Stay With Me Violet Season 1

Stay With Me Violet Season 1
Percobaan bunuh diri




Mendengar permintaan wanitanya, Zayn Keenan langsung meraih leher bagian belakang Violet. dengan cepat ia mendekatkan wajah cantik itu pada wajanya yang mengerikan.


"Dengarkan aku Violet.. berhentilah bersikap seperti ini padaku. jika tidak, jangan salahkan aku bertindak langsung ke intinya dan membuatmu berakhir saat ini juga. kau tau.. aku bisa melakukan apapun jika aku menginginkanya dan aku bisa memaksamu kapanpun saat aku mau. jadi kamu hanya perlu mematuhi semua ucapanku." Ancam Zayn, ia menggertakan gigi dan langsung memutar tubuh Violet sangat kasar.


Sraaaakkk!!! Zayn menurunkan risleting gaun pengantin yang sedang di dekenakan Violet sampai semua terbuka. Violet terkejut dan langsung menghindarinya, ia melangkah mundur sambil memeluk tubuhnya sendiri agar gaun pengantin itu tidak melorot dan menelanjangi dirinya di hadapan Zayn Keenan.


"Hahahaha..."


Tawa bahagia pria itu mendominasi ruangan, Zayn lantas memutar tubuh dan meninggalkan Violet yang membeku di tempatnya berdiri, ia keluar dari ruangan itu dan menghilang di balik pintu.


Violet memejamkan mata seraya ia menundukan kepala semakin dalam, ia semakin erat memeluk tubuhnya sendiri. sungguh pria itu sangat mengerikan baginya, setiap ucapan yang keluar dari mulut pria itu selalu membuat lututnya lemas hingga membuat sekujur tubuhnya gemetar.


Hari itu Zayn tidak hanya membawa Violet untuk fitting gaun pengantin, hari itu ia bahkan mengajaknya ke tempat percetakan. satu hal yang membuat wanita itu kembali terkejut adalah undangan telah selesai di cetak. itu berarti Zayn sudah menyiapkan semua ini jauh hari, Violet juga di buatnya kembali lemas saat ia mengetahui jika Zayn sudah mendaftarkan tanggal pernikahan mereka ke kantor kependudukan dan catatan sipil, ia telah batal menjadi calon istri Joe Nathan.


"8 hari lagi? aku akan sah menjadi istrinya? 8 hari la..gi.. ?" Batin Violet, ia sungguh sangat gelisah hingga sepasang tangan wanita itu tidak henti bergerak memainkan pakaian yang sedang di kenakanya, itu adalah tanda jika Violet mulai stres.


"Apa yang harus aku lakukan?" Batin Violet.


Satu hari itu mereka habiskan untuk menyiapkan acara besar pernikahan mereka, Zayn telah mengeluarkan banyak uang hanya untuk sebuah acara pernikahan. ia sungguh akan menjadikan Violet Grizelle seorang Queen di hari besar itu.


Bagi pasangan pengantin pada umumnya, mereka akan bahagia bisa menggelar acara penikahan yang luar biasa, bisa menjadikan seorang pengantin wanita bagaikan putri sejagat. namun itu semua tidak berlaku bagi Violet. ia sangat ketakutan.


"Aku akan menjadi bahan cemoohan, aku pasti akan di tuduh wanita yang hanya mengincar hartanya saja, aku akan semakin menderita karena di hakimi banyak orang, tidak! aku tidak mau! aku tidak mencintai Zayn! aku bukan wanita seperti itu." Batin Violet, ia terus menerus menggelengkan kepala sambil menatap kosong.


Mereka yang saat ini berada di dalam mobil, Violet yang hanya diam dengan setumpuk beban yang ada di pundaknya, ia bahkan hanya melamun sepanjang perjalanan. Violet menutup kedua kelopak matanya, ia bersandar lemas di kursinya.


"Apa yang kamu pikirkan?" Tanya Zayn, ia meraih tangan Violet dan mencium punggung telapak tangan wanita itu.


Violet saat itu langsung membuka mata dan menatapnya, ia bahkan tidak berdaya hanya untuk menjawab pertanyaan Zayn padanya, Violet memilih untuk bungkam. ia telah berpikir apapun yang ia rasakan, itu tidak akan berpengaruh pada Zayn yang telah mantap dengan keputusanya.


"Aku haus." Ucap Violet dengan wajahnya yang sendu.


"Haus?" Tanya Zayn, ia lantas menoleh ke sekeliling hingga ia melihat sebuah minimarket di dekat lokasinya saat ini.


Zayn menepi dan memarkirkan mobil mewahnya di tempat parkir mini market, ia keluar dari dalam mobil dan berlari kecil menuju pintu mobil tempat Violet duduk, pria itu membukakan pintu mobilnya untuk Violet dan ia mengulurkan tangan pada wanita itu untuk membantunya turun dari dalam mobil.


Sesuai dengan apa yang Zayn ucapkan jika Violet hanya perlu mematuhi semua ucapanya maka ia tidak akan bertindak langsung ke intinya pada wanita itu. kini Violet meraih uluran tanganya dan keluar dari dalam mobil di bantu olehnya, pasangan itu memasuki mini market dengan tangan kanan Zayn yang selalu berada di pinggang wanita muda itu.


mereka yang kini sudah berada di depan lemari pendingin, bahkan Violet hanya diam bingung apa yang sebenarnya ia inginkan, ia tidak merasa haus.


Violet hanya diam dan perlahan ia menerimanya, Zayn pun tersenyum dan mengambil satu botol lagi untuknya yang juga meresa haus. pria itu kini merangkulnya dan mulai mengayunkan sepasang kaki jenjang mereka untuk mencari susatu yang mungkin mereka inginkan. namun Violet tidak mengingin apapun, dia hanya diam sampai Zayn memutuskan untuk membayar minumanya.


Melihat Zayn berada di depan kasir, Violet bergegas keluar dari dalam mini market, Zayn menyadarinya hingga ia langsung pergi untuk menyusul Violet meninggalkan kasir wanita yang sedang mengambil kembalian uangnya.


"Tuan..."


"Violet!" Panggil Zayn.


Violet menoleh, tapi sungguh ia tidak mau menghabiskan sisa hidupnya bersama pria yang telah membunuh ayahandanya bahkan calon suami yang sangat dia cintai.


"Aku lebih baik mati bersama mereka." Ucapnya yang kini berdiri di sisi jalan raya.


Dengan nafas yang terpenggal-penggal Violet mengangkat dress panjangnya, ia melihat Zayn semakin mendekat ke arahnya. Violet pun menoleh dan melihat sebuah truk pengankut barang hendak melintasi tempatnya berdiri, ia lantas berlari dan berhenti di tengah jalan, wanita itu memejamkan mata melepas semua beban di pundaknya. ia ingin mengakhiri hidupnya saat ini juga.


Sadar akan apa yang sedang Violet lakukan. Zayn semakin cepat berlari.


"Tidaaaakkk!!!" Teriak Zayn.


Tiiiiiiiinnnnnn!!!


"Violet awas!!!"


"Selamat tinggal." Batin Violet.


Zayn Keenan langsung menyambar tubuh wanita itu hingga keduanya terpental dan terguling bersama, Zayn sungguh sangat erat memeluknya dan keduanya terhenti saat tubuh mereka menghantam batu besar di tepi jalan.


Dengan jantung yang berdegup kencang Zayn membuka mata, ia kini berada di atas tubuh Violet yang tidak bergeming dan memejamkan matanya dengan darah yang keluar dari kepala wanita itu.


"Violet!... sayang!" Panggil Zayn, ia bangkit dan memangku kepala wanitanya.


"Violet!" Panggilnya lagi.


Sadar wanita itu tidak akan membuka mata, Zayn langsung menggendongnya dan memasukan tubuh wanitanya kedalam mobil, ia segera membawanya ke rumah sakit terdekat meninggalkan lokasi yang mulai ramai.


Violet yang telah putus asa, ia bahkan sangat mantap untuk mengakhiri kehidupanya. wanita itu sungguh sangat membenci Zayn Keenan.


🍁Stay With Me Violet🍁


Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE DAN KOMEN sopan ya guys....