Stay With Me Violet Season 1

Stay With Me Violet Season 1
Club Malam



"Ini sudah 1 bulan kalian belum juga menemukanaya?! apa yang kalian lakukan selama ini! tidak becus!"teriak Zayn pada pengawalnya.


Axel nampak memandangi ayahnya yang memukuli pengawalnya. dari lantai 2 rumahnya Axel nampak metap Zayn yang sangat mencintai wanita yang sama denganya.


AXel hanya diam dan tatapanya kosong, dia sangat merindukan Violet.


"Aku ingin melihat senyumu lagi, melihatmu di dekatku sepertu waktu itu Violet."ucap Axel melangkah masuk kekamarnya.


Deeerrttt....ponsel Axel bergetar.


"Ben?"ucap Axel dalam hati.


"Mau bersenang-senang bersamaku?"tanya Ben melalui panggilan telpon.


"Kemana?"tanya Axel.


"Club malam."saut Ben.


"Sejak kapan kau menyukai tempat itu?"tanya Axel.


"Jangan banyak bicara, aku akan menjemputmu."saut Ben.


"Baiklah."ucap Axel mengakhiri panggilan telponya.


Axel bergegas membersihkan diri dan pergi bersama Ben.


"Kenapa kau diam? tidak terlihat seperti dirimu."ucap Axel pada Ben yang mengemudi.


"Entah kenapa aku merindukan wanita itu."saut Ben.


"Cih.."Axel senyum kecut dan bersandar, dia menatap keluar jendela.


"Aku tau kaupun sangat merindukanya bukan? terlihat sangat jelas di wajhmu."ucap Ben.


"Ia, aku sangat merindukanya dan ingin bertemu denganya lagi. ia pergi terlalu lama membuatku hidup tidak tenang."saut Axel.


"Joe Nathan nampak tenang, apa dia mengetahui keberadaan Violet?"tanya Ben.


"Aku rasa dia tau, tapi dia tidak mengakuinya."saut Axel.


"Apa kau tau alasan Violet pergi?"tanya Ben yang tidak tau hubungan antara Violet dan Zayn keenan ayahnya.


"Tidak tau."saut Axel singkat.


Sesampainya di Club malam, Axel dan ben melangkah masuk dan duduk di dalam gedung itu ditemani musik disco yang menggema, tempat yang di penuhi minuman dan orang-orang yang mencari kesenangan.


Axel duduk dengan tatapan kosong, dia tidak ingin datang ketempat itu sebenarnya. namun ia tau bahwa dia harus mencari suasana baru untuk menghibur dirinya sendiri dan sejenak melupakan Violet yang sangat dia cintai.


Ben yang duduk di dekat Axel nampak memesan Wine untuk menemani malamnya. dengan wanita-wanita yang mulai mendekat kearah mereka berdua. pria tampan yang nampak jelas sangat kaya terlihat dari apa yang di kenakan dari Axel.


Seorang wanita cantik nampak sedang menari bersama temanya, Axel menatap wanita itu. wanita yang memiliki sepasang mata yang mirip dengan Violet.


Axel bangkit dari duduknya dan mendekat kearah wanita itu.


"Violet.."ucap Axel menggenggam tangan wanita itu.


Wanita itu nampak bingung dan tidak mengerti.


"Kau siapa?"tanya wanita itu pada Axel yang menatap kedua matanya.


"Axel, dia bukan Violet."ucap Ben menarik Axel untuk duduk lagi.


Axel yang duduk nampak menatap wanita yang sedang menatapnya. Axel pun dengan cepat menuang Wine ke gelasnya dan menghabiskanya dengan sekali teguk.


"Aaaakkh....!"geram Axel merebahkan tubuhnya ke sofa.


Axel tidak menghiraukan wanita yang ada di dekatnya, Axel yang berfikir bisa melupaka Violet ditempat itu ternyata dugaanya salah.


"Dimana kamu Violet! aku merindukanmu! sungguh... sangat merindukanmu."ucap Axel yang mulai mabuk.


Ben nampak menatap Axel yang rapuh saat itu. Axel yang berada di titik terendahnya. saat dimana Ben baru melihatnya yang hancur. Ben sadar Axel sangat mencintai wanita itu, wanita yang bernama Violet Grizelle.


Violet merampas semua hatinya. separuh jiwanya. 


"Cukup. kau sudah mabuk."ucap Ben merampas Wine Axel.


"Wanita itu.. dia sungguh kejam padaku! saat aku menemukanya nanti.. aku tidak akan memberinya kesempatan untuk pergi meninggalkanku lagi."ucap Axel yang mabuk.


"Kau akan menemukanya. bersabarlah sedikit."ucap Ben menenangkan Axel.


"Dia datang padaku, berdiri di hadapanku untuk meminta pekerjaan. aku sudah menginginkanya sejak aku pertam kali bertemu denganya. sejak dia bilang " Namaku Violet Grizelle", aku jatuh hati padanya dan mencoba menyakalnya. aku menjadi semangat datang ke kantor agar bisa bertemu denganya setiap saat. tapi.. dia selalu menjauh. semakin aku mendekat kearahnya dia semakin jauh dari pandanganku. dia membuatku semakin dalam jatuh cinta padanya namun.. Dia malah bertuangan dengan ayah dan dalam sekejap dia menjadi calon istri ayahku sekaligus calon ibuku! dia bilang dia mencintaiku tapi dia memilih Joe Nathan pada akhirnya! Wanita itu.. sangat dingin dan tidak dapat dimengerti. sangat sulit untuk di pahami isi hatinya. bagaimana aku bisa masuk jika akupun tidak tau dimana letak pintu hatinya? wanita itu.. membuatku gila. aku! aku sungguh sangat mencintainya! aku bilang aku mencintainya berulang kali! tapi.. dia tidak percaya padaku dan lebih memilih Joe Nathan. Violet... apa kau tau? hatiku dan tubuhku sangat hancur. kau remukan aku sekuat tenagamu!"ucap Axel yang mabuk.


Mendengar perkataan Axel, Ben pun terkejut tentang Violet yang menjadi calon istri ayah Axel. Ben menatap Axel yang hancur, Ben batu menyadari jika sahabatnya itu sangat mencintai Violet.


"Axel.. kau sangat mencintainya."ucap Ben dalam hati.


Ben pun membawa Axel pulang kerumahnya, Ben memapah Axel yang mabuk.


"Ben kakak kenapa?"tanya Racel khawatir.


"Dia mabuk, aku akan membawanya kekamar."saut Ben.


Ben membawa Axel masuk ke kamarnya dan merebahkanya di tempat tidur. 


"Huft.. tubuh tinggi dan proporsional sepertimu sungguh sangat berat, membuatku lelah."ucap Ben yang menyelimuti Axel.


Ben pun menoleh ke meja Axel yang ada di dekat tempat tidurnya.


"Ben terimakasih sudah mengantar kakak pulang, ini minumlah."ucap Racel.


"Racel apa itu?"tanya ben melihat kotak cincin Axel.


"Ini?"tanya Racel menggenggam kotak cincin itu dan membukanya.


"Ini cincin yang kakak beli untuk melamar Violet. aku yang memilihnya, kakak membelinya sudah cukup lama tapi wanita sialan itu mengabaikanya dan membuat kakak menjadi kehilangan akal dan melawan ayah."ucap Racel.


"Saat Axel mabuk dia bilang Violet adalah calon istri ayahmu? apa itu benar?"tanya Ben.


"Ia, itu benar. kuharap kau akan menyimpan rahasia ini. atau ayah akan memukulimu juga seperti ayah memukuli kakak."saut Racel.


"Ayahmu masih mencari keberadaan Violet?"tanya Ben.


"Tentu saja. ayah sangat tergila-gila padanya. kakak pun sangat menggilainya. wanita itu hanya membawa sial bagi keluargaku. dia membuat hubungan kami jadi berantakan dan pergi begitu saja."ucap Racel.


"Racel kau nampak tidak menyukainya."ucap Ben.


"Tentu saja, dia melukai kakak berulang kali. mana mungkin aku akan menyukainya."saut Racel.


"Racel aku harus kembali."ucap Ben.


"Baiklah berhati-hatilah, sering-sering lah datang dan temani kakak."ucap Racel.


"Ia. aku pergi."ucap Ben melangkah pergi meninggalkan Racel.


"Axel, sekian lama kita berteman. aku baru melihatmu yang sangat menginginkan seorang wanita. aku, tidak menyesal tidak bisa mendekat kearah VIolet jika kaulah yang berdiri di sampingnya." ucap Ben yang mengendarai mobilnya.