Stay With Me Violet Season 1

Stay With Me Violet Season 1
Aku dan Axel tidak akan mungkin




Saat itu Axel terdiam diruang kerjanya, ia nampak memikirkan semua yang Violet katakan kepada Nadine tentang dirinya dan Nathan, Axel menlewati waktu dengan perasaan yang tidak nyaman.


Jam makan siang pun tiba, Axel keluar dari ruanganya dan dia menoleh ke arah Nathan, Nampak Nathan juga sedang melihat ke arahnya, mereka saling menatap satu sama lain.


Pandangan Axel beralih ke Violet yang sedang mengambil air minum, Axel menghampirinya, hari itu Violet memakai stelan baju kerja yang sangat cocok dengan tubuh putih dan rampingnya, membuat Axel semakin mengaguminya.


Nathna nampak memperhatikan Axel yang mendekati Violet, dia melihat Violet yang mengobrol dengan Axel, Nathan pun terdiam saat ia melihat tangan Violet di genggam Axel dan Violet pun pergi makan siang bersamanya.


Axel dan Violet berjalan menuju parkiran mobil dan pergi meninggalkan One Zayn Group, saat itu Mikka sedang sibuk dengan penutupan akhir bulan karena dia Sen. Manager di bagian keuangan.


Axel melajukan kendaraanya, Violet tidak tau Axel mau membawanya makan siang di mana namun seketika Violet bingung saat Axel menghentikan mobilnya di dekat danau yang indah nan sepi.


"Kenapa kita kesini?"tanya Violet.


Ceklak.....! Axel menekan tuas kursi Violet hingga posisinya pun terbaring dengan sabuk yang masih melekat di tubuhnya, melihat Violet yang hendak membuka sabuk pengaman Axel pun menggenggam erat kedua tanganya dan mendekat, saat itu Axel berada tepat di atas tubuh Violet yang tidak bisa melakukan apa pun.


Axel menatap matanya sangat dalam, namun Violet mulai tidak bisa tenang.


"Apa yang kamu lakukan? lepaskan tanganku."ucap Violet.


"melepas tanganmu lalu membiarkanmu kabur lagi?"tanya Axel dengan tatapanya yang tajam.


"Bicaralah baik-baik. aku merasa tidak nyaman dengan posisi seperti ini."ucap Violet.


"Violet, aku mendengar pembicaraanmu bersama Nadine."ucap Axel.


"Lalu?"tanya Violet yang terkejut dan mematung.


"Kau bilang padanya ada alasan kenapa aku dan kamu tidak akan bisa, yang kamu tidak bisa katakan kepada orang lain. aku ingin tau apa alasanmu?"ucap Axel.


"Seperti yang kamu dengar aku tidak bisa mengatakanya padamu atau pun orang lain."ucap Violet.


Wajah Axel pun semakin mendekat padanya, Violet pun mulai ketakutan.


"Jangan begini, aku tidak nyaman."ucap Violet.


"Jika kamu tidak mau bicara aku akan menghabisimu di sini."ucap Axel dengan tatapanya.


"Aku akan Berteriak."ucap Violet.


"Tidak ada yang akan mendengarmu. cepat katakan yang sejujurnya!"ucap Axel.


"Aku tidak bisa mengatakanya meskipun kau memaksa aku tidak akan bicara."ucap Violet.


"Kalau begitu jangan salahkan aku."ucap Axel.


Axel pun mencium lembut bibir Violet yang tidak bisa bergerak, ia menciumnya dengan penuh perasaan hingga Violet pun bergetar.


"Apa sekarang kau sudah mau bicara?"tanya Axel.


"Turunkan aku."pinta Violet yang masih tidak mau bicara.


Axel pun melakukanya lagi dan lagi hingga Violet lemas dan matanya berkaca, wajahnya memerah. Axel memaksanya untuk bicara jujur padanya, namun Violet tetap pada pendirianya. Axel yang tidak tau alasan Violet membuatnya tidak bisa nyaman.


"Masih tidak mau bicara? apa aku harus melepaskan kancing bajumu dan menciummu di sana?"tanya Axel.


Violet yang merasa dirinya di perlakukan seperti wanita penghiburpun akhirnya menangis.


Hati Axel tergetar melihatnya yang sudah tidak bertenaga, melihat Violet menangis membuat degup jantungnya tidak dapat terkontrol dengan benar. dia pun melepaskan tangan Violet dan menekan tuas di kursinya lagi untuk mengembalikan posisi duduk Violet seperti semula.


"Jangan menangis, aku tidak akan memaksamu lagi."ucap Axel.


"Turunkan aku di sini."ucap Violet.


"Tidak."ucap Axel.


Axel yang baru melajukan mobilnya pun dia terhenti lagi, dia menatap wajah Violet yang menagis. sedangkan Violet sendiri merasa harga dirinya di injak-injak oleh Axel hingga membuatnya sangat kecewa.


"Aku sudah katakan tidak akan memaksamu lagi."ucap Axel.


"Kau pria bre**sek! memperlakukan aku seperti wanita penghibur! aku sangat muak melihatmu!"ucap Violet yang keluar dari mobil Axel dan berjalan cepat, dia menghentikan Taxi dan langsung pergi begitu saja.


Axel pun menyesali perbuatanya pada Violet, dia menyadari perasaan yang di milikinya pada Violet membuatnya tidak dapat menahan diri dan tidak bisa berfikir dengan jernih.


"Maafkan aku."ucap Axel dalam hati.


Violet kembali ke meja kerjanya, dia melihat Nathan yang masih bekerja di jam makan siang, namun Violet tidak menghampirinya. Violet tidak ingin bicara pada siapapun.


Nathan yang melihat Violet kembali makan siang dengan cepat, dia pun menghampiri Violet yang sedang duduk di kursinya.


Nathan menyadari jika Violet menangis, dia pun menarik tangan Violet dan membawanya pergi.


"Apa yang kau lakukan?"tanya Violet.


Namun Nathan tidak menjawabnya dia hanya menatap kedepan sambil menarik tangan Violet untuk pergi dari tempat itu.


Nathan membawanya keluar dari One Zayn Group dengan mobil mewahnya. mereka nampak diam saja di dalam mobil. dan mereka pun sampai di restoran bintang lima tidak jauh dari One Zayn Group. Nathan turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Violet dia pun langsung meraih tangan Violet dan menariknya masuk restoran tanpa berbicara.


Nathan mencari tempat duduk yang nyaman menurutnya dan mereka pun duduk bersama.


"Kamu belum makan bukan?"tanya Nathan.


Violet yang diam cukup menjelaskan bahwa pertanyaan Nathan itu benar.


Nathan memesan menu kesukaan Violet dan menunggu makanan itu datang.


"Aku tidak akan bertanya kenapa kamu menangis, aku tidak ingin kamu bekerja dengan melewatkan makan siangmu. aku pun tidak akan memaksamu berbicara jika kamu tidak mau membicarakanya."ucap Nathan.


Makananpun di sajikan, Nampak beberapa menu kesukaan Violet ada di atas meja itu.


"Makanlah."ucap Nathan.


Violet pun menurut, dia makan siang bersama Nathan. Nathan yang juga makan pun ia nampak menatap Violet terus menerus.


"Aku tidak bisa makan dengan benar jika kamu melihatku seperti itu."ucap Violet menunduk malu.


"Kamu masih tidak berubah, tidak bisa memakan makananmu dengan benar jika di perhatikan."ucap Nathan tersenyum.


Mereka pun makan dengan tenang, Nathan memang sosok yang menghangatkan Violet. itu alasan Violet masih menaruh cinta di dalam hatinya untuk Nathan yang saat ini ada di hadapanya.


"Aku akan membayar ganti rugi dalam kontrak perjanjianmu bersama Zayn."ucap Nathan.


Violet pun membatu, dia menatap Nathan yang sedang menatapnya.


"Itu bukan uang yang sedikit."ucap Violet.


"Tidak, aku sudah memutuskanya."ucap Nathan.


"Tidak, jangan melakukanya. itu uang yang sangat banyak. aku tidak mau, daripada begitu lebih baik aku menikah denganya."ucap Violet.


"Apa yang kamu bicarakan? jangan pernah bicara seperti itu lagi."ucap Nathan.


"Aku memang ingin melarikan diri tapi bukan seperti itu cara yang aku inginkan."ucap Violet.


***


Halo Readers..


Kalau suka sama karya aku ini, mohon untuk Like, Komen, tekan tombol Favorit dan Vote yaa..๐Ÿ˜€


mohon untuk menggunakan bahasa yang sopan supaya author semangat nulisnya๐Ÿ˜˜๐Ÿ™