Stay With Me Violet Season 1

Stay With Me Violet Season 1
Cemburu




Sesampainya di ruangan Axel dan Ben duduk di kursi mereka masing-masing, namun entah kenapa suasana hati Axel menjadi tidak karuan, ia gelisah dan tidak bisa fokus, kalimat "Sungguh-sungguh menyukainya" itu masih berkecamuk di dalam pikiranya.


"Yaiiiss!!" Axel berdesis seraya ia mengibas kasar rambutnya.


"Ada apa?" Tanya Ben.


Dengan wajah datar Axel menoleh pada Ben namun ia hanya diam dan kembali mengalihkan pandanganya kedepan.


Tok... tok...


Seseorang mengetuk pintu dan kedua pria itu lantas menoleh ke arah sumber suara. pintu itu pun terbuka dan Violet muncul dengan senyum anggun yang tertoreh di wajahnya yang sangat cantik. wanita itu menghampiri Axel dan Ben dengan sebuah buku catatan di genggaman tanganya.


"Selamat siang tuan." Sapa wanita itu pada Axel Zayn.


"Hmm~" Sahut Axel Zayn seraya mengangguk.


Violet lantas menoleh dan menghampiri Ben, Ben pun segera menarik kursi untuk Violet duduk di sampingnya.


"Duduklah." Pinta Ben.


"Iya, terimakasih."


Violet duduk, ia mulai memperhatikan Ben yang saat ini mulai membuka salah satu dokumen penting yang harus Violet kuasai selama ia masih bekerja untuk One Zayn Group. saat masa kuliah Violet adalah salah satu mahasiswi yang cerdas dan selalu mendapatkan peringkat pertama dijurusanya, selain cantik Violet pun selalu menjadi andalan para dosen untuk mengajari rekanya yang lambat. terbukti dari semua yang sudah Ben ajarkan padanya Violet langsung bisa memahami dan menerapkanya. dalam waktu beberapa hari saja Violet sudah dapat menguasai pekerjaan dengan sangat baik dan dia selalu memberikan ide-ide cemerlangnya pada setiap diskusi antar rekan desain ataupun pada saat dia rapat dengan divisi lain. dia wanita yang cerdas.


Hari itu Axel kesulitan melewati setiap waktu yang berdetak karena ia tidak bisa fokus dengan pekerjaanya. Ben pun mulai menyadari jika hari itu Axel sangat diam, berbeda dari biasanya.


"Violet." Panggil Ben.


"Hmm?" Sahut Violet, ia menoleh.


"Bisa kamu buatkan kopi untuk aku dan Axel? Tanya Ben.


"Kopi? baik, tunggu sebentar." Sahutnya.


Violet mulai beranjak, ia bangkit dari duduk dan meninggalkan ruangan. Axel pun memperhatikanya, ia sungguh heran pada dirinya sendiri.


"Kenapa aku jadi seperti ini?" Batin Axel.


Pintu ruangan kembali terbuka setelah beberapa menit, Violet masuk kedalam ruangan dengan sebuah nampan berisi dua cangkir kopi panas.


"Letakan saja di atas meja, terimakasih Violet." Ucap Ben.


"Ah~? baik." Sahut Violet, ia menuju meja tempat para tamu berbincang dengan Axel Zayn di ruang kerjanya, ia meletakan dua cangkir kopi itu di atasnya dan kemblai menghampiri Ben.


"Aku akan mengobrol sebentar bersama Axel, kamu lanjutkan belajar sendiri dulu jika ada yang tidak di mengerti beri tahu aku setelah aku selesai bersama Axel." Ucap Ben.


"Baik." Sahut Violet.


Ben tersenyum dan ia menghampiri Axel yang saat itu sedang duduk di kursinya dengan wajah masam, Ben mengajaknya untuk mengobrol di temani kopi panas yang Violet buatkan untuk mereka. saat itu Violet kembali duduk dan ia mulai membuka dokumen yang ada di atas meja untuk ia mempelajarinya. sesekali wanita itu menoleh ke arah kedua pria yang sangat santai duduk di atas sofa bad.


"Apa yang mereka bicarakan?" Batin Violet.


Perbincangan kedua pria itu memang tidak terdengar olehnya, namun rasa penasaran Violet pun segera ia tepis, "Tidak penting mereka membicarakan apa? aku tidak perduli." Gumamnya.


Waktu terus berlalu, kedua pria itu masih mengobrol. Violet mulai gelisah melihat jam yang melingkar di pergelangan tanganya.


"Sebentar lagi jam pulang kerja, semoga aku tidak di minta untuk lembur malam ini." Batin Violet.


Sadar jika saat itu Violet terlihat gelisah melihat jam tanganya, Ben lantas menyudahi perbincanganya bersama Axel Zayn, kedua pria itu bagkit dari duduk dan kembali ke meja masing-masing.


"Vio." Sapa Ben.


Violet lantas menoleh, ia menatap Ben menghampirinya dengan cangkir kopi yang saat ini berada di genggaman tanganya. namun Violet melihat jika cangkir itu telah kosong.


"Kopinya sudah habis." Ucap Violet.


"Ah~ iya, kopi buatanmu sangat enak." Puji Ben, ia tersenyum pada Violet.


"Benarkah? terimakasih." Sahut Violet.


Ben meletakan cangkir bekas minumnya di atas meja, ia lantas semakin mendekat ke arah Violet.


"Ben, apa hari ini aku bisa pulang tepat waktu?" Tanya Violet.


"Tentu saja, aku akan mengantarmu pulang." Sahutnya.


"Tidak perlu, aku bisa naik bus. lagipula masih sore." Ucap Violet.


"Baiklah, terimakasih."


Ben meraih pergelangan tangan Violet hingga membuat Violet terkejut dan ia selalu memandangi pergelangan tanganya. Ben menariknya mendekati Axel Zayn yang sejak tadi memperhatikan mereka dengan tatapan mematikan. namun belum juga Ben dan Violet sampai di mejanya...


Braaakkk!!!


Axel Zayn bangkit dari duduk seraya ia meletakan dokumen dalam genggamanya ke atas meja sangat kasar. Ben dan Violet pun terhenti di tempatnya berdiri, mereka melihat Presdir itu pergi meninggalkan ruangan tanpa sepatah katapun yang terucap dari mulutnya.


"Apa Presdir Axel Zayn mara?" Tanya Violet.


"Sepertinya, entah kenapa dia hari ini sangat tidak bersahabat." Sahut Ben, ia lantas menoleh pada Violet yang saat ini berdiri di dekatnya.


"Ayo pulang." Ajaknya.


"Iya." Sahut Violet.


Ben dan Violet keluar dari dalam ruangan, mereka menuju parkir mobil sambil mengobrol dan tertawa terlihat sangat akrab.


Didalam mobilnya Axel menatap mereka dengan tatapan mata tidak biasa, ia memperhatikan pasangan itu masuk kedalam mobil dan meninggalkan area parkir. Axel lantas menghidupkan mesin mobilnya dan ia mulai mengikuti mobil sekertarisnya Ben Giorgino menuju rumah Violet.


"Sebentar lagi kita sampai, rumahku di depan sana." Ucap Violet, ia tersenyum sangat manis.


Ben pun tersenyum dan ia mulai memperlambat laju kendaraanya hingga mereka telah sampai di halaman rumah dua lantai yang sangat sederhana.


"Kita sampai." Ucap Violet, ia mulai melepaskan seat beltnya.


Ben lantas keluar dari dalam mobil, ia berlari kecil menghampiri pintu mobil Violet untuk ia membukakanya.


"Mau berkunjung ke rumah sederhanaku ini Ben?" Tanya Violet.


Wanita itu cukup tau terimakasih, ia menawarkan Ben untuk mampir karena pria itu sudah berbaik hati mengantarkanya pulang dengan selamat.


"Apa boleh?" Tanya Ben.


"Tentu saja, rumahku terbuka untuk semua orang baik." Sahutnya.


"Baik, aku mau mampir sebentar." Ucap Ben.


Ben dan Violet lantas melangkah bersama menuju pintu masuk rumah sederhana itu, mereka menghilang di balik pintu hingga membuat Axel Zayn mulai menggertakan giginya, pria itu terlihat sangat marah.


Baru saja Ben masuk dan duduk, ia sudah di sibukan dengan ponsel yang terus berdering. Ben lantas meraih ponselnya dan melihat siapa yang melakukan panggilan.


"Axel?" Batin Ben.


"Halo." Sapa Ben.


"Kau dimana? cepat kembali kekantor, ada yang ingin aku bicarakan denganmu." Ucap Axel.


"Baik aku akan kembali kekantor sekarang." Sahut Ben.


Meski saat itu Ben sangat ingin menghabiskan waktunya bersama Violet, nyatanya ia tidak bisa leluasa mendekati wanita itu, dengan berat hati Ben bangkit dari duduk dan ia menghampiri Violet yang sedang membuatkanya minum.


"Violet." Sapa Ben.


"Iya." Sahutnya.


"Tidak perlu repot-repot, maaf aku harus kembali ke kantor, Axel Zayn memanggilku."


"Ah~ baiklah, kalau begitu terimakasih sudah mengantarku sampai kerumah." Ucap Violet, ia mendekati Ben.


"Iya, kapan-kapan aku akan berkunjung."


"Iya, kau boleh datang kapan saja selagi aku ada di rumah."


"Baiklah, aku pergi."


"Hati-hati di jalan Ben."


"Iya."


Percakapan itu terjadi seraya keduanya menuju halaman rumah hingga ia mereka harus terpisah saat Ben masuk kedalam mobilnya dan pergi.


🍁Stay With Me Violet🍁


Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE dan KOMEN sopan ya guys....