Stay With Me Violet Season 1

Stay With Me Violet Season 1
Aku tidak ingin melihatmu!



"Joe..."Panggil Violet.


"Hemm~"Saut Nathan.


"Aku mencintaimu."Ucap Violet.


Nathan pun tersenyum, dia menatap mata Violet.


"Aku lebih mencintaimu Violet, bisakah kamu disini saja?"Tanya Nathan.


"Zayn akan mencariku."Saut Violet.


"Aku membuatnya sibuk di Amerika agar kamu menjauh darinya."Saut Nathan.


"Semua masalah di One Zayn Group Amerika itu karenamu?"Tanya Violet serius.


"Ia, tapi biasanya dia selalu cepat membereskan masalah apapun, jadi tetap harus waspada, dia bisa kembali kapan saja."Ucap Nathan.


"Berjanjilah padaku."Ucap Violet.


"Tentang apa?"Tanya Nathan.


"Untuk menjaga dirimu sendiri."Saut Violet.


"Apa kamu takut aku akan terluka?"Tanya Nathan.


"Ia dan aku tidak menginginkan hal buruk terjadi padamu."Saut Violet.


"Aku berjanji akan baik-baik saja, kamu tidak usah banyak berpikir."Ucap Nathan.


"Aku percaya padamu."Saut Violet memeluk tubuh Nathan yang duduk didekatnya diatas tempat tidur.


"Nathan, Aku harus segera kembali."Ucap Violet.


"Aku akan mengantarmu."Saut Nathan.


"Aku tinggal dirumah Axel untuk sementara waktu."Ucap Violet.


"Axel?"


"Kenapa?"Tanya Nathan.


"Zayn memaksaku untuk tinggal disana beberapa hari lagi."Saut Violet.


"Baiklah, tapi jagan lakukan apapun dengan Axel, aku tau dia sangat menyukaimu."Ucap Nathan.


"Iya."Saut Violet memeluknya lagi.


"Maafkan aku Joe Nathan, aku bukan wanita baik."


Mereka bangkit dan bersiap untuk mengantar Violet pulang, Nathan mengantar Violet sampai gerbang depan rumah keluarga Zayn.


Violet melangkah masuk dengan berat hati, para pengawal dan pelayan menyambutnya sangat ramah.


"Apa tuan Zayn belum kembali?"Tanya Violet pada pelayan.


"Belum nyonya."Saut pelayan.


"Syukurlah."


Violet berjalan cepat menuju kamarnya dan segera mungunci pintu.


"Syukurlah Axel tidak melihatku."Ucap Violet.


"Kamu mencoba menghindar dariku?"Tanya Axel yang sedang menunggunya didalam kamar.


Violet mematung dan menjatuhkan tasnya, dia sangat terkejut.


"Apa yang tuan lakukan disini?"Tanya Violet.


Axel pun melangkah mendekati Violet dan meraih dagunya, Axel menatapnya sangat dalam dan mengelus wajah Violet yang membiru akhibat dipukul olehnya.


"Apa masih sakit?"Tanya Axel menatap Violet dengan penuh kelembutan dan perhatian.


"Tidak."Saut Violet mengambil tasnya yang ada dilantai.


"Bisakah kamu jangan masuk kamarku lagi?"Tanya Violet membelakangi Axel.


"Tuan, jangan seperti ini."Ucap Violet melepaskan tangan Axel dari tubuhnya.


"Kenapa?"Tanya Axel dengan tatapan tajamnya.


"Aku.."Saut Violet berpikir.


"Apa karena Joe Nathan?"Tanya Axel serius.


"Aku mau mandi, bisakan anda keluar sebentar?"Tanya Violet sopan.


"Anda, tuan! bisakah kamu panggil aku dengan namaku seperti kamu memanggil Joe Nathan?!"Tanya Axel kesal.


Violet terdiam dan melangkah untuk menaruh tasnya.


"Aku sedang bicara."Ucap Axel menghadang jalan Violet.


"Aku bukanlah orang yang harus anda ributkan, aku bukan siapa-siapa, aku pun calon istri ayah anda tuan, biasakah anda memahaminya?"tanya Violet.


"Ayah? Cih..."Saut Axel dengan senyum kecut diwajahnya.


"Tuan bisakah anda keluar dulu? aku mau mandi."Ucap Violet sopan.


"Kenapa? kamu mengusirku? aku akan membantumu mandi."Saut Axel kesal.


"Aku tidak ingin ribut dengan anda tuan."Saut Violet.


"Aku bilang jangan panggil aku tuan! panggil akau Axel! kamu tau namaku! ayo aku bantu kamu mandi!"Ucap Axel menarik tangan Violet dan membawanya kekamar mandi.


"Apa yang anda lakukan! lepas!"Ucap Violet mencoba melepaskan genggaman Axel.


"Genggamanya kuat sekali aku tidak bisa melepasnya."


Axel menariknya masuk kekamarmandi dan mengunci pintu.


"Kamu bilang mau mandi bukan? cepat lepaskan pakaianmu!"Ucap Axel.


"Aku memang mau mandi, tapi tidak akan mandi didepan anda!"Saut Violet marah.


Axel mengambil shower dan menyalakanya, dia menyiramkan airnya ketubuh Violet yang masih mengenakan pakaian kerjanya.


"Tuan! kentikan!"Pinta Violet.


Axel tidak menghiraukan perkataan Violet, dia terus menyirami tubuh Violet dengan shower yang ada di genggamanya, tatapan Axel sangat tajam menatap wanita itu.


"Selalu saja Joe Nathan dan ayah yang kamu utamakan perasaanya."


"Hentikaaan..."Ucap Violet, dia menangis dan jongkok untuk menutupi lekuk tubuhnya yang terlihat nampak jelas.


Melihat Violet menangis, Axel tergetar, dia tidak bisa melihat Violet menangis, Axel pun mematikan shower yang ada digenggamanya dan menjatuhkanya kelantai kamar mandi, Axel menatap Violet yang menangis dan mengerucutkan tubuhnya. Violet menangis dengan menutup wajah dengan kedua telapak tanganya. tubuhnya Violet pun basah kuyup.


"Violet."Panggil Axel berdiri tepat dihadapan Violet.


"Pergi! menjauhlah dariku! aku tidak mau melihatmu!"Ucap Violet mendorong tubuh Axel hingga terjatuh kelantai, kali ini Violet sangat marah denagan apa yang dilakukan Axel padanya.


"Kalian selalu menyakitiku! aku benci semua keluarga Zayn! aku benci kalian semua! keluar!"Ucap Violet tegas.


Axel yang terduduk dilantaipun perlahan menundukan kepalanya, dia bangkit dan pergi meninggalkan Violet dikamarnya.


Axel masuk kekamarnya dan duduk disofa didalam kamar itu. dia melepaskan pakaianya yang basah dan bertelanjang dada, Axel sangat menyesali perbuatanya.


"Maafkan aku Violet, Aku hanya cemburu, aku hanya tidak suka kamu dekat dengan Nathan ataupun ayah, bisakah kamu merasakan bagaimana jadi aku? sedikit saja..."Ucap Axel mengibas rambutnya kebelakang dan bersandar.


Axel bangkit dari duduknya dan berdiri didepan cermin, dia menatap gambaran dirinya didalam cermin itu. Nampak Axel yang bertubuh tinggi dengan dada bidang dan kekar, tubuh yang sempurna dan wajah yang tampan.


Axel menghempas semua benda yang ada diatas meja dan menaruh kedua tanganya diatas meja untuk menyanggah tubuhnya, Axel nampak frustasi dan menundukan kepalanya didepan cermin.


"Apa yang kurang dariku hingga kamu bahkan tidak melihatku Violet! Aku sangat menginginkanmu! bisakah kamu memahaminya! perasaan ini.... sungguh menyiksaku."Ucap Axel kecewa.


Violet masih dikamar mandi, dia melpaskan satu per satu pakaian yang dikenakanya dan mandi dibawah shower yang menyala, Violet banyak berpikir saat itu.


Violet pun keluar dari kamar mandi dan melepaskan handunknya jatuh kelantai, dia berdiri didepan cermin dan menatap dirinya sendiri yang ada didalam cermin itu.


"Apa yang kalian harapkan dari wanita miskin sepertiku? tidak bisakah kalian menjauh dan membuat hidupku tenang? wajah dan tubuh ini? Cih... Kalian seperti orang gila karena menginginkan wajah dan tubuhku? aku ingin lihat seperti apa kalian jika aku mati."Ucap Violet yang kecewa atas apa yang telah terjadi, keindahan yang ada didalam dirinya mengantarkannya ke jurang yang curam yang bisa membuatnya terjatuh kapan saja.