Stay With Me Violet Season 1

Stay With Me Violet Season 1
Pertemuan Axel Zayn dengan tuan Harry




Setibanya di kediaman Zayn, Racel keluar dari dalam mobilnya dengan membawa kantong berisi obat milik kakaknya Axel Zayn.


Racel melangkah cepat sambil bersenandung menuju pintu utama rumahnya, ia langsung menapaki anak tangga untuk hendak ke kamarnya di dalantai dua. namun tiba-tiba langkah wanita muda itu terhenti saat ia menyadari akan kehadiran seseorang yang telah menutup jalanya, Racel pun mendongak.


"Ayah." Ucapnya.


"Dari mana saja kamu?" Tanya Zayn dengan ekspresi wajahnya yang datar dan dingin.


"Ak... aku...."


"Apa ini?" Tanya Zayn sambil ia merampas kantong dari genggaman Racel, Zayn memeriksa isinya dan sepasang bola mata pria itu kembali menatap tajam putrinya.


"Dimana kakakmu?" Tanya Zayn.


"Kakak... dia... dia pergi ke kantor." Sahut Racel.


Zayn meraih ponsel dari dalam saku jasnya, ia menguhubungi seseorang dengan tatapan matanya yang masih tajam menatap putrinya, ia tidak mempercayai ucapan Racel sama sekali.


"Halo." Sapa Zayn.


"Tuan Zayn." Sahut pria di dalam sambungan telpon itu sangat sopan.


"Apa Axel ada di kantor?" Tanya Zayn.


"Tidak ada tuan, tuan Axel hari ini belum terlihat."


Tanpa perlu melanjutkan percakapan tuan Zayn langsung mengakhiri panggilan, ia maju satu langkah menuruni anak tangga untuk menatap mata putrinya.


"Sejak kapan kamu belajar membohongi ayah Racel?" Tanya Zayn.


"Aku...." Sahut Racel tertunduk tidak dapat menjawab pertanyaan ayahnya.


"Katakan dimana Axel!" Tegas Zayn.


"Aku tidak tau ayah, kakak sudah menghilang saat aku kembali dari farmasi." Sahut Racel.


Zayn melihat kejujuran dari sorot mata putrinya, ia pun melanjutkan langkahnya menuruni anak tangga. Racel memutar tubuh di tengah tangga ia berdiri menatap punggung kekar Zayn Keenan ayahnya.


"Ayah." Panggil Racel.


Zayn terhenti saat ia hendak menapaki anak tangganya yang terakhir, ia menoleh dan memutar tubuh mendongak menatap matap putrinya.


"Kak Axel dan Violet... mana lebih penting bagi ayah?" Tanya Racel.


"Hahahaha.... mereka calon ibu dan anak, tentu keduanya sangat penting bagi ayah." Sahut Zayn menjawab dan seketika tawanya langsung lenyap tak tersisa.


"Tapi kak Axel sangat mencintai Violet, bisakah ayah mengalah?" Tanya Racel.


"Cukup Racel! kamu jangan pernah ikut campur lagi persoalan Violet! atau..." Tegas Zayn.


"Atau apa?" Sambar Racel.


"Atau ayah akan mengirimu ke Los Angeles untuk tinggal bersama pamanmu di sana!"


"Ayah bahkan ingin menyingkirkan aku demi Violet? aku putri ayah! kak Axel juga putra ayah!" Sahut Racel.


Zayn menatap mata putrinya sangat tajam, ia melangkah menaiki anak tangga kembali untuk menghampirinya lagi. Jujur saja Racel sangat takut pada ayahnya meski ia sering keras kepala dan melawan, Racel pun melangkah mundur menaiki anak tangga, ia mulai gemetar saat Zayn semakin dekat ke arahnya. Zayn meraih lengan Racel dan ia menariknya menaiki anak tangga.


"Ayah... lepas ayah! sakit!" Ucap Racel.


Zayn tidak menggubrisnya, ia terus melangkah maju sambil membawa paksa putrinya menuju kamar. Zayn membuka pintu kamar Racel dan mendorongnya masuk, ia pun kembali meraih gagang pintu kamar putrinya itu untuk hendak menutupnya.


"Kau tidak boleh keluar dari dalam kamar sebelum merenungkan kesalahanmu! hari ini tidak ada makan malam untukmu sebagai hukumanya!" Ucap Zayn, ia menutup pintu kamar putrinya dan menguncinya dari luar.


"Ayah! buka pintunya ayah!" Pinta Racel, ia memukuli pintu kamar dengan menggunakan sepasang kepalan tanganya.


Zayn tidak menggubrisnya, dia bahkan sangat tegas pada putrinya jika ia memang berani menentang hubunganya bersama Violet.


Dengan tatapan mengerikan sepasang bola mata seperti elang, Zayn kembali menapaki anak tangga untuk ia menuju ruang utama, sambil melangkah Zayn melakukan panggilan telpon pada Jeon.


"Jeon." Sapa Zayn.


"Iya tuan Zayn." Sahut Jeon.


"Selidiki semua kamera CCTV Rumah sakit, cari tau Axel pergi kemana dan jangan lengah meski sedikit!" Perintahnya.


Zayn mengakhiri panggilan telponya, ia menoreh senyum mengerikan di wajahnya dan berkata. "Violet sayang, kita akan bertemu lagi." Ucapnya.


"Hahahaha....." Tawa pria itu terdengar sangat mengerikan.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Menjelang sore hari mobil Ben yang di kendarai Axel mulai memasuki gerbang kediaman Joe Nathan, ia memarkirkan mobil itu di garasi dan keluar dari dalam mobil di sambut dua orang pengawal.


"Selamat sore tuan, kami harus menggeledah anda dulu sebelum masuk kedalam." Ucap salah satu pengawal di rumah mewah itu.


Tanpa banyak bicara Axel langsung mengangkat kedua tanganya, ia membiarkan para pengawal itu memeriksa tubuhnya sangat teliti. sambil di periksa Axel menatap rumah mewah yang kokoh berdiri bak istana, ia sungguh tidak menyangka jika Joe Nathan lebih kaya raya di bandingkan dugaanya selama ini.


"Mari saya antar tuan." Ucap pengawal, mereka mulai menuju pintu utama rumah itu di ikuti Axel di belakangnya.


Mereka masuk kedalam rumah, kedua pengawal itu menghentikan langkahnya dan menunduk sopan pada Joe Nathan yang berdiri di dekat jendela ruang utamanya. Joe Nathan menoleh dan menggerakan tangan seolah ia memberi aba-aba untuk meminta para pengawal itu pergi dari hadapanya.


Para pengawal itu pun beranjak pergi dan Joe Nathan melangkah maju mendekati Axel yang hanya diam menatapnya.


"Selamat datang di kediamanku Presdir Axel Zayn." Sapa Joe Nathan.


Axel hanya diam, ia tidak berniat menjawab dan langsung mengalihkan pandanganya, sepasang bola mata pria itu berkeliling menatap sekitar.


"Mencari tunanganku?" Tanya Joe Nathan.


Axel pun menoleh, "Dimana dia?" Tanyanya.


"Cih!.... " Senyum kecut Joe Nathan sambil ia memutar tubuhnya.


"Kau sangat licik! kau membawanya pergi dan kau melamarnya?" Tanya Axel.


Joe Nathan terhenti dan menoleh, ia memutar tubuhnya lagi dan tertawa, "Hahahaha...." Tawanya merasa sangat lucu mendengar ucapan Axel.


"Kau pikir aku sedang melawak?" Tanya Axel.


"Tuan Axel Zayn yang terhormat, kenapa anda begitu tergesa-gesa? mari duduklah dulu." Sahut Joe Nathan.


Joe Nathan mendekat ke arah sofa ruang utama, ia duduk bersandar sambil menumpang kakinya.


"Mau merokok?" Tanyanya sambil ia meletakan sebungkus rokok dan korek api di atas meja.


"Berhentilah basa-basi Joe Nathan." Sahut Axel.


"Cih! anda sangat mirip dengan si tua bangka itu, sama-sama tidak bisa mengontrol diri."


"Jangan pernah samakan aku dengan ayahku."


"Kenapa? bukankah buah terjatuh tidak akan jauh dari pohonya?"


Axel tidak memperdulikan ucapan Joe Nathan yang hanya akan memancing emosinya, ia mulai menoleh ke sekeliling lagi dan Axel langsung bangkit dari duduk saat ia melihat tuan Harry keluar dari salah satu ruangan di rumah mewah itu.


"Tuan Harry?" Gumam Axel.


Joe Nathan menoleh ke belakang saat ia melihat Axel bangkit dari duduk dan menyebut nama ayahanda Violet, Joe Nathan tidak tahu jika Axel mengenal tuan Harry.


"Ayah." Panggil Joe Nathan.


Axel kembali menatap Joe Nathan saat ia mendengar pria tampan itu memanggil ayahanda Violet dengan sebutan "Ayah." Itu terdengar sangat dekat bagai sebuah keluarga dan jujur saja mendengar kata "Ayah." Keluar dari mulut Joe Nathan sungguh sangat membuat Axel merasa sangat iri pada pria itu.


Tuan Harry menoleh pada Joe Nathan saat ia memanggilnya, tuan Harry dan Joe Nathan pun saling membalas senyuman, tanpa pikir panjang tuan Harry menghampiri kedua pemuda tampan bertubuh atletis yang saat ini sedang menatap ke arahnya.


"Ayah kau mengenalnya?" Tanya Joe Nathan pada tuan Harry sambil tangan kananya mengarah pada Axel, tuan Harry pun menoleh pada Axel dan ia menggelengkan kepala.


"Tidak." Sahutnya.


"Jika begitu perkenalkan dia adalah tuan Axel Z..."


"Aku Axel, namaku hanya Axel... anda akan mudah mengingatnya tuan." Sambar Axel, ia tidak mau Joe Nathan menyebutkan nama belakangnya yaitu Zayn karena Axel tau tuan Harry tidak akan menyukainya jika ia tau dirinya adalah putra sulung Zayn Keenan.


Axel mengulurkan tangan untuk berjabat dengan pria seusia ayahnya itu, tuan Harry pun menatap betapa sopan Axel padanya, ia pun tersenyum hangat pada Axel dan meraih uluran tanganya, ia menjawab...


"Aku Harry ayah Violet, kau pemuda yang sangat tampan dan sopan." Ucapnya.


Iya! tuan Harry tentu tidak mengenal Axel Zayn meski Axel sempat bertamu kerumah usangnya yang dulu, itu karena saat ia datang tuan Harry dalam keadaan mabuk berat. meski begitu, pujian tuan Harry terhadap Axel mampuh membuat Joe Nathan merasa tidak senang.


🍁Stay With Me Violet🍁