
Ben keluar dari dalam ruangan Zayn Keenan, ia mengayunkan sepasang kaki jenjangnya sambil melirik kanan dan kiri dengan kedua telapak tangan yang terselip di saku celananya, kali ini Ben mulai waspada akan gerak geriknya.
"Jeon, minta pengawal mengawasi Ben dan ingat untuk jangan sampai dia menyadarinya." Perintah Zayn.
Ben sadar akan Zayn tidak akan mudah untuk melepaskanya, ia cukup mengenal pria itu dan tentu ia harus bergerak lebih cepat.
Ben menghentikan langkahnya di balik dinding, ia mulai mengawasi pintu ruangan Zayn Keenan, benar saja ia melihat Jeon melakukan panggilan pada orang-orang Zayn untuk mengawasinya.
"Cih! tua bangka kepa*rat!" Gumam Ben.
Ben segera meninggalkan One Zayn Group, ia melajukan kendaraanya dengan kecepatan tinggi menuju sebuah pantai di malam hari. Ben memarkirkan mobilnya setelah ia telah sampai dan mengeluarkan ponsel dari dalam saku jasnya, ia memanggil seseorang.
"Halo." Sapa Ben.
"Ada apa?" Tanya Axel.
"Kau sudah bertemu Violet?"
"Sudah, apa ayah curiga?"
"Ayahmu mengancamku, keluargaku berada di bawah kendalinya jika aku tidak mematuhi perintahnya. sore tadi mereka melacak keberadaan ponselku yang telah kau bawa, aku baru bisa menghubungimu karena aku di tahan di ruanganya. saat ini ia sudah mengetahui dimana posisimu. cepat bawa Violet pergi dari tempat itu karena ayahmu memiliki helikopter pribadi, dia akan tiba tanpa perlu waktu lama."
"Kau dan keluargamu dalam masalah karena aku. thanks Ben, aku akan membawa Violet pergi secapat mungkin."
Axel mengakhiri panggilan dari Ben, ia terdiam dengan pandangan kosong dan menyimpan ponselnya kembali kedalam saku celana sambil ia memutar tubuh dan menatap tuan Harry, Joe Nathan dan Violet yang masih berada di meja makan.
"Maafkan ayahku Violet, sebuah kesalahan besar memang kamu telah bertemu denganya. jujur saja, tidak akan mudah bagimu melepaskan diri darinya yang telah hidup dengan ambisi sejak lama." Ucap Axel dari kejauhan.
Axel menghampiri Violet, ia melihat wanita itu tersenyum sangat manis pada Joe Nathan dan ayahnya, sambil melangkah Axel tersenyum saat Violet menoleh padanya.
Axel mendekat ke arahnya hingga membuat Violet menatapnya penuh rasa bingung, ia meraih lengan Violet dan menariknya masuk kedalam pelukan hingga tuan Harry terdiam menatapnya dan mulai melihat Joe Nathan bangkit dari tempatnya duduk.
"Kita harus segera meninggalkan rumah ini." Ucap Axel.
"Apa maksudmu dengan kita?" Tanya Joe Nathan, ia meraih lengan Violet dan menariknya lagi menjauh dari Axel.
Tuan Harry pun bangkit dari duduk dan terdiam saat Axel mengatakan.
"Zayn Keenan sudah mengetahui lokasi kita. maka tidaklah sulit baginya untuk segera tiba."
"Ini semua pasti karena kau yang ceroboh!" Ucap Joe Nathan, ia mendorong lengan Axel hingga tuan Harry langsung melerai mereka.
"Joe Nathan, lebih baik segera bawa Violet pergi sebelum terlambat."
Axel hanya diam saat ia melihat Joe Nathan menarik Violet pergi ke kamar untuk mengambil kuncil mobil, dompet dan ponsel. malam itu juga Joe Nathan membawa Violet beserat tuan Harry pergi dari rumahnya.
Namun bukan Zayn Keenan namanya jika ia membiarkan Joe Nathan memiliki kesempatan untuk menyembunyikan wanitanya lagi, Zayn sudah mengerahkan orangnya di kota itu untuk segera mengawasi kediaman Joe Nathan dengan bekal lokasi yang terlacak oleh mereka atas posisi Axel saat sore tadi.
"Kami sudah mengikutinya tuan Zayn." Ucap seseorang dari dalam mobil yang melesat cepat mengikuti mobil yang di gunakan Joe Nathan.
Didalam helikopter Zayn Keenan tertawa mendengarnya, ia mulai menoleh kebawah menuju lokasi orangnya berada saat ini.
"Joe Nathan harus lenyap malam ini juga. kau jangan sampai kehilangan jejaknya." Ucap Zayn.
🍁🍁🍁
"Sepertinya sudah terlambat! dua mobil berada di belakang kita sejak tadi." Ucap tuan Harry.
Doorr!!!
"Mereka membawa senjata Joe, lebih baik turunkan aku dan kamu bawa ayah pergi." Pinta Violet.
"Tidak sayang! bagaimna mungkin aku menyerahkanmu pada mereka." Sahut Joe Nathan.
Violet melihat kaca sepion, ia juga menoleh kebelakang untuk menatap wajah ayahnya tuan Harry, entah kenapa rasanya Violet sangat ingin memeluk pria itu untuk menenangkan dirinya yang di kuasai rasa takut.
"Ayah." Panggil Violet.
"Jangan takut nak, ada ayah dan Joe Nathan." Sahut tuan Harry, ia mendekati Violet dan meraih tangan putrinya yang dingin dan gemetar, tuan Harry tidak melepaskan genggamang tanganya.
Doorr!!!
"Aaahh!!!" Teriak Violet, dengan gerak cepat ia tertunduk sambil menutup kedua telinganya.
Joe Nathan menoleh padanya dan melihat betapa Violet gemetar sekujur tubuh saat ia mendengar suara letusan senjata itu, Joe Nathan langsung meraih tangan Violet, ia menggenggamnya sangat erat.
"Ada aku Violet, kamu akan baik-baik saja." Ucap Joe Nathan, ia semakin cepat melajukan kendaraanya.
Malam itu helikopter yang di gunakan Zayn Keenan mendarat di atas salah satu atap gedung, ia turun dan menuju lift untuk hendak ke lantai dasar, tentu ia kini berada di posisi arah kemana Joe Nathan melajukan kendaraanya. Zayn akan menghadang mobil mereka untuk menemui wanita miliknya. Zayn tertawa sambil ia mengayunkan sepasang kaki jenjangnya menuju mobil bersama dengan pengawal dan Joen. Zayn meninggalkan gedung itu.
"Apa mereka masih jauh?" Tanya Zayn.
"Tidak tuan, mobil tuan Joe Nathan semakin dekat ke arah kita." Sahut Jeon.
Lokasi itu sangat sepi dan mulai larut, kondisi jalan yang curam dengan jurang dan sungai di bawahnya. mobil yang di kendarai Joe Nathan mulai terseok-seok saat para pengawal bajing*an itu menabrakan kendaraan mereka.
"Joe Nathan lebih baik kamu dan ayah pergi, tolong turunkan aku di sini! Zayn hanya mencariku." Ucap Violet.
"Tidak!" Tegas Joe Nathan, ia sangat fokus melajukan mobilnya.
Mobil Joe Nathan terhenti saat mobil Zayn Keenan dan para pengawalnya menutup jalan mereka.
"Bajing*an!" Ucap Joe Nathan, ia memukul kemudi mobil dengan menggunakan kepalan tanganya.
Violet menatap Zayn Keenan yang tersenyum ke arahnya, dengan sepasang bola mata yang memerah, Violet menjatuhkan air matanya. tanpa bicara Violet keluar dari dalam mobil.
"Violet." Panggil Joe Nathan, ia meraih tangan wanita itu namun terlambat.
Joe Nathan langsung keluar dari dalam mobilnya dan meraih lengan Violet untuk ia segera menghentikan langkahnya.
"Tetaplah bersamaku Violet." Pinta Joe Nathan.
"Joe, aku sangat mencintai kamu dan ayah, aku tidak akan mengorbankan kalian demi diriku sendiri. tolong... sembunyikan ayah untukku Joe Nathan." Pinta Violet.
"Tidak! ayo kembali!" Sahut Joe Nathan, ia menarik Violet kembali menuju mobil.
Doorr!!!
"Aaaahhh... Joe Nathan!" Teriak Violet saat ia melihat sebuah peluruh melesat dan melukai pipi Joe Nathan.
Joe Nathan meraih Violet dan melindunginya di balik tubuhnya, ia mulai menatap satu per satu orang-orang Zayn Keenan yang mulai keluar dari dalam mobil mereka.
Violet terisak di balik tubuh Joe Nathan, sepasang tangan gemetarnya mulai meremas jas yang sedang di kenakan calon suaminya itu, Violet mulai melihat kedepan lagi dengan separuh wajahnya, ia melihat Zayn Keenan keluar dari dalam mobilnya.
🍁Stay With Me Violet🍁
Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE DAN KOMEN sopan ya guys....