Stay With Me Violet Season 1

Stay With Me Violet Season 1
Belanja bersama Axel dan Racel




"Aku... siapa yang aku cintai sebenarnya??"tanya Violet dalam hatinya.


Setelah beberapa lama Violet dan Nathan keluar dari ruang Meeting dan melanjutkan pekerjaan.


Hari itu Nathan dan Axel nampak lebih semangat dari hari biasanya. sedangkan Violet yang duduk di kursinya nampak mengerjakan design sepatu dengan pikiran yang tidak tenang. dia masih memikirkan Joe Nathan dan Axel Zayn untuk memastikan sesungguhnya siapa yang sungguh-sungguh di cintai Violet.


"Aku.. Aku menyukai keduanya! aku tidak bisa memilih! aku mau bersama keduanya apa tidak bisa?"tanya Violet dalam hatinya.


"Kesal sekali."ucap Violet merebahkan kepala di atas meja.


"Memilih saja tidak bisa! manusia tidak berguna sepertiku apa pantas hidup?"ucapnya lagi dengan posisi yang sama.


"Kenapa hanya pria yang boleh punya istri lebih dari satu sedangkan wanita tidak bisa?"tanyanya nyeleneh.


"Violet."sapa Nadine.


"Apa?"tanya Violet.


"Leher dan wajahmu kenapa?"tanya Nadine.


"Jatuh. sudah jangan tanya lagi aku bosan menjawabnya."saut Violet.


"Ayo ke ruang manager produksi, kita sudah di tunggu."ucap Nadine.


"Ia, aku hampir lupa."saut Violet.


Merekapun bergi keruang Manager produksi untuk mendiskusikan rencana produksi design pakaian yang sudah di persiapkan sejak seminggu yang lalu.


Waktu terus berputar. semua karyawan nampak sibuk dengan pekerjaan dan tanggung jawabnya masing-masing, hingga takterasa waktu berputar sangat cepat dan hari mulai gelap.


"Sudah jam 16:30? cepat sekali?"ucap Violet yang berjalan cepat menuju meja kerjanya untuk berkemas dan pulang.


Violet yang sibuk merapihkan mejanya namapak di hampiri Nathan.


"Mau pulang?"tanya Nathan.


"Ia."saut Violet yang sibuk merapihkan barangnya.


Axel nampak keluar dari ruanganya bersama Ben dan menatap ke arah Violet yang berdiri di dekat Nathan.


"Violet."panggil Nathan.


"Ia?"saut Violet yang menatap Nathan.


"I Love You."ucap Nathan di delinga Violet.


Violet pun tersenyum dan mendekatkan wajahnya ke telinga Nathan.


"I Love You to."ucap Violet.


Nathan pun dengan gerakan cepat mencium pipi Violet. ia mencurinya dan membuat Violet memukulinya dan bercanda sangat bahagia.


Ben nampak melihat Axel yang mematung melihat kemesraan Nathan dan Violet.


"Ayo."ucap Ben merangkul Axel untuk mengajaknya pergi.


Axel nampak diam saja tidak berbicara sedikitpun, dia masuk kedalam mobilnya untuk menunggu Violet yang sedang bergurau bersama Nathan. sedangkan Ben pulang terlebih dulu.


"Nathan sangat mencintai Violet, Violet masih mencintai Nathan. apa masih ada tempat untuku di hatinya?"tanya Axel yang melamun di dalam mobil.


Setelah beberapa lama menunggu, Violetpun keluar dan menghampiri Axel yang sudah berada di dalam mobil. Violet pun masuk dan menatap Axel yang membisu. Violet pun duduk dan tidak mengganggunya.


"Kamu masih mencintai Nathan?"tanya Axel.


"Ia."saut Violet.


"Apa masih ada tempat di hatimu untuku?"tanya Axel.


"Aku..."ucap Violet tidak bisa melanjutkan perkataanya.


"Beri aku kesempatan yang sama."pinta Axel pada Violet.


"Apa yang kamu harapkan? aku bahkan calon istri ayahmu."saut Violet mematahkan harapan Axel.


Axel pun diam dan melajukan mobilnya. Axel mengendarai mobilnya den tatapan kosong.


"Perhatikan jalanmu."ucap Violet.


"Kenapa kamu mau menika dengan ayah? apa alasanya?"tanya Axel.


"Aku tidak bisa menjawabnya. lebih baik kamu tanyakan sendiri pada ayahmu."


"Heeh~ seumur hidup aku tidak pernah menyangka jika aku Axel tidak bisa mendapatkan seorang wanita yang aku inginkan."ucap Axel kecewa pada dirinya sendiri.


"Kita jemput Racel?"tanya Violet mengalihkan pembicaraan.


"Aku rela jika aku harus menjadi selingkuhanmu."ucap Axel.


"Hentikan Tuan Axel. jangan berfikir terlalu jauh."ucap Violet.


"Kau akan mengerti saat kau berada di posisi yang sama denganku."saut Axel.


"Benarkah Violet? kau mencintaiku?"tanya Axel senang.


"Ia."saut Violet menundukan kepala.


"Jadi yang kamu maksud ada alasan yang tidak bisa kamu katakan itu karena aku putra Zayn ayahku? itu berarti bukan karena kamu yang tidak mencintaiku? jika begitu tinggalkan ayah dan menikahlah denganku Violet."pinta Axel pada Violet yang duduk di sampingnya.


"Aku tidak bisa melakukanya."ucap Violet yang memalingkan wajahnya.


"Kenapa?"tanya Axel.


"Jika semudah itu."saut Violet.


"Tapi.."ucap Axel.


"Aku tidak ingin membahas ini lagi tuan."saut Violet memotong pembicaraan Axel.


Axel pun terdiam dan tidak melanjutkanya.


"Setidaknya dia juga mencintaiku."ucap Axel dalam hati.


Axel yang nampak senang dia pun menjemput adaiknya. Racel pun masuk kedalam mobil dan nampak kesal saat melihat Violet.


"Kena kau membawanya?"tanya Axel.


"KIta akan pergi bersama."saut Axel.


"Kenapa harus membawa dia sih ka?"tanya Racel kesal.


"JIka banyak bertanya kakak tidak jadi belikan baju untukmu."saut Axel.


"Cih..."Racel pun menyandarkan tubuhnya sambil menatap Violet yang cantik.


"Cantik-cantik tapi sayangnya mata duitan."ucap Racel yang jijik melihat Violet.


Violet nampak diam saja tidak menghiraukan semua perkataan Racel tentangnya.


"Ayo turun kita sudah sampai."ucap Axel.


Merekapun turun dari mobil dan berjalan bersama. Racel yang nampak kesal karena Violet ikut dia pun tidak berhenti mengoceh.


"Pilih lah pakaian yang kamu sukai jangan bicara terus, suara jelekmu bikin sangit telinga."ucap Axel.


"Bela saja teruus."ucap Racel sambil memilih pakaianya.


Axel nampak melihat Violet yang diam saja.


"Violet pilihlah pakaian yang kamu suka. aku akan belikan untukmu."ucap Axel.


"Aku tidak menginginkanya."saut Violet yang duduk di kursi tunggu.


"JIka kamu tidak ingin aku akan beli smua yang aku lihat untukmu."ucap Axel pada Violet.


"Kau selalu memaksa."ucap Violet bangkit dari kursinya dan melihat-lihat.


Axel nampak membuntutinya dan memperhatikan semua gerak gerik Violet. Violet yang sangan Cantik dan bertubuh ramping membuat Axel tidak bosan menatapnya.


"Jarang sekali ada pria yang mau membuntuti wanita memilih pakaian. apa kaki anda tidak lelah?"tanya Violet menyindir.


"Tidak.. aku suka membuntutimu dan melihatmu."saut Axel tersenyum.


"Aku akan mencoba ini apa anda akan ikut ke ruang ganti?"tanya Violet menyindir Bossnya.


"Apa kau memberiku izin?"tanya Axel menanggapi.


"Lupakan saja."ucap Violet yang melangkah cepat.


Axel pun tersenyum dan duduk di kursi tunggu.


"Apa ini cocok?"tanya Violet pada Axel.


Axel pun mematung melihat Violet yang sangat cantik mengenakan baju yang di pilihnya.


"Ia.. ia itu sangat cantik di tubuhmu."saut Axel.


Violet pun masuk lagi keruang ganti untuk mengganti pakaianya lagi. diapun keluar dan menghampiri Axel.


"Aku mau ini saja."ucap Violet menyerahkan pakaian yang di pilihnya pada penjaga toko.


"Hanya satu?"tanya Axel.


"Untuk apa banyak-banyak, buang-buang uang."saut Violet yang duduk di samping Axel.


"Aku yang akan belikan untukmu. pilihlah lagi.. aku akan bayar meskipun kamu meu semua baju di toko ini."ucap Axel.


***


Halo Readers..


Kalau suka sama karya aku ini, mohon untuk Like, Komen, tekan tombol Favorit dan Vote yaa..๐Ÿ˜€


mohon untuk menggunakan bahasa yang sopan supaya author semangat nulisnya๐Ÿ˜˜๐Ÿ™