Stay With Me Violet Season 1

Stay With Me Violet Season 1
Gaun pengantin II




"Violet!" Ucap Zayn.


"Aku tidak mau!! aku tidak sudi jika harus menghabiskan sisia hidupku bersmamu Zayn!"


Zayn tidak menggubrisnya, ia lantas menarik wanita itu kembali dan menghempaskan tubuh wanitanya pada karyawan yang saat ini merasa ketakutan saat melihat begitu mengerikan raut wajah Zayn Keenan saat marah pada calon istrinya.


"Bantu calon istriku memakai gaunya! keluarkan semua gaun terbaik kalian!" Perintah Zayn.


"Ba... baik tuan..." Sahut karyawan, ia membungkuk sopan pada Zayn Keenan.


"Mari nona.." Sambungnya pada Violet.


"Aku tidak mau.." Sahut Violet, para karyawan itu memaksanya masuk keruang ganti untuk mencoba gaun pengantin.


Meski Violet menolak, nyatanya ia tidak bisa terhindar dari keinginan Zayn Keenan, Violet di bawa para karyawan masuk kedalam salah satu ruang fitting, mereka mulai menunjukan satu per satu gaun mewah terbaik yang mereka miliki, semua gaun di tempat itu sangat wah karena di desain oleh desainer terbaik Korea selatan. tentu Violet tidak perlu merasa khawatir karena ia sudah pasti menjadi seorang queen di hari besarnya bersama Zayn Keenan, tapi permasalahanya tidak terletak di mewah atau tidak gaun pengantinya. melainkan Violet yang sungguh tidak ingin menikah denganya.


Meski para karyawan itu menatap iba seorang wanita muda yang sangat cantik di hadapanya mulai mengeluarkan air mata dari kedua sudut matanya. nyatanya rasa takut mereka pada calon suami wanita itu lebih besar sehingga tidak ada pilihan bagi mereka untuk tidak mematuhi perinta dari Zayn Keenan.


"Silahkan di pilih nona." Ucap karyawan.


Violet hanya mematung menatap gaun-gaun mewah di hadapanya, ia tidak bergeming bahkan tidak berniat memilih. sadar akan wanita muda itu tidak mau memilih, salah satu dari mereka keluar untuk menemui Zayn Keenan.


"Pakaikan ia gaun pengantin terbaik! jika calon istriku tidak mau memakainya maka kalian lah yang harus memakaikanya!" Perintah Zayn Keenan.


Karyawan wanita itu kembali keruangan dengan wajahnya yang bingung dan nampak bodoh, sungguh ia tidak dapat mencerna permintaan tuan besar itu, mana mungkin mereka memaksa wanita yang tidak mau memakai gaun pengantin, karyawan itu lantas menghampiri rekanya yang lain dan berbisik, mereka seketika berwajah bingung menatap Violet yang hanya mematung di tempatnya berdiri.


"Memaksa memakaikanya? Permintan macam apa itu?" Tanyanya berbisik.


"Entahlah, aku pribadi tidak sampai hati melihat wanita muda itu apa lagi jika harus memaksanya."


"Lalu apa yang harus kita lakukan?"


"Tidak ada cara lain, tuan besar itu sangat mengerikan, jika ia complain pada manager maka kita akan berakhir."


Mereka berdiskusi hingga mendapatkan keputusan, salah satu di antara mereka menghampiri Violet.


"Nona, calon suamin anda bukan orang biasa, tentu ia sangat berpengaruh bagi kami jika ia merasa tidak puas, kami butuh menghidupi keluarga kami jadi tolong pakailah gaunya nona karena kami tidak mau memaksa anda." Ucapnya.


Violet mendengarkan, ia menatap satu per satu wajah para karyawan itu yang nampak bingung dan penuh harap padanya. Violet sendiri bukan wanita yang tidak memiliki hati, ia pernah berada di posisi mereka. mencari uang demi keluarga.


Meski berat hati dan terpaksa, Violet akhirnya menunjuk satu gaun dan mereka mulai tersenyum bergegas membantu nona cantik itu memakai gaun pengantinya.


Sebuah gaun mewah sudah melekat di tubuh Violet, para karyawan pun meninggalkan ruang fitting saat tuan besar itu meminta waktu untuk bicara berdua dengan wanitanya.


Zayn Keenan mendekati Violet, ia melihat betapa cantik wanita muda itu saat mengenakan gaun pengantin, tentu sebagai pengantin wanitanya.


Kini Zayn telah berada di belakang tubuhnya, dari dalam cermin Zayn melihat wanita itu menangis lagi. pria itu lantas meraih lengan kiri Violet dan menariknya untuk memutar tubuh, tangan kiri Zayn Keenan langsung meraih pingang ramping Violet Grizelle yang saat ini memakai gaun pangantin untuknya, Zayn sangat erat memeluknya.


Zayn Keenan menyatukan keningnya dengan kening Violet, ia bahkan menyatukan hidung mancungnya dengan hidung mancung wanitanya, ia sungguh sangat mengagumi kecantikan putri dari sahabatnya itu, sahabat yang telah ia bunuh.


"Kamu sangat cantik sayang." Ucapnya.


Violet hanya diam, nafas pria itu sungguh sangat hangat dan harum, bahkan wangi tubuh pria itu sangat khas tercium olehnya, aroma harum bercampur aroma nikotin. Zayn Keenan memang seorang lelaki yang tidak biasa, semua orang segan dan tertunduk padanya hanya dengan melihat dirinya apalagi jika ia menatap orang itu, maka mereka tidak akan sanggup untuk melawanya.


Violet semakin dalam menundukan kepala dan Zayn pun langsung meraih dagunya untuk membuat wanita itu tetap mendongak. Cup~ sebuah kecupan manis bibir mereka yang beradu mampuh menoreh senyum di wajah Zayn.


"Aku sudah tidak sabar." Ucap Zayn, cup~ satu lagi kecupan manis itu menoreh senyum di wajah Zayn Keenan.


Air mata menetes saat Violet memejamkan kedua kelopak matanya merasakan pria itu kembali menikmati lehernya, Zayn Keenan yang sudah tidak sabar ingin segera menikahinya dan mendapatkan semua yang ia miliki. sungguh pria itu tidak akan mengizinkan wanitanya beranjak dari tempat tidur dan ia akan memastikan wanita itu tidak akan bisa berjalan saat ia telah merasakan kemampuan di atas ranjang seorang Zayn Keenan.


"Eeenngh!" Erang Violet Grizelle saat pria itu mengigit lehernya.


Saat itu Violet telah berfikir keras akan dosa apa yang ia ataupun kedua orang tuanya lakukan di masa lalu hingga ia harus menghadapi kenyataan seperti kotoran saat ini. Violet sungguh sangat meratapi nasibnya, kini ia menoleh pada cermin sambil sesekali menutup mata merasakan setiap pergerakan dari lidah nakal pria itu yang telah membasahi lehernya lagi. noda merah bahkan telah bertebaran di leher putihnya.


"Hentikan!!!" Ucap Violet, namun Zayn tidak juga berhenti.


"Aku bukan pela*cur!!!" Sambungnya.


Kalimat terakhir itu mampuh menghentikan Zayn, ia mendongak dan mulai menggunakan kedua telapak tanganya untuk menghapus air mata Violet. ia lantas menariknya masuk kedalam dekapanya lagi.


"Kenapa kamu selalu menangis? apa kamu tidak lelah? tubuhmu bahkan terlihat menjadi kurus. Violet Grizelle... cobalah untuk menerimaku." Ucap Zayn.


Violet hanya diam, Zayn pun mencium puncak kepala wanita itu sambil memejamkan matanya.


"Aku sungguh sangat tulus menyayangimu, aku sangat mencintaimu Violet, tolong jangan seperti ini... bisakah kamu tersenyum padaku meski satu detik saja? satu detik saja...." Ucap Zayn Keenan.


"Kapan kehidupanku ini berakhir? aku sungguh sangat lelah." Batin Violet.


Zayn menarik diri, ia menatap wajah sendu dan sepasang mata sayup Violet, ia terdiam saat Violet meminta sesuatu darinya.


"Tuan Zayn Keenan... bisakah anda menggunakan senjata anda untuk meledakan isi kepalaku?" Pinta Violet, ia terlihat lemas dan putus asa.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Violet Grizelle



🍁Stay With Me Violet🍁


Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE DAN KOMEN sopan ya guys....