Stay With Me Violet Season 1

Stay With Me Violet Season 1
"Kamu pengantin wanita yang paling cantik di dunia ini."




Zayn Keenan kembali menghampirinya saat ia melihat wanitanya kembali tertunduk, pria itu menekuk lutut dan jongkok di dekatnya di samping bathtub, ia meraih dagu Violet dan mengatakan...


"Bisakah kamu berhenti menangis? kamu tau? aku sangat sakit saat melihatmu seperti ini."


Violet hanya diam, Zayn Keenan lantas memeluknya sangat erat. "Jangan takut padaku sayang, percayalah aku sangat menyayangimu." Ucapnya sambil mengelus hingga membelai rambut panjang Violet.


Di tempat itu Zayn memeluknya sangat lama, ia terus menemani wanitanya yang saat ini mulai membersihkan diri di hadapanya, Violet tidak melepaskan pakaianya dan tidak akan melepaskanya di hadapan calon suami yang saat ini kembali duduk di atas closet yang tertutup memandangi dirinya.


"Aku tidak bisa mandi jika anda terus di sini tuan Zayn." Ucap Violet, ia bicara bahkan tidak menoleh padanya.


"10 menit. aku akan kembali setelah 10 menit." Sahut Zayn Keenan, ia bangkit dari duduk.


Violet mendengarnya, ia lantas menganggukan kepala perlahan dan Zayn Keenan pun pergi meninggalkanya sendirian.


Melihat Zayn Keenan menghilang di balik pintu, Violet lantas bersandar dan merebahkan kepala, ia terdiam menatap langit-langit kamar mandi yang sangat mewah. perlahan ia merosot dan semakin merosot hingga kepalanya mulai tenggelam masuk kedalam air.


"I Love You Joe, I Love you Axel Zayn. Aku sangat mencintai kalian."


"Selamanya..." Batin Violet.


Zayn Keenan pun kembali masuk dan ia segera meraih kerah pakaian Violet yang saat ini menenggelamkan dirinya sendiri di dalam bathtub.


"Haaahhh~" Engah Violet, ia terkejut saat Zayn Keenan menariknya keluar dari dalam air, pria itu memeluknya dan meraih pinggangnya, ia bangkit dan mengangkat tubuh wanitanya keluar dari dalam bathtub.


Zayn Keenan lantas mencengkram leher belakang Violet untuk membuatnya mendongak dan menatap matanya.


"Inilah alasan kenapa aku tidak bisa meninggalkanmu sendirian!!" Ucap Zayn Keenan, ia sangat marah hingga wajahnya sangat merah dan urat-uratnya nampak sangat jelas, sepasang bola mata pria itu pun mulai berkaca.


Zayn Keenan lantas meraih lenganya, ia menariknya keluar dari dalam kamar mandi.


"Ganti pakaianmu!" Perintahnya seraya ia menghempaskan tubuh Violet di dalam ruang ganti.


Violet terhuyung dan meraih meja untuk menopang tubuhnya, ia lantas berdiri seimbang dan mendekati lemari pakaian.


"Firasatku tidak pernah salah!" Gumam Zayn Keenan, sepasang bola mata pria itu sangat tajam menatap wanita yang saat ini sedang meraih satu stel pakaianya.


Violet masih diam di tempatnya berdiri, ia memeluk pakaian berharap Zayn Keenan keluar dari ruang ganti untuk meninggalkanya.


"Kamu mau aku pergi lagi?! aku tidak akan pergi sebeluk kamu mengganti pakaianmu!" Ucap Zayn Keenan, ia menggertakan giginya.


Violet pun hanya diam, ia tidak mengganti pakaianya, mana mungkin ia mau melepaskan pakaian basahnya dan bertelanjang di hadapan prianya.


"Tidak mau mengganti pakaianmu? mau aku yang memakaikanya?!" Tanya Zayn Keenan, ia mendekati Violet.


"Kamu pasti akan mengulangi perbuatan bodohmu lagi jika aku pergi bukan?" Tanyanya.


Zayn berhenti di hadapan Violet dan Violet meraih sepasang pergelangan tanganya hingga Zayn terdiam dengan tatapan heran. Violet meletakan sepasang tangan pria itu di lehernya tanpa mengucap sepatah katapun, ia memejamkan mata seolah menanti prianya segara mengakhiri semua ini.


Alih-alih berharap Zayn Keenan segera mengakhiri hidupnya, pria itu malah semakin mendekat dan mencium bibirnya. menciumnya sangat lembut penuh perasaan, Zayn memeluknya sangat erat seraya ia terus berusaha menenangkan wanitanya dengan ciuman manis darinya.


Zayn pun menarik diri, ia meraih kedua sisi pipi Violet dan mengusapnya lembut, "Sudah malam, ayo kita tidur." Ucapnya mulai bersikap tenang.


Meski Zayn mengatakan jika ia tidak akan keluar dari dalam ruang ganti sebelum Violet mengganti pakaianya, nyatanya pria itu tetap keluar dari ruang ganti untuk memeberi waktu pada Violet agara segera melepaskan pakaianya yang basah kuyup.


Violet pun segera mengganti pakaianya sebelum 5 menit prianya akan kembali lagi dan benar saja Zayn kembali masuk kedalam ruangan setelah 5 menit, ia meraih pinggang Violet dan membawanya menuju tempat tidur.


"Tidur." Perintahnya.


Violet yang sejak tadi hanya diam, ia pun patuh dan naik ke atas tempat tidur, ia berbaring di sana dan Zayn pun merebahkan tubuh di dekatnya, ia memeluk tubuh wanitanya hingga lelah menguasai mereka dan pada akhirnya sepasang kelopak mata pasangan itu terpejam bersama menanti mentari yang akan hadir di pagi hari, tentu untuk menyambut hari besar mereka berdua.


Waktu terus berputar tiada henti, langit hitam kembali terang dengan kicau burung yang beterbangan berpindah dari satu pohon ke pohon lainya. pagi ini sangat sejuk bahkan jendela besar di dalam kamar mewah Zayn Keenan masih berselimut embun. seekor burung berwarna indah pun mendarat di depan jendela kamar mewah itu, burung cantik itu terus menerus mengetuk-ngetuk kaca jendela dengan menggunakan paruhnya.


Violet membuka jendelanya seraya burung cantik itu terbang tinggi dengan bebasnya, wanita itu tersenyum sendu. ia pun memutar tubuh dan berdiri di depan cermin menatap gambaran diri yang telah cantik di pagi hari dengan gaun pengantin mewah berlapis berlian, hari ini adalah hari pernikahanya.


"Nona Violet mau memakai kalung yang mana?" Tanya penata rias, ia menghampiri Violet dengan membawa beberap pilihan kalung berlian.


"Tuan Zayn Keenan membelikan ini semua untuk anda dan meminta anda memilih sendiri mana yang paling anda sukai." Ucap penata rias itu lagi.


Tanpa banyak bicara Violet mulai mengulurkan tanganya, ia meraih satu kalung berlian bermata hitam. iya! warna yang sangat tepat untuk menggambarkan isi hatinya saat ini.


Violet lantas menyerahkan kalung itu pada penata rias yang terlihat heran saat ia melihat Violet memilih warna hitam sedangkan masih ada warna cerah lainya, ini hari pernikahan, hari bahagia yang seharusnya di hiasi warna cerah nan indah.


Tapi.. penata rias itu tidak berhak untuk berkomentar, ia hanya tersenyum menatap pengantin wanita yang sangat cantik itu kini kembali memutar tubuh dan menatap cermin lagi.


Penata rias lantas mendekatinya dan mulai membuka pengaitnya, ia memakaikan kalung bermata hitam itu di leher Violet Grizelle.


"Sangat cantik." Ucapnya menatap cermin memuji Violet yang cantik meski tidak ada senyum di wajahnya.


"Terimakasih." Sahutnya lirih.


Tok.. tok...


Seseorang mengetuk pintu dan masuk, penata rias lantas merunduk sopan dengan sepasang telapak tangan yang menyatu di sisi perut bagian bawahnya. ia keluar dari kamar saat melihat pria berjas putih itu memberinya aba-aba.


Di dalam kamar mewah itu tersisa mempelai wanita dan prianya. Zayn Keenan tersenyum hangat saat ia meliahat wanitanya sangat cantik berdiri di depan cermin membelakanginya. wanita yang bahkan tidak menoleh padanya meski ia tau jika dirinya hadir di tempat itu.


Zayn Keenan menghampirnya dan memeluknya dari belakang, kini keduanya menatap cermin bersama dengan senyum yang menghiasi wajah Zayn Keenan dan kesedihan yang mengiasi wajah Violet.


"Sayang.. kamu sangat cantik, kamu pengantin wanita yang paling cantik di dunia ini." Pujinya.


🍁Stay With Me Violet🍁


Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE dan KOMEN sopan ya guys....