya Nadine menyambar.
"Dari tuan Joe Nathan."saut security itu.
Violet pun bangkit dari duduknya dan melangkan mendekat untuk menerima paket yang dikirim Nathan, dia menandatangani serah terima paket dari kurir dan melanjutkan mengobrol bersama Nadine.
"Waaahhh... Joe Nathan memang paling romantis. lagi dinas keluarpun masih sembat membelikan bunga untukmu. buket bunganya sangat mewah dan terlihat mahal, waahh... andai Dion seromantis Nathan aku pasti baper terus."ucap Nadine membanggakan Joe Nathan.
"Kotak ini isinya apa?"tanya Violet sambil membuka kotak yang diberikan Nathan.
"Waaahhh... Gaun, bagus baget Violet JOne Nathan emang gak ada duanya."ucap Nadine dengan wajah bodohnya.
"Wajahmu terlihat bodoh."ucap Violet pada Nadine.
Nadine pun tertawan dan melanjutkan mengobrol dengan kopi de genggamanya.
"Joe Nathan, Maafkan aku. aku bilang mau menikah denganmu tapi aku membiarkan Axel menciumku."ucap Violet didalam hatinya.
"Kenapa melamun?"tanya Nadine.
"Eng~ ?"
"Jangan melamun."ucap Nadine.
"Ia."saut Violet meminum kopi di genggamnya.
"Belakangan rumahmu selalu sepi."ucap Nadine yang tidak tau apa-apa.
"Masa sih?"tanya Violet.
"Ia, kamu malas sekali, kalau pulang kerja sapuin dong. rumahmu sudah seperti ruamh angker tidak terurus padahal ada yang menempati."ucap Nadine.
Violet pun terdiam dan mengingat dirinya dan tuan Hari saat masih tinggal dirumah itu.
"Volet kamu gak lagi sakitkan? ngelamun terus."ucap Nadine.
"Nggak kok, ayo lanjut kerja."ucap Violet mennggalkan Nadine.
***
Halo Readers..
Kalau suka sama karya aku ini, mohon untuk Like, Komen, tekan tombol Favorit dan Vote yaa..๐
mohon untuk menggunakan bahasa yang sopan supaya author semangat nulisnya๐๐