Stay With Me Violet Season 1

Stay With Me Violet Season 1
Perdebatan!




Zayn Keenan terhenti setelah ia puas mencumbu Violet, ia mendongak untuk menatap wanita yang hanya bisa meratapi nasibnya.


Melihat wanita itu menangis lagi, Zayn lantas bangkit dan duduk di atas tempat tidur di dekat wanita itu. Violet pun segera bangkit, ia yang saat ini duduk di atas tempat tidur dengan cepat ia menyeret tubuhnya meringsek ke belakang hingga tertahan oleh dinding dan meja yang ada di dekat tempat tidur. Zayn menoleh padanya, ia memandangi wanita yang semakin dalam menundukan kepala saat ia tau jika dirinya menatapnya. Violet masih gemetar sekujur tubuh, ia memeluk lututnya sangat erat dan menyembunyikan wajah di balik rambutnya yang panjang.


Zayn Keenan lantas bangkit dari duduk, ia menghampiri wanitanya dan duduk di hadapanya. saat itu Zayn hanya diam saja, kini tangan kekarnya mulai menjulur dan mendarat di puncak kepala Violet. ia mengelus lembut kepala wanitanya seraya ia ikut tertunduk bersamanya.


"Aku sungguh serius dengan perasaanku padamu sayang.." Ucap Zayn Keenan.


Violet hanya diam, sungguh ia merasa jijik saat bagian-bagian dari tubuhnya di lu*mat habis oleh lidah prianya yang sangat mengerikan dan selalu membuatnya takut.


"Jika saja membunuh tidak membuatku membusuk di penjara! sungguh aku sangat ingin membunuhnya. tapi.... jika aku membuatnya marah, mungkin dia akan bersedia menghabisi nyawaku saat ini juga." Batin Violet.


Violet kini telah lelah menghadapi sikap pria itu, ia bahkan mulai berani mendongak dan menatap tajam mata Zayn Keenan.


"Cih! serius katamu??? hahahaha.... pria tua bangka tidak tahu diri! kau pikir jika kau serius denganku maka aku mau menerima pria tua bau tanah sepertimu?" Tanya Violet, ia menggertakan gigi di barengi air mata yang menetes dari kedua sudut matanya.


Zayn Keenan terkejut akan respon wanitanya kali ini, ia terdiam ingin mendengar sejauh mana wanita itu berani berbicara lancang padanya. dengan kedua bola mata yang tajam menusuk menatap mata wanitanya, kini pasangan itu saling menatap sangat tajam.


"Kamu sungguh sangat membenciku Violet, matamu memperlihatkan semuanya." Batin Zayn Keenan.


Tangan kanan Zayn yang saat ini masih berada di puncak kepala Violet, dengan sigap wanita itu menepisnya sangat kasar.


"Jangan menyentuhku dengan tangan kotormu lagi!" Ucapnya dengan suara gemetar.


"Bagus, semakin banyak bicara semakin aku tau semua isi hatimu selama ini. teruslah bicara selagi aku masih bisa bersabar." Batin Zayn Keenan, ia semakin tajam menatap mata Violet.


"Cih! dasar pembunuh tidak tahu malu! rupanya kau sudah sangat lama tidak mencumbu wanita... kemana istrimu? apa dia meninggalkanmu? hahahaha.... pasti dia meninggalkanmu! jelas tidak akan ada wanita yang bersedia menghabiskan sisa hidupnya bersama psikopat gila sepertumu! aku bahkan sangat jijik dan muak melihat wajahmu! aku ingin muntah!" Ucapnya sangat berani memaki seorang Zayn Keenan.


"Istri? istriku?" Batin Zayn Keenan, ia menggertakan giginya dengan sepasang telapak tangan yang mulai mengepal kuat.


"Kenapa hanya diam tuan Zayn Keenan yang terhormat? apa ucapanku tentang istrimu benar? dia meninggalkanmu? seandainya saja kau sedikit bercermin! lihat dengan jelas dirimu seperti apa! kau pria bajing*an! kepa*rat! breng*sek!" Ucap Violet\, ia semakin lantang berbicara.


Zayn Keenan masih diam, ia masih ingin tahu kata-kata kasar seperti apa lagi yang akan keluar dari mulut manis wanitanya.


"Apa yang membuatmu menginginkan aku? apakah wajahku? atau tubuhku? kau menginginkanya? kau mau aku memenuhi kebutuhan biologismu? kau butuh sek*s? hahahaha..... kau pikir aku mau menyerahkan tubuhku pada pria tua bangka sepertimu? usia kita bahkan terpaut 20 tahun lebih! bercerminlah tuan Zayn Keenan! kau terlihat seperti ayahku! sahabatmu! orang yang telah kau bunuh anj*ng!" Ucapnya semakin tidak terkendali hingga ia semakin kasar.


"Anjng?" Batin Zayn Keenan.*


Merasa di hina dan di caci maki, Zayn Keenan pun telah habis kesabaran, ia menggertakan giginya lagi dan tangan kananya bergerak sangat cepat meraih kepala bagian belakang Violet. Zayn menarik kepala wanita itu mendekat ke wajahnya sangat kasar.


"Apa kamu bosan hidup sayang?" Tanya Zayn, urat-urat di wajah dan tanganya kini menonjol sangat jelas.


Zayn Keenan memejamkan mata saat air liur dari mulut wanita itu mendarat di wajahnya, perlahan ia membuka kembali sepasang kelopak matanya dan menatap mata Violet semakin mengerikan. kini Zayn menghapus noda di wajah dengan sapu tangan yang ada di dalam saku jasnya. pria itu lantas melempar sapu tangan bekas pakainya ke sembarang tempat.


"Lepas!" Ucap Violet, ia mendorong dada Zayn Keenan dengan menggunakan sepasang tanganya hingga membuat Zayn terhuyung kebelakang.


Zayn Keenan yang tertunduk, perlahan ia menoleh lagi. ia menatap mata wanita itu dengan sepasang bola matanya yang separuh tertutup oleh rambutnya yang berantakan.


"Hahahaha... kau pikir? dengan wajahmu yang tampan! uangmu yang tidak akan habis tujuh turunan! kau bisa mendapatkan semuanya?! termasuk aku?! hahaha... mimpi kau Zayn Keenan! M I M P I!" Ucap Violet lagi.


Zayn Keenan mendengar semua ucapan kasar dan makian wanita itu padanya, ia lantas menarik satu sudut bibirnya. Zayn Keenan menyeringai dan....


"Hahahaha....." Tawanya merasa lucu.


Dengan gerakan cepat Zayn Keenan meraih lengan kiri Violet, ia mencengkramnya sangat kasar dengan sepasang bola mata yang semakin tajam. pria itu menatap mata Violet dengan tatapan membunuhnya yang begitu pekat. Zayn pun menariknya mendekat dan...


Plaaakkk!!!


Suara itu nyaring terdengar. Violet menampar wajah Zayn Keenan sekuat tenaganya. rupanya ia sungguh sangat muak pada prianya, ia bahkan kehilangan akal sehat dan rasa takut.


Zayn Keenan tertunduk sambil menggertakan giginya lagi, ia mulai mendongak dan menoleh pada Violet. tampa banyak bicara pria itu bangkit dari duduk dan menarik Violet secara paksa menuju kamar mandi.


"Lepas!" Perintah Violet, ia memukuli tangan kekar Zayn Keenan sangat kasar.


Zayn tidak menggubrisnya, ia pun sungguh sangat marah hingga ia bahkan lepas kendali. mereka yang saat ini telah berada di dalam kamar mandi, Zayn Keenan lantas menyalakan keran air untuk mengisi bathtub dengan air dingin. ia lantas menghempaskan tubuh Violet ke sisi dinding hingga Violet terbentur dan pada akhirnya terjatuh ke lantai.


"Kau sangat lancang! berani sekali kau memaki ku!" Ucap Zayn, ia sangat marah hingga wajahnya sangat merah dan urat-urat di wajahnya semakin menonjol.


"Kau harus ku hukum!" Lanjutnya, ia meraih shower dan mulai menyiram sekujur tubuh Violet hingga membuat Violet kesulitan hanya untuk bernafas dan berusaha menghindarinya. Violet bangkit dari duduk, ia berlari ke arah pintu namun Zayn segera mencengkram rambut panjangnya. Zayn menarik wanita itu menuju bathtub yang telah terisi penuh oleh air dingin.


Zayn pun memaksa Violet untuk berlutut bersama di dekatnya di sisi bathtub itu. meski Violet meronta, nyatanya Zayn yang telah sakit hati dengan semua ucapan kasar wanitanya, ia bahkan dengan tega mulai menenggelamkan kepala wanita yang sangat ia cintai itu kedalam bathtub yang terisi penuh oleh air.


"Katakan sekali lagi!" Ucap Zayn Keenan seraya ia mengulangi perbuatanya..


"Katakan sekali lagi!" itu adalah kalimat yang saat ini berulang kali Zayn Keenan ucapkan pada wanitanya. ia menenggelamkan kepala wanita itu berulang kali hingga membuat Violet menghirup air yang masuk kedalam hidung dan mulutnya.


"Ayah, cepat jemput aku." Batin Violet.


🍁Stay With Me Violet🍁


Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE dan KOMEN sopan ya guys....