Stay With Me Violet Season 1

Stay With Me Violet Season 1
Menghindar




Zayn membawa Violet menuju salah satu rumah miliknya. dia menyembunyikan wanita muda itu disana.


"Kita sampai."Ucap Tuan Zayn pada Violet yang masih menangis.


Para pengawal membukakan pintu mobil untuk Violet dan Tuan Zayn. Mereka keluar dari mobil, Violet melihat rumah yang akan ditinggalinya mulai saat itu. Rumah yang sangat besar dan mewah bernuansa Modern Minimalis sesuai dengan selera kaula muda. Violet disambut para pelayan yang menghampirinya untuk sekedar membawakan barang-barangnya dan mepersilahkanya untuk masuk kedalam bersama calon suaminya Tuan Zayn Keenan. Rumah yang terlalu besar, mereka masuk kedalam rumah itu diikuti para pelayan dan pengawal. Tuan Zayn membawa Violet kekamar yang akan ditempatinya, kamar yang mewah dan megah namun nampak sesak bagi Violet seolah dia tidak dapat bernafas dengan baik dirumah besar itu.


"Duduklah kau pasti lelah."Ucap Tuan Zayn dengan kedua tanganya yang berada dikedua lengan Violet, dia mendorong tubuh Violet agar duduk diatas tempat tidurnya dengan lembut.


Zayn jongkok dikaki Violet yang duduk diatas tempat tidur, Zayn menarap Violet yang menangis, Violet yang bahkan tidak bersedia melihat wajahnya. Zayn menggenggam tangan Violet dan mencium tanganya.


"Dengarkan aku, aku akan menghormati keinginanmu yang kau tulis disurat ini, jadi jangan takut padaku dan hiduplah dengan baik dirumah ini mulai dari sekarang. Aku akan memenuhi semua kebutuhanmu dan memberimu fasilitas yang terbaik, semua kebutuhanmu sudah aku siapkan. Jika kamu menginginkan sesuatu pakailah kartu Debit dan Kredit ini, pakai juga uang tunai ini, bersenang-senanglah. kau boleh menghabiskanya asalkan kau bahagia dan puas menjadi wanitaku. Setelah kita menikah nanti aku akan membawamu tinggal bersamaku dan kedua anaku."Ucap Tuan Zayn pada Violet yang melamun dengan airmata yang takhenti menetes.


Violet hanya diam saja tidak merespon ucapat Tuan Zayn. Melihat Violet yang diam Tuan Zayn memanggil para pelayan masuk.


"Nyonya akan tinggal dirumah ini. kalian harus melayaninya dengan baik! Jika sesuatu terjadi padanya maka kalian bersiaplah menanggung akhibatnya! Apa kalian mengerti?!"Peringatan tegas Tuan Zayn pada seluruh penghuni dirumah itu.


"Mengerti tuan."Sautnya serentak.


"Setelah aku pergi kalian bantu nyonya membersihkan diri!"Perintah Tuan Zayn menunjuk 4 orang pelayan.


"Baik tuan."Ucapnya serentak.


"Keluar!"Perintah Tuan Zayn pada para pengawal dan pelayan dirumah itu.


Violet masih seperti itu, diam saja dengan tatapan kosong. Zayn menatapnya dan membelai indah rambut Violet yang cantik, Zayn menyelipkan rambut Violet disela telinganya dan berbisik...


"Kamu sangat cantik aku sungguh beruntung menjadi calon suamimu."Ucap Tuan Zayn ditelinga Violet.


Violet meneteskan air matanya lagi, dia sangat hancur saat itu. Melihat Violet yang tak henti menangis Zayn berfikir mungkin jika dia meninggalkanya sendiri sekarang Violet akan menjadi lebih tenang.


"Aku akan pulang, jangan pernah mencoba melarikan diri!"Ucap Zayn yang berlalu pergi.


Braakk...! Pintu tertutup akhirnya Violet bisa sendiri dan menangis sekuat tenaga. Zayn yang belum melangkah jauh dari pintu kamarnya seketika membatu mendengar tangis pilu Violet yang terdengar sampai keluar ruangan. Zayn nampak menundukan kepalanya dan berjalan lagi. Zayn tidak dapat memungkiri bahwa hatinya juga sangat sakit melihat Violet yang begitu tidak menginginkanya.


***


Ditempat lain nampak senyum bahagia Axel dan adiknya yang selesai berbelanja, mereka sore itu sampai dirumah dan bergegas membersihkan diri. Terdengar suara pria memanggil nama mereka berdua dari jauh.


"Axel....Racel....ayah pulang."Teriak pria itu yang tidak lain adalah Tuan Zayn Keenan.


Axel dan Racel beranjak menghampirinya, Racel memeluk ayahnya dia merindukan pria itu. Sedangkan Axel hanya tersenyum sambil melewati ayah dan adiknya untuk menyalakan Tv.


"Sudah besar masih saja bersikap kekanankan."Ucap Axel meledek Racel.


Tuan Zayn tertawa melihat sikap manja Racel.


"Pelayan bilang ayah sudah datang dari siang tadi, lalu pergi lagi. Ayah dari mana?"Tanya Racel manja pada ayahnya.


"Menjemput calon istri ayah."Ucapnya membuat penasaran.


Mendengar perkataan ayahnya Racel dan Axel menyerang Tuan Zayn dengan ribuan pertanyaan. Namun sayangnya semua pertanyaan mereka mendapatkan jawaban yang tidak jelas dari ayahnya. Karena Zayn merahasiakan identitas calon istrinya sesuai kemauan Violet.


"Baik terserah ayah yang penting perempuan itu baik dan sayang aku dan ka Axel."Ucap Racel menyerah.


Merekapun menghabiskan waktu bersama.


***


Dipagi hari Violet datang kekantor untuk bekerja lagi setelah sempat beristirahat panjang karena terluka, para rekan kerja yang satu ruangan dengannya nampak berkerumun mendekatinya untuk menanyakan kabarnya. Violet hanya menjawab seperlunya dan dia menuju meja kerjanya. Violet menatap dokumen yang bertumpuk dimejanya karena dia libur selama 11 hari lamanya. Violet mulai membuka satu persatu dari tumpukan dokumen itu untuk mengerjakanya.


"Ekhmm..."Axel.


"Eng~?" Violet yang mengangkat kepalanya, Axel tersenyum padanya.


"Datanglah keruanganku."Pinta Axel sambil berlalu pergi bersama Ben yang masih tersenyum pada Violet.


Violet menyusul mereka dan masuk kedalam ruangan Axel. Dia berdiri tepat dihadapan Axel dan membungkukan badanya untuk memberi salam.


"Duduklah."Perintah Axel.


Violet menurut dan dia duduk disofa disusul Axel. Ben nampak memperhatikan Violet, dia merasa ada yang tidak beres dengan Violet saat itu. Ben berfikir mungkin Violet seperti itu karena dia baru sembuh dari sakitnya dan Ben mulai melanjutkan pekerjaanya.


"Sudah baikan?"Tanya Axel yang duduk disamping Violet."


"Sudah."Saut Violet singkat.


"Wajahmu pucat, kamu seperti habis menangis. ada apa?"Tanya Axel lagi.


"Hanya kurang tidur."Saut Violet berbohong.


"Kamu lebih diam dari biasanya."Ucap Axel menatap Violet.


"Hanya perasaan anda saja Tuan."Saut Violet.


"Nanti sore pulang bersamaku."Ucap Tuan Axel pada Violet.


"Tidak, aku akan pulang sendiri."Saut Violet menolak karena dia sudah tidak tinggal dirumah lamanya lagi, dia harus menyembunyikan persoalan pribadinya dari semua orang.


"Kalau begitu aku akan menjemputmu nanti malam, aku akan membawamu kesuatu tempat."Ucap Axel.


"Tidak, jangan."Ucap Violet panik.


"Kau menyembunyikan sesuatu dariku?"Tanya Axel curiga dengan sikap Violet.


"Tidak, biar aku saja yang datang menemuimu."Saut Violet.


"Baiklah aku akan memberi tahumu dimana tempatnya nanti."Ucap Axel tersenyum.


"Apa aku sudah boleh pergi?"Tanya Violet.


"Buru-buru sekali, sedang sibuk ya?"Tanya Axel.


"Aku meninggalkan pekerjaanku selama 11 hari."Ucap Violet.


"Baiklah, jangan terlalu memaksakan diri jika masih sakit bicara padaku."Ucap Axel perhatian.


"Ia, permisi Tuan."Ucap Violet berlalu pergi.


Axel menatap Violet yang meninggalkanya, dia merasa Violet sangat berbeda hari ini. Violet nampak menjaga jarak dengan semua orang hari itu. seolah dia tidak mau diganggu dan hanya ingin sendiri. Dia melakukan aktivitasnya hingga siang hari, saat jam makan siang berlangsung Violet tidak meninggalkan mejanya. Dia menghabiskan waktu istirahat dengan duduk dikursinya dan melamun. Baginya hubungan dirinya dengan Tuan Zayn sangatlah berat.


"Apa kau pun merasakan Violet yang menghindar?"Tanya Ben pada Axel yang sedang menatap kearah Violet. Ben saat itu melakukan hal yang sama dengan Axel. Mereka berdua menatap Violet yang murung dari dalam ruangan.


***


Halo Readers..


Kalau suka sama karya aku ini, mohon untuk Like, Komen, tekan tombol Favorit dan Vote yaa..๐Ÿ˜€


mohon untuk menggunakan bahasa yang sopan supaya author semangat nulisnya๐Ÿ˜˜๐Ÿ™