
Dipagi hari Violet membuka kedua kelopak matanya, sayup-sayup ia melihat lampu gantung yang sangat mewah berwarna gold bernuansa classic, ia mencoba fokus hingga pandanganya mulai nampak jelas. Violet yang sangat lemas, ia menoleh ke sisi kanan dan mencoba bangkit saat ia telah sadar jika dirinya berada di dalam sebuah kamar yang sangat besar dan mewah.
"Ini dimana?" Batin Violet.
Violet menopang tubuh dengan sikunya, ia masih berusaha untuk bangkit dan "Aaaahhh" Erangnya memegangi kepala.
"Pusing sekali." Gumamnya.
Violet kembali menatap sekeliling, ia terdiam mencoba mengingat sesuatu yang sangat penting untuknya hingga kedua bola mata wanita itu kembali membulat sempurna.
"Ayah!! Joe Nathan!!!" Ucapnya, ia langsung menurunkan sepasang kaki jenjangnya di lantai marmer.
Tanpa alas kaki dan terhuyung hampir terjatuh, Violet mencoba menopang tubuh dengan ia memegangi meja. sejenak ia terdiam untuk mengontrol pandanganya yang berputar.
Violet menoleh dan memperhatikan sekeliling lagi, ia menghampiri televisi yang ada di dalam kamar itu, televisi berukuran besar kini telah on di hadapanya, ia meraih remote berharap mendapatkan sesuatu yang ia cari. Violet mengganti setiap siaran televisi hingga ia tersadar dan kembali melihat chanel televisi yang baru saja ia lewati.
Violet nampak serius menatap televisi itu, ia melihat lokasi tempat terjatuhnya mobil yang di kendarai Joe Nathan dan ayahnya begitu terpampang nyata di hadapanya. tangan Violet gemetar tak tertahankan, kedua bola mata wanita itu merah berkaca-kaca, ia melangkah mundur dan menjatuhkan remote televisinya.
Suara isak tangis mulai pecah, Violet memegangi kepala dengan menggunakan kedua tanganya, air mata wanita itu mengalir deras dan suara tangisnya bahkan tergetar. Violet sungguh sangat hancur saat melihat mobil calon suaminya di evakuasi dari dasar jurang dengan menggunakan alat berat, mobil yang hancur tak berbentuk telah di angkat dari dasar sungai di dasar jurang itu, ia melihat sebuah tangan terkulai tidak bergeming, ia kenal dengan tangan itu, ia kenal dengan pakaian yang di kenekan orang itu, dia adalah seorang pria.
"Tidaaaaakkkk!!!! Ayaaahhh!!!" Teriak Violet.
Violet telah lemas hingga ia terkulai lesu di lantai, duduk tak bertenaga sama sekali, ia menagis sejadi-jadinya, ia berteriak dan putus asa.
Tangan itu milik tuan Harry, baju itu yang di kenakan ayahanda Violet semalam.
"Ayaaaahhh!!!" Teriaknya lagi.
"Hu.... hu....hu...."
Suara tangisnya mendominasi kamar bak istana itu, ia melihat jasad pria itu di keluarkan dari dalam mobil, ia juga melihat betapa para petugas kesulitan mengeluarkan jasad ayahnya dari dalam mobil yang telah hancur. Violet melihat betapa pucat pria itu yang kini telah menjadi mayat, pria itu adalah orang yang paling penting di dalam hidupnya. pria itu adalah semangat kehidupanya, pria itu adalah alasan Violet untuk tetap tegar dan bernafas.
"Ayaaaahhhh!!!!!!" Teriak wanita itu sangat nyaring.
Violet melihat jasad itu di angkat dan di masukan kedalam kantong jenazah, ia melihat itu semua dan yang lebih menyakitkan baginya adalah saat ia melihat dan mendengar pernyataan dari pihak yang berwajib jika kejadian yang menimpa Joe Nathan dan ayahnya adalah "Murni kecelakaan".
"Tidak!! itu bukan kecelakaan!!" Teriak Violet, ia menghampiri televisi besar itu dan memukulinya dengan kepalan tangan.
"Tidak!! tolong selidiki!! ayah di bunuh!! Zayn yang membunuhnya!! pak polisi tolong selidiki!! tolong!! tangkap Zayn!! aku mau dia membusuk di penjara!!" Teriak Violet.
Violet sungguh sangat marah dan tidak terkendali. bagaimana tidak? seorang ayah yang mengasuhnya sejak kecil, seorang ayah yang sangat dia sayangi dan seorang ayah yang juga sangat menyayanginya kini telah mati, ia bahkan mati sangat mengenaskan di tangan Zayn Keenan sahabatnya sendiri.
"Semua salahku!! semua karena aku!! seharunya aku saja yang mati! ayaaaahhh!!!" Teriaknya.
"Dimana Joe Nathan? kenapa polisi hanya menemukan 1 jasad? apa mereka belum menemukan jasad Joe Nathan? Jooeee.... aku mohon tetaplah hidup apapun yang terjadi sayang!! kamu berjanji akan melindungiku! kamu berjanji akan menghabiskan sisa hidupmu bersamaku Joe! kamu harus hidup! dimana kamu sekarang Joe Nathan? sayaaaang.....hu..hu..hu.."
Violet mendengar pernyataan pihak yang berwajib jika ada dua korban dalam kecelakaan maut itu, namun satu korban di pastikan telah hanyut terbawa arus yang sangat deras dan pihak yang berwajib juga memastikan jika korban kecelakaan itu tidak akan bisa bertahan hidup mengingat lokasi kecelakaan dan kondisi sungai sedang pasang dan arusnya sangat kencang, namun pihak yang berwajib akan terus melakukan pencarian untuk menemukan Jasad pria berinisal JN, mereka juga akan mengirim jasad berinisial HS itu pada keluarganya.
Violet meraih sebuah vas bunga yang ada di atas meja, ia melemparkan vas bunga itu hingga menghancurkan televisi yang masih menyala, televisi itu bahkan meledak dan mengepulkan asap pekat berwarna hitam.
"Kalian petugas! kenapa begitu cepat menyimpulkan atas musibah besar yang menimpa keluargaku! dia ayahku!! selidiki dan tangkap pembunuhnya!! cari Joe Nathan sampai kalian menemukanya! cari dia hidup ataupun mati!!!" Teriak Violet, bagai orang yang kehilangan akal, Violet bahkan terlihat linglung dan terus berteriak.
"Hu.... hu....hu...."
"Ayaaaaahhhh.... Joe Nathaaaaaannnnn..." Panggilnya yang telah lemas dan kembali ambruk tergeletak di lantai marmer kamar mewah itu.
Menjelang sore hari Zayn Keenan kembali, ia telah membereskan semuanya hingga tidak ada jejak atau sedikit buktipun yang akan mencurigainya. Zayn Keenan telah melenyapkan orang-orang yang telah menghalangi jalanya.
Zayn Keenan keluar dari dalam mobil saat Jeon membukakan pintu mobil untuknya, sambil meregangkan otot leher Zayn melepaskan kancing jasnya dan menggunakan tangan kiri untuk mengendurkan dasi. ia sudah tidak sabar untuk menemui wanitanya.
"Semua sudah di bereskan tuan." Ucap Jeon.
"Iya. hanya satu yang belum, kita harus menemukan jasad Joe Nathan sebelum pihak yang berwajib menemukanya." Ucap Zayn, ia mulai menapaki anak tangga menuju kamarnya.
Jeon terhenti di sisi tangga, ia tidak berani naik dan mengganggu tuanya. ia lantas memutar tubuh dan kembali menuju mobil untuk memarkirkanya di garasi.
Tit... tit... tit....
Suara pintu yang telah di buka dengan menggunakan password, Zayn meraih gagang pintu dan memutarnya, ia membuka pintu itu dan....
"Sayang!!" Panggilnya, ia berlari menyambar Violet yang tergeletak di lantai kamarnya.
"Sayang... Violet." Panggil Zayn, ia menggunakan tanga kananya untuk menepuk lembut pipi cantik Violet Grizelle, wanita muda yang membuatnya gila hingga menghalalkan segala cara untuk bisa mendapatkanya.
Sekilas Zayn menatap sekeliling, ia melihat betapa kamarnya berantakan dengan televisi yang hancur.
"Apa mungkin?" Gumamnya.
Zayn Keenan mulai menggendong tubuh Violet, ia membaringkan tubuh wanita cantik itu di atas tempat tidurnya lagi dan Zayn mengambil duduk di dekatnya, ia membelai rambut panjang wanita itu dan mengelus keningnya sangat lembut.
"Tidak akan ada yang bisa merampasmu dariku lagi." Ucapnya.
🍁Stay With Me Violet🍁
Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE DAN KOMEN sopan ya guys....