Stay With Me Violet Season 1

Stay With Me Violet Season 1
Tempat teraman




Sesampainya dirumah Joe Nathan langsung menuju kamar dengan langkah cepat dan wajahnya yang muram, Joe Nathan bahkan tidak menyadari akan kehadiran tuan Harry di ruang utama rumahnya.


"Joe Nathan." Panggil ruan Harry.


Joe Nathan menoleh, "Iya ayah?" Sautnya.


"Cepat sekali? di mana Violet?" Tanya tuan Harry.


"Maafkan aku ayah, aku tidak menepati janjiku. sekarang Violet berada di tangan Zayn, aku janji akan menjemputnya kembali." Saut Joe Nathan.


"Apa? Bagaimana bisa Joe Nathan?" Tanya tuan Harry, dia terlihat sangat khawatir terhadap putrinya.


"Aku harus pergi sekarang ayah, aku akan menjemput Violet." Saut Joe Nathan, dia langsung melanjutkan langkahnya menaiki anak tangga hingga ia menghilang di balik pintu kamarnya.


"Violet.. putriku." Batin tuan Harry, dia tertunduk tidak berdaya.


Didalam kamar Joe Nathan langsung menuju lacinya, membuka laci itu dan mengambil cek dari dalamnya. Joe Nathan mulai menulis angka sesuai dengan isi perjanjian Violet dengan Zayn Keenan, dia hendak menukar cek itu dengan Violet untuk mengakhiri perjanjian diantara mereka.


Joe Nathan menyimpan ceknya di dalam amplop coklat dan dia menyimpanya di saku jas bagian dalam, tanpa banyak berfikir Joe Nathan langsung pergi lagi dari kediamanya menuju kota S.


Perjalanan yang memakan banyak waktu, Joe Nathan sungguh tidak bisa berfikir dengan jernih di saat-saat seperti ini.


"Aku menyesal mengajakmu makan di luar sayang. aku menyesal meninggalkanmu sendirian." Batin Joe Nathan.


Mobil yang di kendarai Joe Nathan melesat sangat cepat memecah jalanan ibukota, dia menyetir dengan satu tangan dan tatapan matnya yang kosong.


Dikediaman tuan Zayn, malam telah berlalu, langit gelap mulai kembali terang, hari ini adalah hari yang sangat cerah. namun tidak secerah hati Violet, Axel ataupun Joe Nathan.


Violet masih duduk di atas tempat tidur, dia hanya diam dengan pandangan kosong dan kantung mata yang menghitam, Violet tidak bisa tidur semalaman.


Dikamar Zayn, Zayn baru selesai membersihkan diri, dia keluar dari dalam kamar mandi di dalam kamarnya yang terpisah dengan kamar Violet. Seorang pria lebih muda darinya sekitar 5 tahun menghampiri.


"Selamat pagi tuan Zayn, anda memanggilku?" Tanyanya.


"Iya sekertaris Jeon, mulai sekarang kau menjadi tangan kananku, mulai sekarang kau harus selalu ada di dekatku saat aku membutuhkanmu, mulai sekarang kau juga harus tinggal di rumahku. kau harus bisa membereskan semua perintahku tanpa kesalahan sedikitpun." Ucap tuan Zayn Keenan.


"Iya tuan." Saut sekertaris Jeon. entah mimpi apa dia semalam yang jelas itu bukanlah hal yang baik untuk sekertaris Jeon, dia harus masuk kedalam lubang neraka dan berhadapan dengan Zayn Keenan setiap hari. Jeon tau jelas, mulai hari ini dia tidak boleh melakukan kesalahan sedikitpun apalagi jika menyangkut persoalan tuan Zayn. jika itu semua terjadi, maka keluarganyalah yang akan menjadi taruhanya. Zayn tidak akan segan menghancurkan siapapun yang di anggap tidak perguna untuknya.


"Jeon, selidiki cincin yang di pakai Violet itu siapa yang memberinya? selidiki dia tinggal di mana? dan bersama siapa? aku mau semua informasi itu cepat!" Perintah Zayn.


"Baik tuan."


Meski semalam Violet berkelit jika cincin berlian itu dia yang membelinya, meski saat itu Zayn nampak percaya padanya, namun pada kenyataanya Zayn sedikitpun tidak mempercayai ucapan Violet, dia akan menyelidiki semuanya tak terkecuali.


Zayn menghampiri Cermin, dia menatap sosoknya yang saat ini tersenyum mengerikan dengan kedua bola mata yang menatap tajam. Zayn mengatakan, "Bersiaplah untuk mati kalian semua yang menyembunyikan wanita milik Zayn Keenan."


Zayn Keenan memutar tubuh, dia keluar dari dalam kamarnya setelah berpakaian rapih, dia melagahkan kakinya menuju kamar Violet lagi.


"Ada lingkar hitam di matamu, apa kamu tidak tidur semalam?" Tanya Zayn. Violet hanya diam, dia tidak pernah berminat untuk bercakap dengan Zayn Keenan, tidak pernah berminat sedikitpun.


"Sayang mandilah dan ayo kita sarapan bersama Racel dan Axel." Pinta Zayn, dia bangkit dan meraih lengan Violet untuk meminta wanita itu bergegas untuk membersihkan diri.


Violet yang sudah sangat paham akan sifat Zayn Keenan, pria itu akan memaksa jika Violet menolak dan pada intinya perintah Zayn harus di penuhi.


Violet pun menurunkan sepasang kakinya dari atas tempat tidur, dia berdiri dan Zayn meraih pinggangnya, dia membawa Violet masuk kedalam kamar mandi.


"Mandilah, aku tunggu." Ucap Zayn, dia menatap Violet yang hanya diam tidak mau menatap matanya.


Tuan Zayn tersenyum dan dia menutup pintu kamar mandi, Zayn menghampiri sofa dan duduk menunggu Violet selesai membersihkan diri.


Di dalam kamar mandi Violet terdiam menatap gambaran seorang wanita yang ada di dalam cermin di hadapanya, wanita itu menjatuhkan air matanya saat kedua kelopak matanya terpejam, dia memeluk erat tubuhnya sendiri. wanita di dalam cermin itu ingat akan apa yang di lakukan seorang pria seusia ayahnya padanya semalam. dia kembali terisak dan menyalakan keran wastafel, wanita itu menggosok mulutnya sangat kasar dengan air.


"Menjijikan!" Ucapnya.


"Menjijikan! aaaaaaahhh!! pria menjijikan!! aku jijik!! an*jing!! bajing*an!! bang*sat!! aaaaaaahhhh hu..hu..hu..." Ucap Violet sangat kasar\, dia menangis semakin menjadi.


Zayn menoleh ke arah kamar mandi, dia terdiam mendengar semua kata-kata kasar Violet untuknya, perlahan Zayn pun tertunduk lagi.


"Maafkan aku karena aku sungguh sangat mencintaimu, aku pun tidak akan melepaskanmu meski kamu bersujud di kakiku." Gumam Zayn Keenan.


Violet melangkahkan kakinya menuju shower, dia mulai menyiram sekujur tubuhnya dengan air, sungguh dia sangat geli saat dia teringat akan Zayn Keenan yang mulai berani mencium bibirnya.


Waktu terus berputar, Violet cukup lama membuang waktunya di dalam kamar mandi, bagaimana tidak? dia memang tidak berniat untuk keluar dari dalam kamar mandi dan lebih memilih untuk duduk termenung di atas closet yang tertutup, tubuhnya bahkan hanya berbalut jubah handuk.


Zayn mulai bangkit dari duduk saat dia sudah sangat lama menunggu, ia menghampiri pintu kamar mandi dan mengetuknya.


"Sayang." Panggil Zayn.


Violet menoleh ke arah pintu, dia menatap gagang pintu yang terus bergerak, dia mendengar pintu itu di gedor berulang kali, Violet juga mendengar panggilan seorang pria dari balik pintu itu, namun Violet hanya diam dan menatapnya. perlahan dia mengalihkan pandanganya lagi dan mulai memainkan kuku dari kedua tanganya, air mulai keluar lagi dari kedua sudut matanya, mengalir cepat ke pipi hingga terjatuh membasahi jubah handuk yang dikenakanya. Violet sungguh tidak mau keluar, baginya tempat itu adalah tempat yang paling aman untuknya.


"Sayang, buka pintunya." Pinta Zayn Keenan.


🌸Stay With Me Violet🌸


Jangan lupa dukung author:


Vote


Like


Love


Komen positif


🙏