Stay With Me Violet Season 1

Stay With Me Violet Season 1
"Aku ingin memakanmu"




Mendengar ucapan ayahnya, Racel lantas bangkit dari duduk dan pergi.


"Racel Zayn!" Panggil Zayn Keenan.


Racel lantas terhenti di dekat pintu, ia tidak menoleh dan hanya mengatakan, "Hanya karena wanita, ayah bahkan telah lupa bagaimana cara memanjakan aku. hanya karena dia, ayah bahkan telah lupa jika ayah sangat menyayangi kak Axel." Ucapnya, Racel lantas melanjutkan langkah kakinya meninggalkan ruang makan.


Ruang makan itu menjadi sangat sepi, Violet sendiri hanya diam menundukan kepala. Zayn Keenan menoleh ke arahnya, ia melihat wanitanya yang seolah tidak perduli pada apapun lagi, wanita yang bahkan tidak perduli pada dirinya sendiri maka apa yang bisa ia berikan pada Zayn Keenan? Zayn telah sadar jika wanitanya tidak akan perduli padanya meski hanya sedikit. Zayn pun hanya diam mengingat ucapan Racel, gadis itu benar. hanya karena Violet, ia memang melupakan segalanya.


Zayn Keenan lantas meraih pergelangan tangan Violet saat ia melihat wanita itu hendak menyuapkan makanan kemulutnya. Violet pun terhenti dengan sendok yang masih berada di genggaman tanganya, ia menoleh pada Zayn Keenan yang mendoyongkan tubuh ke arahnya, pria itu menyuapkan makanan dari sendok Violet ke mulutnya dan tersenyum sendu sambil mengunyah makananya, ia sangat dalam menatap mata wanita itu.


Violet masih diam hingga ia melihat prianya merampas sendok miliknya, ia melihat pria itu menyendok makanan dari piringnya.


"Sayang, buka mulutmu." Pintanya.


Sungguh.. Violet tidak dapat berkata-kata, pria itu bahkan seolah melupakan ucapan putrinya dan kembali padanya lagi. Zayn Keenan telah mengabaikan semuanya, jujur dari relung hati terdalam, ia sangat mencintai Violet meski Violet tidak pernah memberinya cinta meski hanya seujung kuku saja. Zayn tidak perduli, yang ia tahu hanyalah ia cinta mati pada wanita itu dan ia akan tetap menahan Violet di sisinya sampai telah habis usia.


Violet pun membuka mulut perlahan dan Zayn Keenan menyuapkan makanan kedalam mulutnya. saat ini mereka saling memandang sangat dalam seraya Violet mengunyah perlahan.


"Aku kenyang." Ucap Violet lirih, ia masih menatap mata Zayn Keenan.


"Jika begitu suapi aku." Pintanya, ia pun tidak mangalihkan pandanganya dari sepasang mata indah Violet Grizelle.


Violet terdiam, ia lantas melihat Zayn mengembalikan sendoknya di genggaman tangan Violet. Violet hanya diam saja mengalihkan pandanganya, di dalam hati wanita itu berbicara, "Aku tidak mau."


"Sayang.." Panggil Zayn Keenan.


Violet lantas menoleh namun ia meletakan sendoknya di atas piring dan mengatakan, "Aku tidak mau tuan Zayn."


Mendengar kalimat "Aku tidak mau tuan Zayn." Zayn Keenan langsung terdiam dengan tatapan matanya yang berubah menjadi sangat mengerikan.


Srraaakkkk!!!


Suara itu nyaring terdengar saat Zayn Keenan meraih kerah pakaian Violet sangat kuat hingga pakaian wanita itu robek. Zayn menarik tubuh wanita itu mendekat ke arahnya, ia mendekatkan wajahnya ke wajah cantik Violet Grizelle yang saat ini memejamkan mata telah pasrah akan pria itu melakukan apapun padanya, memukul atau membunuhnya sekalipun.


"Kamu... " Ucap Zayn, ia berbicara bak prisikopat gila yang berbisik di telinga mangsanya.


Zayn Keenan lantas semakin dekat dan ia menyusuri leher di belakan telinga Violet dengan menggunakan hidung mancungnya. Violet terkejut hingga ia membuka mata, sepasang bola mata wanita itu kini membulat sempurna seraya bulu kuduknya berdiri.


"Anda sedang apa tuan?" Tanya Violet, suara wanita itu gemetaran hingga ia mematung di kursinya.


"Aku lapar, kamu tidak mau menyuapiku maka aku mau memakanmu sampai aku kenyang.." Bisik Zayn Keenan.


"Eeeenggh"


Erangnya tak tertahankan, Violet lantas menutup mulut dengan menggunakan tanganya seraya prianya masih melu*mat lehernya, ia merasakan jika pria itu menyesapnya sangat kuat dan ia pun yakin pria itu pasti meninggalkan banyak jejak merah di lehernya.


"Tuan Zayn." Panggilnya lirih sambil ia mendorong tubuh kekar pria itu menjauh darinya. alih-alih mendorong Zayn Keenan agar menyingkir wanita itu semakin terlena akan pergerakan lidah prianya yang saat ini menyusuri pundak hingga turun ke dada.


Sepasang tangan Zayn mulai meraba setiap lekuk tubuhnya, dari pinggang, naik ke perut hingga sepasang mata Violet membelalak saat pria itu mulai berani meremas dadanya.


"Tuan Zayn! Eeeemm~"


Sadar jika wanita itu akan marah, Zayn lantas membungkam mulut wanita itu dengan menggunakan mulutnya. sepasang tangan wanita itu sibuk memukuli dada Zayn hingga Violet berusaha bangun dari kursinya berharap ia akan terlepas darinya. namun pada kenyataanya pria itu tidak juga melepaskanya hingga keduanya berdiri dan Zayn mulai mendorong tubuh Violet perlahan ke sisi meja makan.


Violet yang tertahan, kini Zayn meraih kedua sisi pinggangnya, pria itu lantas menaikan tubuhnya untuk duduk di atas meja makan dan apa yang bisa Violet perbuat? ia tidak bisa melawan pria itu, tenanganya tidak cukup untuk menahan semua sikap mendominasi Zayn Keenan padanya.


Craaaanngg.....


Suara itu nyaring terdengar saat piring Violet jatuh ke lantai marmer, Violet pikir pria itu akan melepaskanya karena ia sendiri takut jika pelayan akan masuk kedalam ruang makan yang pintunya terbuka lebar.


"Eeeemm~"


Violet sungguh tidak habis fikir, Zayn Keenan malah semakin kuat menciumnya, ia bahkan tidak merasa takut jika Racel atau puluhan pelayanya menyaksikan apa yang saat ini mereka lakukan, Zayn bahkan mulai meraih sepasang kaki wanita itu dan menyatukan tubuhnya dengan tubuh wanitanya yang saat ini duduk di atas meja makan.


Mendengar suara benda jatuh dan hancur berulang kali, para pelayan lantas meminta kepala pelayan untuk memeriksanya kedalam, sesuangguhnya kepala pelayan tidak berani mengingat Zayn Keenan tidak memanggilnya, tapi... kepala pelayan berpikir ia hanya akan memeriksa untuk memastikan tidak ada sesuatu buruk terjadi.


Kepala pelayan lantas masuk dan ia terhenti seketika, ia mematung di dekat pintu saat ia menyaksikan tuanya begitu ganas mencium wanitanya, ia membabi buta hingga membuat kepala pelayan perlahan melangkah mundur sebelum ia di lihat oleh tuanya telah lancang masuk kedalam tanpa seijinya.


Namun, kepala pelayan itu kini gemetar tidak terkendali saat ia melihat sepasang mata tajam Zayn Keenan menatapnya. ia pun segera berlari keluar dan menutup pintu.


"Apa yang harus aku lakukan? tuan besar melihatku." Batin Kepala pelayan, ia terus berjalan menuju dapur hingga pelayan-pelayan yang telah menunggunya mulai berhamburan mendekatinya.


"Ada apa kepala pelayan?" Tanya mereka, namun kepala pelayan hanya diam dengan pandangan kosong, ia gemetar sekujur tubuhnya dan tidak dapat berkata-kata.


"Kepala pelayan, kenapa kamu gemetaran? ada apa di dalam?" Tanya mereka, seolah sangat penasaran akan apa yang terjadi di dalam ruang makan mewah keluarga Zayn.


"Jangan bertanya lagi!" Ucap kepala pelayan, ia lantas pergi begitu saja meninggalkan rekanya yang lain di hantui rasa penasaran.


Kepala pelayan masuk kedalam kamarnya, ia sungguh tidak mengatakan apapun pada rekan yang lain karena ia sangat takut pada Zayn Keenan. maka ia memutuskan untuk menutup mulut selama ia masih hidup.


🍁Stay With Me Violet🍁


Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE dan KOMEN sopan ya guys....