
"Tapi ayah mengkhawatirkanmu."Ucap Tuan Hari.
"Ayah tenang saja, yang harus ayah lakukan adalah menyembunyikan diri dan simpan nomor telponku jangan samapi hilang. aku akan menemuimu saat aku bisa melepaskan diri darinya."Ucap Violet.
"Baiklah, jaga dirimu baik-baik nak sekarang ayah ada dipulau terpencil dan menyamar agar Zayn tidak bisa menjadika ayah senjata untuk merampasmu dari ayah lagi."Ucap Tuan Hari.
"Ia, berahati-hatilah ayah, aku percaya padamu."Ucap Violet.
Tuan Hari dan Violet mengakhiri sambungan telponya, Violet yang mendengar suara ayahnya dia sangat bahagia dan mulai mencari cara agar dia bisa terlepas dari Zayn. Meskipun dia tau tidak akan semudah itu lepas dari genggaman Zayn Keenan. Tapi Violet tau jika dirinya harus sedikit bersabar dan berpura-pura.
Violet kembali kemejanya untuk melanjutkan pekerjaanya, jam kerja telah berakhir Violet berkemas dan bersiap untuk pulang, dia berjalan dengan cepat agar tidak ada yang melihatnya. Violet pun menunggu Bus dihalte. Namun sebuah mobil mewah datang, Seorang pria berjas hitam datang menghampirinya dan menundukan kepala padanya, Violet yang bingungpun dia berdiri.
"Tuan Zayn memerintah saya untuk menjemput nyonya."Ucap pengawal itu sopan.
Violet dengan cepat masuk kedalam mobil agar tidak ada yang melihat dan menyadarinya. Pengawal dengan cepat menyusulnya dan menghidupkan mesin mobil untuk segera menemui Tuan Zayn.
Violet dibawa kesebuah butik mewah untuk mengganti pakaian kerjanya dengan sebuah gaun indah yang sudah dipersiapkan oleh pemilik butiknya langsung untuk dikenakan Violet, Violet yang tau bahwa dirinya harus menurut diapun mengikuti semua yang Zayn perintahkan. Violet menggunakan gaun merah maroon yang panjang dengan belahan tinggi dikaki sebelah kirinya dengan punggung yang terbuka. Membuatnya nampak sangat cantik dan bersinar, dia sangat anggun hingga membuat siapapun yang melihatnya pasti akan jatuh hati padanya, rambutnya yang biasa terurai saat itu diikat agar punggungnya terlihat hingga membuatnya sangat cantik.
Violet tidak mengerti dengan apa yang dilakukan Zayn kali ini, dia hanya menurutinya saja. Violet tidak ingin mendapatkan masalah dengan calon suaminya itu. Violet yang sudah sangat cantik diapun dibawa menuju sebuah Restoran bintang lima yang sudah dipesan Zayn hanya untuknya dan Violet.
Violet turun dari mobil dan menatap kemewahan restoran itu, dia melangkahkan kakinya dengan perlahan karena sepatu tinggi yang dikenakanya. Violet melihat Zayn sedang berdiri memandang air mancur dari jendela besar yang ada dihadapanya, kedua tanganya terselip dikedua kantong celananya. Saat itu Zayn sangat rapih dengan stelan jasnya, tubuhnya yang tegap dan tinggi membuat Violet terdiam menatapnya. Suasana saat itu seolah sudah dipersiapkan dengan baik oleh Zayn untuk wanitanya, banyak lilin disetiap sisi ruangan, ruangan itu nampak tidak terlalu terang dan dihiasi dengan bunga-bungga yang berlimpah disetiap sudut tempat itu. membuat suasana menjadi tenang dan damai.
"Aku disini."Ucap Violet.
Zayn menoleh kearahnya dan menatap Violet sangat lama. Zayn tidak bergeming, dia baru pertama kali melihat Violet menggunakan gaun. Violet terlihat sangat cantik dengan semua kemewahan yang diberikan Zayn padanya. membuat Zayn semakin jatuh cinta padanya dan bahagia memilikinya. Zayn melangkahkan kakinya mendekati Violet yang anggun dan meraih tanganya, dia menggenggam tangan Violet dan memeluknya, Zayn berbisik ditelinga Violet.
"Kamu sangat cantik, membuatku semakin jatuh cinta padamu."Ucap Zayn yang memeluknya.
Violet membatu mendengarnya, dia tidak ingin Zayn semakin mencintainya, karena itu akan membuatnya semakin sulit untuk melepaskan diri. Violet saat itu diam saja, dia tidak dapat melawanya. Zayn melangkah memutari tubuh Violet dan diapun memeluknya dari belakang, dia sangat suka memeluknya dari belakang. dan berkata...
Violet mematung, didalam hatinya Zayn bukanlah orang yang dia cintai, bahkan Violet tidak tau siapa yang dicintainya.
Zayn menarik tangan Violet dengan lembut, dia mengajaknya untuk duduk ditempat yang sudah dipersiapkan untuknya. Zayn menarik kursi untuk Violet dan menggenggam kedua pundak Violet untuk menyuruhnya duduk dan Violet pun menurut.
Violet hanya diam, sedangkan Zayn menatapnya terus menerus. Zayn menarik kursi yang ada didekat Violet dan duduk disampingnya dengan kedua tangan yang menggenggam kedua tangan Violet.
"Aku tau semua ini terlalu mengagetkanmu, aku memaksamu dan aku tau kau juga tidak menginginkanku. Tapi cobalah bersabar dan membuka hatimu untukku, cobalah melihatku dan cobalah menerimaku. Aku akan bersabar menunggu sampai kau bisa mencintaiku tanpa memandang usia, kau akan mencintaiku suatu hari nanti. Jadi berikan aku kesempatan untuk menunggu sampai hari itu tiba.
Zayn mengambil benda yang ada disaku jasnya, benda itu berwarna merah maroon, dia membuka benda itu. Terlihat sebuah cincin berlian berada didalamnya. Membuat Violet terkejut dan menatap matanya, Violet gemetar dan tidak tahu harus berbuat apa, dia diam saja mengikuti setiap proses. Zayn mengambil cincin itu dari dalamnya dan mengambil tangan Violet.
"Violet aku sangat mencintaimu, malam ini aku melamarmu dan memasangkan cincin ini dijari manismu."
Zayn memasangkan cincin berlian itu dijari manis Violet, membuat jari manis Violet terlihat lebih cantik dengan kehadiran cincin berlian yang Zayn berikan padanya. Violet terdiam, matanya berkaca-kaca.
"Apa aku akan benar-benar menikah denganya?"Tanya Violet dalam hati dia meneteskan air matanya.
Zayn mengusap air mata Violet yang membasahi pipi dengan kedua tanganya, mulai terdengar suara piano yang mengiringi malamnya bersama Zayn, Zayn mengajaknya berdiri dan diapun memeluknya lagi, Violet yang malam itu hanya diam seperti patung seolah dia merasa akan benar-benar berakhir. Suara piano yang syahdu membuatnya tak henti meneteskan air mata. Violet menoleh kearah Zayn yang sangat dekat denganya, dia melihat Zayn yang sangat membutuhkanya. seolah Violet adalah kelemahan Zayn Keenan yang sesungguhnya.
"Aku pernah bermimpi dan berkhayal saat aku kecil, suatu hari aku akan menikah dengan pria yang aku cintai. Aku membayangkan diriku mengenakan gaun pengantin berwarna putih, acara pernikahanku yang mewah dan megah dengan senyum dihari pernikahanku, tertawa bersama pria yang aku cintai yang menyematkan cincin pernikahan dijari manisku dan menciumku lembut dihari kebahagiaan itu. Sampai saat ini aku masih memimpikannya, tapi kenyataan ini sungguh membuatku sakit. Aku seperti burung yang terperangkap dalam sangkar dan tidak bisa terbang dengan bebas."Ucap Violet didalam lubuk hati terdalamnya.
Zayn masih memeluk indah tubuh Violet. malam itu malam yang spesial bagi Zayn namun menjadi malam yang kelam bagi Violet.
***
Halo Readers..
Kalau suka sama karya aku ini, mohon untuk Like, Komen, tekan tombol Favorit dan Vote yaa..๐
mohon untuk menggunakan bahasa yang sopan supaya author semangat nulisnya๐๐