Stay With Me Violet Season 1

Stay With Me Violet Season 1
Apa yang kamu inginkan?




Digedung yang sama, Perusahaan One Zayn Group. Semua karyawan beraktivitas normal, waktu sudah menunjukan pukul 11:00. semua karyawan berhamburan menuju kantin perusahaan untuk istirahat makan siang.


Aneh memang jika mereka tau hari ini Perusahaan besar tempat mereka bekerja akan di kunjungi oleh CEO yang tidak lain adalah tuan Zayn Keenan, namun kenapa mereka tidak di izinkan untuk melakukan penyambutan seperti biasanya. iya! hal itu tengah menjadi topik perbincangan sangat hangat hari ini, di kantin karyawan nampak ramai membicarakan tentang CEO mereka yang datang tanpa penyambutan.


"Hari ini tuan Besar Zayn Keenan datang berkunjung, tapi aneh, kenapa kita tidak menyambutnya seperti biasa?"


"Kedatanganya kali ini sungguh sangat tertutup, ia meminta untuk tidak perlu ada yang menyambut kedatanganya dan yang lebih anehnya lagi, tuan besar Zayn Keenan mengosongkan area kerja Lobby utama dan lantai 8 tempat VVIP Room CEO One Zayn Group.


"Aku dengar dari petugas keamanan yang membukakan pintu mobil untuk tuan besar Zayn Keenan, ia melihat hari ini tuan besar Zayn Keenan membawa seorang wanita muda, petugas itu merasa tidak asing dengan wanita itu di perusahaan ini, ia bilang jika wanita itu pernah bekerja di One Zayn Group, dia sangat cantik dan tuan Besar Zayn Keenan memperlakukan wanita itu sangat mesra.


"Kau tau? kabarnya hari ini adalah hari pembagian undangan pernikahan tuan besar Zayn Keenan? tapi tidak satupun dari kita yang di undang."


"Kabarnya tuan besar Zayn Keenan telah mempersiapkan acara pernikahan yang sangat megah hingga menghabiskan banyak uang. tapi aku juga dengar jika tuan besar Zayn Keenan hanya mengundang dewan direksi One Zayn Group dan perusahaan besar terkait.


"Itu artinya kita bukanlah apa-apa, level General Manager saja tidak di undang. padahal aku sangat penasaran wanita secantik apa yang sangat beruntung itu?"


"Iya, sayang sekali. tapi... apa mungkin yang di lihat petugas keamanan itu adalah calon istri tuan besar Zayn Keenan?"


"Mungkin saja.. mungkin itu alasan kedatanganya kali ini sangat tertutup."


"Haaahh~ tuan besar taman itu sangat memikat meski ia sudah berumur, ia duda tampan yang kaya raya."


"Hahahaha... semua wanita juga mau dinikahi oleh tuan besar Zayn Keenan, secara tubuhnya sangat kekar dan menggoda."


"Cih! meski begitu jangan lupa, dia pria kuat yang mengerikan.. ingat bagaimana ia menghancurkan lawan-lawanya sampai bangkrut dan tidak sedikit yang bunuh diri. tuan besar Zayn Keenan bukan pria yang mudah di takhlukan, dia bukan pria sembarangan."


Riuh para karyawan yang bergosip di meja makan mereka. hingga membuat Mikka terdiam mendengarnya.


"Mikka, habiskan makananmu." Pinta Nia.


"Aku General Manager bahkan tuan besar Zayn Keenan tidak mengundangku." Gumam Mikka.


"Sudahlah, lagipula acara pernikahanya pun tertutup dari media dan kamu juga kekasih Axel Zayn, kamu bisa melihat istri tuan besar Zayn Keenan kapan saja bukan?" Sahut Nia.


"Tapi belakangan ini Axel Zayn tidak pernah muncul, aku sangat ingin mengunjungi kediaman keluarga Zayn." Ucap Mikka.


"Kamu bisa tanyakan tentang Axel Zayn pada Racel Zayn." Sahut Nia.


"Racel Zayn? dia terlihat tidak menyukai aku." Ucap Mikka.


"Lalu apa yang akan kamu lakukan?"


"Apa tuan besar Zayn Keenan masih di gedung ini?"


"Sudah jam makan siang, aku pikir dia akan membawa wanitanya untuk makan siang."


"Cih! kau benar, aku sangat penasaran kenapa pernikahan mereka tertutup dari media. pasti ada sesuatu yang menarik."


"Iya. aku pikir juga begitu."


"Oh iya Nia, panggil petugas keamanan yang pagi ini berjaga untuk ia datang keruanganku." Pinta Mikka.


"Untuk apa?" Tanya Nia.


"Kamu akan tau nanti." Sahut Mikka dengan sorot mata tajam dan senyum picik yang tertoreh di wajahnya.


"Baik, aku akan memintanya untuk datang keruanganmu."


🍁🍁🍁🍁


"Selamat datang tuan." Sapa para petugas restoran.


Zayn keluar dari dalam mobil dan seperti biasa, ia selalu memperlakukan wanitanya bagaikan seorang queen. Zayn mengulurkan tangan untuk membantu Violet turun dari dalam mobil dan seprti biasa juga Violet selalu menerima uluran tangan darinya.


Kini tangan kekar seorang Zayn Keenan telah mendarat di pinggang ramping wanitanya lagi, mereka memasuki restoran dengan dua orang bodyguard yang setia mendampingi dan menjaga keselamatan dari tuanya.


Seorang pelayan mempersilahkan dan Zayn menarik kursi, ia mempersilahkan Violet untuk duduk. Violet patuh, ia duduk dan di susul Zayn Keenan yang saat ini menarik kursi untuk duduk di dekatnya. pelayan lantas meletakan buku menu di atas meja dan Zayn langsung meraihnya, ia membuka tiap lembar dari dalamnya.


"Sayang kamu mau makan apa?" Tanya Zayn Keenan.


"Apa saja." Sahut Violet nyaris tidak terdengar.


Mendengarnya, Zayn lantas menutup buku menu itu kembali, ia paham jika wanitanya tidak akan mau memilih makananya maka ia memesan makanan yang mungin Violet suka. pelayan kini mengambil kembali buku menu mereka dan bergegas.


"Tunggu sebentar tuan." Ucap pelayan merunduk sopan dan berlalu pergi.


Zayn Keenan kini memperhatikan Violet lagi, pria itu menoleh dan memberi aba-aba melalui matanya untuk ia meminta kedua bodyguardnya pergi dari hadapanya. kedua bodyguard itu paham akan perintah tuanya, keduanya lantas bergegas pergi dari tempat itu.


Kini hanya tinggal Zayn Keenan dan Violet di meja makan ruangan privat room, Zayn kembali memandangi wanitanya yang selalu diam.


"Sayang." Panggil Zayn, ia meraih telapak tangan Violet, pria itu menggenggamnya erat dan mencium punggung telapak tangan wanitanya sangat lembut.


Violet hanya diam, hanya menundukan kepala tidak ingin memandang wajah calon suaminya. Zayn Keenan pun terdiam menatapnya, ia sungguh kesulitan menghadapi Violet yang bahkan sampai saat ini belum juga bisa menerimanya sebagai calon suami.


"Setelah makan siang kita ke Mall ya, aku ingin membelikanmu pakaian dan perhiasan." Ucap Zayn.


"Aku tidak butuh itu semua." Sahut Violet lirih, ia hanya tertunduk bicara tanpa menatap calon suaminya.


"Lalu apa yang kamu inginkan?" Tanya Zayn.


"Aku ingin kebebasanku." Sahut Violet, jujur saja ia sangat takut bicara seperti itu pada Zayn Keenan, namun ia sungguh sangat ingin di bebaskan, maka ia hanya memberanikan diri untuk memintanya meski ia tau permintaan itu tidak akan pernah terkabulkan.


"Setelah ini kita ke mall." Sahut Zayn kembali ke topik awal, ia tidak mau melanjutkan atau merepon permintaan Violet.


Violet pun hanya diam, seperti dugaanya. Zayn tidak akan mengabulkan permintaan itu sampai kapanpun.


"Permisi tuan dan nona, makanan sudah siap." Ucap pelayan, ia sangat sopan dan mulai menyajikan makanan mereka di atas meja. pelayan itu lantas kembali merunduk sopan seraya ia pergi setelah selesai menyajikan makanan.


Zayn Keenan mulai meraih garpu dan pisaunya, ia lantas terhenti dan menoleh ke arah garpu dan pisau milik Violet.


"Biar aku yang memotong steaknya untukmu." Ucap Zayn, ia meraih pisau pemotong steak milik Violet dan meletakan pisau itu di dekatnya, di tempat yang tidak dapat di jangkau oleh wanitanya.


Zayn mulai memotong teak miliknya dan ia meletakan stek itu di atas meja di depan Violet dan Zayn meraih stek milik Violet untuk ia yang memakanya.


"Makanlah yang banyak sayang, kamu semakin kurus tidak mau makan." Ucap Zayn Keenan, ia bicara sangat lembut pada Violet.


Mendengarnya, Violet lantas meraih garpu dan ia mulai mencicipi steak itu, ia mengunyahnya secara perlahan. Zayn Keenan pun tersenyum menatapnya meski wanita itu mengunyah makananya dengan pandangan kosong.


Zayn tertunduk, ia mulai memotong steknya dengan perasaan yang sebenarnya sangat sedih. sungguh Zayn sangat ingin Violet melahap makanya sampai habis, ia sangat ingin wanitanya sekali saja tersenyum padanya, Zayn sungguh khawatir pada Violet yang bahkan makan satu sampai dua suap saja setiap harinya hingga membuat tubuh wanita itu terlihat semakin kurus.


Kini Zayn menyuapkan steak itu kemulutnya, ia mengunyahnya sambil memandangi Violet yang nampak tidak berselera. Zayn Keenan lantas mengambil satu potongan daging dari hotplate miliknya, ia mngulurkan tanganya untuk ia sangat ingin menyuapi wanita itu.


Violet terdiam sambil ia menelan makanya, ia menoleh pada Zayn yang tersenyum hangat padanya, Violet juga menatap potongan daging yang kini sudah berada di dekat mulutnya.


"Buka mulutmu sayang." Pinta Zayn Keenan.


🍁Stay With Me Violet🍁


Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE dan KOMEN sopan ya guys....