
Sraaaakkk!!!
Suara itu nyaring terdengar bahkan sangat cepat! Zayn Keenan mampuh membuat Violet seketika samakin membelalak saat ia sadar jika dressnya di robek hingga setinggi perut bagian bawahnya.
Merasa diperlakukan sangat hina, tangan kanan Violet lantas meraba sisi bagian atas meja makan untuk ia mencari apapun yang bisa menolongnya hingga ia tertegun saat tangan kananya meraih sebuah benda.
"Garpu!" Batinya.
Violet lantas menggenggam benda itu sangat erat, ia hendak melukai Zayn dengan menggunakan garpunya namun dengan cepat Zayn menggenggam perggelangan tangan Violet untuk ia menahan niat buruk wanita itu.
Kini Zayn melepaskanya hingga Violet pun lemas dan menghirup udara dengan serakahnya, Zayn kini memeluknya dan menyandarkan kepala wanita itu di dadanya.
"Kamu ingin membunuhku?" Tanya Zayn, ia berbisik di telinga Violet.
"Iya.." Sahutnya terengah lemas di dada Zayn Keenan.
"Kali ini aku masih bisa menahan diri, tapi setelah kita menikah nanti maka tidak akan ada kesempatan lagi bagimu terlepas dariku." Bisiknya lagi.
"Anda tidak akan mendapatkan apapun dariku tuan Zayn." Sahutnya.
"Tidak ada yang tidak bisa Zayn Keenan dapatkan. kamu bisa menunggu saatnya tiba. kamu akan habis tak tersisa." Bisiknya.
Violet terdiam di pelukanya, ia tau jika tidak ada kata omong kosong yang keluar dari mulut pria gila itu maka ia pun kini hanya bisa menunggu saat itu tiba, saat di mana dirinya akan benar-benar berakhir dan saat itu tidak akan lama lagi, hanya tinggal menghitung hari.
Violet memejamkan sepasang kelopak mata seraya ia menjatuhkan air mata dari kedua sudut matanya.
"Setiap orang punya pilihan untuk jalan mana yang ingin mereka lalui, apa aku tidak berhak atas itu semua?" Tanya Violet lirih.
"Kamu milikku sejak aku menginginkanmu, maka sejak saat itu juga kamu tidak lagi berhak atas kebebasanmu menentukan pilihan. karena sejak saat itu, jiwa dan ragamu adalah milikku, maka kamu hanya bisa mematuhi semua keinginanku, aku yang akan menentukan jalan mana yang harus kamu ambil." Sahutnya sambil ia mengelus hingga membelai rambut panjang wanitanya.
"Jika saja waktu dapat diputar kembali, aku akan bersujud meminta kepada sang pencipta untuk tidak ingin mengenal anda di dalam kehidupanku." Ucap Violet, ia menjatuhkan air matanya lagi dengan pandangan kosong.
"Sayangnya waktu tidak bisa di putar kembali, maka akulah pemenangnya." Sahut Zayn, ia menarik satu sudut bibirnya berbisik di telinga Violet.
Violet kembali terdiam, tidak dapat di pungkiri jika ia memang tidak memilika celah untuk bisa pergi darinya. Zayn pun menarik diri, ia menghapus air mata Violet dengan menggunakan sepasang telapak tanganya dan mengucap..
"Kamu milikku dan selamanya akan seperti itu."
Cup~ satu kecupan manis mendarat di bibir merah Violet, Violet memejamkan mata seraya ia meneteskan kembali air matanya. kini wanita itu perlahan membuka mata dan memandang kosong prianya saat ini tengah membuka kancing jasnya, ia melepaskan jas mahal itu dari tubuhnya dan memakaikanya di tubuh Violet untuk menutupi pakaianya yang robek.
Zayn Keenan lantas meraih pinggangnya dan ia membawa wanita itu keluar dari dalam ruang makan.
"Kenapa hidupku seperti ini? apakah aku tidak berhak mencari kebahagiaanku sendiri?" Batin Violet, sepanjang ia melangkah di samping prianya ia terus menatap kosong sambil berharap sesuatu yang tidak akan mungkin.
Zayn menoleh padanya, dan mengucap "Jika aku bilang kita akan pergi keluar untuk menghirup udara segar, maka itulah yang akan kita lakukan." Sahutnya.
"Aku mau mandi dan pakaianku robek." Sahut Violet, ia masih seperti itu hingga keduanya kini telah sampai di pintu utama kediaman Zayn.
"Kamu sangat cantik meski belum mandi, kamu juga sangat menawan meski pakaianmu robek." Ucap Zayn, pada intinya semua Zayn Keenan lah yang memutuskan apa yang harus wanitanya lakukan.
Kini pasangan itu telah sampai di garasi, Zayn tidak meminta supir untuk mengantarnya. ia mau pergi bersama wanitanya hanya berdua, tanpa satu orang pun dapat mengganggunya.
Zayn membukakan pintu mobil untuk Violet, ia meraih pergelangan tangan wanita yang hanya diam mematung tidak mau masuk kedalam mobil.
"Pakaianku robek tuan Zayn." Ucap Violet, suara wanita itu bergetar seolah ingin menangis dan sepasang bola mata wanita itu sangat merah berkaca.
"Apa aku harus menelanjangimu dulu baru kamu mau masuk kedalam?" Tanya Zayn Keenan.
Mendengar ucapan pria itu, Violet pun menjatuhkan air matanya lagi. ia sungguh tidak memiliki pilihan dan hak atas hidupnya sendiri. kini mereka sudah berada di dalam mobil, Zayn pun mulai mengendarai tuanggangan mewahnya itu untuk menuju ke suatu tempat.
Di sepanjang jalan Violet hanya menatap kosong keluar jendela, jujur di dalam hatinya, ia sangat merindukan Joe Nathan dan Axel Zayn, terlebih.. ayahnya."
"Kalian sedang apa di sana? apa kalian bahagia tanpa aku? apa kalian tahu? aku sangat mencintai kalian, kenapa kalian egois dan menyelamatkan diri sendiri? kenapa kalian tidak juga menjemputku untuk ikut pergi bersama kalian? jika di dalam kehidupan ini aku tidak bisa hidup dengan kamu Joe atau kamu Axel. bukankah di kehidupan lain kita bisa hidup bersama?" Batin Violet.
Violet bersandar di kursinya, menatap kedepan dan menoleh saat Zayn menggenggam tanganya, mengaitkan jemarinya di sela-sela jemari Violet. Violet hanya diam, ia sadar jika ia tidak bisa melawan.
Kini mobil mewah itu memasuki area tepi pantai di malam hari dan terhenti, Zayn mematikan mesin mobilnya dan menoleh pada Violet, pria itu mencium punggung telapak tangan wanitanya sangat lembut meski Violet bahkan tidak menoleh dan hanya diam seperti patung hidup.
Zayn pun melepaskan tangan wanita itu, ia keluar dari dalam mobil dan melangkah cepat untuk membukakan pintu mobil Violet. ia mengulurkan tangan berharap wanitanya mau meraih tangan kekarnya untuk keluar dari dalam mobil di bantu olehnya.
Violet pun menerima uluran tangan pria itu dan ia mulai menapakan kakinya di atas pasir putih, rambut panjang hingga gaun robeknya lantas terhempas angin pantai hingga memperlihatkan paha mulus sekaligus wajah cantik yang tidak lagi tertutup oleh tambut. Violet Grizelle sungguh membuat Zayn Keenan jatuh hati padanya. bagaimana tidak? gadis itu sangat cantik bagaikan dewi, setiap inchi dari wajahnya dapat di gambarkan dengan satu kata yaitu "Sempurna." Ucap Zayn yang terpaku saat ia melihat wajah wanita itu jelas terlihat karena angin pantai yang mengibas rambut panjangnya.
Namun, jika kebanyakan wanita merasa tersanjung saat menerima pujian dari prianya. nampaknya itu semua tidak terjadi pada Violet. ia fikir, semakin pria itu memujinya maka ia akan samakin sulit terlepas darinya.
Kini mereka berdiri di depan mobil mewah Zayn Keenan dan Zayn meraih kedua sisi pinggang wanita itu lagi, ia mengangkatnya dan mendudukanya di atas kap mobil di susul olehnya yang kini duduk di sisi wanita itu, Zayn Menoleh lagi dan terdiam memandangi Violet yang hanya menatap lurus kedepan, wanita itu tidak mau menatapnya.
Zayn pun tertunduk dengan rambut yang terhempas angin pantai, membuatnya sedikit berantakan namun jujur saja, bagi wanita manapun jika melihat sosok Zayn Keenan dengan rambut berantakan sepeti itu, pasti mereka akan menggigit jari sambil berguman "Sangan tampan." Iya! Zayn Keenan memang sangat tampan! ia sangat-sanga tampan! namun ketampanan pria dengan dua anak itu nampaknya tidak mampuh melelehkan gunung es yang ada di dalam hati Violet Grizelle. bagimana tidak? wanita itu menyukai putranya, bukan dirinya!
"Sayang.." Panggil Zayn dan perlahan Violet menoleh, wajah wanita itu terlihat sendu, ia menatap pria yang saat ini sedang menatapnya.
"Aku mencintaimu." Ucap Zayn Keenan.
🍁Stay With Me Violet🍁
Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE dan KOMEN sopan ya guys....